Tentang Rasa Dari Mata Turun Ke Hati

Kadang kala pembeli itu menjelma serupa seorang yang sedang jatuh cinta, mula-mula ia akan tertarik pada tampilan (fisik) selanjutnya baru kerasa di dada (hati).
Bermula dari tatapan hangat penuh pesona selanjutnya jatuh hati.

Selanjutnya, biarkan rasa bekerja dengan semestinya. Apakah akan bertahan atau cukup hanya singgah sesaat.

Pembeli adalah raja, benar, selain mendapat pelayanan istimewa seorang raja juga pastilah kaya; yang otomatis gampang untuk mengeluarkan uang demi kepentingannya.

Lantas bagaimana dengan pedagang (penjual)?
Tenang, sebab penjual adalah 'tuhan' sang pencipta.
raja tanpa 'tuhan' maka tiada arti.


Tempo hari seorang kawan berkeluh kesah kepada saya. Sebagai kawan baik, saya sok-sokan menyediakan telinga, sebab kadang kala yang orang butuhkan itu pendengar yang baik, bukan penceramah ulung yang sedikit-sedikit mengharamkan sesuatu. #eh

Ceritanya kawan saya itu lagi dalam tahap ingin mendalami dunia UMKM, ia ingin membuat bisnis dengan merek yang sudah dia godok jauh-jauh hari sebelum produknya launching.

Kawan tersebut berencana produksi sabun mandi berbahan alami (dengan misi ingin membantu menyelamatkan bumi). Cerita sampai di sini cukup membuat saya tertarik; tidak lagi telinga yang saya sodorkan tapi juga tangan dan hati (maksudnya tangan kosong yang siap jika dibutuhkan tenaganya, hati tulus yang selalu akan mendoakan tiap usahanya). Simpel.

Masalah muncul, sebenarnya bukan masalah tapi hanya sedikit kendala yang kami (saya dan kawan) belum pasti yakin kunci mana yang akan menjadi solusi, yaitu tentang pengemasan alias packaging.

"Bisa bantuin gak mikirin pengemasannya?" tanya kawan.
"Emang konsep kamu mau gimana?" tidak menjawab saya justru melempar tanya balik.
"Yang ramah lingkungan. Pokoknya sebisa mungkin minim plastik."
"Udah ada gambaran?"
"Rencana mau aku buat macem besek-besek dari bambu itu. Cuma belum tahu di mana nyari pengerajin bambu yang cocok kantong."

Saya diam sejenak. Bukan mikirin pengerajin bambu di Muntok tapi sedang mengingat dimana kiranya pernah dengar tentang pelatihan packaging.

Main-main di Instagram dan saya langsung ingat dengan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta yang sering menjadi mitra baik para pelaku UMKM.

"Coba kamu buka Instagram @plutjogja, di situ tuh gudangnya para pelaku UMKM berlatih banyak hal. Kantornya dekat sama tempatmu. Ntar aku anterin kalau kamu mau. Gabung juga dong di Womenwill sama Gapura Digital. Biar upgrade dan enggak galau saat nanti udah beneran terjun ke UMKM."
Singkatnya habis ngobrol itu, kawan sedikit tercerahkan dan sebentar-sebentar browsing cari alternatif pengemasan yang cocok untuk sabunnya.

Saya bilang kepadanya: pembeli itu mula-mula akan tertarik pada kemasan, kalau kemasannya enggak meyakinkan, ya udah jelas enggak dilirik. gak perlu meriah, simpel tapi mengena.

Bagian mengena itu padahal sulit sekali. Itu cuma bisa-bisanya saya untuk membuat semangat kawan semakin membara.

Seperti yang saya bilang, pembeli adalah raja. Sementara raja seringkali banyak ribetnya dan pasti suka sesuatu yang WOW.
Salah satu cara agar terlihat WOW tentu saja dengan memuaskan indera penglihatan.

Dua merek dengan produk dan kualitas sama; yang satu pengemasannya asal-asalan, yang satu pengemasannya menarik. Pilih mana? Pilih yang menarik pasti.

Maka kepada kawan itu saya sarankan  untuk belajar pengemasan selain tentu saja tanpa mengurangi asas manfaat dan fungsi dari produknya sendiri.

Saya kira hampir semua UMKM sudah paham tentang teknik pengemasan ini. Mungkin yang belum itu disebabkan karena kurangnya pengetahuan saja. Mungkin sesekali perlu tuh main ke Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta biar banyak mendapat pencerahan.

Belum sempat saya ajak kawan pergi ke kantor PLUT, saya justru main-main ke pameran gelar produk UKM di Pendopo Gabusan Bantul. Tadinya mau ngajak itu kawan, sayang dia lagi sibuk cari susu kambing untuk produk sabunnya. Ya sudah saya main sendiri jadinya.

Tempatnya emang lumayan jauh dari tempat tinggal saya (Gunungkidul). Cuaca juga agak-agak galau bikin niat maju mundur, untungnya enggak sampai kendur.

Saya sampai di Pendopo Gabusan dengan wajah linglung. Why? Soalnya kaget, banyak banget orang yang datang. Saya sampai bingung parkir.
Ternyata di lokasi acara pameran itu ada hiburan jatilan. Ya Tuhan pantas banyak banget manusianya.
Itu beberapa stand UMKM ketutupan penonton. Kalau enggak jalan maju, mungkin pengunjung enggak akan tahu kalau ada stand fashion di dalam pendopo.

Saya masuk ke dalam pendopo, dan hai, seneng banget langsung disambut dengan manekin manekin yang digantungkan. Manekin manekin itu dililit shibori, ecoprint dan batik tulis. Manis-manis, ingin punya; kainnya.

Saya muter macem gasing, seperti kebiasaan pantang belanja sebelum kelar muteri arena. Untung arenanya cuma kecil jadi bisa langsung menentukan pilihan.

UKM dan packaging

Pembeli ibarat orang jatuh cinta: mula-mula memandang dengan mata selanjutnya merasakan dengan hati.
Maka terjadilah, mata saya kepincut pada ecoprint dari MULFA ECOPRINT.
MULFA ECOPRINT
Mbak Ulfa yang jaga stand baik banget. Ya seperti yang orang ketahui saya ini cerewet dan cukup antusias kalau sudah ketemu ecoprint. Maka Mbak Ulfa adalah salah satu orang yang cukup sabar menjawab pertanyaan saya.

"Kami hanya memakai bahan alam, Mbak. Kami juga enggak menyisakan bahan sama sekali. Bahkan daun-daun kering pun kami manfaatkan." Mbak Ulfa mulai berorasi, saya mulai berbinar-binar ingin tahu lanjutannya.

Lantas mata saya jatuh kepada daun-daun, benang, palu dan aneka cuilan kayu dalam wadah yang sekilas mengingat pada  ritual sesaji.
Seakan mengerti kegalauan saya, Mbak Ulfa lanjut bercerita, "tenang, itu bukan sesaji."
Karena Mbak Ulfa senyum, ya saya ikut nyengir.
Uborampe ecoprint

"Itu bahan-bahan yang dipakai untuk membuat ecoprint."
"Oh iya, iya. Saya ingat."  Macem orang gak pernah ngerti ecoprint aja, masak kaya gitu aja gumun, batin saya.
"Kalau kayu-kayu itu, itu yang digunakan untuk pewarna alami."
Mbak Ulfa menjelaskan beberapa kayu yang berfungsi untuk membuat warna kuning, oranye dan coklat. Saya lupa apa nama kayunya, yang jelas saya sempat menciumnya, seolah menemukan harta Karun di dasar samudra.

Mbak Ulfa juga menjelaskan tentang daun-daun yang dipakai untuk ecoprint. Dan ke-norak-an saya kambuh mana kala dengar kabar bahwa daun jati itu biasanya beli lima puluh ribu perkilo, sementara daun Lanang harganya lima puluh ribu persetengah kilo.

Suweerr saya melongo, ingin rasanya saat itu juga panen jati di kebun Bapak dan menjualnya ke Mbak Ulfa. Sayang, tidak semudah itu. Sebab mereka para UMKM biasanya sudah punya jaringan; saling gendong gandeng (istilah ini baru saya dengar hari sebelumnya dari Ibu Dinas Koperasi UKM).

Dari semua stand ecoprint yang saya lihat, baru di MULFA ECOPRINT saya menemukan packaging yang menarik. Kain-kain yang dijual akan ditaruh dalam kotak wadah semacam kado. Cantik dan elegan. Dan saya yakin, pengemasan yang seperti ini membuat barang di tempat ini memiliki harga jual lebih dibanding stand yang lain.
Cantik, jadi ingin unboxing divideoin
Setidaknya begitu yang pernah saya dengar: tambahan pernak pernik meski cuma sedikit bisa membuat produk jadi memiliki nilai jual lebih tinggi bahkan bisa dua kali lipat. itulah kenapa para pelaku UMKM harus kreatif dan menangkap peluang.

Saya mengakhiri obrolan dengan Mbak Ulfa dengan cara bertukar nomer ponsel. Untuk apa? Saya berencana mengajak komunitas untuk ikut pelatihan yang diampu oleh Mbak Ulfa.
Mbak Ulfa punya 'ruang kerja' di Gedung Pyramid yang bisa sewaktu-waktu didatangi jika ingin diajarin kelas ecoprint. Harganya cukup terjangkau. Aman deh. Yang mau kontaknya, bisa komentar di bawah, yes. Ntar saya bagi.

UKM dan Inovasi Baru

Jatilannya belum kelar saat saya selesai ngobrolin ecoprint. Karena saya belum sarapan, kecuali minum segelas susu, saya langsung menuju ke stand kuliner.

Tidak seperti prinsip awal: muter dulu baru jajan, saya langsung main jajan saja saat ketemu penjual keripik jamur.
Jamur crispy dan bakso jamur
Eh sebelumnya nyobain dulu ding, nyobainnya pakai banyak. Saya ngicip keripik jamurnya, tahu-tahu ibu sebelahnya nawarin bakpia pisang, sebelahnya nawarin Pai, ada juga yang jual bawang goreng. BAWANG GORENG my love. Seneng banget ketemu bawang goreng di pameran kali ini secara dulu kalau mau bawang goreng ingatnya ya Palu, Sulawesi. (sayang gak sempat foto-foto itu bawang goreng).

Saya tetap pada pilihan pertama keripik jamur crispy dari Rahma Snack (member koperasi jamur merekah)

Lagi-lagi yang membuat saya tertarik adalah kemasannya yang rapi dan kalau misal ditenteng atau buat oleh-oleh itu cakep bentukannya.
Baru setelahnya mencicipi dan cocok dengan lidah. Jadilah beli.

Ibuknya sedang enggak sibuk, jadi saya ngobrol panjang sama beliau. Apalagi saat saya tahu kalau risoles dan pepes di depan saya juga isinya jamur.
Gak perlu jauh kalau mau "pesta" jamur. Ibuknya bisa menyediakan.
Pepes jamur

"Pepesnya jamurnya juga,  Mbak. Risolesnya juga isi jamur. Mau coba?"
Tentu saja saya menolak. Masak iya semua saya cobain. Kan nanti jadi enak, jadi ketagihan. Eh.

"Memang harganya berapa, Bu?" akhirnya terlontar kata sakti. Gak enak kalau makan gratis.
"Pepesnya empat ribu. Risolesnya seribu lima ratus."
Otak saya langsung berputar, jadi misal mau rapat-rapat komunitas bisa nih ambil dari ibuk. Menarik lho, apalagi buat yang enggak makan daging.
Risol jamur
Hai bukan hanya itu, ibuk juga menawarkan bakso bakso yang dijualnya. Bakso itu sama, bakso jamur.

Nah lho, setelah sebelumnya kenal bakso Kelor sekarang kenal bakso jamur. Emang UMKM itu juaranya berinovasi. Pantas bapak dari kemenhum yang ngurusin HKI memuji para UMKM yang selalu update dan upgrade varian baru dalam karya-karyanya.

"Buat bakso daging lebih mudah dibanding bakso jamur, Mbak." Ibuk menjelaskan saat saya pilih-pilih bakso yang bakal jadi oleh-oleh orang rumah.
"Ini dimakan pakai apa, Bu?" tanya saya takut gak bisa bumbuin.
"Itu sudah dibumbuin, Mbak. Enggak pakai pengawet. Bisa langsung dimakan, atau kalau mau bisa dibuatkan kuah bakso biasa atau disup."

Wahh ya mau dong ya. Dan beberapa jam dari situ baksonya sampai rumah langsung laris dimakan bapak sama mamak.

UKM dan HKI (kekayaan intelektual)

Masih di stand kuliner saya ketemu lagi dengan olahan jamur. Bedanya, yang tadi jamur crispy dan segala olahan jamur, nah yang ini adanya kripik jamur tiram dengan aneka rasa.

Pernah ngerasain jajanan kriuk rasa jagung atau balado? Nah ini, Kripik jamur tiram merek YAHOOD milik Buk Wirdah Hidayati punya rasa yang seperti itu: balado, jagung dan original.
Jamur rasa jagung, bayangin aja sendiri.

Tadinya saya engga tahu kalau ada varian rasa seperti itu. Yang membuat saya tertarik untuk mendekat ya karena kemasannya kekinian banget. Desainnya anak muda sekali. Kalau misal di bandara atau stasiun bawa jajanan ini tuh dilihatnya berkelas gitu.
Bener kalau packaging itu bisa menaikkan kelas. Gak heran orang-orang juga pakai makeup untuk tampil lebih wow.

Meski pamerannya di Bantul, ternyata YAHOOD asalnya dari Moyudan, Sleman. Lumayan nyeberang lautan manusia macem saya dari Gunungkidul; jauh itu tuh.
Tapi kalau produknya bisa dicari di beberapa toko oleh-oleh dan juga ada di bandara, stand khusus UKM. Besok kalau mau terbang, bolehlah belanja di sini.

Mbah Wirdah pencerita yang baik. Sambil saya ngemil keripik jamur, saya mendengarkan cerita beliau dalam hal ini tentang bisnis keripik jamur.
Pesan bisa ke sini 085743879110

Untuk jamur yang dipakai ini asalnya dari rumah sendiri. Mbak Wirdah membudidayakan jamur. Katanya jamur itu mudah dipelihara, panennya juga setiap hari. Asal perawatan/ treatment yang dipakai sudah benar, jamur akan terus menghasilkan.

"Kalau nyiramnya gimana, mbak?" tanya karena penasaran.
"Pakai semprotan, Mbak. Saya punya alatnya."
Mbak Wirdah lalu menunjukkan video di ponselnya.

Saya bisa melihat suasana tempat budidaya jamur dan cara peliharaannya. Videonya cukup lengkap meski tidak panjang.

"Alatnya semacam ini. Ini buatan sendiri. Anak saya yang membuatnya. Ini bisa dikontrol dari jauh. Jadi kalau pun saya di sini, saya bisa nyiram dengan pencet tombol di hape. Asal koneksi internet aman, proses siram-siram juga bisa."

Widih keren sekali, anaknya pinter dan kreatif. Mbak Wirda butuh calon mantu?

"Bagus. Videonya udah ada di YouTube, kah? Mau lihat."
"Belum, Mbak." Mbak Wirda tersenyum. "Kebetulan belum kami upload karena ini rahasia dapur kami. Nanti saja kalau sudah punya sertifikat hak kekayaan intelektual."
"Iya Mbak benar. Nanti kalau diklaim yang lain malah sayang."

Widih. Hari sebelumnya saya sempat ikut acara yang bahas HKI, eh di sini ketemu pelaku UKM yang juga sudah sangat melek dan peduli dengan HKI.
Saya semakin yakin kalau UKM ini akan terus jadi penjaga gawang perekonomian suatu negara. Faktanya ketika krisis ekonomi, UKM tidak terlalu goyah. Masih bisa berdiri kokoh.

Ah sungguh beruntung ketemu dengan para pelaku UKM yang sudah teruji semacam ini.
Ingin banget ngajak kawan yang galauan itu untuk menghadiri acara-acara semacam ini. Sayang, dia terlalu sibuk.




Penulis Melek Hak Kekayaan Intelektual

“Oh ini Mbak Mini GK yang penulis itu?”
“Mbak Mini, aku suka banget sama buku mbak mini yang Pameran Patah Hati. Aku kopi buku Mbak Mini lalu aku bagikan ke temen-temenku.”
“Mbak Mini, bagi ide dong untuk calon tulisanku.”
“Mbak Mini, kemarin aku lihat buku Mbak Mini di lapak online, harganya murah Cuma sepuluh ribu. Pas aku beli ternyata isinya jelek banget. Cuma kopian.”

Nah lho, pernah gak berhadapan dengan yang seperti ini?
Saya pernah. Dan itu nyata.

Jadi siapa bilang jadi seniman (baca: penulis) itu mudah? Tidak sayang, jalan seorang penulis itu sunyi dan berliku. Untuk kamu yang mau jadi penulis, coba deh pikir-pikir lagi.

Gini lho, kalau jadi penulis itu susah; setidaknya saat buat KTP saja, diform enggak ada itu profesi penulis. Paling pol ya merujuknya ke seniman.

Setelah kemarin heboh dengan kasus ‘buku bajakan’ lanjut dengan kasus ‘plagiat’, lagi-lagi kasus baru muncul: pencurian ide.

Sebagai penulis, saya kadang merasa takut dan galau untuk mempublis (bahkan meski itu hanya berupa kutipan). Lalu bagaimana seharusnya seorang penulis melindungi ‘anak’ (baca: buku) dari buah pikirnya?

Saya sudah sering membaca atau diskusi tentang hak cipta. Tidak jarang juga ikut-ikutan membahas isu tentang plagiat atau buku-buku bajakan. Tapi sampai saat ini saya tidak tahu sejauh mana sih seseorang bisa diperkarakan karena ‘mencuri’ karya orang lain?

Beruntung hari ini saya berkesempatan untuk ikut hadir di acara #forumHKIkominfo_yogya dengan fokus bahasan #cerdashukum di ballroom Sheraton Hotel.

Acara ini terselenggar atas kerjasama Direktorat Jenderal Informasi Dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi, Dinas Koperasi UMKM, transmigrasi dan tenaga kerja, Kemenkuham.

Tujuan acaranya sendiri cocok dengan kepentingan saya yaitu:
1.   mencari tahu tentang Hak kekayaan intelektual
2.   meningkatkan partisipasi publik untuk mendapatkan pengetahuan tentang kekayaan intelektual
ya biar enggak buta-buta banget deh kalau sudah berhadapan dengan kasus intelektual.

Ngomongin regulasi hukum berkaitan dengan kekayaan intelektual tidak akan selesai hanya seekali duduk. Sering saya menjumpai mereka yang sering membicarakan perkara hak cipta, merk, dan segala hukum yang memayunginya. Namun jujur sampai detik ini enggak paham sama sekali.


Pertanyaan muncul: kenapa kekayaan intelektual perlu untuk dilindungi? Jawabannya karena tentang nilai ekonomi yang menyertainya.

Saya baru tahu ternyata kalau tidak semua karya manusia dapat dilindungi oleh rezim kekayaan intelektual. Hanya karya-karya yang memenuhi syarat undang-undang dan peraturan.

Saya pikir semua isi dari novel saya bisa dilindungi. Minimal kalau ada yang mencuplik kutipan dari buku saya, saya kira bisa meminta royalti kepadanya. TERNYATA TIDAK.

Dari penjelasan Pak Handi Nugraha, SH, MH selaku kasi kerjasama lembaga non pemerintah dan monitoring kemenkuham, saya ada gambaran sedikit tentang kekayaan intelektual juga tentang hak cipta (yang berhubungan dengan buku/ karya terbit).

Lalu bagaimana sih caranya agar kita bisa melindungi kekayaan intelektual yang kita punyai?

Pertama ya kita harus tahu apa itu Hak kekayaan Intelektual: kekayaan intelektual atau intellectual property dalam pengertian yang luas dapat diartikan sebagai sekumpulan hak-hak hukum yang dihasilkan dari aktivitas intelektual di bidang industri, karya ilmiah, sastra dan seni.

Jadi gaes, kalau kamu penulis atau pelukis atau penyanyi lalu dibilang TIDAK INTELEK, plis deh bukan kamu yang kurang piknik tapi rangorang yang mengatai dirimu demikian. percayalah dengan menghasilkan karya (ya meski Cuma satu, hiks) kamu sudah bisa dikatakan seorang pernah melakukan aktivitas intelektual.

Cara Melindungi Kekayaan Intelektual
  1.    Dengan cara melakukan pengumuman, bisa melalui internet atau media massa
  2.    Harus didaftarkan ke pihak yang berwenang
  3.    Bisa dengan cara diam-diam karena termasuk rahasia dagang

Jenis-jenis kekayaaan intelektual:
1.   Hak cipta dan hak terkait
2.   Hak kekayaan industri
-      Paten
-      Merek dan indikasi Geografis
-      Desain Industri
-      Desain tata Letak Sirkuit Terpadu
-      Rahasia Dagang
-      Perlindungan varietas Tanaman (yang terakhir ini sering dikesampingkan)

Asas-asas umum Kekayaan Intelektual
  • 1.   Berlaku Nasional/ teritorial
  • 2.   First to file system (kecuali Hak Cipta first to publish)
  • 3.   Mensyaratkan kebaruan/ Novelty dan Orisinalitas (kecuali merek)
  • 4.   Ada janga waktu perlindungan dan tidak bisa diperpanjang kecuali merek
  • 5.   Jenis deliknya delik aduan
  • Artinya hanya pemegangnya yang bisa melaporkan jika ada pelanggaran terkait KI yang dimilikinya, orang lain tidak bisa
  •  

Hak yang terkait dengan hak cipta:
  • 1.   Hak artis (performer)
  • 2.   Hak produser rekaman (producer of phonogram)
  • 3.   Hak lembaga siaran


Di acara ini juga saya berkesempatan ketemu kawan-kawan UMKM dan juga dari Dinas UMKM tenagakerja dan transmigrasi.
Permasalahan utama UMKM
1.                 Aspek teknoligi - kurangnya pengetahuan teknologi produksi, promosi dan pemasaran - kurang mengikuti perkembangan teknologi
2.                 Aspek pemasaran - kurang memahami permintaan pasar - pengetahuan pemasaran - keterbatasan kemampuan menyediakan barang/ jasa sesuai keinginan pasar
3.                 Aspek Permodalan - kurang pemahaman akses pembiayaan formal - modal kecil
4.                  Aspek Manajemen manajemen tradisional baik keuangan, produksi dan pemasaran
5.                 Aspek legalitas umumnya tidak memiliki izin usaha seperti IUM atau persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP dan KI


 Masalahnya ada banyak juga orang yang enggak gampang untuk mengurus HKI. Cara gampang pertama lakukan penelusuran dulu di google agar tidak terjadi persamaan pada pokok merek yang sudah terdaftar.

Cinlok Yuk!


:
Ada dua insan manusia. Laki-laki dan perempuan. Keduanya tidak saling kenal dan keduanya sama sama suka buku. Lalu mereka masuk klub perbukuan. Saling ketemu saling tukar cerita dan akhirnya memutuskan untuk saling menjaga dengan melalui acara ijab qobul.

Dua insan yang lain. Sama sama ngeblog. Awalnya hanya dunia Maya, lalu sama-sama masuk komunitas blog. Saling akrab dan selanjutnya berakhir dengan saling menyatakan dan menerima cinta. Ijab qobul digelar.

Laki-laki dan perempuan, dua manusia yang sama sama lari ke jalur fiksi karena ingin merasakan banyak sensasi jadi pencipta. Mereka saling koment didalam forum, lalu memutuskan untuk intens saling memberi kritik dan masukan. Karya-karya lahir berbarengan dengan rasa sayang diantara keduanya. Pada akhirnya, ijab qobul adalah awal baru dalam perjalanan mereka.

Tidak ada yang sia-sia dalam sebuah perjumpaan. Bisa jadi di situlah kamu bertemu dengan dia yang selalu dalam doamu.
Perjumpaan kerap kali juga menjadi solusi dari segala kerepotan yang sedang kita hadapi. Dengan jumpa seseorang sering kali kita tersenyum atau terpaksa tersenyum padahal sebelumnya bunek dengan segala urusan.

Perjumpaan bagi sebagian orang adalah catatan bahagia yang selalu dirindu dan dinanti.

Lalu bagaimana dengan perjumpaan yang berakhir ricuh?
Ya ada. Selalu ada yang begini.
Ricuh karena salah paham. Ricuh karena kurang komunikasi. Ricuh kerap tidak bisa dihindari tapi yakinlah ricuh sejatinya menguatkan kita, apakah kita move-on ke jalur dewasa atau mau tetap dalam posisi anak kemarin sore.

Ada jumpa ada pisah.
Ada suka ada duka.
Sebuah hubungan bisa bergoyang dengan mudah jika tanpa dibarengi dengan ikatan kepercayaan yang kuat.

Pada suatu masa, dua insan manusia saling jatuh cinta, merasa dan berusaha untuk saling menjaga. Lalu yang satu harus terbang jauh, yang satunya terdiam untuk menunggu.
Waktu dan jarak memisahkan. Tidak ada gunting ajaib yang mampu memotong jarak itu.
Rindu terus tumbuh dan masing-masing saling menyadari tidak bisa untuk tidak memimpikan.
Satu-satunya yang bisa mereka lakukan untuk menyembuhkan satu dan lain hanyalah doa.

Apalagi yang bisa dipersembahkan oleh dua orang saling cinta yang dipisahkan jarak dan waktu?

Sobatku Ya Simpananku

Apa sih yang biasa kalian lakukan saat weekend?
Tidur seharian? Nongkrong bareng geng hore?
Jalan kaki dari Sabang sampai Merauke? eh, ya kalik
Menggosongkan kulit di pantai?
Atau cukup jajan berkilo-kilo keripik lalu duduk depan tv?

Sebagian itu sudah pernah saya lakukan. Bukan karena weekend hari bebas tapi karena patah hati di hari Minggu, #halah

Tapi itu dulu, dulu banget, kalau sekarang mah weekend ya waktunya ngemall cantek. 
Ini mah belagu aja orang aslinya jarang-jarang ngemall, 
Masalahnya ngemall kali ini tuh beda. Selain karena udah janjian sama temen jauh-jauh hari, juga sekalian dong ngintip siapa yang menang undian 100JT & umroh.

UNDIAN 100JT & UMROH

Hadiah umroh naon?
Itu lho, tempo hari ada yang bilangin biar pakai aplikasi #sobatku (apa itu? Ntar sa kasih tahu lebih lanjut, makanya baca postingan ini sampai kelar),

1000 Tahun Bagimu

Jadi ceritanya itu saya lagi senang yang namanya nyobain aplikasi aplikasi tabungan online.
Bukan karena ingin ikutan trend zaman, tapi ya karena memang kebutuhan seperti itu. Konon indsutri 4.0 itu hampir semua sudah pakai digitalisasi, termasuk tabungan. Ini kalau hari ini, entah kalau 1000 tahun lagi,

Karena saya ini orangnya banyak kepinginnya tapi juga sering was-was, jadi pilih tabungan online pun harus banyak pertimbangan hingga akhirnya jatuh ke #Sobatku.

Apakah begitu saja langsung suka dan install?
Tidak semudah itu, sayang.
Saya cari tahu dulu dong. Bahkan sampai rela pantengin Instagram sana sini cuma demi lihat review aplikasi ini.

Lalu nyasarlah saya kesebuah tautan atau apalah namanya. Di situ ada iklan kalau Kakak Pongki bakal ngisi acara di acaranya Sobatku.
Ya sejak itulah sayanya install. Niat demi Pongki?? Tidak. Udah dibilangin karena penasaran dan perlu kok.

Nah taunya acaranya itu digelar juga di Jogja, tepatnya di Plaza Ambarukmo. Saya bilang ini lokasinya dekatlah. Maka datanglah saya ke acara itu.
Saldo rekening sobatku enggak begitu banyak sih, tapi ya gak apa-apalah datang siapa tahu kan dapat hadiah, karena hari itu tuh Sobatku lagi bagi-bagi hadiah untuk para JUTAWAN SOBATKU.

Lewat kesempatan ini sejujurnya saya ingin sekali dapat undian umroh, sebuah harapan yang enggak jauh beda dengan ibu-ibu yang duduk dekat saya. Meski begitu saya juga sudah mempersiapkan diri seandainya belum dapat kesempatan menang grand prize, ya merasa sadar diri gitu belum lama join jadi nasabah.

Eh taunya beneran lho gak dapat. Hiks. Tapi gak apa apa, Sekali lagi gak apa apa. Gak dapat hadiah yang penting dapat ilmu dan pemahaman baru dari orang-orang yang berada dibalik lahirnya Sobatku.

Kalau udah ketemu sama "emaknya" gini kan saya jadi gak terlalu kuwatir alias bisa dipercaya gitu ini aplikasi.


Saya sempat tanya-tanya ke mbak-mbak yang jaga di booth Sobatku:

She: siang kak, udah pakai sobatku?
Me: sudah, kak. udah instal sudah aktif juga.
She: mungkin mau top up buat dapat kupon undian?
Me: oh iya itu gimana caranya? Maksudnya gimana caranya biar bisa kesempatan dapat hadiah umroh?
She: gampang, Kak. Kakaknya tinggal top up aja satu juta rupiah nanti bisa berkesempatan untuk dapat undian. Cobain aja, kak, kemarin ada lho di kota lain yang cuma punya satu undian eh menang.
Me: harus satu juta, kak? Aduh nanti saldo emaneman, kak.
She: nanti saldonya bisa ditarik tunai atau ditransfer lagi ke rekening kok. gampang itu.

Wah menggiurkan.
Lalu saya baru tahu, untuk dapat hadiah lainnya cukup aktifkan sobatku dengan saldo minimal LIMA PULUH RIBU RUPIAH.
Lumayan ini mah modal ma puluh ribu bisa dapat berjuta-juta untung. Ehe, anaknya emang gak mau rugi...

Sobatku di segala suasana


Dari tadi ngomongin SOBATKU tapi belum jelasin apa itu sobatku?

Jadi gini temen-temen, SOBATKU itu semacam TABUNGAN ONLINE.

Do you know about tabungan online??

Itu lho tabungan yang memanfaatkan aplikasi di smartphone, enggak butuh buku rekening, gak butuh kantor untuk setor tunai atau pun ATM untuk tari tunai.

Dengan SOBATKU, banyak kemudahan yang bisa diselesaikan dalam genggaman tangan.
Jika saldo sobatku berlimpah semacam rasa sayangmu kepadanya, kamu bisa memanfaatkannya untuk kurang lebih sebagai berikut: JAJAN ke stand stand yang berafiliasi dengan sobatku, BAYAR LISTRI, BAYAR AIR, BELI PULSA, TRANSFER DAN NABUNG dan lain lain dan lain lain.

asyiknya biaya adminnya murah bahkan ada yang gratis biaya admin. Gak bakal galau deh kepotong enam ribu maratus demi beda rekening bank.

Oh iya bisa transfernya ke sesama pengguna sobatku, atau bisa juga ke rekening bank.
 grand prize "UNDIAN 100JT & umroh SOBATKU"

Jajan pakai saldo Sobatku aja


Rasanya gak enak banget kalau kumpul-kumpul nonton Kakak Pongki tapi gak pakai jajan.
Nah kebetulan kan ini saya udah pakai aplikasi Sobatku, dan di tempat acara udah ada stand stand jajanan gitu, jadi hayuk manfaatkan saldo yang enggak habis habis ini.

Buat yang sudah biasa pakai uang elektronik, atau jajan pakai aplikasi,  maka pakai Sobatku juga enggak jauh beda kok.
Malah bagi saya ini aplikasi lebih enak dipakainya asal saldonya mencukupi.

Tinggal scan barcode yang ada di mamang penjual lalu tinggal masukin berapa jumlah belanjaan kita. Udah deh langsung kepotong saldonya dan tinggal nikmati jajannya.

Menarik. Gak ribet. Plus ada cashback 30%. Kemarin sih dapatnya ini, ya siapa tahu bulan-bulan berikutnya bakal ada cashback up to 90%, kan saya berharap bahagia.

Lalu gimana nih kalau saldonya gak cukup untuk jajan?
Ya top up dulu dong di stand Sobatku, atau kalau gak ya diagen yang berkerjasama dengan sobatku. Di Alfamart atau Alfamidi juga bisa kok.

Kalau saya sih sudah niat bakal pakai aplikasi ini untuk waktu lama. Selama asyik, ya asyik asyik aja pakainya.
Penting tuh banyak manfaatnya, sedikit biaya yang dikeluarkan.


CARA AKTIFKAN SOBATKU

kalian cuma tinggal download aplikasinya bisa lewat play store atau IOS, jangan lupa siapkan KTP dan NOMER HANDPHONE AKTIF.
INGAT, NOMER REKENINGNYA MEMAKAI NOMER HANDPHONE itu tadi  

Kalau udah install langsung klik DAFTAR, nanti akan muncul form yang WAJIB DIISI,
*Harus diisi sesuai data KTP ya

Ada juga harus upload foto KTP plus FOTO DIRI BAWA KTP,
usahakan foto dengan pencahayaan yang pas dan jangan sampai menutupi wajah, plus NIK KTP harus tampak nyata.

Tunggu sampai permintaan disetujui, ada yang nunggu biasanya sampai 24 jam. Tapi ada juga yang cepet. Kalau udah ada SMS pemberitahuan bahwa registrasi berhasil maka kamu sudah siap memakai aplikasinya untuk hal-hal yang menyenangkan.
TAPI KALAU GAGAL, ya coba lagi dong



OSN 2019 Mencintai Sains Mengukir Masa Depan

GENERASI MUDA INDONESIA

Sore itu hati ini  dibuat haru sekaligus takjub dengan jawaban dari adik-adik yang saya temui. Mungkin itu adalah pertemuan pertama saya dengan mereka, setidaknya itulah yang dapat saya tangkap dalam jangkauan ingatan saya.

"Soalnya tidak serumit yang saya bayangkan."
"Soal-soalnya lebih mudah dibanding tahun lalu."
"Soalnya jauh lebih mudah dari ekspektasiku."
"Aku yakin bisa pulang bawa mendali."
"Optimis."
"Ya apa pun hasilnya yang penting sudah usaha."

Itulah sebagian kalimat-kalimat yang membuat dada saya membuncah dan hampir-hampir air mata mengucur deras. Ya, saya memang mudah terkoyak-koyak dengan suasana.
Kalimat kalimat itu muncul dari mereka adik-adik yang bahkan usianya belum genap separuh total usia saya hari ini.
Mereka adik-adik pilihan terhimpun dari 34 provinsi di Indonesia. Bukan sembarang 'manusia' namun hanya mereka yang memiliki kelebihan dan memenuhi kriteria.

Ah, memang tidak akan habis mengungkapkan apa yang saya saksikan dan rasakan sore itu.
Ballroom Alana Hotel jadi saksi gegap-gempita yang tercipta dari para pemilik bahagia, para peserta juga keluarga OSN 2019.

Postingan kali ini saya ingin mengulas sedikit mengenai Olimpiade Sains Nasional. Sebuah ajang tahunan yang selalu menyita perhatian banyak kalangan.

Olimpiade Sains Nasional 2019


Tidak jauh beda dengan  tahun sebelum-sebelumnya, OSN 2019 ini terbagi menjadi: OSN SD, OSN SMP, OSN SMA.

Waktu pelaksanaannya dimulai dari tanggal 30 Juni 2019 dan berakhir 6 Juli 2019. Diikuti oleh perwakilan dari 34 provinsi.

Untuk OSN 2019 dilaksanakan di dua kota: Manado untuk OSN SMA 2019 sementara OSN SD 2019 dan OSN SMP 2019 dilaksanakan di kota Yogyakarta.

Bidang sains yang dilombakan di OSN SMA adalah:
- Matematika diikuti oleh 77 peserta
- Fisika diikuti oleh 79 peserta
- Kimia diikuti oleh 74 peserta
- Biologi diikuti oleh 77 peserta
- Komputer dan informatika diikuti oleh 75 peserta
- Astronomi diikuti oleh 72 peserta
- Kebumian diikuti oleh 77 peserta
- Geografi diikuti oleh 77 peserta
- Ekonomi diikuti oleh 77 peserta

Empat belas tahun lalu saya juga mengikuti acara seperti ini. Namun namanya belum OSN. saya sempat masuk bidang biologi dan tahun berikutnya ganti ke Fisika. Padahal fisika saya kurang bagus untuk teori, kalau praktik baru lumayan bagus. Untuk kimia lumayan cukup menguasai baik teori mau pun praktik.
Cuma kalau suruh berhadapan dengan adik-adik peserta OSN, saya sudah yakin ketinggalan jauh.

Sementara  itu untuk lokask OSN SMP  bidang Matematika dilaksanakan di SMP 8 Yogyakarta dan bidang IPA IPS berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta.

Maksud dan Tujuan OSN 2019

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi dalam sambutannya mengatakan bahwa ONS 2019  ini bukan hanya sebatas tempat lomba atau mencari medali tapi juga sebagai sarana untuk silaturahmi antar generasi muda khususnya yang ikut dalam perlombaan ini.

OSN juga diharapkan mampu mengoptimalkan daya juang, kerja keras, kemandirian dan membangun komunikasi yang baik antar peserta. Hal ini penting untuk mencetak karakter dan kepribadian calon pemimpin Indonesia di masa depan.

Mencintai Sains Mengukir Masa Depan

Mencintai sains mengukir masa depan, kiranya tema ini cukup mempengaruhi geliat kerja keras para peserta OSN.

Apa pun yang telah mereka perjuangkan sejatinya adalah bentuk dari rasa mencintai pendidikan demi masa depan Indonesia lebih cerah.
Saya yakin meski tidak semua peserta berhasil membawa pulang medali atau uang pembinaan, mereka tetaplah anak-anak pilihan. OSN 2019 ini bukan satu-satunya ajang yang bisa mereka masuki, namun masih banyak pintu lain yang menunggu.
Salah satunya adalah ajang olimpiade internasional di India dan Qatar.

Semoga kedepannya acara-acara dengan menjaring minat pada generasi muda terus dikembangkan dan didukung penuh tidak hanya oleh Kemendikbud  tapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Untuk info seputar Olimpiade Sains Nasional 2019 dan yang berkaitan dengan pendidikan, teman teman bisa follow atau pantengin situs resmi Kemendikbud di:

Twitter : https://Twitter.com/DikdasmenDikbud
Instagram: https://instagram.com/dikdasmen_kemdikbud






Trans Studio Mini Maguwo

Seberapa penting sih rutinitas piknik buat kamu?
Jika pertanyaan ini ditujukan ke saya maka dengan cepat saya akan menjawab: PENTING BANGET.

Saya termasuk makhluk penghamba piknik atau liburan atau vakansi atau apalah sebutan lainnya, pokoknya intinya bersenang-senang. Yah, piknik bagi saya adalah satu dari sekian triliun cara untuk membahagiakan diri sendiri. 


Bukankah mencintai dan membahagiakan diri sendiri itu penting sebelum lanjut mencintai dan membahagiakan orang lain?
Balik lagi ke bahasan piknik.
Piknik seperti apa? Piknik ke mana? Piknik bersama siapa?
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan selanjutnya yang sering menghujani saya namun sering saya abaikan.

Terus terang meski suka piknik, saya bukan orang yang repot mengkhususkan piknik begini dan begitu, harus bersama ini dan itu.
Lagi-lagi balik ke tujuan awal: piknik adalah untuk bersenang-senang.
Otomatis jika ada yang ngeganjel atau malah bikin senewen gak habis-habis, fix aura dari piknik itu gagal total.

Untuk masalah partner, ya kadang saya orangnya pemilih sih. Sering lebih asyik kalau jalan sendirian. Ramai-ramai asyik juga tapi asalkan orangnya sepemikiran dan visi misi. Enggak atau belum kenal enggak masalah, toh lagi-lagi satu dari sekian juta TUJUAN PIKNIK adalah MENCARI KENALAN BARU.
Masalah akan timbul jika partner piknik kebanyakan gaya dan rese. Udah cerewet mana enggak bisa menghargai waktu (misal datang telat atau sudah sampai lokasi eh dianya mengembuskan napas sambil bilang: yah gini doang tau gitu ke tempat lain saja).

Jadi urusan piknik itu bisa sangat emosional, menurut saya.

Trans Studio Mini

Pada suatu hari:
"Piknik yuk."
"Boleh. Aku juga lagi butuh piknik. Stres berat kerjaan di kantor banyak."
"Pikniknya tipis-tipis aja ya, yang deket dan gak mahal."
"Atur saja."

Pada hari yang disetujui:
"Kok ke sini sih? Piknik ke di mall. Kalau gini mah bukan piknik tapi shoping."
"Emang kamu kira aku ngajak piknik ke mana?"
"Ya ke gunung atau ke pantai. Ke alam bebas gitu. Kalau ke mall mah sama aja. Gak ada bedanya dengan pemandangan di kantor."
"Yakin?"
"Iyalah. Mending aku pulang."

Nah kesel gak tuh kalau macem itu? Emang susah kalau orang beranggapan bahwa piknik itu sama dengan PANTAI atau GUNUNG.
Padahal enggak semua orang suka pantai dan gunung, kan?

Kalau saya sih termasuk orang yang enggak terlalu bingung tentang lokasi piknik. Ke pantai ayo, ke gunung oke, ke pasar asyik, ke mall juga laksanakan.

Apalagi nih kalau ke Transmart dan naik ke lantai tiga, sampailah ke salah satu surganya tempat piknik: trans studio mini.

Trans Studio Mini Maguwo


Jadi gini, sebenarnya postingan kali ini tuh kurang cocok buat kamu yang suka merendahkan piknik ke mall dan lebih menjunjung tinggi kebebasan alam liar. Karena saya bakal cerita-cerita all about Trans Studio Mini yang mana semua juga tahu kalau lokasi tempat piknik atau hiburan ini ada di mall.

Meski saya bilang postingan ini kurang cocok bukan berarti enggak boleh dibaca, masih boleh kok. Ya siapa tahu habis baca cerita yang gak seberapa ini kamu-nya jadi makin terbuka wawasan tentang ke-pik-nik-an, tapi kalau jiwa ragamu tetep menghamba piknik itu sama dengan alam liar, no problem buat gadis seanggun saya.

Okey lanjut, pertama-tama saya akan bahas apa itu Trans Studio Mini dan dimana  lokasinya. Seperti yang udah saya singgung sedikit di atas, Trans Studio Mini ini merupakan salah satu tempat rekreasi/ piknik atau semacam taman hiburan ala-ala yang terletak di dalam mall. Trans studio mini biasanya satu atap dengan Transmart. So, bisa sekalian piknik sambil shopping.

Lokasinya di mana? Di Indonesia sendiri banyak tuh terutama di kota-kota besar pasti sudah ada. Nah kali ini saya lebih spesifik mau cerita tentang Trans Studio Mini Maguwo, because di sinilah kemarin saya mencurahkan semua beban lewat wahana yang bolehlah mengobrak Abrik keberanian saya.

Jadi yang saya datangi adalah Trans Studio Mini Maguwo, alamatnya ada di Jalan Solo KM.8 Maguwoharjo Sleman Yogyakarta. Dari flat over Janti tinggal lurus ke timur (arah bandara). 


Gedungnya besar ada di Utara jalan. Enggak bakal tersesat meski baru pertama ke sini, kalau emang ndilalah tersesat ya udah buka aja gmap dijamin sudah ada titik koordinat lokasi.


Lalu seperti apa wahana yang ditawarkan. Saya jujur cuma nyobain 3 wahana (dan ini alhamdulilah sesuatu sudah membuat saya bahagia). Setidaknya tiga wahana ini berhasil membangkitkan adrenalin dan nyali yang tadinya ngendon serupa bunga es dalam kulkas: udah dingin gak mau berkutik pulak.

Tiga wahana yang saya coba adalah: Paris swing, bumper Car dan crazy taxi coaster.
Apakah ini? Mari kita bahas satu satu.

Paris Swing

Paris Swing itu mengingat saya pada masa kecil. Tentang pasar malam dengan sederet permainannya (yang dulu begitu menggoda namun sekarang terlihat ngeri karena entah bagaimana keamanannya).
Nah Paris Swing ini kalau boleh saya bilang semacam ontang anting. Duduklah dengan nyaman, tinggalkan semua benda, cukup bawa diri dan perasaaan. Rileks dan nikmati ayunan yang semakin lama semakin berputar kencang ditambah dengan sensasi seolah dijatuhkan. Naik ini serasa terbang. Harus wajib teriak mengeluarkan segala emosi.
Saya sih cocok banget naik ini. Yang tadinya ingin masuh atau maki-maki enggak jadi karena udah ketolong dengan teriak-teriak kencang. Enggak perlu takut ditumbuk atau dikata-katain wong semua juga bakalan teriak (entah takut, entah hore atau merapal doa).
Pokoknya 4 menit bersama Paris Swing berhasil membangkitkan semangat saya yang tadinya berantakan. Enggak perlu nyali gede buat naik wahana ini, yang dibutuhkan adalah keinginan dan sedikit keberanian saya
.
Tapi tetep buat yang merasa enggak cocok dengan ketinggian atau enggak suka kaget-kaget, saya sarankan jangan naik. Ya menjaga diri kesehatan diri sendiri itu penting dibanding mencari sensasi.

Bumper Car

Pernah naik atau melihat bom-bom car di tempat hiburan?
Nah, bumper Car ini versi lain dari bom-bom car. Saudara dekatlah mereka berdua ini.
Main tabrak-tabrakan tentu saja menjadi hal wajib dalam permainan mobil-mobilan ini. Enggak seru kalau naik bumper Car cuma muter dilintasan doang. Harus ada tabrakannya.
Mainan ini cocok buat anak-anak mau pun dewasa. Hanya saja saya menyarankan dengan sangat hormat jika Anda usia dewasa dan ingin naik bumper Car alangkah baiknya mengajak anak.
Ya enggak masalah sih kalau mau naik sendirian, tapi kalau saya pribadi agak wagu wagu gimana gitu lihat orang dewasa naik mainan ini sendirian.

Tapi sekali lagi, ya enggak apa apa kalau emang maunya sendiri atau emang enggak punya yang diajak naik, #eh
Wahana ini santai dan saya rasa bisa dinikmati oleh siapa saja bahkan mereka yang alergi kagetan. Enggak ada permainan emosi adrenalin, cuma santai horehore tertawa ngakak saja.
Lagian arenanya menurut saya kurang luas, ya mungkin karena saya biasa melintasi jalan Jogja Wonosari jadinya arena ini hanya yah serupa telapak tangan. Tapi bagi anak-anak mah saya yakin ini area cukup untuk membuat mereka kepayahan memutar setir mobil.

Crazy taxi coaster

Nah ini dia yang sangat saya tunggu-tunggu. Mau apa pun sebutannya, rollercoaster atau crazy taxi coaster atau apalah, pokoknya ini yang paling menantang, paling ngangenin juga paling ngegemesin? Kok bisa gitu.

Saya tuh sempat tutup mata, sempat pula pegangan erat banget saat naik ini. Ya bayangin aja duduk manjah tahu tahu suruh meluncur dari ketinggian dengan kecepatan yang sungguh sangat kilat, bum lagi tiba-tiba ada belokan yang embuh gimana bisa seperti itu pokoknya saya sempat kepikiran gimana ini kalau kebablasan sedetik atau sesanti aja, bablas sudah.

Asli seru banget. Ya udah deh kalian boleh bilang saya norak atau udik gak masalah. Toh emang sensasinya cukup menggelitik buat saya.
Kalau naik ini tuh emang harus teriak-teriak, agak rugi kalau kamu jaim dan membekap mulut. Kalau boleh saya samain sih, wahana ini tuh cukup sebanding dengan atraksi nyebur sungai dari atas tebing. Sensasinya sama. Bikin deg-degan namun nagih buat dicoba lagi.

Jadi kalau saya bilang, misal enggak ada waktu buat ke sungai/pantai yang ada tebingnya, ya udah main aja ke trans studio mini dan cobain crazy taxi coaster beberapa menit. Itu kalau mau merasakan sensasi dan menguji adrenalin. Tapi kalau suasana ya memang beda, mall dan alam liar.

Namun meski begitu, saat naik wahana ini sebenarnya bisa mengintip pemandangan di luar mall juga lho. Asli jika buka mata saat di atas bisa lihat pohon-pohon berjajar rapi dan ada kereta api lewat. Saya bilang ini cukup romantis.
Kalau merem ya wasalam pemandangan itu tadi gak bakal terekam.

Setelah baik wahana ini dua kali mendadak saya jadi gemes dong, secara ya ngerasa kalau sebenarnya kurang panjang dan kurang lama. Ih gini ya kalau orang udah ketagihan. Awalnya aja mohon-mohon agar udahan, giliran udah nyaman ingin lagi lagi dan lebih Lamaan. Serupa orang jatuh cinta oe.

Tukar Hadiah

Di Trans Studio Mini Maguwo ini kita bisa main sampai puas. Bisa kumpulkan tiket yang kita peroleh dari main dengan banyak barang yang display.

Enggak hanya bisa ditukar dengan tempat minum atau boneka ala-ala tapi juga bisa ditukar dengan magic com atau kulkas juga. Pokoknya semua barang yang didisplay disitu bisa jadi hadiah buat usaha keras para pemain.

Ya kalau yang sudah keranji gan main emang enggak bisa lepas sih.
Saya aja yang enggak doyan main begitu sampai sini ingin tuh nyicipin mainan satu-satu, kalau pulang bawa hadiah maka itu sama dengan bahagia dobel.


Kartu Member

Ada yang tanya gimana cara bayar saat naik wahana atau ingin main ini itu.

Jawabannya adalah dengan membuat kartu member yang mana nantinya bisa diisi ulang. Bonusnya, kartu member ini enggak hanya bisa dipakai di trans studio mini maguwo saja tapi juga di semua trans studio yang ada di Indonesia.
Tiket membernya lucu lho, ada gambar dinosaurus. Samaan dengan Dinosaurus yang ada di dalam trans studio.

Setelah saya muter-muter, barulah saya tahu ternyata Dinosaurus ini bukan hanya sekedar Dinosaurus.
Kenapa kartunya gambar Dinosaurus itu karena pihak Trans Studio ingin memperkenalkan binatang langka (bahkan sudah punah) yang enggak ada di Indonesia kepada para hadirin (khususnya anak-anak).

Banyak juga lho promo-promo yang berlaku. Ya kalau saya sih suka banget dikasih diskon, promo dan sebagainya itu.