Perempuan Merdeka Persembahan WomenWill



Perempuan Merdeka 

Perempuan dan merdeka, dua kata 'jimat' yang jika digabung menjadi satu frase "menggelegar".


Bagi saya #PerempuanMerdeka itu bisa berarti  siap dengan segala kemungkinan. Tidak takut mengeluarkan opini/ suara/ pendapat, sabar mendengarkan dan akhirnya tidak banyak komplain jika sudah ada kesepakatan.

Merdeka juga bisa berarti lepas dari penjajahan. Penjajahan bisa berarti segala sesuatu yang merisaukan.

Lha saat mau beli skin care tapi uang gak cukup itu sama dengan risau hati, apa iya ini bisa dikategorikan belum merdeka?

Kalau asumsinya sempit akan susah menemukan definisi yang tepat. Jadi mari kita tinggalkan debat yang tiada ujung ini, eh.


Mendingan dengar cerita Gadis Anggun dari pagi sampai siang (25/8) saat ikut acara WomenWill di PLUT Yogyakarta.

Ruangan itu riuh saat saya datang. Merah, putih, menjadi warna dominan dalam ruangan tersebut. Tidak banyak orang saya kenal tapi satu dua cukup saya mengenal nama.

Google Indonesia

Kalau dibilang beruntung, iya saya beruntung bisa bergabung di acara keren yang disponsori juga oleh google. Bertemu dengan banyak wanita (yang sebagian besarnya adalah ibu ibu) yang bergelut dibermacam wirausaha membuat saya yang malas ini jadi terpacu untuk ikut terjun di dunia wirausaha.

Saya sudah lama ngedraf dalam pikiran, apa yang sebaiknya saya lakukan. Sayang, semuanya masih sebatas wacana. Harapannya dengan #womenWill ini akan semakin melecut nyali saya.

Dua jam ikut kelas Mbak Prisa Kandora membuat saya semakin mengerti dan semakin ingin terjun ke dunia wirausaha. Mbak bergelar apoteker ini memberikan banyak ilmunya dalam waktu singkat.

"Sharing, belajar bersama saling berbagi cerita" sudah semacam gaya bagi ibu dari seorang anak TK ini. Begitu santai dan menyenangkan. Tidak banyak menebar "wejangan" namun cukup memberikan banyak cerita tentang pengalaman nyata beliau.

1. Menciptakan kesempatan baru, online dan offline
2. Menghubungkan wanita wirausaha


Mengembangkan usaha dengan internet!!
Membangun usaha berlandaskan minat!!


Cara memasarkan online :
1. Bikin akun yang tepat jangan alay
2. Buat cerita di status, jangan hanya jualan muluk


Ingin jadi wanita wirausaha maka;
1. Jangan pernah takut dengan batasan mengenai perempuan.
2. Usaha bisa dimulai dari hobi/ passion.
3. Memanfaatkan pemasaran digital


Tips untuk  wanita wirausaha:
1. Percaya pada diri sendiri
2. Bergaul dengan wirausaha lainnya
- belajar dari wirausaha lainnya
- bekerjasama dengan wirausaha lainnya
- membangun kepercayaan diri
3. Memiliki mentor bisnis
- mentor memberi solusi masalah
- mentor mempercepat usaha dengan jaringan mereka
- mentor membimbing arah usaha


1. Belajar kapan pun di mana pun
- apa buku terakhir yang anda baca?
- gunakan aplikasi berita Google news
2. Ikuti pelatihan seminar kursus
3. Belajar dari siapa pun dan apapun

1. Buat daftar kelebihanmu
2. Bagaimana menjadi lebih baik?
3. Buat target target kecil



43% pemilik usaha kecil dan menengah adalah wanita namun lebih terkonsentrasi di usaha kecil.
Tantangan utama wirausaha wanita adalah menyeimbangkan antara mengurus usaha dan keluarga.




Launching Blokir Online Polda DIY


Launching Blokir Online Polda DIY

Bersama dengan teman-teman komunitas lain saya duduk di bawah tenda khusus yang sengaja dihadirkan oleh Polda DIY bagi tamu undangan yang telah memenuhi undangannya.
Meski saya duduk dengan ketenangan samudera, sejatinya saya masih bingung tidak jelas: acara apa ini dan apa yang harus saya lakukan?

Kehadiran bapak-bapak ibu-ibu mas-mas dan mbak-mbak berseragam coklat (seragam kepolisian/red) banyak mempengaruhi mental pula beberapa kali sempat membuat saya gagal fokus.

Saya baru mulai paham ketika acara akhirnya dibuka oleh MC (yang juga berseragam coklat alias beliau juga anggota kepolisian).

Jadi hari itu tepatnya tanggal 15 Agustus 2018 di halaman Polda DIY (yang disulap jadi ruang pertemuan) telah berlangsung acara launching Blokir Online.  Launching ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Bapak Kapolda DIY Brigjend Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M. Si..
Blokir online sendiri merupakan sebuah sistem baru yang nantinya diharapkan mampu membantu polisi dan masyarakat.

Selain pejabat dan anggota kepolisian, acara ini juga dihadiri oleh beberapa rekanan kepolisian, kawan-kawan media juga para netizen/ komunitas online di area DIY.

Berkat Komunitas Blogger Jogja (KBJ) saya bisa ikut hadir pula menyaksikan acara peluncuran sistem Blokir Online ini.

TENTANG BLOKIR

Menurut peraturan Kapolri no.5 tahun 2012 tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, maka Blokir berarti tindakan kepolisian untuk memberikan tanda pada data Regident ranmor tertentu yang merupakan pembatasan sementara terhadap status kepemilikan ataupun operasional ranmor yang terkait dengan perkara pidana dan atau perdata.

TUJUAN BLOKIR ONLINE

1. Merupakan bentuk inovasi pelayanan Ditlantas Polda DIY kepada masyarakat
2. Sebagai bentuk kerja efisien dengan cara memangkas alur mekanisme pemblokiran kendaraan
3. Mengintegrasikan pelaksanaan tugas antar fungsi dan satuan kerja di kepolisian
4. Memperkuat peran dan fungsi Regident ranmor disfungsi lalu lintas sebagai antisipasi tindak kejahatan kendaraan bermotor
5. Bentuk perlindungan kepolisian terhadap hak milik kendaraan bermotor yang dimiliki oleh masyarakat.

Mekanisme Pemblokiran

Adapun tatacara pemblokiran sebagai berikut:
1. Pihak yang berkepentingan mengajukan permintaan pemblokiran secara tertulis dilampirkan pula alasannya kepada dirlantas
2. Petugas blokir pada masing-masing unit pelaksana Regident mencocokkan surat permohonan dengan pangkalan data komputer dan buku register
3. Petugas blokir pada masing-masing unit melakukan pemblokiran di pangkalan data komputer dan buku register dan memberikan catatan-catatan DIBLOKIR serta mencantumkan alasan permohonan, nomor dan tanggal surat atas dasar dirlantas
4. Petugas blokir mengeluarkan surat keterangan yang ditandatangani pejabat dan diberikan kepada peminta atau pelapor
5. Petugas menggabungkan surat permohonan dengan surat keterangan blokir dan diarsipkan pada tempat khusus arsip blokir.



Indonesia Maju Dari Desa Lewat Pariwisata


Gunungkidul Nan Seksi

Memori saya setidaknya sudah dijejali dengan berbagai perubahan yang terjadi di tanah Gunungkidul. Sebagai seorang yang lahir, besar dan tinggal sampai hari ini di Gunungkidul, saya punya memori-memori yang belum tentu orang lain punya.

Bupati Gunungkidul, Menteri Pariwisata, Menteri Desa dan Transmigrasi, Wakil Bupati Gunungkidul


Dari tahun ke tahun rasanya selalu saja ada perubahan. Baik yang sangat kecil tak tampak sampai perubahan yang begitu masive.

Saya adalah generasi yang sempat mencicipi hidup tanpa listrik. Generasi yang masa kecilnya lebih banyak dihabiskan bermain tali dan kelereng. Tak ada gawai, wartel pun muncul setelah saya usia remaja.
Saya adalah generasi yang tumbuh bersama dengan tumbuhnya laju ekonomi pariwisata.

Dulu kala orang banyak mengenal Gunungkidul sebagai daerah tandus. Tandus menjadi satu kata yang mengikuti atau mewakili Gunungkidul. Orang tidak banyak mengenal Gunungkidul dengan begitu baik. Hari ini setelah ratusan tahun, orang-orang mulai tercengang bahwa ternyata Gunungkidul adalah surga. Sebuah tanah seksi yang memesona, menggoda dan begitu diperebutkan.

Pariwisata dan era kekinian

Apa yang membuat Gunungkidul mendadak booming terkenal bahkan sampai penjuru dunia?
Sedikit berbagi kisah, sejujurnya Gunungkidul memang sudah sejak lama terkenal dengan pantai-pantainya nan cantik. Namun baru belakangan di zaman serba instan inilah banyak orang mulai eksplor.

Gunungkidul menjadi salah satu tujuan wisata yang konon tidak kalah menarik dengan Bali.

Bukan hanya Gunungkidul, melainkan hampir semua daerah di Indonesia yang mempunyai bentang alam eksotis menjadi satu kawasan baru yang dianggap subur untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Diprediksi tahun 2019 Indonesia untuk pertama kalinya kontribusi ekonomi dari sektor pariwisata akan mengalahkan sektor Migas dan sektor berbasis Sumber Daya Alam. Itu sudah terbukti dengan banyaknya tempat wisata baru mulai dibuka.

Pembangunan daerah wisata baru diharapkan mampu memberi kontribusi lebih kepada masyarakat sekitar daerah tempat wisata.
Semakin banyak wisatawan datang, semakin banyak rupiah yang masuk ke daerah.

Tidak mudah memang membangun kawasan wisata baru. Tidak hanya lokasinya tapi juga insfratruktur pula sumber daya manusia yang memadai.
Alam sudah dengan sukarela menyumbang kecantikannya yang begitu agung dan membuat orang berdecak kagum. Akan sangat disayangkan jika SDM tidak memadai dan kurang bisa menjaganya dengan bijak.

Tidak bisa dipungkiri melalui kementerian-kementerian dan bantuan pihak-pihak terkait pemerintah Jokowi mampu meninggalkan ketergantungan ekonomi dari SDA dengan membangun potensi ekonomi berbasis pariwisata dan ekonomi pedesaan.

Banyak pihak yang berharap sektor pariwisata saat ini  dan dimasa  mendatang adalah andalan ekonomi Indonesia. Namun perlu juga disadari bersama, pembangunan pariwisata yang begitu masive gencar di mana-mana perlu juga memperhatikan kondisi alam.

Saya pribadi adalah orang yang senang piknik namun tidak setuju dengan penggusuran lahan produktif demi pembangunan.
Pembangunan jalan sangat perlu untuk kenyamanan dan menghindari kemacetan, tapi sebisa mungkin harusnya tidak merusak alam. Saya masih menunggu langkah-langkah apa yang akan dilakukan pemerintah demi menghidupka. Pariwisata tanpa menodai habitat alam.

Pariwisata dan Pembangunan Desa

Wisata tidak lepas dari pembangunan. Di mana sebuah kawasan wisata tercipta di situ pula desa-desa biasanya tampak maju.
Semacam bukti nyata jika pemerintah sadar akan kaitan wisata dengan peningkatan ekonomi desa. Keberpihakan Pemerintah pada pembangunan ekonomi desa ditunjukkan dengan alokasi dana desa yang terus naik setiap tahun, yang di tahun 2018 rata-rata per desa sudah mencapai Rp 800 juta. Bukan jumlah yang kecil namun diharapkan mampu menjadikan sebuah desa jadi besar.

Kabupaten Gunungkidul adalah contoh daerah yang minim SDA, namun bisa bangkit perekonomian melalui sektor pariwisata dan pedesaaan. Pantai-pantai selalu dipadati wisatawan baik domestik mau pun asing. Semakin ke sini Gunungkidul mulai dikenal dengan kawasan wisata yang memukau. Wajib dikunjungi jika sedang main ke DIY.

Acara-acara desa yang dulu hanya dianggap sebagai 'ritual' ucapan syukur kini dikemas menjadi satu wisata adat. Desa adat dan desa budaya tumbuh dengan subur. Hampir setiap titik lokasi wisata selalu ada homestay yang dikelola oleh masyarakat sekitar.

Dulu banyak anak muda lulus sekolah langsung merantau, zaman ini anak-anak muda tidak perlu merantau untuk menghasilkan rupiah. Jiwa bisnis mulai berkembang dan terpelihara dengan baik. Semua hanya butuh pendampingan dan kerjasama dari sektor terkait, pemerintah dan pihak swasta.

Pengundian Voucher Umroh Innside Hotel

Voucher Umroh

Ramadhan emang udah berlalu dengan manis. Tapi bukan berarti berkahnya hilang.

Waktu Ramadhan kemarin Gadis Anggun main dong ke Innside Yogyakarta buat buka bersama dong. Kebetulan di Innside ada acara Bukber Dahsyat yang berhadiah voucher umroh.

Nah bulan ini ada acara pengundian voucher umroh tersebut. Alhamdulillah telah terpilih sang beruntung.
Selain ada voucher umroh juga ada pembagian voucher menginap.

Voucher umroh ini kerjasama antara Innside Yogyakarta dengan Rezeki Tour and Travel.

Deg-degan juga waktu pengundian, antara berharap dan sangat berharap.
Akhirnya voucher umroh itu jatuh ke seorang mas-mas dari Bantul bernama Firman Setyo Nugroho.


Dhasi Renk

Dj yang akan menemani makan siang

Selain datang untuk melihat pengundian voucher umroh, kemarin Gadis Anggun datang ke Syndeo Cafe untuk menikmati menu makan siang.
Pilihan minuman

Innside mulai tanggal 16 Juli punya menu baru untuk makan siang dengan tema Dhasi Renk (Dhahar Siang Barenk).

Yaitu semacam menu ala prasmanan yang bisa dinikmati setiap Senin sampai Jumat. Menunya macam-macam dan all you can eat only 78k net.

Sebagai Gadis Anggun senang banget ketemu menu yang enak-enak. Paling juara ya penyetan. Sotonya juga sangat enak banget. Ada soto Betawi, soto Kudus, rawon, aneka pasta dan seafood.
Chef Nur

Sea food
Kerang
Add caption

Membumikan Al-Quran dari Rumah Syaamil Qur'an

RUMAH SYAAMIL QUR'AN

Lega itu setelah menemukan kubah masjid setelah sekian kali putar balik sana-sini. Saya harus ucapkan terimakasih untuk masyarakat Pogung yang sudah berbaik hati memberi tahu alamat yang saya tuju.
Ilmu GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) memang paling mujarab untuk menemukan sebuah lokasi.

Jadi ceritanya kemarin lewat Komunitas Blogger Jogja ada undangan untuk hadir di acara Penyerahan Hadiah Juara Umum MTQ Syaamil.

Awal mendengar nama "Syaamil" di undangan membuat saya langsung teringat pada sebuah penerbit dan percetakan yang sudah sangat familiar namun belum pernah saya datangi.
Lantas kata "MTQ" otomatis membuat pikiran ini melayang jauh ke lantunan ayat suci Qur'an nan merdu yang menggema seantero raya.

Maka tidak ada alasan bagi saya untuk menolak undangan menghadiri acara berfaedah ini. Selain 'kulak' cerita maka bertemu dan berkenalan dengan orang baru adalah bonus yang selalu saya rayakan dengan suka cita.

MTQ SYAAMIL

Ternyata MTQ Syaamil di sini adalah acara yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh PT. Sygma Examedia Arkanleema atau biasa dikenal dengan Syaamil Qur'an.
Sesuai dengan dugaan saya hari sebelumnya, tenyata Syaamil di sini adalah Syaamil yang selama ini saya maksud, yaitu percetakan dan penerbitan di daerah Bandung.

Target peserta  MTQ Syaamil ini adalah anak-anak usia produktif atau kata lain mulai tingkat SD sampai dengan SMA. Alhamdulillah peserta yang ikut sesuai bahkan melampaui target yang diinginkan. Sebuah kabar baik tentu saja mengingat anak-anak sekarang 'banyak yang kurang perhatian' dengan acara MTQ.

Itu juga yang menjadi alasan Syaamil Quran menarget usia generasi muda dalam lomba kali ini dengan tujuan agar generasi muda masa kini tumbuh dengan iklim islami dengan jiwa qurani, berprestasi serta semakin mencintai Al Qur'an.

Mekanisme lomba MTQ Syaamil kalo ini dengan cara mengirim lomba video murottal. Dibagi menjadi dua kategori, kategori anak dan remaja.

Tahun ini menjadi tahun pertama lomba MTQ Syaamil. Niat awalnya acara akan diadakan di Bandung dengan mengumpulkan perwakilan peserta dari seluruh Indonesia, namun karena Syaamil Quran sedang dalam tahap renovasi maka digantilah sistemnya dengan 'hanya' mengirim video peserta lomba.

Panitia acara menargetkan lomba MTQ Syaamil berikutnya akan lebih baik dan lebih terstruktur dari lomba yang sekarang.

MTQ Syaamil berlangsung dari tanggal 17 Mei sampai dengan 10 Juni 2018. Dari tahap pengumpulan video sampai penentuan juara. Total peserta mencapai 163 peserta. 134 kategori anak dan 29 remaja.

25 Juni 2018 juara telah diumumkan dengan hasil sebagai berikut:
A. Juara Kategori Anak
     Juara 1 : Dandan Nir Ruasji (Sleman Jogja)
    Juara 2 : Salsabila Tirta Adyani (Sukoharjo)
    Juara 3 : Melkya Khailana Tantri (Sampang)

B. Juara Kategori Remaja
     Juara 1 : M. Aiden Herlambang (Malang)
     Juara 2 : Hajratun Nisa' (Tebing Tinggi)
 Juara 3 : Muhammad Hanif Ibadurrahman (Panghegar)

C. Juara video kreatif
     Diraih oleh Rumah Syaamil Qur'an Sleman

D. Juara umum
    Diraih oleh Rumah Syaamil Qur'an Sleman

Perlu diingat bahwa pendaftaran semua peserta yang mengikuti acara MTQ Syaamil hanya berasal dari Rumah Syaamil Qur'an. Tidak harus anak didik Rumah Syaamil, tapi wajib daftar lewat Rumah Syaamil.

Pertanyaan selanjutnya, apa dan di mana itu Rumah Syaamil Qur'an?

RUMAH SYAAMIL QUR'AN

Rumah Syaamil Quran yang selanjutnya dalam postingan ini akan saya singkat jadi RSQ  adalah mitra dari Syaamil Qur'an, yang tidak hanya berdiri menjadi satu outlet resmi distributor produk Syaamil Qur'an namun juga sebuah 'rumah' yang punya fungsi sebagai tempat belajar (manfaat) bagi masyarakat sekitar.
Sampai postingan ini tayang, saya mendapat bocoran bahwa RSQ ini sudah ada 141 unit tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Dari Aceh sampai dengan Makassar dan NTT. Insyaallah menyusul dalam waktu dekat di Papua (saya berdoa semoga diajak saat launching RSQ di Papua. Aamiin kenceng. Aamiin)

Anda baru paham atau baru dengat tentang RSQ? Sama, saya juga. Alhamdulilah saya juga langsung bisa berkenalan dan sowan ke salah satu RSQ. Sebab acara penyerahan hadiah MTQ Syaamil kemarin kebetulan ada di salah satu RSQ yang ada di Jogja.

Bicara tentang MTQ Syaamil berarti juga membicarakan tentang kiprah Rumah Syaamil Qur'an. Rumah Syaamil Qur'an Sleman adalah yang sudah saya kunjungi.

RUMAH SYAAMIL QUR'AN SLEMAN

Untuk sampai di halaman RSQ Sleman sebenarnya tidak terlalu sulit. Letaknya hanya berada di Utara kompleks Fakultas Teknik UGM atau baratnya Jalan Kaliurang. Tepatnya ada di Pogung Dalangan 27b, Sinduadi, Melati, Sleman. (pas di depan masjid Pogung Raya).

Tapi memang dasarnya saya ini Gadis Anggun rajin tersesat, jadilah saya tersesat ke empat masjid dulu untuk akhirnya bisa leyeh-leyeh berfaedah di dalam RSQ Syaamil.

Di RSQ Syaamil inilah saya bisa ikut acara penyerahan hadiah hasil MTQ Syaamil, bertemu dengan teman-teman dari Sygma Bandung dan tentu saja kenalan dengan Ibu Ully Theristawati yang tak lain dan tak bukan adalah pengampu RSQ Syaamil.

Seperti yang sudah saya sebut di atas bahwa syarat utama berdirinya RSQ adalah tempat tersebut bisa memberi manfaat masyarakat sekitar maka RSQ Sleman ini juga punya kegiatan yang bermanfaat bagi warga.

Menurut cerita Bu Ully, RSQ Sleman ini berdiri sudah sekitar 3 tahun.
Awal berdiri karena Bu Ully punya cita-cita membuat rumah belajar masyarakat. Beliau berharap agar ibu-ibu rumah tangga juga bisa berbisnis di rumah sekaligus bisa langsung memegang (mengawasi) anak.

Sebagai perempuan lajang (yang mendamba jadi ibu kesayangan anak-anak suatu hari kelak) saya merasa telah tepat berkunjung ke RSQ Sleman sebab di sini Ibu Ully mengembangkan banyak kegiatan yang melibatkan ibu dan anak(balita)nya.

RSQ Sleman melaksanakan program kegiatan pembekalan Qur'an. Mulai dari baca, tulis, hafal, tafsir serta kajian Al Qur'an.

Kegiatan di RQS Sleman yang sedang digalakkan sekarang ini adalah TABUBA, TALIA dan TAMIMAH.

TABUBA, TALIA, TAMIMAH? Apa pula ini? Pasti penasaran, kan?

 TABUBA ini singkatan dari Tahfidz ibu dan balita. Jadi kegiatan ini diikuti oleh ibu berserta balitanya (usia 1-5tahun). Biasanya dilaksanakan seminggu 2 kali durasi dua jam mulai pukul 9.00.

Kegiatan ini WAJIB diikuti balita dan ibunya sebab tujuannya adalah mendekatkan ibu dan balita. Berharap ibulah yang akan mengajarkan Qur'an dan kebaikan-kebaikan kepada anaknya.
Tabuba beda dengan PAUD atau tempat penitipan anak. Jadi benar-benar kegiatan ibu dan balitanya.
Biasanya balita akan belajar hafalan mulai juz 30, belajar huruf Hijaiyah, membaca dongeng bersama ibu sampai acara tanya jawab yang menyenangkan.

Jujur saya terharu dengan kegiatan yang mendekatkan ibu dan anak seperti ini.
Ibu Ully juga memberi kelas seputar rumahtangga dan parenting kepada ibu-ibu yang ikut kegiatan ini.
*Duh saya jadi semakin ingin segera menikah (sama siapa?)

TALIA singkatan Tahfidz Belia, yaitu anak-anak usia 6-12 tahun.
Di sini juga seru. Anak-anaknya manis dan lucu (bukan gula-gula ya). Saya gemas ketemu anak-anak ini, jadi ingin bungkus dan bawa pulang.

TAMIMAH singkatan Tahfidz dan tahsin muslimah. Kegiatan ini sangat baru dan belum berjalan dengan sempurna. Semua berharap agar kegiatan ini terus berlanjut mengingat penting dan penuh manfaat.

Saya pribadi bersyukur bisa berkunjung sekaligus mendengarkan banyak cerita dari RSQ dan Syaamil Qur'an. Semakin bahagia pas baliknya dapat "seserahan" musaf keren (yang mungkin kalau harus beli sendiri entah kapan akan membelinya).

Berkali-kali melihat video sang juara membuat saya bergetar betapa anak-anak ini luar biasa, tidak hanya membuat bangga orangtua tapi juga kelak di surga insyaallah akan memberi mahkota cahaya untuk orangtuanya.

Semua (sebagian besar) orangtua pasti berharap anak-anak menjadi penghafal Qur'an. Semoga dengan kegiatan MTQ Syaamil dan juga keberadaan Rumah Syaamil Qur'an semakin mendekatkan kita (saya) pada Qur'an. Salah satu cara membumikan Al-Quran.

Mezzanine Jogja Resto Nuansa Alam


Mezzanine Resto

Sejak Februari 2018 nama Mezzanine selalu melekat dalam ingatan. Awalnya saya enggak paham tempat nongkrong nuansa rumah kaca ini, secara ya lokasinya agak lumayan (jauh) dari gua pertapaan saya. Tapi jangan sebut saya #GadisAnggun sang penakluk kalau enggak bisa nemuin tempat keren macam ini.

Terhitung sejak Februari sampai postingan ini rilis, saya sudah beberapa kali datang ke Mezzanine. Ngapain cobak? Nongkrong bervaedah yang pasti. Asyik.

Secara sekilas, Mezzanine ini emang keren dan fotoable banget. Itu secara sekilas, begitu saya datangi beberapa kali emang tempat ini enggak hanya keren tapi juga menerbitkan rindu (bonus kasih sayang). Kalau bukan karena tempat ini asyik, mana mungkin Gadis Anggun mau rela jalan jauh sampai Palagan.

Selain sudah datang dan merasakan langsung seperti apa kerennya suasana Mezzanine pula masakannya, saya juga enggak sengaja menemukan artikel tentang Mezzanine dalam sebuah majalah anak muda. Sejak itu saya selalu merekomendasikan tempat ini sebagai tempat pertemuan.

Mezzanine ini bukan hanya tempat  nongkrong tapi juga arena berburu kuliner yang wajib dikunjungi oleh anak muda penggila nuansa kekinian.
menu yang membuatmu kekinian
Mezzanine baru launching November 2017 dengan mengusung konsep eatery and coffe. Cocok buat yang mau dinner berduaan atau acara rapat besar, rapat pernikahan kita misalnya. Bahkan juga bisa disewa buat weeding.
Nongkrong keren sama temen teman 

Menu-menu di Mezzanine sangat beragam. Menu ragam Asian antara lain Nasi Goreng Buntut, Udang Bakar Pedas Manis, Beef Tenderloin Sarat, Sop Iga Kacang Merah. Selain itu juga ada menu Gelato dengan macam varian rasa.
Mojito
Blueberry smoothies
Ice latte
Caramel latte




MORE INFO
MEZZANINE JOGJA
Jalan Palagan Tentara Pelajar KM. 8 Ngaglik Sleman

Reservasi dan info : 087 824 063 145

Instagram : mezzanine.jogja

Bakpia Wong Pusat Oleh-oleh Jogja

Piknik dan Buah Tangan

Kamu sebel gak sih kalau pas lagi piknik terus ada yang komentar "idih piknik terus, jangan lupa oleh-oleh buat gue ya"?

Pasti sebel banget deh. Lebih-lebih kalau orang yang komentar gitu tuh orang yang sama sekali enggak pernah kasih oleh-oleh juga saat ia pergi. Lagi dia bilang gitu tanpa sepeserpun kasih kita ongkos, ya minimal bayarin tiket pesawat atau apalah gitu.

Kan nyesek banget, udah gak bayarin, gak pernah kasih oleh-oleh balik eh tiba-tiba aja nongol saat kita mau piknik. Ingin rasanya membenamkan kepala dalam lautan bakpia.

Gadis Anggun pernah tuh bahkan sering. Ujungnya kalau dikomentari "emang elu kasih uang saku" justru jadi perang dingin. Dikiranya sombong padahal emang iya. 
Lha habis ya orang yang suka "minta-minta" gitu emang sesekali (kalau perlu sering) harus diskak biar ngerti apa artinya sebuah piknik dan buah tangan.
Favorit Bakpia Wong Kacang Ijo

Piknik di Jogja

Buat kamu yang kebetulan lagi berencana ke Jogja, selain ngelist tempat wisata dan hotel apakah kalian juga ngelist tempat pusat oleh-oleh? Jika iya, berarti kamu sudah selangkah lebih maju dibanding yang belum.

Kenapa, karena dengan ngelist tempat pusat oleh-oleh berarti kamu sudah ngerti di mana saja titik-titik koordinat tempat jualan oleh-oleh tersebut jadi enggak bakal kena tipu calo atau apalah tukang maksa-maksa buat nganter gitu.

Lagi, kamu juga sudah ngerti banyak varian apa aja yang dijual di toko oleh-oleh yang sudah kamu list. Sebab tidak semua jualan di toko oleh-oleh itu sama meski satu kota. 

Kalau sudah punya list tempat oleh-oleh kan jadi enak mau bandingin satu dengan yang lain enggak ribet. Pula bisa Googling duluan kira-kira mana yang okey cocok dan mana yang kiranya enggak.

Kalau kamu kebetulan mau ke Jogja alangkah baiknya kamu masukan Bakpia Wong ke dalam list pusat oleh-oleh yang bakal kamu kunjungi. 
Add caption

Bakpia Wong Jogja

Bakpia Wong terletak di kota, enggak jauh dari tugu Pal Putih. Sepuluh menitan dari Malioboro. Tepatnya ada di Jalan HOS Cokroaminoto no 149
Peta Bakpia Wong | foto by BaimWongJogja

Sekilas tempat ini boleh dibilang cakep bener. Serupa swalayan gitu. Bangunannya kokoh dengan dominasi kaca di sana sini. Tempat parkirnya luas, cocok buat yang sedang piknik dalam rombongan besar.

Ada foodcourt dan musola bersih. Nyaman untuk istirahat bagi mereka yang lelah.

Banyak spot-spot instagramable yang Jogja banget. Saran sih lebih baik foto-foto dulu sebelum belanja.
Foto by BaimWongJogja
Bakpia Wong? Kok mirip Baim Wong. Yup, emang owner-nya adalah si aktor sinetron itu. Kalau sudah ke sini kamu juga bakal lihat miniatur tiruan Baim Wong menyapamu di depan pintu.

Judulnya aja "Bakpia Wong" berarti yang dijual bakpia dong? Iya emang yang dijual di sini bakpia dan aneka oleh-oleh lainnya. Alias tidak hanya bakpia. Bahkan ada juga Batik Wong.

Kenapa harus Bakpia Wong?

Berikut ini Gadis Anggun buat daftar alasan kenapa kamu harus mampir berburu oleh-oleh di Bakpia Wong Jogja. Daftar ini bisa berubah sewaktu-waktu. 

1. Lokasinya enggak jauh dari Malioboro atau stasiun.
2. Bisa order by Gojek.
3. Tempatnya luas dan instagramable.
4. Ada mushola dan toilet yang luas dan bersih.
5. Parkiran yang luas membuat nyaman bawa kendaraan.
6. Jam operasional mulai pukul 09.00 - 21.00 WIB membuat tidak khawatir.
7. Foodcourt dan tempat tunggu yang enak dan adem.
8. Pelayanan ramah.
9. Macam-macam jenis oleh-oleh yang dijual membuat pembeli bisa eksplor dan pilih-pilih.
10. Bakpia Wong yang lembut dan enak banget bisa tahan sampai seminggu. Yakin bakpia di sini enak banget. Aneka macam rasa; coklat, keju, kacang ijo, kumbu hitam. Juaranya kacang ijo.
11. Saat datang sore ke malam akan ada foodtruck yang menjual aneka makanan
12. Banyak produk UMKM yang ikut dijual.

Tentu  saja daftar ini berdasarkan perasaan Gadis Anggun yang sudah pernah berkunjung. Pengalaman selama di sana. Mungkin lain orang lain pula pengalamannya. Jadi buat kamu yang enggak percaya mending buktikan sendiri, lantas buat kamu yang udah membuktikannya yuk tulis juga pengalamannya macam Gadis Anggun.

Luv,
Gadis Anggun perempuan teman perjalanan buku dan kamu 👠