Showing posts with label agenda. Show all posts

Membumikan Al-Quran dari Rumah Syaamil Qur'an

RUMAH SYAAMIL QUR'AN

Lega itu setelah menemukan kubah masjid setelah sekian kali putar balik sana-sini. Saya harus ucapkan terimakasih untuk masyarakat Pogung yang sudah berbaik hati memberi tahu alamat yang saya tuju.
Ilmu GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) memang paling mujarab untuk menemukan sebuah lokasi.

Jadi ceritanya kemarin lewat Komunitas Blogger Jogja ada undangan untuk hadir di acara Penyerahan Hadiah Juara Umum MTQ Syaamil.

Awal mendengar nama "Syaamil" di undangan membuat saya langsung teringat pada sebuah penerbit dan percetakan yang sudah sangat familiar namun belum pernah saya datangi.
Lantas kata "MTQ" otomatis membuat pikiran ini melayang jauh ke lantunan ayat suci Qur'an nan merdu yang menggema seantero raya.

Maka tidak ada alasan bagi saya untuk menolak undangan menghadiri acara berfaedah ini. Selain 'kulak' cerita maka bertemu dan berkenalan dengan orang baru adalah bonus yang selalu saya rayakan dengan suka cita.

MTQ SYAAMIL

Ternyata MTQ Syaamil di sini adalah acara yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh PT. Sygma Examedia Arkanleema atau biasa dikenal dengan Syaamil Qur'an.
Sesuai dengan dugaan saya hari sebelumnya, tenyata Syaamil di sini adalah Syaamil yang selama ini saya maksud, yaitu percetakan dan penerbitan di daerah Bandung.

Target peserta  MTQ Syaamil ini adalah anak-anak usia produktif atau kata lain mulai tingkat SD sampai dengan SMA. Alhamdulillah peserta yang ikut sesuai bahkan melampaui target yang diinginkan. Sebuah kabar baik tentu saja mengingat anak-anak sekarang 'banyak yang kurang perhatian' dengan acara MTQ.

Itu juga yang menjadi alasan Syaamil Quran menarget usia generasi muda dalam lomba kali ini dengan tujuan agar generasi muda masa kini tumbuh dengan iklim islami dengan jiwa qurani, berprestasi serta semakin mencintai Al Qur'an.

Mekanisme lomba MTQ Syaamil kalo ini dengan cara mengirim lomba video murottal. Dibagi menjadi dua kategori, kategori anak dan remaja.

Tahun ini menjadi tahun pertama lomba MTQ Syaamil. Niat awalnya acara akan diadakan di Bandung dengan mengumpulkan perwakilan peserta dari seluruh Indonesia, namun karena Syaamil Quran sedang dalam tahap renovasi maka digantilah sistemnya dengan 'hanya' mengirim video peserta lomba.

Panitia acara menargetkan lomba MTQ Syaamil berikutnya akan lebih baik dan lebih terstruktur dari lomba yang sekarang.

MTQ Syaamil berlangsung dari tanggal 17 Mei sampai dengan 10 Juni 2018. Dari tahap pengumpulan video sampai penentuan juara. Total peserta mencapai 163 peserta. 134 kategori anak dan 29 remaja.

25 Juni 2018 juara telah diumumkan dengan hasil sebagai berikut:
A. Juara Kategori Anak
     Juara 1 : Dandan Nir Ruasji (Sleman Jogja)
    Juara 2 : Salsabila Tirta Adyani (Sukoharjo)
    Juara 3 : Melkya Khailana Tantri (Sampang)

B. Juara Kategori Remaja
     Juara 1 : M. Aiden Herlambang (Malang)
     Juara 2 : Hajratun Nisa' (Tebing Tinggi)
 Juara 3 : Muhammad Hanif Ibadurrahman (Panghegar)

C. Juara video kreatif
     Diraih oleh Rumah Syaamil Qur'an Sleman

D. Juara umum
    Diraih oleh Rumah Syaamil Qur'an Sleman

Perlu diingat bahwa pendaftaran semua peserta yang mengikuti acara MTQ Syaamil hanya berasal dari Rumah Syaamil Qur'an. Tidak harus anak didik Rumah Syaamil, tapi wajib daftar lewat Rumah Syaamil.

Pertanyaan selanjutnya, apa dan di mana itu Rumah Syaamil Qur'an?

RUMAH SYAAMIL QUR'AN

Rumah Syaamil Quran yang selanjutnya dalam postingan ini akan saya singkat jadi RSQ  adalah mitra dari Syaamil Qur'an, yang tidak hanya berdiri menjadi satu outlet resmi distributor produk Syaamil Qur'an namun juga sebuah 'rumah' yang punya fungsi sebagai tempat belajar (manfaat) bagi masyarakat sekitar.
Sampai postingan ini tayang, saya mendapat bocoran bahwa RSQ ini sudah ada 141 unit tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Dari Aceh sampai dengan Makassar dan NTT. Insyaallah menyusul dalam waktu dekat di Papua (saya berdoa semoga diajak saat launching RSQ di Papua. Aamiin kenceng. Aamiin)

Anda baru paham atau baru dengat tentang RSQ? Sama, saya juga. Alhamdulilah saya juga langsung bisa berkenalan dan sowan ke salah satu RSQ. Sebab acara penyerahan hadiah MTQ Syaamil kemarin kebetulan ada di salah satu RSQ yang ada di Jogja.

Bicara tentang MTQ Syaamil berarti juga membicarakan tentang kiprah Rumah Syaamil Qur'an. Rumah Syaamil Qur'an Sleman adalah yang sudah saya kunjungi.

RUMAH SYAAMIL QUR'AN SLEMAN

Untuk sampai di halaman RSQ Sleman sebenarnya tidak terlalu sulit. Letaknya hanya berada di Utara kompleks Fakultas Teknik UGM atau baratnya Jalan Kaliurang. Tepatnya ada di Pogung Dalangan 27b, Sinduadi, Melati, Sleman. (pas di depan masjid Pogung Raya).

Tapi memang dasarnya saya ini Gadis Anggun rajin tersesat, jadilah saya tersesat ke empat masjid dulu untuk akhirnya bisa leyeh-leyeh berfaedah di dalam RSQ Syaamil.

Di RSQ Syaamil inilah saya bisa ikut acara penyerahan hadiah hasil MTQ Syaamil, bertemu dengan teman-teman dari Sygma Bandung dan tentu saja kenalan dengan Ibu Ully Theristawati yang tak lain dan tak bukan adalah pengampu RSQ Syaamil.

Seperti yang sudah saya sebut di atas bahwa syarat utama berdirinya RSQ adalah tempat tersebut bisa memberi manfaat masyarakat sekitar maka RSQ Sleman ini juga punya kegiatan yang bermanfaat bagi warga.

Menurut cerita Bu Ully, RSQ Sleman ini berdiri sudah sekitar 3 tahun.
Awal berdiri karena Bu Ully punya cita-cita membuat rumah belajar masyarakat. Beliau berharap agar ibu-ibu rumah tangga juga bisa berbisnis di rumah sekaligus bisa langsung memegang (mengawasi) anak.

Sebagai perempuan lajang (yang mendamba jadi ibu kesayangan anak-anak suatu hari kelak) saya merasa telah tepat berkunjung ke RSQ Sleman sebab di sini Ibu Ully mengembangkan banyak kegiatan yang melibatkan ibu dan anak(balita)nya.

RSQ Sleman melaksanakan program kegiatan pembekalan Qur'an. Mulai dari baca, tulis, hafal, tafsir serta kajian Al Qur'an.

Kegiatan di RQS Sleman yang sedang digalakkan sekarang ini adalah TABUBA, TALIA dan TAMIMAH.

TABUBA, TALIA, TAMIMAH? Apa pula ini? Pasti penasaran, kan?

 TABUBA ini singkatan dari Tahfidz ibu dan balita. Jadi kegiatan ini diikuti oleh ibu berserta balitanya (usia 1-5tahun). Biasanya dilaksanakan seminggu 2 kali durasi dua jam mulai pukul 9.00.

Kegiatan ini WAJIB diikuti balita dan ibunya sebab tujuannya adalah mendekatkan ibu dan balita. Berharap ibulah yang akan mengajarkan Qur'an dan kebaikan-kebaikan kepada anaknya.
Tabuba beda dengan PAUD atau tempat penitipan anak. Jadi benar-benar kegiatan ibu dan balitanya.
Biasanya balita akan belajar hafalan mulai juz 30, belajar huruf Hijaiyah, membaca dongeng bersama ibu sampai acara tanya jawab yang menyenangkan.

Jujur saya terharu dengan kegiatan yang mendekatkan ibu dan anak seperti ini.
Ibu Ully juga memberi kelas seputar rumahtangga dan parenting kepada ibu-ibu yang ikut kegiatan ini.
*Duh saya jadi semakin ingin segera menikah (sama siapa?)

TALIA singkatan Tahfidz Belia, yaitu anak-anak usia 6-12 tahun.
Di sini juga seru. Anak-anaknya manis dan lucu (bukan gula-gula ya). Saya gemas ketemu anak-anak ini, jadi ingin bungkus dan bawa pulang.

TAMIMAH singkatan Tahfidz dan tahsin muslimah. Kegiatan ini sangat baru dan belum berjalan dengan sempurna. Semua berharap agar kegiatan ini terus berlanjut mengingat penting dan penuh manfaat.

Saya pribadi bersyukur bisa berkunjung sekaligus mendengarkan banyak cerita dari RSQ dan Syaamil Qur'an. Semakin bahagia pas baliknya dapat "seserahan" musaf keren (yang mungkin kalau harus beli sendiri entah kapan akan membelinya).

Berkali-kali melihat video sang juara membuat saya bergetar betapa anak-anak ini luar biasa, tidak hanya membuat bangga orangtua tapi juga kelak di surga insyaallah akan memberi mahkota cahaya untuk orangtuanya.

Semua (sebagian besar) orangtua pasti berharap anak-anak menjadi penghafal Qur'an. Semoga dengan kegiatan MTQ Syaamil dan juga keberadaan Rumah Syaamil Qur'an semakin mendekatkan kita (saya) pada Qur'an. Salah satu cara membumikan Al-Quran.

Bertemu Kiranti di Yoga Festival 2018


Yoga Festival 2018

Hai, Gadis Anggun datang lagi, biar kamunya enggak terlalu menumpuk rindu 😘

Sebenarnya ini Gadis Anggun lagi agak-agak lowbet, kalau diibaratkan ponsel maka sudah setrip merah (bukan positif woe).
Bukan mau bilang sok sibuk, tapi emang awal bulan sampai hari ini banyak acara di luar yang mengharuskan PP Jogja Wonosari. Pergi pagi pulang malem, sudah macem pengukur jalan.
Blogger Jogja Bertemu Kiranti
Tapi tenang, postingan kali ini bukan mau ngomel-ngomel (Gadis Anggun pantang ngomel, julit sering), bukan pula mau curhat tapi mau sedikit (lagi lagi sedikit) membagi cerita tentang acara Yoga Festival 2018 yang berlangsung hari Sabtu kemarin (12/5) di Lapangan Brahmana Prambanan.
Yoga Komunitas

Asli ini baru pertama kalinya Gadis Anggun join ke acara Yoga yang melibatkan ratusan orang dari banyak sudut. Karena ternyata peserta yoga enggak hanya dari warga Yogyakarta sekitar tapi juga luar kota.

Gadis Anggun agak norak saat tahu banyak mas-mas yang membopong  matras dan mengikuti seluruh rangkaian acara yoga. Agaknya mas-mas itu satu komunitas gitu, secara tampak akrab dengan kaos seragam.
Saya jadi ingat  #priaberkacamata yang juga  instruktur Yoga, tinggal di Jakarta. Pria ini sering komentari Gadis Anggun yang punya gaya gak sehat.
Yoga Air, gerakan Yoga di atas air
Melihat area yoga ini menerbitkan niatan untuk hidup lebih sehat lagi dan lagi.

Perempuan, Menstruasi dan Yoga

Sudah banyak peserta yang hadir dan menggelar matras ketika Gadis Anggun tiba di lokasi. Meriah dan menghadirkan keinginan untuk ikut gabung juga. Masalahnya Gadis Anggun belum punya basic yoga sama sekali.

Gadis Anggun seneng banget bisa melihat komunitas-komunitas Yoga  berkumpul di pelataran Prambanan. Beberapa dari mereka melakukan demo yoga di panggung. Salah satunya Omah Yoga Kusuma.
Omah Yoga Kusuma
Yoga meliputi olah raga, olah napas dan olah jiwa. Yoga bisa membuat tubuh lebih rileks sehingga bisa menghilangkan rasa lelah.

Kepikiran katanya Yoga merupakan salah satu gerakan yang pas banget buat perempuan yang sedang datang bulan. Dari sebuah artikel disebutkan bahwa yoga dapat membuat pikiran dan tubuh lebih rileks juga bisa membantu meredakan nyeri saat Menstruasi.
Perfome Omah Yoga Kusuma
Beberapa gerakan sederhana berikut dapat membantu otot perut lebih rileks dan jauh dari nyeri kram saat menstruasi:
1. Child Pose
    Gerakan cukup berlutut dan cium lutut sambil meluruskan kedua tangan ke depan lalu atur napas dengan tenang dan kemasukan pinggul dan pinggang.

2. Knees-to-chest pose
    Gerakan ini cukup terlentang lalu peluk lutut tepat di depan dada. Atur napas selama beberapa detik untuk melancarkan sirkulasi darah di sekitar perut dan punggung bagian bawah.

3. Spine Twist
    Cukup berbaring terlentang lalu posisikan kaki kiri di atas kaki kanan dan wajah menghadap ke kanan.

4. Forward fold
     Berdiri tegak lalu perlahan-lahan raih ujung jari kaki dengan tangan, seperti gerakan mencium lutut dalam posisi berdiri.

5. Cat/ cow pose
     Pose ini hampir mirip pose kucing/ sapi. Bedanya untuk cat pose, punggung dibuat melengkung lebih tinggi seperti kucing yang sedang marah sambil menghembuskan napas. Pose cow, punggung direndahkan lalu tarik napas yang dalam. Gerakan ini baik untuk meredakan nyeri haid dan meregangkan otot perut.

6. Corpse pose
     Tidur terlentang dan pejamkan mata. Atur Napa dan buat pikiran setenang mungkin.
Gerakan Yoga Saat Menstruasi

Kiranti di Yoga Festival

Dari obrolan di panggung, Yoga Ferstival 2018 ini sudah dilakukan di tiga kota. Yogyakarta sebagai kota terakhir dan paling meriah setelah sebelumnya diadakan di Bandung dan Banjarmasin.
Acara ini merupakan acara tahunan dan kali ini Kiranti kembali menjadi salah satu sponsor acara.

Melalui acara Yoga Festival, Kiranti ingin mengajak khususnya para perempuan untuk lebih aktif dan bisa kontrol mood (melawan rasa lelah) saat datang bulan.
Bertemu Kiranti
Setiap perempuan subur biasanya rutin menstruasi, saat keadaan ini datang biasanya rasa lelah dan malas (kadang juga emosian) hingga membuat aktivitas harian terganggu. 
Gadis Anggun pun mengalami hal ini. Biasanya pas datang bulan, bawaannya pingin tiduran aja atau mandi sering sering. Tidak jarang juga mengalami nyeri di beberapa titik. Kalau temen Gadis Anggun biasanya di perut, kalau Gadis Anggun sendiri lebih nyeri ke dengkul.

Konon dengan Yoga dan konsumsi Kiranti adalah kombinasi pas untuk perempuan yang lagi datang bulan.
Acara Minum Kiranti Bareng
Gadis Anggun juga baru tahu kalau Kiranti ternyata enggak hanya diminum pas datang bulan saja melainkan masa sebelum, selama dan sesudah kedatangan bulan.
Cowok pun boleh minum Kiranti. Sebab pada dasarnya Kiranti itu jamu.

Sampai hari ini Kiranti tersedia dalam 3 varian yaitu, Kiranti Sehat Datang Bulan Original dan Kiranti Sehat Datang Bulan Plus Juice serta Kiranti Pegal Linu.
3 varian Kiranti
Pak Harianus Zebua selaku Head of corporate and Marketing Communicator OT Kiranti menjelaskan bahwa Kiranti ini produk jamu yang telah mendapatkan sertifikat CPOTB (cara pembuatan obat tradisional yang baik dan benar) dan Obat Herbal Terstandar (OHT).

Itu artinya Kiranti telah melalui uji pra klinis dan bahan baku serta proses produksinya yang distandarisasi dan terbukti higienis. Bukti bahwa Kiranti adalah pilihan yang sehat dan aman untuk mengurangi masalah datang bulan.

Kiranti itu aman dan halal.
Ngobrol bareng pihak Kiranti



Lancar Paint Expo 2018

Lancar Paint Expo 2018

Ini bukan pertama kalinya saya datang ke mal dijam operasional mal belum buka, alias datang gasik. Lebih awal dari jam buka.
Bukan karena saya pegawai baru. Bukan pula karena saya ingin sidak ke stand-stand berlian, bukan. Saya datang lebih pagi (ya gak pagi banget sih karena masih jam sembilan kurang sekian menit) khusus untuk memenuhi undangan dari Toko Cat Lancar.

Pertanyaan, ngapain Toko Cat Lancar ngundang Gadis Anggun? Mau mengecat rambut atau wajah dengan cat?
Bukan, woe. Berhentilah untuk main-main seperti itu. #tsah
Jelas-jelas Gadis Anggun diundang karena Toko Cat Lancar sedang mengadakan acara dimana salah satu dari rangkaian acara itu adalah mengundang blogger (hits seJogja Raya).
Gadis Anggun dan Jar Kesayangan

Acara apa tuh?

Jadi mulai Rabu (9/5) sampai nanti Minggu (13/5) Toko Cat Lancar mengadakan acara yang namanya Lancar Paint Expo 2018 di Plaza Ambarukmo.

Jadi buat yang belum paham apa itu Lancar Paint Expo nih Gadis Anggun kasih tahu, tapi sedikit saja. Kalau banyak nanti cari tahu aja sendiri di Paint Expo.

Paint Expo itu semacam pameran besar dari seluruh anak cabang dan merk dari Toko Cat Lancar. Di sini kamu bisa melihat banyak aneka merk cat yang kesemuanya dibawah asuhan ibu peri Toko Cat Lancar. Selain itu kamu juga bisa konsultasi mengenai dunia perjodohan cat. Ya siapa tahukan kamu ada masalah dengan dinding rumah yang mau disulap sedemikian rupa hingga menawan macem babang Hamish.

Jika selama ini yang kamu tahu merk cat hanyalah Jotun, maka di sini kamu akan menemukan merk merk lain dengan kualitas yang okey punya. Jangan segan untuk bertanya macam-macam hal, karena bertanya gratis.
para blogger jogja

Hari Rabu kemarin kebetulan acaranya baru aja dibuka setelah sebelumnya pagi hari ada acara meet blogger Jogja. Nah Gadis Anggun ada di situ tuh. Blogger Jogja diajak sama-sama untuk menghias jar (toples). Ramai-ramai sekitar 15 lebih blogger berkumpul untuk memainkan cat yang diaplikasikan ke tubuh jar. Acaranya seru. Ini bukan pertama kali Gadis Anggun mainan cat dengan botol, tapi percayalah ini seru banget. Dan kalau boleh mau dong lagi dan lagi.

Caranya juga gampang banget. Bisa pakai toples, gelas atau botol. Tinggal dikuas semacam kalau mengecat dinding. Catnya lembut dan mudah kering, cocok buat hiasan. Hasil kreasi Gadis Anggun tidak terlalu buruk bahkan bisa dipakai buat properti foto foto mendatang.
panggung utama Lancar Paint Expo

Toko Cat Lancar

Dari tadi omongin Toko Cat Lancar muluk tapi belum kenalan atau belum paham apa itu Cat Lancar?
Baiklah ini Gadis Anggun kasih bocorannya dikit. Lagi-lagi dikit aja ya, kalau banyak datang aja langsung ke tokonya yang tersebar di 18 titik lho.

Jadi Toko Cat Lancar ini awalnya berdiri semacam usaha keluarga. Sudah ada sejak tahun 1978. Lahir dan diturunkan ke generasi generasi selanjutnya sampai detik ini. Awal mulanya bukan toko cat seperti yang hari ini kita lihat (begitu megah dan ada di mana-mana). Toko Cat Lancar ini dulunya hanyalah toko besi. Seiring berkembangnya zaman dan inovasi maka jadilan toko cat lancar seperti hari ini.

Ada 18 titik cabang di daerah DIY dan Jawa Tengah. Jalan Magelang, Jalan Kaliuran, Jalan Godean, Jalan Wonosari, Magelang, Muntilan, Klaten, Solo.

Selain jualan cat, toko cat lancar juga ikut berkontribusi di berbagai bidang antara lain sosial dan pendidikan. Sesuai dengan visi Toko Cat Lancar yaitu berbagi manfaat kepada khalayak.
Salah satu cara untuk mewujudkan visi tersebut yaitu dibangunnya unit layanan baru Toko Cat Lancar yang bernama Lancar Paint Center (LPC) pada 19 Januari 2018.
Add caption

Lancar Paint Center

LPC adalah layanan terpadu Toko Cat Lancar untuk memberikan manfaat lebih luas bagi konsumen dan masyarakat.

Ada 8 Jenis LPC yang ada di Toko Cat Lancar, yaitu:

1. Lancar Painting Service
    Semacam jasa pelayanan pengecetan profesional dan bergaransi. Jadi di Toko Cat Lancar ini punya tukang cat yang sudah profesional dan tersertifikasi. Dengan layanan ini konsumen dilayani mulai dari konsultasi pemilihan warna, pelaksanaan pengecetan hingga supervisi pengerjaan untuk memastikan harapan konsumen.

2. Lancar Care
   Sebuah layanan yang hadir sebagai solusi untuk membantu konsumen yang ingin berkonsultasi tentang permasalahan cat dan pengecatan. Layanan lancar care akan hadir ke rumah konsumen yang ingin berkonsultasi tanpa dikenai biaya. Konsumen cukup telpon ke layanan center 08 22 23 800 800

3. Lancar Home Service
   Ini layanan cocok buat konsumen yang sibuk dan tidak sempat datang ke toko cat. Dari layanan ini toko catnya yang mendatangi konsumen. Konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan dan bayar dengan gampang.

4. Lancar Delivery
    Ini merupakan layanan siap antar. Berapa pun belanjaan cat kamu bisa diantar dengan mobil/ motor dari toko. Cukup praktis.

5. Lancar easy
    melalui layanan ini kebutuhan cat dapat diakses secara online dan mudah.

6. Lancar Go
    Semacam mobil pintar yang akan berkeliling dan memberikan pelayanan serta edukasi terkait produk dari Toko Cat Lancar. Buat kamu yang ingin tahu banyak tentang produk Toko Cat Lancar namun kesusahan untuk datang ke toko bisa datang dan lihat lihat pas ada mobil truck lancar datang ke daerahmu.

7. Lancar Academy
     Merupakan layanan pendidikan dan pelatihan untuk membentuk tenaga ahli cat yang profesional. Layanan ini nantinya diharapkan bisa menjadi inkubator yang bisa melahirkan tenaga terampil di bidang cat dan pengecatan.

8. Lancar Community
    Toko cat lancar berinisiasi menjadi wadah berbagi ilmu dan wawasan lintas bidang. Toko Cat Lancar punya semangat 'guyub rukun mibunani tumraping liyan'.
       Salah satunya dengan menggandengn komunitas blogger Jogja untuk ikut acara Paint Expo kali ini.


Selain acara bareng Blogger Jogja, Lancar Paint Expo juga akan mengadakan workshop berbagai macam hal. Ada workhsop video dan juga fashion show. Kalau kamu lagi di Jogja bisa lho langsung cuss ke atrium Plaza Ambarukmo,  lihat-lihat sekalian tanya tanya.

BSI Gelar Seminar Nasional Cegah Black Campaign


BSI Gelar Seminar IT, Ethics, Regulation and Cyber Law V

 Seminar IT, Ethics, Regulation and Cyber Law V

"Hallo, jumpa lagi kita."
Agaknya kalimat di atas cocok banget saya mengawali kisah saya bertemu, kenalan dan dekat dengan BSI (Bina Sarana Informatika).
Sebenarnya memang sudah lama tahu ada kampus ini, namun baru mereka dekat sekitar, ya mungkin 4 tahun. Kedekatan itu bukan karena saya pegawai, dosen, mahasiswa atau alumni (atau mantan gebetan saya) di BSI. Bukan itu. Saya merasa dekat dengan BSI karena lembaga pendidikan ini sering sekali mengundang dan memberi kesempatan kepada (saya) blogger untuk ikut terlibat aktif dalam acara seminar yang mereka agendakan setiap tahunnya.

Saya bahkan sampai hafal siapa-siapa petinggi yang selalu memberi sambutan dalam acara tersebut. Jangankan wajah pentingginya, susunan acara pun saya sudah paham dengan jelas. Beruntung tema dan pengisi acaranya selalu ganti tiap tahu. Ehe...

Seminar tahunan BSI itu bernama "Seminar IT, Ethics, Regulation and Cyber Law". Tahun ini (2018) adalah tahun kelima seminar itu diadakan. Saya secara pribadi sudah ikut sekitar 4 atau 3 kali. Tapi belum pernah sekali pun acaranya digelar di kampus, melainkan di hotel-hotel. Saya rasa ini bentuk kerjasama pihak kampus dengan hotel sebab di BSI juga ada jurusan pariwisata.
Acara kali ini diadakan tanggal 25 April 2018 di Grand Serela Hotel Yogyakarta.

Media Sosial, Pemberantasan Korupsi, Cegah Kampanye Hitam

Di seminar kelima kali ini tema yang diangkat adalah "Kekuatan Media Sosial Dalam Pemberantasan Korupsi dan Cegah Black Campaign Jelang Pemilu". Sebuah tema yang sangat relevan dengan kehidupan di Indonesia belakangan ini.

Sebagai pengguna media sosial aktif, netizen, Duta Damai sekaligus Duta Internet Baik maka tema yang disajikan kali ini cukup menarik. Pula sedang marak beberapa kegiatan yang memang meresahkan jelang pemilu kali ini.
perwakilan Polda DIY
Gaya pemilu zaman now seolah mengikuti zaman. Sangat jauh beda dengan zaman dulu. Begitu pun persaingan yang ada. Perpecahan umat seolah bisa terjadi kapan saja (bahkan menjerumus ke situ) hanya karena perbedaan politik. Sungguh ini sangat mengerikan.
Maka alangkah baiknya memang jika masyarakat khususnya generasi penerus terus diedukasi tentang nilai penting sebuah persatuan dan kesatuan. Perbedaan memang pastilah ada. Cukup cara pandangnya saja yang harus lebih arif.

Selain situasi jelang pemilu yang meresahkan, saat ini kita juga tidak hentinya disuguhi aneka pemandangan memuakkan dari para koruptor.
Babang Ganteng Zumi Zola yang kaya raya itu ternyata juga tidak bisa mengelak jika memang dia seorang koruptor.
Seperti penyakit menular, korupsi seolah menjalar dari satu ke yang lain. Siapa saja bisa terjangkit dengan hal ini.
Lagi-lagi sebagai pemuda zaman now yang terus berkembang, kita (saya) harus bisa membentengi diri dari hal-hal memuakkan tersebut.
Ir. Naba Aji Noloseputro M. Kom

Seperti yang disampaikan Bapak Ir. Naba Aji Noloseputro M. Kom selaku Direktur BSI, "Masalah korupsi yang paling penting dan utama bukan perkara operasi tangkap tangan melainkan balik lagi pencegahannya. Butuh komitmen kuat dari berbagai bidang termasuk anak bangsa (mahasiswa/i). Mulai dari pemberantasan ketidak jujuran dan peniadaan budaya menyontek."

Narasumber Kompeten Dalam Bidangnya

Dr. H. Abdullah Hehamahua

Acara seminar kali ini juga disertai bedah buku dari mantan penasehat KPK. Ceile KPK aja punya mantan dan penasehat.  
Judul bukunya adalah Jihad Memberantas Korupsi karya Bapak Dr. H. Abdullah Hehamahua (Mantan penasehat KPK). Ini adalah bedah buku kedua setelah sebelumnya pernah dibedah di Bandung.

Dr. Moch. Wahyudi
Seperti tahun sebelumnya, moderator acara tetang dipegang oleh Dr. Moch. Wahyudi, MM., M.Kom, M.Pd, CEH., CHFI. Selain gelarnya yang sering saya lupakan, ternyata saya juga kurang hafal wajah beliau meski sudah beberapa kali jumpa. Buktinya di lift saya enggak sadar diajak ngobrol dengan beliau.

Dr. Indra C. Uno

Ada juga Bapak Dr. Indra C. Uno selaku Ketua Umum Forum Akademisi Indonesia. Bapak Indra ini baru bagi saya. Pula saya kira baru kali ini saya mengikuti acara yang dilaksanakan bekerjasama dengan FAI (Forum Akademsi Indonesia). Meski terbilang orang baru bagi saya namun ternyata tidak bagi orang lain. Sebab bapak Indra ini merupakan kakak dari wakil gubernur Jakarta hari ini. Pantas nama belakang mereka sama.

Turut hadir pula Bapak Sudiman Said, MBA. selaku menteri ESDM periode 2014-2016 yang juga sebagai aktivis anti korupsi. Beliau hadir sebagai narasumber untuk memberi edukasi kepada peserta, bukan kampanye.

Waktu adalah Cinta

Perjalanan yang harus saya tempuh untuk sampai lokasi acara sekitar 1,5 jam. Acara dimulai pukul 08.00 pagi. Saya mruput agar tidak terlambat, pula demi menghormati pengundang. Saya menyukai hal-hal yang tepat waktu, sebab waktu itu adalah cinta yang sangat sayang untuk dihambur-hamburkan.

Beruntung jalan tidak terlalu macet dan saya datang tepat waktu; tepat sebelum acara dimulai. Setelah duduk sekitar lima menit, para narasumber dan pejabat BSI pula tamu VIP akhirnya masuk ruangan dan acara segera dimulai. Seperti tahun yang sudah-sudah, tari-tarian selamat datang menjadi pembuka yang menarik.



Love,
GadisAnggun

Indonesia Tuan Rumah ASIAN Para Games 2018

Asian Para Games 2018


Telah sejak puluhan tahun Indonesia terkenal dengan jagoan atletnya. Telah tercatat dalam sejarah bahwa Indonesia tak terkalahkan.

Kabar baik selanjutnya dari Indonesia, bahwa tahun depan sebuah perhelatan; pesta olahraga akan digelar di Indonesia tepatnya di Jakarta. Ini satu bukti bahwa Indonesia layak, siap dan aman.

Tidak banyak yang tahu jika di tahun 2017 Indonesia menjadi #juaraUmum ASEAN Para Games yang diadakan di Kuala Lumpur.
atlit Indonesia telah menunjukkan kehebatannya. 💪💪💪


Tahun depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah ASIAN Para Games 2018.
ini adalah Asian Para Games yang ketiga. Yang pertama tahun 2010 di Guangzhou, kedua di Incheon tahun 2014 dan ketiga Jakarta tahun 2018.

sebanyak 17 cabang olahraga akan dipertandingkan pada event kali ini.
Asian Para Games 2018 akan diikuti oleh 43 negara se-Asia. Memperebutkan 581 medali. dengan  lebih kurang 3.000 atlit.


Atlit yang main di Asian Para Games adalah teman teman dengan penyandang disabilitas. Paralimpian adalah sebutan untuk mereka.

Ini bukti bahwa berbeda bukan berarti tak berprestasi. Bukti bahwa beda juga bisa juara. Bukti bahwa kesempatan datang kepada siapa saja yang mau berusaha. 💪💪💪


Asian Para Games akan diadakan 6-13 Oktober 2018, berpusat di Jakarta.
Acara ini bisa dilihat untuk umum dengan syarat dan ketentuan.

Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah mau pun swasta.


Sebagai tuan rumah, mari kita ikut #DukungParaJuara di #asianparagames2018.
Mari menjadi tuan rumah yang ramah dan menyenangkan.
kita tunjukkan bahwa #IndonesiaSantun 😍😍😍

ASIAN PARA GAMES, the inspiring spirit and energy of Asia.
Info lanjut cek terus @ina2018apg

Duta Damai Mewarnai Indonesia


 Rabu (22/02) tim gabungan dari Pojok DutaDamaiAyog DutaDamai dan Komunitas Blogger Yogyakarta membuka kelas blogging bagi pemula. Acara ini diberi tajuik ‘Mewarnai Indonesia’. Acara ini diikuti lebih dari 20 peserta. Acara di adakan di Rumah Kreatif Yogyakarta, Sagan.
Panitia acara yang merupakan gabungan dari tim Duta Damai Yogyakarta sengaja membatasi peserta agar lebih serius dan fokus dalam kelas. 20 orang dirasa lebih dari cukup untuk mengajarkan hal baru kepada pemula. Acara berlangsung mulai dari pukul 9 pagi dan berakhir pukul 2 sore.
Anrtusias peserta bisa dilihat dengan banyaknya interaksi antara peserta dan pengajar, atau bisa dibilang teman sharing.
Lebih istimewa lagi karena acara ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat biasa pada umumnya namun juga menggandeng para penyandang difabel yang punya minat khusus pada dunia blogging.
Andhika salah satu peserta dari peyandang difabel sangat mengapresiasi acara ini dan berharap bulan depan bisa gabung lagi.
Rencana acara para Duta Damai ini akan berlanjut setiap sebulan sekali. (MIN)
Be Sociable, Share!

Menjadi bagian dari Duta Damai


Sekolah Tumbuh Sekolah Bagi Semua Kalangan



Sebuah pembatas buku dengan gambaran tangan penuh warna, mobil dari bekas botol minum dan miniatur bendera dari kertas warna menjadi hal menarik untuk saya dekati.
Serumpun bibit tanaman tertiup angin, hai, ini hijau bagus sekali.

“Ini dari kawan-kawan kami di Australia,” kata seorang kakak yang merupakan guru di SD 3.
“Ini balasan dari yang kami kirim juga. Jadi kami semacam sahabat pena. Kami saling bertukar karya.”


Saya selalu bahagia setiap bertemu dengan anak-anak kreatif dan pandai bicara (maksudnya bicara sopan).
Bahagia ketika kemarin teman dari Tirana Art Management mengabari bahwa akan ada pameran dari Sekolah Tumbuh. Bayanganku Sekolah Tumbuh itu semakin sekolah alam yang membebaskan anak-anaknya untuk eksplor alam. Saya sudah lama denger tentang Sekolah Tumbuh, namun belum pernah bersinggungan dengan mereka.

Hans On, Mind On, Heart On Jogja Educational Spirit, begitu kiranya tema yang diangkat dalam pameran Sekolah Tumbuh kali ini. Ini merupakan pameran 11 tahun Sekolah Tumbuh. Acaranya mulai dari tanggal 14-19 Februari 2017 di Jogja National Museum (JNM). Menarik.
Semakin menarik acara ini dibuka oleh GKR Hemas dan dihadiri pula KPH Wironegoro.
Masuk gratisss.

Saya datang agak sorean, di pintu masuk disambut dengan taman hidroponik yang merupakan kerajinan murid Sekolah Tumbuh. Habis ngisi buku tamu saya langsung masuk. Taraaa, sebuah tenda kemah warna kuning menyapa dengan mencolok. Ada kayu kayu semacam untuk api unggu. Di atasnya ada tulisan ‘pojok baca’, ih keren banget.

Acaranya banyak banget. Ada fashion show, pelayanan pojok konseling, pentas teatrikal, pemutaran film, pentas teatrikal puisi, workshop jumpuitan, workshop BTYL (Bio technology for young leatners): bookmart art from flower pygment, sewing workshop dan lain lain.
Di kanan kiri saya ada tulisan mengenai pernyataan KPH Wironegoro tentang sejarah Sekolah Tumbuh.

Ini sedikit cuplikan tulisan yang terpampang di depan:
....Kami menyimpulkan model pendidikan ‘bergaya’ Jogja yang memfasilitasi keberagaman kebutuhan anak yang unik, active learning, resource based, berbasis multikultur dan memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus di dalamnya yang disebut sebagai konsep inklusi.
Dilandasi ‘trust’ dan percaya bahwa Jogja dan Indonesia yang beragam, membutuhkan model pendidikan seperti ini. Kemudian kamu memutuskan, mari kita membuat Sekolah dasar. Intinya kami ‘nekat’ dan sudah bulat tekadnya untuk mendirikan sebuah Sekolah dasar yang akhirnya bernama Tumbuh. Tumbuh (yang bermakna kami ingin selalu tumbuh) di bawah naungan Yayasan Edukasi Anak Nusantara (YEAN) sebagai legalitias payung hukumnya.
......


Sekolah Tumbuh
Sekolah Tumbuh merupakan sekolah inklusi dan multikultural. Semua orang bisa sekolah tidak pandang bulu. Bahkan anak berkebutuhan khusus juga diterima.
Saya sempat bertemu juga dengan anak-anak keren ini di ruang potografi.

Sebagai sekolah inklusi dan multikultural sekolah ini hanya menampung 22 murid setiap kelas. Gurunya 2 dan ada 1 guru bayangan. Sekolah Tumbuh sudah punya banyak kampus.

SD Tumbuh 1
Jl. Am Sangaji No.48 Yogyakarta
Tlp/ fax; (0274) 557970

SD Tumbuh 2
Jl. Amri Yahya No.1 Gampingan Wirobrajan
Tlp (0274) 589680

SD Tumbuh 3
nDalem Mangkubumen KT III/264 Yogyakarta
tlp/ fax (0274) 384246

SD Tumbuh 4
Jl. KH. Ali Maksum Panggungharjo Sewon Bantul
Tlp. 082222206895

Tumbuh High Scholl
(SMP Nasional dan Internasional) (SMA Nasional)
Jl. KH. Ali Maksum Panggungharjo Sewon Bantul
Tlp. 085100390162



 INFORMASI
Sekolah Tumbuh 0822-2220-6895
Tirana Art Management 081-827-7073



Bertemu Sejarah UBER di Digitalk


Sesekali engkau butuh merasakan ketidakberdayaan dalam kesepian karena bisa jadi penderitaanmu hari ini kelak akan menjadi penawar mujarab untuk anak cucumu (Mini GK)

Meski orang Yogyakarta asli, maksudnya lahir besar dan menetap di Gunungkidul yang merupakan bagian dari DIY ternyata saya masih sering tersesat keliling kota.

Bukan sekali dua kali adegan tersesat itu berlangsung. Sudah sangat sering dan itu antara menjengkelkan dan menggelikan.

Baiklah saya kasih ilustrasi sedikit. Kemarin siang, Kamis (16/02) setelah malamnya bertanya pada teman tentang arah jalan lurus menuju FISIPOL UGM, saya dengan PD keliling kompleks UGM. Gedung fakultas yang saya cari ketemu setelah bertanya dengan mbak-mbak manis yang lewat.

Kebetulan hari itu UGM sedang padat merayap macem jalan menuju rumah mertua. Saya mencoba mencari tanda-tanda dimana kiranya acara Digitalk CFDS_UGM berlangsung. Keliling gedung fisipol, hasilnya nihil.

Saya coba ingat-ingat dimana harusnya berada. Ternyata di gedung BC. Well, saya sudah berada tepat di sana, namun ternyata selasar yang saya cari tidak ketemu. Saya harus minta bantuan lagi dan kali ini dibantu ibu chatering bersama mas-mas berkacamata yang sayangnya cukup menyita perhatian. *ini nggak penting diceritain jadi skip saja*

Singkatnya saya sampai di selasar yang dimaksud, yaitu tempat berlangsungnya Digitalk bersama UBER Indonesia.

Di depan lift, Kak Riskacang sudah menunggu saya dengan senyum manisnya (yang bisa jadi membuat diabetes bagi cowok-cowok yang melihatnya). Kak Riska selaku panitia lalu menunjukkan meja registrasi.

Sempat terjadi dialog;
“Sudah mulai, Kak?” tanya saya sambil membenarkan topi. Yoha saya pakai topi kesayangan.
“Belum. Sembilan empat lima baru mulai. Itu masih akustikan. Yuk.”
Sambil ngecek nama duo kakak (yang sangat micin sibuk luluran) saya menjawab, “okey. Aku cek nama temen dulu.”

Setelah registrasi selesai plus dapat nasi kotak, saya duduk di tikar. Yoman acaranya lesehan asyik gitu. Boleh makan sambil denger akustikan.
Tak lama kemudian acara intinya dimulai.
Jeder. Duh Gusti, pemateri, atau bintang utama dari UBER berdiri selemparan koin di hadapan saya. Postur tubuhnya beneran menggoda. *tapi demi keamanan pembaca blog ini maka akan saya skip bagian ini*

Sebaiknya saya perkenalkan dulu siapa bintang tamu dari UBER, beliau yaitu kakak tamvan #priaberkacama sebut saja namanya SATYA DJOJOSUGITO, biar asyik nanti saya akan menyebutnya Abang Satya. Beliau menjabat sebagai operasional manager di UBER regional Yogyakarta.
Abang Satya ini dulunya tinggal lama di San Fansisco, sekitar 4,5 atau 5,5 tahun gitu sayanya agak lupa. Kuliah sembari kerja. Idaman banget deh pokoknya. Beliau lalu bercerita tentang sejarah UBER.

ini tangannya sungguh terlalu

Yang jelas, Abang Satya ini  lama di San Fansisco, begitu balik ke Jakarta langsung disuruh pegang perusahaan. Bagian ini keren. Begitu di pindah ke Yogyakarta, baru juga beberapa bulan bahkan bahasa Jawa saja ngakunya belum cas-cus, eh ujungnya tetep jauh-jauh ke Yogya pada akhirnya hanya pepotoan dengan Mini GK. *mendadak saya merasa berdosa, merasa bersalah sudah membuat Abang berbahu kokoh ini sedikit terkontaminasi, namun begitu saya tidak keberatan disuruh mengulang lagi, eh*



SEJARAH UBER
Seperti quote yang saya suguhkan di awal, UBER dulunya lahir karena sebuah keadaan yang kurang mengasyikkan dari penderinya. Diceritakan pendirinya (maaf saya lupa nama) dulu tinggal di Amerika, lalu mengikuti acara di Prancis. Pada saat itu malam dan salju begitu lebat. Ia ingin menyetop taxi untuk mengantar ke penginapan. Malangnya tak ada satu pun taxi yang mau distop.
Saat itu juga ia (si pendiri UBER) dijatuhi ide dari Tuhan, “alangkah nyamannya jika sekali pencet ponsel langsung datang mobil jemputan”, atas ide jenius itulah maka muncul UBER sebuah alat transportasi yang bisa dipesan dengan sekali pencet tombol ponsel.

UBER sudah lama berdiri di luar negeri. Ia sudah hadir di semua benua melintasi sekitar 71 negara. Hampir 500sekian kota sedunia. Di Indonesia mulai berdiri pada akhir 2014. Dan hadir di Yogyakarta Desember 2016.
Di Indonesia, UBER sudah ada di beberapa kota yaitu; Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Malang. Kedepan akan merambah Kalimantan dan Sumatera.


UBER motor hanya ada di Indonesia. Itu karena menyesuaikan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Macam-macam pelayanan UBER:
1.      Uber X
2.      UberPool
3.      UberXL
4.      UberMotor
5.      UberBlack; semacam mobil esklusif
6.      UberTrip




Dua Jam Membahas Cerita Anak di Pacitan

Mini GK, Kepala Perpustakaan, Tim Divapress dan sebagian peserta

“Mbak Mini, ya?”

“Iya.”

“Ya ampun sekarang beda banget. Lebih feminim dari waktu pertama ke sini.”

Saya bisa apa jika orang berkomentar demikian tentang saya.
Apa dibilang, lebih feminim? Mungkin kawan saya satu itu sedang dalam kondisi bahagia atau justru sebaliknya, mabuk, sebab hanya dua kemungkinan itu seseorang bisa memuji saya dengan sebegitunya.

Hari ini untuk kedua kalinya saya mendaratkan diri di tanah kelahiran mantan presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang lagi ngetrend dengan kicauan twitternya mengenai “Bapak Presiden dan Kapolri bolehkah saya bertanya….”

Ah, sudahlah yang itu bukan jatah saya untuk membahasnya.
Saya tiba di Pacitan sekitar pukul Sembilan pagi. Itu juga setelah melewati medan macem offroad, ya sedikit gambaran saja jalan Yogyakarta ke Pacitan melewati Gunungkidul dan Wonogiri di tengahnya sedang ada perbaikan. Medannya cukup sulit ditembus bagi yang awam, untungnya kawan saya adalah pilot handal yang bisa mengatasi jalan itu dengan cukup saya menutup mata (baca: tidur). Perjalanan menarik dan penuh cerita meski tidak banyak orang yang berpapasan dengan rombongan saya. Maklum cuaca lebih menarik mengajak bobok disbanding harus menembus derasnya gelombang langit. Lagian ini hari Minggu, emang waktunya bobok dan bercengkrama dengan keluarga.
demi literasi kami harus tetap semangat

Tujuan saya kali ini dalah kantor Perpustakaan dan Arsip daerah (konon namanya sudah ganti, tapi saya lupa).
Kehadiran saya ditunggu untuk member materi tentang menulis cerita anak.

Saya dan cerita anak
Saya sedikit kaget sebab lupa dengan arahan Mas Indra sebelumnya. Padahal Mas Indra a.ka. Aconk sudah sempat bilang kalau hari ini saya akan mengisi kelas tema menulis cerita anak.
Okey baiklah. Jangan panik. Penulis dilarang panik dalam keadaan apapun. Tentang menulis cerita anak, bisalah dibahas, toh sebelumnya saya juga habis masuk kelas anak. Iya dong meski sudah bisa menulis tetap saja harus banyak belajar.

Awalnya saya ingin bercerita tentang novel anak, namun ternyata begitu berdiri di hadapan dua ratus lima puluh ribu pemirsa, pendirian saya berubah, lebih-lebih di sana banyak remaja (alias dedek gemes), jadilah saya membahas cara menulis novel. Teknik ini bisa dipakai untuk menulis novel apa pun, dewasa remaja mau pun anak.
Saya kira hadirin akan kecewa, nyatanya saya banyak dilempari coklat dan tepuk tangan. #tsah

Pertanyaan dari peserta
Rasanya tidak lengkap jika saya berdiri membawakan materi (yang sebenarnya biasa saja) tanpa ada pertanyaan.
Selalu saya menyisakan waktu untuk membuka pertanyaan; bahkan saya biasa menyisakan waktu panjang untuk sesi Tanya jawab. Jadi jika saya kena jatah ngisi acara dua jam (sudah dengan tanya jawab) maka saya akan batasi diri untuk ngoceh. Dua jam saya bagi; dua puluh sampai dua lima menit untuk ngoceh tiada tara sisanya yang panjang itu saya lempar ke pemirsa untuk dibagi-bagi dalam sesi tanya jawab.

Mengapa harus demikian?
Tidak ada alasan khusus, sih. Apa karena tanya jawab itu sakral? Apa karena Tanya jawab itu semacam sesi kencan singkat? Atau apa karena tanya jawab itu membutuhkan komitmen? *ini bahas apa cobak?*
Bukan. Bukan itu.
Saya menyengaja agar tanya jawab panjang tidak lain karena saya sering bingung mau menyampaikan materi apa. Dor!

Bukan maksudnya nggak punya bahan, melainkan saya sangat hati-hati. Iya kalau yang saya omongin ini diperlukan sama pendengar, kalau ternyata tidak, apakah itu namanya bukan sia-sia?
Jadi saya membuka kesempatan pada peserta untuk menanyakan apa yang mereka ingin tahu. Iyalah, kalau sudah tahu atau tidak ingin tahu kenapa pula saya harus membicarakannya. Yang ada nanti justru bertepuk sebelah tangan. Lebih sakit itu bicara namun lawan bicara kita tidak menikmati apa yang kita bicarakan. #Hello

panggung utama di Pesta Buku Murah Pacitan Divapress

Dan pertanyaan pun muncul kemudian dari para peserta. Anehnya seperti biasanya, pertanyaan peserta itu sudah lebih dulu saya tahu jawabannya disbanding pertanyaannya. Ralat: sebelum pertanyaan diajukan saya sudah tahu jawabannya. Ralat 2: pertanyaan peserta rata-rata hampir sama dengan pertanyaan yang sering saya terima dari peserta di tempat lain dan saya menjawabnya seperti biasanya.

“Bolehkah saya bertanya kenapa Kak Mini masih sendirin sampai hari ini?”
Jelas bukan ini pertanyaan yang dilontarkan peserta. Meski saya yakin ada juga yang sebenarnya ingin bertanya hal ini. Sebab saya tahu di sana ada #priaberkacama.

“Bagaimana cara untuk menjaga mood? Bagaimana juga agar saya bisa menulis padahal setiap hari sibuk sekolah adan ekstra sampai-sampai tak ada waktu untuk sekedar menulis pesan pendek.”
Pertanyaannya syahdu setelah mengalami editan dari tangan saya.

Pertanyaan itu sering muncul. Dan apa jawaban saya:
“Musuh terbesar penulis (mau pun yang lain) adalah diri sendiri. Kemalasan tercipta bukan tanpa sebab. Semua karena kita mengizinkannya. Jadi, satu pertanyaan untuk kalian renungkan: pilih menulis satu novel namun tuntas dan terbit atau memilih menulis seribu novel namun hanya setengah jalan dan tidak terbit selama-lamanya?”
Peserta mengangguk dengan kyusuk. Saya menyeringai (karena kalau tersenyum hamper mirip menyeringai)

“Kalau sudah niat maka kembali ke niat. Tuntaskan apa yang sudah kalian mulai. Hajar kemalasan yang merongrong jiwa raga kalian. Jatuh cintalah dengan yang kalian cita-citakan maka dengan begitu kalian akan memperjuangkannya.”
Hadirin mengeluarkan tissue. Menghapus titik titik di bawah mata. Bukan air mata namun keringat. Cuaca memang sedang asyik mempermainkan keadaan. Kalau hadirin bisa memakai tissue apalah saya yang berdiri di depan dengan keringat yang tak kalah hebohnya namun tetap harus tampil meyakinkan.

“Jangan khawatir, jika lelah maka istirahatlah. Pergilan bermain. Piknik. Hirup kebebasan. Jangan melulu di depan laptop. Beri kesejukan untuk mata dan segenap tubuhmu. Jangan kau biarkan ia merana demi ambisimu.”
Jeda sejenak.

“Maka dari itu penulis butuh outline. Kerangka cerita agar jika ditinggal sewaktu-waktu kelak bisa pulang dengan jalan yang benar.”
Terbit senyum. Seorang peserta meneriakkan nama saya; Kak Mini ai laf yu.

“Dan jika kalian merasa tidak punya waktu untuk menulis, mari saya ajarkan rumus matematika.”
Menahan keringat yang semakin deras.

“Kita memiliki mengantongi waktu dalam jumlah sama. Duwa puluh empat jam sehari. Maka anggaplah delapan jam habis dipakai di sekolah/ kerja. Duwa jam diperjalanan. Sisa empat belas jam. Untuk tidur habis enam jam. Sisa delapan jam. Bayangkan delapan jam sisa waktu kita. Anggap saja ini waktu untuk lain-lain. Maka curilah waktu lain-lain itu barang duwa jam atau sejam untuk menulis.” Saya menjeda sejenak. “Sejam dalam sehari untuk menulis. Saya rasa bisa.”
Si penanya sepertinya tercerahkan. Wajahnya yang tadi membiru berubah ke kuning. (entah apa penyebabnya)

“Hitungan matematika lagi. Novel kita ambil satu novel 200 halaman. Buatlah novel itu menjadi 20 bab. Maka perbab minimal harus 10 halaman. 10 halaman bisa dikerjakan berapa hari? Anggap saja sehari nulis dua halaman, berarti 10 halaman bisa dikerjakan lima hari. Lima hari untuk satu bab. Maka untuk 20 bab butuh waktu 100 hari atau kurang lebih tiga bulan sepuluh hari. Nah itu bisa kamu ambil sejam dari 24 jam yang kamu miliki setiap harinya. Dalam empat bulan kamu bisa punya satu novel.”

Ruangan yang tak lebih lebar dari lapangan bola itu mendadak hening. Semua pasang mata tertuju pada saya. Saya jadi kering, soalnya haus belum minum ditambah panas dan ngoceh tiada henti.
Maka sebelum peserta sadar saya langsung bilang, “Apakah jawaban saya membantu? Semoga membantu. Dan selamat menikmati dua lembar tulisan perhari. Saya tunggu naskah kalian.”

Saya mundur dan mengembalikan waktu pada moderator. Setelahnya saya hanya mengusap keringat dengan tissue. Sesekali saya lihat hadirin masih sering menatap saya meski dari kejauhan. Saya bisa apa selain melempar senyum sebab melempar koin saya tak ada.

Pacitan, dua jam saya membersamai adik-adik di sana.
Kehadiran saya untuk memeriahkan ulang tahun Pacitan.
Saya bangga ternyata saya dan Pacitan punya kesamaan, sama-sama lahir di bulan Februari. Bulan penuh keromantisan.
Semoga lain kali bisa dating lagi ke Pacitan dengan semangat dan kebahagian yang semakin berlimpah. [MIN]


Agenda di Pacitan, Minggu 12/02/2017