Showing posts with label kuliner. Show all posts

Berburu Sate Ayam Sate Ratu


Sate Ayam

Kalau disuruh milih, saya inginnya makan makanan fresh. Sebisa mungkin menjauhi yang namanya junk food. 

Bukan sok-sokan tapi belakangan saya lebih peduli dan semakin mencintai tubuh saya. Berharap dengan demikian saya bisa punya kesempatan lebih untuk eksplor rasa.

Sate ayam merupakan salah satu makanan favorit saya. Saya tidak keberatan lama-lama menunggu penjual sate menyiapkan pesanan saya. Aroma pembakaran sate selalu berhasil membuat mulut basah.


Meski suka olahan sate, bukan berarti saya langsung cocok dengan semua sate ayam. Saya kurang suka jika daging ayamnya kecil-kecil (nempel di tusuk), kurang suka pula kalau gosong, pula agak males kalau banyak lemaknya.

Dulu sering banget beli sate di angkringan atau gerobak dorong. Belakangan saya tahu (dari postingan teman-teman) jika ada satu tempat yang jual sate enak.

Bermula dari penasaran, ingin ngerasain yang dirasain temen, akhirnya kesampaian juga saya menemukan lokasi yang teman teman maksud.

Sate Ratu

Nama tempatnya adalah Sate Ratu. Terletak di kompleks Jogja Paradise Food court, Jalan Magelang KM. 6, dekat JCM.

Meski di lokasi food court tapi olahan di sini benar-benar fresh. Saya bahkan sempat lihat dibalik dapur sebelum menu pesanan terhidang di meja.


Sate  Ratu ternyata terkenal lho. Saya aja yang ketinggalan.

Bahkan banyak wisatawan mancanegara yang sudah mencicipi menu di sini.
Enggak hanya dari satu dua negara tapi sudah lebih dari 60 negara main ke Sate Ratu dan selalu mantap bilang puas dengan makanan di sini.

Sebelum seperti hari ini, dulunya bermula dari angkringan Sate Ratu. Konsep angkringan berkualitas nomer satu. Dulu lokasinya ada di Jalan Solo. Benar-benar bernuansa angkringan.

Menu Sate Ratu

Tidak seperti tempat makan kebanyakan yang ingin berjualan banyak macam olahan makanan, di Sate Ratu menunya  hanya ada sate merah, lilit basah dan ceker tugel.

Kalau dibilang khas, ya iya ini khas banget.

Sate merah, jujur saya baru sekali ini ketemu. Dan saya yakin ini khas banget. Enggak nolak kalau ada yang mau jajanin sate ini. Porsinya imut jadinya selalu menerbitkan rasa ingin lagi dan lagi.

Sate Merah

Bagaimana dengan lilit basah? Kenapa enggak sate lilit?

Ternyata ini sejarahnya panjang, saudara saudara. Dulu emang buatnya sate lilit tapi ternyata membuat sate lilit itu membutuhkan waktu banyak (jika tidak mau dibilang ribet). Sudah begitu tidak semua orang (karyawan Sate Ratu) bisa menyiapkan sate lilit seperti yang diinginkan.

Karena alasan ini maka lahirlah lilit basah yang bahannya serupa sate lilit namun bentuknya kotak-kotak serupa tahu. Sudah tak ada lagi tusuknya.

Lilit Basah

Soalnya, super, sungguh saya ingin nambah dua porsi. Meninggalkan rasa nikmat di ujung lidah.
Saya sih sudah yakin enak sejak suapan pertama.

Kalau biasanya sate itu dengan bumbu kacang, bumbu kecap atau bumbu sambal, maka di sini bumbunya beda. Bumbunya sedikit berminyak, diolah khusus dan begitu meresap ke dalam daging. Saya kurang tahu rempah apa saja yang dimasukkan dalam bumbu tersebut.


Waktu saya iseng tanya ke owner-nya tentang bumbunya, beliau cuma tertawa sambil berucap: rahasia, itu juga eksperimen berkali-kali.

Ah apalah, yang penting satenya enak banget. Istimewanya dagingnya tebal-tebal.

Kalau penasaran, udah langsung cuss saja daripada ngidam enggak kesampaian.

Sate Ratu
Jogja Paradise Food court
Jl. Magelang KM.6
Buka : 11.00 - 21.00
Harga: 23k

Disawa Pawon Suguhan Nuansa Alam

Disawa Pawon


Saya bukanlah orang yang banyak syarat jika diajak cari tempat makan. Makan di mana saja tidak jadi soal. Tentang olahan makanan, lidah saya sudah teruji dan perut juga jarang menolak, kecuali makanan kelewat pedas.

Mungkin karena alasan inilah banyak teman yang tidak pernah kecewa jika mengajak saya makan di luar. Teman tak kecewa, saya pun bahagia.

Lalu timbul pertanyaan lain: bagaimana dengan teman makan, pilih-pilih atau siapa aja bisa?
Ya maunya sih memilih tapi kadang kala yang dipilih tidak ada (bukan tidak mau), bagi saya tidak jadi soal mau siapa yang menemani makan. Sendirian atau ramai-ramai saya selalu bisa makan dengan tenang.

Lain soal jika dibonusi tempat makan yang menyenangkan. Bukan hanya karena menu makanannya saja tapi juga lengkap dengan suasana alam yang barang tentu menjadi nilai lebih dari setiap tempat makan.

Ya meski diawal bilangnya tidak banyak syarat, tapi diam diam saya sering membandingkan antara tempat makan satu dengan yang lain.
Kadang dengan cukup bilang: oh ini begini, di sana begitu. Atau lebih panjang lagi mengulasnya dalam tulisan panjang atau obrolan ringan bareng teman yang juga suka makan.

Awalnya hanya obrolan biasa saja, siapa sangka lanjutannya justru diajak makan di suatu tempat yang pada akhirnya belakangan rajin saya kunjungi.

Iya belum ada sebulan saya sudah dua kali bertandang ke disawa Pawon.

Awalnya saya agak ragu sebab membayangkan lokasinya yang naudubilah jauh dari radar gua pertapaan saya selama ini.

Okey fix ini lokasi Disawa Pawon jauh, apa kira-kira yang bakal saya dapat dengan perjalanan jauh ini? Kira-kira begitu pertanyaan yang memutuskan saya untuk akhirnya bersedia berkendara jauh ke Disawa Pawon; awalnya hanya pembuktian selanjutnya adalah cerita panjang yang tak akan selesai dalam semalam.


Memangnya seberapa jauh itu Disawa Pawon?

Lokasinya berada di Sawahan Lor, Wedomartani Ngemplak Sleman. 
Sekitar 45 menit dari kota Yogyakarta. Atau kalau dari Bandara sekitar 30 menitan.
Silakan saja cek di google map.

Memang lumayan agak jauh dan masuk ke pedalaman (baca: kawasan penduduk lokal). Namun justru karena lokasinya yang cukup lumayan inilah yang membuat Disawa Pawon jadi sesuatu yang wajib masuk dalam daftar 'tempat makan nuansa Jawa yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Jogja'.

Kenapa bisa masuk dalam daftar wajib kunjung? Jawabannya ada di postingan ini, baca sampai kelar.

Menu Menggoyang Lidah


Apa sih yang membuat kamu---iya kamu---untuk mau datang lagi atau merekomendasikan suatu tempat makan ke teman temanmu?

Kalau saya biasanya karena makanannya. Olahan makanan memang tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu tujuan utama untuk wisata kuliner.
Bagaimana dengan suasana? Penting! Tapi suasana bukan yang utama jika dibanding dengan menu yang mampu menggoyang lidahmu sekaligus membuat mulut enggan untuk berhenti mengunyah.

Nah, Disawa Pawon ini memenuhi kriteria untuk direkomendasikan ke teman.
Saya sendiri suka dengan olahan makanan di sini.

Saya suka segala macam sayuran, begitu ketemu urap di sini, yeih maka wajib bagi saya untuk membaginya dengan teman-teman.

Lebih dari itu, olahan ikan nila dan sate lilitnya membuat saya enggak bosen meski sudah berkali-kali main ke Disawa Pawon.

Singkatnya saya tidak kecewa jalan jauh sebab semua pengorbanan lunas dengan menu yang alhamdulilah baik, mengenyangkan dan halal.

Lagi-lagi yang membuat saya berani mengulas tempat makan satu ini karena tempat makan ini dikelola langsung oleh Pak Budi (dukuh setempat) dengan rekan bisnis yang biasa disebut Bli Frengki.

Konsep yang diusung adalah pemberdayaan desa berbasis pariwisata.

Apalagi ini?
Dari obrolan saya dengan owner Disawa Pawon, dapat saya simpulkan bahwa tempat makan kental nuansa Jawa ini terungkap fakta bahwa beberapa bahan makanannya memang berasal dari petani penduduk sekitar.
Sayur-sayuran dan ikan-ikan yang dimasak semuanya diambil dari hasil panen masyarakat sekitar Disawa Pawon.

Bahkan kalau tidak salah dengar, Pak Budi ini juga ikut membidani berdirinya tambak/ kolam-kolam ikan yang berada di dusun tersebut.
Dari tangan ajaib Pak Budi banyak lahan mulai disulap jadi lahan bisnis namun tidak mengurangi keelokan nuansa alamnya, justru sebaliknya, menambah daya pikat bagi orang luar.


Saran saya jika kamu mau main ke Disawa Pawon, pesanlah sate lilit dan nila bumbu rujak/ sambel matah untuk makanan berat. Jika hanya sekedar ingin menikmati suasananya dan rileks menjauh dari kepenatan kota, pesanlah secangkir kopi luwak dan tempe mendoan.

Sensasinya luar biasa. Apalagi kalau pas cuaca bagus, kamu bakal ditemani si gagah Merapi dari kejauhan.

Suasana Alam


Seperti yang saya bilang tadi; suasana alam di sekitaran Disawa Pawon cukup membuat banyak orang rela jalan jauh dari peradaban.

Bentangan sawah-sawah yang hijau dan kelak menguning berbaur dengan desain tempat makan yang Jawa klasik.

Si Gagah Merapi juga sesekali muncul untuk menemani kalian yang beruntung.
Karena lokasinya di ketinggian jadi suasananya adem cenderung ke sejuk.
Yang biasa panas-panasan sumuk coba sekali-kali ke sini pasti akan merasakan sensasi alam nan elok.

Jangan takut kecele karena suasana di sini selalu seperti itu adanya.
Enggak heran kalau banyak wisatawan asing yang rajin juga berkunjung ke Disawa Pawon; menikmati tempe mendoan sembari mentadaburi alam nan elok permain.




Sentuhan Budaya



Agaknya kurang elok jika saya tidak menuliskan alasan lain kenapa Disawa Pawon wajib dikunjungi selain makanan dan suasananya, yaitu sentuhan budaya Jawa yang begitu kental di tempat ini.

Joglo yang dari kejauhan begitu kokoh langsung membuat jatuh hati dan bertanya: berapa rupiah untuk melahirkan mahakarya seindah ini?

Beda dengan joglo rumah makan kebanyakan yang biasanya dibiarkan bewarna alami (coklat kayu), Disawa Pawon punya konsep sendiri yaitu diberi sentuhan kuning hijau.
Saya kira hanya biar kelihatan beda saja, ternyata tidak hanya itu; memang tujuannya kelihatan beda, namun kehadiran cat ini mengandung cerita panjang.

Dengan bangunan bercat ini menunjukkan bahwa Disawa Pawon punya 'wibawa' tinggi dibanding dengan tempat makan lain.

Konon pada masanya dulu, cat bisa jadi simbol strata sosial seseorang.
Jika rakyat jelata tidak ada yang mengecat rumahnya, kaum bangsawan atau milyader pada zamannya justru mengecat rumah mereka sebagai penanda bahwa mereka 'orang berada'.
Sebab hanya orang berduit saja yang bisa membeli cat (pada zaman itu).

Ada bonus lain yang didapat jika datang ke Disawa Pawon, yaitu bisa foto-foto dengan kostum ala-ala masyarakat desa zaman dulu; yaitu dengan kebaya.

Kebaya yang ada disediakan gratis untuk pengunjung Disawa Pawon.

Saya selagi menunggu pesanan siap diantar ke meja selalu meluangkan waktu untuk berfoto ala ala.
Lagian kapan lagi bisa foto macam gadis desa dengan pemandangan desa yang benar-benar membius mata.
Lumayan buat yang suka buat kejutan heboh di feed Instagram.



Lokasi:  
Disawa Pawon
Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta
Akses 30 menitan dari Bandara atau 45 dari stasiun 

Buka:
11.00 -23.00 (setiap hari)

Harga:
mulai Rp 5.000,-

Foto oleh:
@bookpacker
Rangga

Info lanjut dan reservasi:
@disawa_pawon

Mezzanine Jogja Resto Nuansa Alam


Mezzanine Resto

Sejak Februari 2018 nama Mezzanine selalu melekat dalam ingatan. Awalnya saya enggak paham tempat nongkrong nuansa rumah kaca ini, secara ya lokasinya agak lumayan (jauh) dari gua pertapaan saya. Tapi jangan sebut saya #GadisAnggun sang penakluk kalau enggak bisa nemuin tempat keren macam ini.

Terhitung sejak Februari sampai postingan ini rilis, saya sudah beberapa kali datang ke Mezzanine. Ngapain cobak? Nongkrong bervaedah yang pasti. Asyik.

Secara sekilas, Mezzanine ini emang keren dan fotoable banget. Itu secara sekilas, begitu saya datangi beberapa kali emang tempat ini enggak hanya keren tapi juga menerbitkan rindu (bonus kasih sayang). Kalau bukan karena tempat ini asyik, mana mungkin Gadis Anggun mau rela jalan jauh sampai Palagan.

Selain sudah datang dan merasakan langsung seperti apa kerennya suasana Mezzanine pula masakannya, saya juga enggak sengaja menemukan artikel tentang Mezzanine dalam sebuah majalah anak muda. Sejak itu saya selalu merekomendasikan tempat ini sebagai tempat pertemuan.

Mezzanine ini bukan hanya tempat  nongkrong tapi juga arena berburu kuliner yang wajib dikunjungi oleh anak muda penggila nuansa kekinian.
menu yang membuatmu kekinian
Mezzanine baru launching November 2017 dengan mengusung konsep eatery and coffe. Cocok buat yang mau dinner berduaan atau acara rapat besar, rapat pernikahan kita misalnya. Bahkan juga bisa disewa buat weeding.
Nongkrong keren sama temen teman 

Menu-menu di Mezzanine sangat beragam. Menu ragam Asian antara lain Nasi Goreng Buntut, Udang Bakar Pedas Manis, Beef Tenderloin Sarat, Sop Iga Kacang Merah. Selain itu juga ada menu Gelato dengan macam varian rasa.
Mojito
Blueberry smoothies
Ice latte
Caramel latte




MORE INFO
MEZZANINE JOGJA
Jalan Palagan Tentara Pelajar KM. 8 Ngaglik Sleman

Reservasi dan info : 087 824 063 145

Instagram : mezzanine.jogja

Bakpia Wong Pusat Oleh-oleh Jogja

Piknik dan Buah Tangan

Kamu sebel gak sih kalau pas lagi piknik terus ada yang komentar "idih piknik terus, jangan lupa oleh-oleh buat gue ya"?

Pasti sebel banget deh. Lebih-lebih kalau orang yang komentar gitu tuh orang yang sama sekali enggak pernah kasih oleh-oleh juga saat ia pergi. Lagi dia bilang gitu tanpa sepeserpun kasih kita ongkos, ya minimal bayarin tiket pesawat atau apalah gitu.

Kan nyesek banget, udah gak bayarin, gak pernah kasih oleh-oleh balik eh tiba-tiba aja nongol saat kita mau piknik. Ingin rasanya membenamkan kepala dalam lautan bakpia.

Gadis Anggun pernah tuh bahkan sering. Ujungnya kalau dikomentari "emang elu kasih uang saku" justru jadi perang dingin. Dikiranya sombong padahal emang iya. 
Lha habis ya orang yang suka "minta-minta" gitu emang sesekali (kalau perlu sering) harus diskak biar ngerti apa artinya sebuah piknik dan buah tangan.
Favorit Bakpia Wong Kacang Ijo

Piknik di Jogja

Buat kamu yang kebetulan lagi berencana ke Jogja, selain ngelist tempat wisata dan hotel apakah kalian juga ngelist tempat pusat oleh-oleh? Jika iya, berarti kamu sudah selangkah lebih maju dibanding yang belum.

Kenapa, karena dengan ngelist tempat pusat oleh-oleh berarti kamu sudah ngerti di mana saja titik-titik koordinat tempat jualan oleh-oleh tersebut jadi enggak bakal kena tipu calo atau apalah tukang maksa-maksa buat nganter gitu.

Lagi, kamu juga sudah ngerti banyak varian apa aja yang dijual di toko oleh-oleh yang sudah kamu list. Sebab tidak semua jualan di toko oleh-oleh itu sama meski satu kota. 

Kalau sudah punya list tempat oleh-oleh kan jadi enak mau bandingin satu dengan yang lain enggak ribet. Pula bisa Googling duluan kira-kira mana yang okey cocok dan mana yang kiranya enggak.

Kalau kamu kebetulan mau ke Jogja alangkah baiknya kamu masukan Bakpia Wong ke dalam list pusat oleh-oleh yang bakal kamu kunjungi. 
Add caption

Bakpia Wong Jogja

Bakpia Wong terletak di kota, enggak jauh dari tugu Pal Putih. Sepuluh menitan dari Malioboro. Tepatnya ada di Jalan HOS Cokroaminoto no 149
Peta Bakpia Wong | foto by BaimWongJogja

Sekilas tempat ini boleh dibilang cakep bener. Serupa swalayan gitu. Bangunannya kokoh dengan dominasi kaca di sana sini. Tempat parkirnya luas, cocok buat yang sedang piknik dalam rombongan besar.

Ada foodcourt dan musola bersih. Nyaman untuk istirahat bagi mereka yang lelah.

Banyak spot-spot instagramable yang Jogja banget. Saran sih lebih baik foto-foto dulu sebelum belanja.
Foto by BaimWongJogja
Bakpia Wong? Kok mirip Baim Wong. Yup, emang owner-nya adalah si aktor sinetron itu. Kalau sudah ke sini kamu juga bakal lihat miniatur tiruan Baim Wong menyapamu di depan pintu.

Judulnya aja "Bakpia Wong" berarti yang dijual bakpia dong? Iya emang yang dijual di sini bakpia dan aneka oleh-oleh lainnya. Alias tidak hanya bakpia. Bahkan ada juga Batik Wong.

Kenapa harus Bakpia Wong?

Berikut ini Gadis Anggun buat daftar alasan kenapa kamu harus mampir berburu oleh-oleh di Bakpia Wong Jogja. Daftar ini bisa berubah sewaktu-waktu. 

1. Lokasinya enggak jauh dari Malioboro atau stasiun.
2. Bisa order by Gojek.
3. Tempatnya luas dan instagramable.
4. Ada mushola dan toilet yang luas dan bersih.
5. Parkiran yang luas membuat nyaman bawa kendaraan.
6. Jam operasional mulai pukul 09.00 - 21.00 WIB membuat tidak khawatir.
7. Foodcourt dan tempat tunggu yang enak dan adem.
8. Pelayanan ramah.
9. Macam-macam jenis oleh-oleh yang dijual membuat pembeli bisa eksplor dan pilih-pilih.
10. Bakpia Wong yang lembut dan enak banget bisa tahan sampai seminggu. Yakin bakpia di sini enak banget. Aneka macam rasa; coklat, keju, kacang ijo, kumbu hitam. Juaranya kacang ijo.
11. Saat datang sore ke malam akan ada foodtruck yang menjual aneka makanan
12. Banyak produk UMKM yang ikut dijual.

Tentu  saja daftar ini berdasarkan perasaan Gadis Anggun yang sudah pernah berkunjung. Pengalaman selama di sana. Mungkin lain orang lain pula pengalamannya. Jadi buat kamu yang enggak percaya mending buktikan sendiri, lantas buat kamu yang udah membuktikannya yuk tulis juga pengalamannya macam Gadis Anggun.

Luv,
Gadis Anggun perempuan teman perjalanan buku dan kamu 👠

Horaios Hotel Suguhkan Masakan Nusantara Sepanjang Ramadhan


Ramadan Horaios

Mencari tempat nongkrong yang adem sekaligus  menanti buka puasa itu bukan perkara sulit bagi seorang Gadis Anggun jika sedang sendirian. Gadis Anggun bukan tipe pemilih yang njelimet. Suka-suka yang penting enggak pakai ribet dan mahal.

Masalahnya akan jadi beda jika pilihan tempat nongkrong itu harus mewakili permintaan dari sekian manusia. Segambreng manusia berencana buka bersama dan mereka bingung menentukan tempat yang asyik, enak dan yang pasti enggak mahal.
Masakan Nusantara Menu andalan Buka Puasa

Untungnya beberapa hari lalu Gadis Anggun bersama segambreng teman Blogger Jogja bisa satu tekad untuk buka bersama di Horaios hotel Malioboro. Ternyata memilih Horaios sebagai titik kumpul adalah sebuah pilihan tepat.
Serabi kuahnya juara


Horaios Hotel Malioboro

Ada yang bingung atau asing dengan nama hotel satu ini?
Sama, sejujurnya Gadis Anggun juga masih asing dan bahkan agak sedikit 'kesandung' saat mengucapkannya. Sebuah nama dan tempat yang benar-benar asing namun tidak sedikit pun keraguan untuk mengenalnya.

Tapi bagi sebagian orang yang sudah sering 'piknik' atau sering seliweran di sekitar jalan Mangkubumi dan Gowongan Kidul pasti tahu hotel yang dimaksud.
Dulu hotel ini dikenal dengan nama @HOM hotel. Letaknya persisi di sebelah barat Horison hotel Malioboro. Baru-baru ini saja namanya berganti dari @HOM ke HORAIOS.

Dan penjelasan tentang nama ini mari kita tinggalkan sejenak karena bukan itu yang ingin Gadis Anggun ceritakan.

Sebuah aquarium raksasa dibentuk bagai tembok kaca menjadi pemandangan pertama saat kaki ini menginjak lobby Horaios.
Mas-mas dan Mbak-mbak pegawai hotel memberi salam dengan menyatukan kedua tangan di depan dagu, Gadis Anggun membalas dengan senyum dan anggukan.

Butuh waktu sekian detik hingga ia sadar telah berada di tempat yang tepat. Beberapa teman yang sudah janjian sejak beberapa waktu sebelumnya sudah berkumpul dan sedang asyik berfoto-foto.
Si Gadis Anggun menyapa satu persatu sebelum akhirnya ikut bergabung menjadi fotografer dadakan di depan aneka makanan yang dijajarkan.

All you can eat only 57k

Menu Nusantara ala Horaios Hotel

Ada waktu sekitar dua jam sebelum bedug buka puasa datang. Untuk menghabiskan waktu Gadis Anggun dan Blogger Jogja melakukan sesi foto makanan sekaligus ramah tamah dengan pihak hotel (bonus kru kitchen yang dalam hal ini diwakili oleh chef Ari).

Dari acara ramah tamah ini, Gadis Anggun memahami satu hal bahwa Horaios adalah sebuah hotel yang mengusung konsep Nusantara. Berbeda dengan hotel kebanyakan, makanan yang disajikan untuk buka puasa di sini adalah makanan berat dengan nuansa Nusantara dari pulau-pulau besar di Indonesia.
Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Keempat menu itu bisa setiap hari di jumpai selama bulan Ramadan. Semua bisa dinimkati dengan harga cukup terjangkau.  Rp 57.000 all you dan eat.

PitStop Computer Kolaborasi Gaming Corner, IT dan Kuliner

Kalau Weekend Kamu ngapain aja?

pitStop lantai atas
Hallo hay,
Wuih udah weekend lagi.
Itu artinya waktunya malas-malasan. Waktunya nongkrong. Waktunya main sepuasnya. Waktunya hunting foto kece. Waktunya kulineran. Waktunya nyari gebetan. Waktunya main games. Pula waktunya menengok perangkat elektronik yang terbaru.

Kamu ada yang punya agenda serupa itu?
Kalau Gadis Anggun sih biasanya weekend dipakai untuk nongkrong ala-ala sambil melihat orang liburan lewat seliwar seliwer.
Gadis Anggun bukan pemuja liburan akhir pekan. Sejujurnya mau liburan kapan aja juga hayuk aja. Tapi misal akhir pekan diajak liburan, enggak pernah menolak.

Omong-omong liburan, enggak semua orang ternyata suka liburan di alam bebas, misal gunung atau pantai. Tidak sedikit orang yang justru memilih untuk datang ke toko komputer.
What? Ngapain?
Sama, Gadis Anggun juga awalnya enggak habis pikir kenapa coba liburan justru menghabiskan waktu di toko komputer? Kan bosen banget ya. Mending juga kalau enggak liburan jauh ya kemana kek, ke tempat makan atau nongkrong di kafe sekedar mimik kopi mungkin. Lha kalau ke toko komputer, ya mending lain hari. 

Mungkin Gadis Anggun itu norak atau apalah, ketinggalan zaman. Ia mengira kalau toko komputer itu ya sejenis toko elektronik dengan kesan panas, enggak menarik, gak fotoable pula ngebosenin. Tapi, minggu lalu stigma toko komputer yang norak itu telah pupus dengan hadirnya PitStop Computer.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang Gadis Anggun masuk ke toko komputer dan langsung norak gak jelas disebabkan oleh susananya yanag melegakan. Ini adalah kali pertama kunjungan Gadis Anggun ke PitStop Computer.

PITSTOP COMPUTER

Pertanyaannya kenapa bisa Gadis Anggun yang bertampang sombong itu bisa begitu luluh di toko komputer, maksudnya di PitStop Computer?
Jawabannya adalah karena Pitstop computer bukan hanya sekedar toko komputer biasa, melainkan tempat ini gabungan dari berbagai elemen yang dibutuhkan anak muda masa kini.

PitStop Computer sejujurnya telah lahir sejak 2004. Sudah sangat lama banget. Dulunya dia memang hanya toko kecil yang menjual aksesoris, periperal dan pc pc rakitan. Enggak ada menariknya sama sekali. Kalau anak zaman sekarang pasti sudah malas datang ke tempat ini. Tapi kan itu dulu banget, sebab sejak minggu lalu tanggal 3 Mei 2018 Pitstop membuat new concep yaitu Pitstop Computer Garming Corner-IT-Cafe. Semacam kolaborasi antara IT, tempat games dan juga kulineran.

Kebetulan pas launching new concep kemarin Gadis Anggun pas datang ke Pitstop dan bisa melihat semua rangkaian acara pembukaan bahkan sempat ikut acara konferensi pers. Pitstop menjelma menjadi si tampan yang dielu-elukan anak zaman now.

Datang ke PitStop Computer berarti bisa menjajal tiga hal sekaligus; belanja kebutuhan IT, main games dan makan.
Ini cocok banget buat kamu yang punya pasangan doyan ngegames namun kamunya doyan makan. Jadi kencan bisa di satu tempat. Selagi pasangan kamu main game, kamunya bisa makan. Atau sebaliknya, ehe. Simbiosis mutualisme.
tanding games Dota2
Setahu Gadis Anggun, Pitstop Computer adalah yang pertama dan mungkin satu-satunya tempat yang mengusung tema demikian dalam satu atap. Biasanya kalau tempat makan ya tempat makan saja, Jualan komputer yang jualan saja. Tempat games ya ngegames saja. Belum ada yang mencoba untuk mengkolaborasikan ketiganya.

Bahkan ternyata Pitstop Computer tidak hanya menyediakan tempat game, tapi juga memberikan edukasi mengenai teknologi informasi kepada konsumen, pelajar, mahasiswa dan masyarakat sekitar di Yogyakarta. Sudah gitu Pitstop juga dilengkapi dengan perlengkapan hardware yang bisa digunakan para pengunjung.

Lagi, tempat ini juga menyediakan trainer profesional yang bertugas memberikan informasi perkembangan dan fungsi teknoligi yang sedang berkembang masa kini. 

Pitstop punya tujuan memberikan banyak manfaat kepada siapa saja sehingga tercipta komunitas-komunitas yang kedepan diharap bisa menjalin kerjasa yang lebih menguntungkan.

Kalau punya komunitas games, cobalah kamu datang ke Pitstop untuk tanding atau sekedar sharing-sharing.
Gadis Anggun enggak bisa main game tapi tertarik untuk belajar banyak hal di tempat ini.
Apalagi sekarang games sudah masuk dari cabang olahraga.

Bapak Heru selaku owner dari Pitstop corner selalu menyambut baik siapa saja yang merentangkan tangan untuk mengenal Pitstop lebih jauh.

Main Game Gratis dan Banyak Promo

"Semua fasilitas di sini bisa dipakai gratis. Komunitas komunitas bisa tanding di sini. Kami sediakan hadiah juga. Sudah sering tempat ini pakai untuk main."
Kalimat itu diucapkan sang owner dengan begitu semangat dan hangat. Yang langsung membuat Gadis Anggun mengerut bertanya. GRATIS? apa maksudnya?
Ya ternyataa maksudnya memang gratis. Fasilitas yang ada semacam notebook, PC dan segalanya disediakan untuk mereka yang memang ingin main games. Selain itu juga bisa dicarikan lawan main kalau memang tidak ada.
salah satu fasilitas di PitStop
Kalau pun memang datang ke Pitstop untuk belanja, ya dipersilakan. Malah jika kamu belanja bulan ini (Mei) kamu akan mendapat banyak diskon dan atau promo menarik. Misal beli notebook gratis keyboard atau yang lain. Selalu ada promo yang membuat kamu ketagihan untuk terus datang. Tempatnya yang adem menyenangkan membuatmu betah lama-lama nongkrong.

Cafe dalam toko komputer

gak sampai 40k untuk menu menu ini
Gadis Anggun paling suka makan. Dibanding main game lebih asyik makan. Itu karena Gadis Anggun sudah mengaku gak bisa main games. Jadi misal dia ke Pitstop untuk menemani seseorang pasti akan melipir untuk jajan.

Adalah Ibu Yenni Teri Penna owner sekaligus istri dari Pak Heru yang menjalankan bisnis kuliner di Pitstop corner.
Berawal dari hobinya yang suka makan, memasak dan berburun kuliner maka muncullah ide untuk mendirikan sebuah tempat nongkrong yang santai dan kalau bisa harganya terjangkau tanpa mengabaikan rasa dan mutu. Maka lahirlah Pitstop resto and cafe.

Restonya cukup cakep. Fotoable banget. Gadis Anggun sudah naik sampai lantai dua, di mana di sini ada meeting room yang bisa dipakai untuk acara seminar, workshop atau ulangtahun/ pesta.
meeting room

Meeting room bisa menampung lebih dari 100 orang. Cocok buat kamu yang ingin mengadakan pesta ulang tahun. 
Meeting room bisa digunakan GRATIS dengan syarat pembelian 25 pak dengan harga minimal 35.000 perorang. Namun kalau kamu hanya ingin sekadar nongkrong sama temenmu membahas buku atau gebetan ya udah datang aja, enggak perlu booking meeting room cukup pakai ruangan yang ada di depan. Luas dan asyik juga.

Pitstop juga menyediakan aneka nasi kotak/ box untuk pesanan partai besar mau pun kecil. Juga ada catering. nasi box dibandrol dari harga 15.000, sementara menu catering mulai dari 35.000.
Yang ingin nasi tumpeng, di sini juga melayani. Kalau menu rekomendasi yang banyak dibeli adalah ayam geprek premium. Ayamnya besar, enak dan murah.
chicken caicar salad

Buat kamu yang mau mengajak pacar ke tempat ini, kamu cukup sedia uang jajan 50 ribu untuk berdua. Tapi harus ingat jika tempat ini buka mulai pukul 10.00 pagi dan tutup jam 23.00. khusus Jumat dan Sabtu tutup jam 24.00.
nasi goreng iga bakar
Enggak cuma makanan berat, buat yang pecinta salad di sini juga ada. Atau buat yang hanya suka ngemil, misal pisang goreng atau roti bakar, udah pasti tersedia. Yang hobi ngopi atau es krim, order saja pasti ada.
ayam geprek premium dan pisang pasir raja
Gimana, lengkapkan? 3in1. Satu tempat, tiga kebutuhan terpenuhi sekaligus. Udah gitu ditambah tempat nyaman, cakep, murah dan enggak bakal ngebosenin. Kalau mau traktir temen ke sini juga cukup oke.

Alamatnya di mana?
Jalan Cenderawasih Ruko Permata Demangan
telp : 0274 544097 / 544098
WA : 0877 3911 4008
instagram : @pitstop.computer