Showing posts with label Cantik. Show all posts

Cantik Berkat Treatment Babies Glow

 Cantik Butuh Modal

Sudah 2022, sudah sampai mana resolusinya? Kalau saya mah masih seperti tahun kemarin dan tahun-tahun sebelumnya: pokoknya ingin selalu tampil cantik, anggun, memesona, sehat tanpa perlu merepotkan orang lain? Waks, repot ya? Ya emang repot. Siapa bilang jadi perempuan gampang?

Babies glow

Cantik butuh modal, guys. Ini sudah tidak terbantahkan. Ya modal cuan, modal waktu, tenaga dan banyak hal lainnya. Intinya ingin cantik harus berani ribet. Kalau ingin cantik tapi instan, wah bahaya ini. Sudah tahun 2022 tapi masih ada yang mendefiniskan cantik sama dengan putih. No. It’s not dreams.

Ngeri kalau bilang cantik sama dengan putih. Bagi saya, definisi cantik itu ya sehat, bersih, segar dan tanpa bahan pengawet (yaelah). Kalau wajah jerawatan apa masih disebut sehat? Ya tergantung dong jerawatnya seperti apa. Kalau saya emang tipe orang yang sering kedatangan jerawat bulanan alias jerawat karena hormon. Menurut saya wajar jika hal demikian terjadi pada perempuan usia produktif. Yang jadi masalah itu kalau ada jerawat meradang dan bikin sakit atau rasanya gak enak. Ini nih butuh konsultasi ke dokter.

Klinik Kecantikan di Jogja

Ada banyak klinik kecantikan di Jogja yang bisa kita datangi untuk konsultasi terkait kecantikan. Tapi meski begitu harus pandai-pandai pilih klinik kecantikan. Jangan asal tergiur harga, promo, atau hasil instan. Sering-sering baca review dan lihat produknya biar gak salah alamat.

Klinik kecantikan bukan sebuah hal yang baru. Hampir setiap perempuan pastilah mengidamkan perawatan maksimal di sebuah klinik kecantikan. Saya pun demikian. Inginnya sih sering-sering ke klinik kecantikan untuk konsultasi masalah kulit wajah, sayangnya rumah saya jauh dari pusat kota. Hiks. Kalau ada yang bilang klinik kecantikan itu sesuatu yang sia-sia atau cuma buang-buang duit, mending abaikan aja. Biasanya yang demikian itu karena tidak pernah memanfaatkan jasa klinik kecantikan atau bahkan kurang bisa menghargai produk jasa.

Padahal mah kalau ada klinik kecantikan di Jogja yang murah, terjangkau, bagus, pelayanan ramah, dokter keren dan lokasi kece: ya udah sih cuss. Seperti saya yang belum lama ini nyobain perawatan di Klinik Kecantikan Babies Glow. 

Babies Glow Treatment

Sebagai perempuan yang mencintai kecantikan, senang sekali waktu ada kabar tempat treatment baru. Sebenarnya babies glow ini klinik kecantikan yang sudah agak lama berdiri. Saya aja yang katrok baru tahu. Lokasinya ada di dua tempat, jalan Kaliurang dan Demangan Jl. Solo depan  hotel Mercure.

Lokasi saya lebih dekat ke Babies Glow jalan Solo, maka mampirlah saya kemari.

Kalau ada yang bilang kesan pertama begitu berarti, ya saya mendapatkan itu di klinik ini. Dari luar mungkin tampak mungil dan biasa saja layaknya klinik atau ruko pada umumnya. Pas masuk dong, baru berasa kalau itu beneran klinik kecantikan. Buka pintu langsung ketemu bagian informasi sekaligus tempat untuk reservasi. Mbak-mbak yang jaga juga ramah-ramah. Waktu saya datang kebetulan enggak banyak antrean jadi cepat.

Ruangannya memang kecil tapi cukupan menurut saya. Ada dua lantai. Lantai dasar untuk reservasi dan konsultasi dokter sekaligus ruang tunggu. Bagian atas untuk treatment. Banyak bad dan alat-alat modern. Aman.

Selesai daftar, nunggu sebentar lalu ketemu dengan dokternya. Nah ini nih yang bikin senang kalau ke klinik kecantikan ketemu dokter jadi bisa konsultasi. Selama ini saya mengira kalau jenis kulit wajah saya itu berminyak, eh tahunya dari hasil pemeriksaan itu ada cenderung ke kering.

Oh iya dokternya bernama Dokter Tiara. Cantik dan cekatan, membuat saya yang sering ragu jadi yakin. Dokter Tiara ini dokter spesialis kulit jadi paham benar apa yang kulit kita butuhkan. Karena waktu itu adalah kunjungan saya yang pertama, Dokter Tiara lebih bertanya treatment apa yang selama ini saya pakai. Saya jelaskan dong apa saja yang sudah pernah kulit lalui sampai hari itu. Cuma sebentar saja konsultasinya. Dokter menyarankan saya untuk infus whitening (atau infus apa lupa namanya). Tapi saya menolak, tepatnya saya masih belum siap kalau harus menjalankan treatment yang pakai infus-infus. Padahal dalam hati berharap banget.

Babies Face Peeling

Karena enggan untuk infus, dokter menyarankan untuk peeling. Nah kalau yang ini saya suka. Udah beberapa kali ikut peeling, jadinya berani nyobain. Peeling ini berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati. Jadi wajah yang sebelumnya macem kulit badak itu akan mendapat perawatan terus ada pengelupasan kulit (ini aman kok) baru sesudahnya akan tampak bersih.


 Sebenarnya peeling ini bisa sering-sering. Selama merasa kulit sudah macem ketumpuk macem-macem, boleh lakukan pengangkatan kotoran yang menempel.

Macam-macam peeling di babies glow:

-          Youthful peel, yaitu peeling glowing untuk kulit berminyak

-          Ligthening glow peel, peeling glowing untuk semua jenis kulit, bekas jerawat dan kusm

-          White moist peel, peeling glowing untuk kulit kering

-          By acne peel, ini perawatan peeling untuk kulit berjerawat

-          Milk white flawless peel ini cocok untuk segala jenis kulit dengan efek minim pengelupasan atau pengelupasan dengan klembut

-          Beauty eye peeling. Cocok buat yang punya kantong mata macem mata panda, biar samar bisa coba treatment ini lho.

 

Selama treatment enak sih. Mbak-mbak terapisnya asyik banget. Cekatan dan enggak pelit obrolan. Bahkan kasih tahu juga treatment apa saja yang sebaiknya saya ambil lain kali. Pula berkabar apa saja yang lagi diskonan. Ya lumayanlah untuk wajah glowing di tahun baru.

Selain peeling masih banyak kok treatmen lainnya, misalnya flek treatmen, perawatan untuk kulit berjerawat, facial juga untuk perawatan bibir.

Oh iya, selain ada treatment perawatan kulit, di babies glow juga menawarkan untuk krim pagi dan malam juga beberapa rangkaian produk perawatan kulit. Ya karena saya tertarik, besok-besok saya akan balik lagi.

Selama treatment jika ada yang nunggu, juga ada coffe break. Ada minuman dan cemilan ringan yang bisa kamu icip-icip saat nunggu giliran treatment.

Nanti kalau kamu ke sini, kabar-kabar ya. Siapa tahu kita bisa barengan.

Wajah Cantik Bareng Scarlett

 

Edukasi Kulit Sehat

Apa sih yang ada di benak kamu saat dengar kata cantik? Apakah harus putih mulus? Apakah wajah cantik selalu identik dengan mahal? Atau apakah cantik itu cukup dengan bebas masalah kulit wajah?

Nyatanya hampir semua orang pernah mengalami masalah di kulit wajah. Mulai dari yang merasa kusam, berminyak, jerawat (yang datang bulanan), komedo, pori-pori besar atau bahkan kasus yang lebih parah.

Saya termasuk orang yang pernah mengalami banyak masalah kulit wajah bahkan sampai hari ini. Di kasus saya, masalah kulit wajah terjadi karena kurangnya akan edukasi kesehatan kulit. Saya bukan tipe orang yang repot mau cari tahu tentang cara merawat diri, itu dulu.

Tapi setelah banyak menyimak kelas kecantikan dan baca banyak buku perkara kesehatan kulit, saya jadi sadar dan moveon pada masa lalu yang kusam dan berminyak. Agak telat karena di usia lebih dari seperempat abad baru menyadari pentingnya menutrisi dan membersihkan kulit. Tapi ya sudah tidak apa-apa, meski terlambat asal telaten katanya hasil tidak akan mengkhianati usaha. Maka mari kita rajin-rajin menjaga kulit wajah.

Rangkaian Perawatan Kulit

Cara paling umum dan praktis dalam menjaga kulit wajah bisa berawal dari kebiasaan mencuci wajah dan membersihkan wajah sebelum tidur. Bagi orang yang menggilai make-up, pembersihan wajah adalah hal nomer satu yang tidak boleh terlewatkan. Sekali lengah, jerawat dan komedo akan dengan senang hati bertandang.

Saya tinggal di lingkungan dengan orang yang masih awam tentang perawatan kulit. Bahkan ada sebagian teman yang enggak paham produk-produk apa yang harusnya ada untuk perawatan. Yang ada justru mereka berpikir kalau perawatan itu auto ke salon atau klinik kecantikan. Sudah pasti dong, pikirannya akan kekuras ke biaya.

Padahal enggak harus ke klinik kok untuk tahu produk bagus.

Produk Perawatan Wajah dari Scarlett

Saat ini saya malah lagi mencoba produk perawatan wajah dari Scarlett. Pertama kali tahu produk ini dari teman kampus yang ingin nyobain. Kalau teman penasaran dengan hasilnya, saya justru penasaran dengan kandungannya. Maklum, saya termasuk jenis orang yang tidak mudah luluh dengan rayuan marketing. Produk sebagus dan semahal apa pun kalau gak cocok ya sama saja.

Dari info yang saya dapat, produk scarlett ini aman karena sudah ada nomer registrasi dari BPOM. Ngeri kalau menemukan produk perawatan tapi gak ada izin edarnya.

Saya juga makin yakin mengaplikasikan scarlett setelah tahu


kalau produk ini bebas merkuri dan hydroquinon. Ada dua produk perawatan wajah dari scarlett yaitu brrightly series dan acne.


Saya sedang dalam pemakaian rangkain Brightly series: mulai dari facial wash, toner, serum juga krim siang dan malam. Produk ini saya coba bukan karena ingin tampil lebih putih glowing. Tapi lebih kepada untuk melembabkan kulit. Jenis kulit saya memang butuh rangkaian produk yang berfungsi untuk melembabkan sekaligus menjaga elasitas kulit.

Di wajah juga ada noda bekas jerawat, pakai serum dari scarlett harapannya bisa mengurangi bekas noda tersebut.

Aroma yang ada cukup menenangkan. Yes, yang kenal saya pasti tahu kalau saya ini agak parno dengan bau-bauan. Suka gak cocok dengan sembarang aroma. Untunglah, scarlett ini aman dan nyaman di hidung.

·         Brightening facial wash

Perawatan wajah yang paling simpel dan awal adalah cuci muka. Mencuci wajah dengan facial wash yang mengandung vitamin E, aloe vera, glutathione bagus untuk mengembalikan kesegaran kulit. Memberikan efek segar. Apalagi kalau habis rutinitas di luar ruangan.

Aloe vera atau kandungan lidah buaya dalam facial wash akan membantu mengatasi kemerahan yang ada di wajah. Jika rutin akan membuat kulit lebih elastis dan tentu saja bersih. Kebayang dong seharian wajah kita terpapar apa saja, maka cuci muka sangat-sangat wajib.

·         Brigthly essence toner

Saya pecinta toner. Kulit kalau sudah ketemu toner rasanya adem dan kenyal. Enggak lagi buluk. Toner dari scarlett mengandung vitamin C juga glutathione yang fungsi utamanya untuk memproduksi kolagen dan mencerahkan kulit. Ingat ya, kulit sehat itu bukan putih tapi cerah. Jika memandangnya akan tampak segar.

Ada juga mengandung jeju propolis extract yang memberi efek kulit terasa halus dan kenyal. Kalau rutin memakainya akan tampak kok perbedaannya.

Klaim dari toner ini juga bisa membantu pori-pori agar lebih rileks. Saya punya sedikit problem dengan pori-pori besar, semoga dengan rutin pakai toner ini akan pelan-pelan teratasi. Yes, saya sabar. Kalau instan tidak jelas tidak mungkin.

·         Brightly ever after serum

Hai, ini pertama kali saya memakai serum. Astaga, 2021 udah mau berlalu tapi baru kenal serum?? Yes. Bukan baru kenal, tapi emang pemilih. Dan pilihan jatuh ke brightly ever after serum, yang ternyata harganya gak bikin kantong menangis.

Kulit saya termasuk golongan kulit normal, jadi yakin-yakin saja pakai serum ini.

Serum ini menjadi pilihan utama untuk proses menyamarkan noda-noda bekas jerawat. Kalau ternyata kulit jadi lebih lembab dan elastis, itu bonus yang sangat saya harapkan.

·         Brightly ever after cream day and night

Dua krim andalah gadis di mana pun. Dengan pemakaian teratur dan sesuai takaran, kedua krim ini akan membantu mengatasi masalah di wajah. Saya belum bisa cerita banyak, soalnya baru dua mingguan pakai. Nanti saya tulis lagi deh pengalamannya. Yang pasti dengan rangkaian sebanyak ini, kulit saya lebih enak bawaannya. Saya juga makin happy.

Sejak rajin pakai dua krim ini, saya semakin semangat senyum di depan cermin. Itu manambah semangat di pagi hari dan membuat rileks saat tidur malam.

Bagi yang ingin coba, boleh banget. Jangan lupa untuk kasih pijatan-pijatan ringan saat pemakaian untuk membantu memperlancar sirkulasi darah sekaligus merawat kekencangan kulit wajah.

Wajah Cantik Meningkatkan Percaya Diri 

Punya wajah cantik itu hak semua orang. Perempuan mana pun akan merasa semakin percaya diri jika dirinya cantik. Masalahnya, ternyata enggak semua orang paham definisi atau makna dari cantik.

Kalau saran saya, mending jangan pernah menilai diri sendiri dengan perbandingan orang lain. Cukup kita memahami siapa kita, apa kelebihan dan kekurangan kita, sudah cukup untuk bekal menjadi cantik.

Jika ada masalah wajah, jangan takut untuk konsultasi ke ahlinya. Atau bisa coba perawatan seperti yang saya coba.

Take care, salam cantik

Luv,

Gadis Anggun


Scarlett Bodycare Teman Sepanjang Hari

 Menjadi Perempuan Mandiri

Perkenalan saya dengan rangkaian scarleet bodycare adalah saat sepupu pulang dari Semarang. Sekitar tengah tahun kemarin. Waktu itu weekend dan tiba-tiba dia ngajakin beli produk ini. Sayangnya waktu sampai di toko khusus kosmetik, produknya kosong. Dari situ tampak kalau sepupu kecewa. Saya jadi mikir seberapa keren produk scarlett bodycare?



Secara saya tidak punya bodycare yang khusus untuk dipakai sehari-hari. Biasanya beli yang ada dan perlu saja. bukan yang harus merk tertentu. Emang agak beda sama sepupu.

Karena nunggu di toko juga akan lama maka saya saranin untuk beli online ke market place resmi. Sepupu setuju dan ngajakin saya untuk ikutan nyoba. Saya pikir boleh juga, biar sekalian ongkos kirimnya bisa bareng. Eh ternyata malah sepupu bayar semuanya termasuk lation yang aku ingin. Ya senang dong. Apalagi pas dompet lagi kering, eh malah dapat traktiran.

Memang benar kata orang, jadi perempuan itu harus mandiri. Mandiri finansial terutama. Karena dengan mandiri, kita tidak perlu bergantung pada orang lain. Justru sebaliknya, bisa berbagi.

Yuk ah kencengin ngulinya biar bisa beli banyak bodycare sekalian bisa bagi-bagi ke yang lain.

Varian Baru dari Scarlett Bodycare

Awalnya coba-coba, siapa sangka cocok.



Sejak saat itu saya semakin mengenal rangkaian bodycare dari scarlett. Ternyata tidak hanya body lotion tapi ada juga body scrub dan shower scrub juga. Bulan ini saya baru saja nyobain body lotion varian jolly, shower scrub coffee dan juga body scrub coffee.

Dengan uang 75.000 bisa dapat body scrub ukuran 250 ml. Kulit tubuhku itu semacam kulit badak. Itu karena sering aktivitas di luar rumah plus naik motor jadi perlu banget scrubbing. Punya tangan dan kaki dekil itu agak mengerikan saudara-saudara.

Scrubbing penting untuk menjaga kewarasan sel-sel kulit. Siapa sih yang enggak tertarik punya kulit mulus? Saya biasa scrubbing sekali sampai dua kali dalam seminggu atau pas luang. Kadang juga kelupaan dan itu bencana. Karena daki-daki udah menumpuk macem padang pasir.



Body scrub coffee dari scarlett ini mengandung glutathione dan vitamin E yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit badak mati. Juga membantu tubuh jadi rileks. Ini penting. Acara scrubbing bisa jadi moment me time yang nagih.

Selain body scrub, kemarin sekalian ambil shower scrub coffee karena ini produk baru dari scarlett. Biar sekalian gitu sama dengan body scrubnya. Suka banget aroma kopi. Meski bukan pecinta kopi, tapi selalu tertarik dengan kopi. Saya suka cium-cium tangan yang habis kena scrub aroma kopi. Bisa awet.



Saking senangnya dengan produk ini, saya sampai cari tahu kandungan dalam scrub, ternyata ada mengandung collagen. Setahu saya collagen itu fungsinya untuk meregenerasi kulit. Berangkat atau pulang kerja langsung mandi pakai shower scrub coffee, enak, langsung seger. Rileks.



Satu botol shower crub ukuran 300 ml harganya juga 75K. Murah itu kalau lihat dari komposisinya. Botolnya lucu macem botol minuman. Sekilas mirip banget sama botol madu. Botolnya bening dan bisa kelihatan isinya. Jadi bisa tahu berapa banyak sisa dalam botol tersebut.

Pakai sedikit saja busanya sudah banyak. Bisa untuk segaja jenis kulit. Klaimnya konon bisa menjaga kelembaban sekaligus menghaluskan kulit rasanya benar. Saya membuktikannya. Cocok dan baik untuk pemakaian setiap hari.

Buat yang suka pilih-pilih aroma, mungkin bisa coba ini.

Scarlett  Teman Segala Cuaca

Alasan kenapa sampai sekarang masih pakai rangkaian scarlett bodycare karena produk ini sudah dapat izin dari BPOM. Tahu sendirikan kalau produk belum berizin gimana ngerinya. Jadi saat tahu kalau produknya sudah berizin, jadi tenang dan enggak worry lagi saat memakainya.

Sebagai pecinta kucing, senang juga produk ini bebas dari animals tested. Dari dulu enggak mau pakai rangkaian produk skincare atau makeup yang memakai hewan sebagai bahan percobaannya. Kasihan. Pilih-pilih itu sesuatu yang wajib bagi saya.

Selain BPOM, harus juga halal dong. Harga terjangkau dan halal, ya itu yang banyak orang cari termasuk saya. Makin love deh sama produk scarlett.

Alasan selanjutnya karena wanginya enak. Bukan yang wangi nyegrak di hidung, tapi cukup soft dan lembut. Saya seneng pakai lotion varian jolly. Warnanya pink. Botolnya emang ukuran gede, 300 ml, tapi bisa buat hemat. Kalau mau bawa buat pergi-pergi cukup pindahkan ke tempat yang kecil-kecil. Bisa taruh di tas, di loker atau di meja kantor. Senang sih, harganya enggak terlalu mahal tapi dapatnya banyak. Bukan murahan tapi terjangkau.



Tutup botolnya jenis pum gitu, jadi tinggal tekan dikit bakal keluar lotionnya.

Bagi yang sering kena AC, lotion ini penyelamat. Biar kulit enggak kering macem kanebo. Teksturnya emang sekilas agak padat tapi ringan kalau udah oles-oles ke kulit. Saya selalu kesulitan menghabiskan lotion karena banyak produk body lotion lengket. Untung scarlett ini enggak.

Pengaplikasiannya juga mudah, pakai aja seperti lotion pada umumnya. Bisa juga dipakai sering-sering sesuai dengan kebutuhan kulit. Saya memakainya setiap habis sholat atas pas siang hari biar menambah mood boster.

luv, Gadis Anggun


Perkara Mandi Parfum Hingga Memilih Jodoh

Sebagai Gadis Anggun lajang diusia mendekati kepala tiga, rasanya banyak banget yang memandang kasihan kepada saya. Dari tatapan dan ucapan orang-orang di sekitar, bisa disimpulkan bahwa mereka menganggap keadaan saya begitu menyedihkan. Seolah saya ini makhluk yang kurang kasih dan sayang.

Tidak jarang nasehat (baik yang diucapkan secara santun mau pun terkesan menghakimi) sering datang menghampiri. Rasanya ada saja yang bisa mereka omongkan tentang saya.

Saya yang kesepian. Saya yang tidak punya teman. Saya yang introver. Saya yang sangat nelangsa. Saya yang terpuruk. Saya yang tidak bahagia. Saya yang belum bisa membahagiakan orangtua. Saya yang menua tanpa pendamping. Saya yang dibilang tidak laku. (Mendadak ingin jualan sesuatu).

Bukan hanya kaum old, mereka yang seumuran dengan saya rajin sekali bertanya. Mengorek segala macam hal. Mending kalau sekali dijawab udah, lha ini semacam kejar-kejaran.
Udah melebihi wartawan saja. Padahal wartawan yang selama ini mewawancarai saya biasa aja gak pernah tanya kapan saya bakal nikah. Ehe

Oh, baik lah. Masih banyak yang lain lagi. Saya tidak dan kadang bertanya apakan ini  ujian atau candaan yang dikirim Tuhan agar saya selalu bisa tertawa sekaligus berjuang menghadapi suara-suara dari kanan kiri?

Apa pun judulnya, saya  mencoba terbiasa dengan situasi ini. Bahkan lebih dari itu, saya mulai menikmatinya. Seolah sedang menikmati  gelato di siang nan terik.

Usia saya sudah bukan masanya usia emosian. Bukan pula usia galauan. Bagaimana nasibnya saya kalau sebentar-sebentar galauan? Padahal hampir setiap hari ada saja 'tatapan kasihan' untuk saya.

Belum lagi saya malas kalau harus muncul kerutan di wajah. Sia-sia dong rutinitas skin care dan mandi parfum yang tiap hari saya jalani. Oh tidak, saya tidak perlu mengeluarkan energi untuk menanggapi ocehan kanan kiri.


Dulu sekali memang saya sempat menargetkan diri untuk nikah di tahun 2020. Nyatanya di bulan ketiga tahun 2020 ini saya justru santai, jangankan mikirin nikah. Saya malah main-main dengan diri sendiri. Menantang diri sendiri untuk ini itu. Rasanya akan banyak hal yang kelak akan susah saya lakukan jika sudah menikah.

Lagian, di tahun ini saya kembali menjomblo dan masuk dalam barisan jomblo jomblo bahagia. Jadi pikiran untuk nikah segera tersingkir diganti dengan rencana rencana memanjakan diri sendiri. Mandi parfum, rebahan santuy, masak-masak, dan lirik sana sini. *Ampun ratjun memang

Bukan maksud abai dengan warning kepala tiga.  Saya hanya berkeyakinan kalau untuk mencintai orang lain maka pertama-tama yang harus dilakukan adalah mencintai diri sendiri dulu.

Orang-orang yang kenal saya lebih dari satu dekade akan beranggapan saya ini orangnya pemilih. Padahal sebenarnya tidak juga. Saya bukannya pemilih. Tapi saya ini sering banyak enggak cocoknya. *Apa sih kalimat ini membingungkan sekali.

Intinya, saya ini orangnya kelewat pasrah. Tidak banyak menuntut. Namun jika ada satu hal yang enggak saya suka, ambyar sudah semuanya. Kadang saya menganggap diri sendiri terlalu tega. Terlalu jahat.
Udah ketemu orang baik-baik sesuai kriteria, eh begitu tahu ada  satu saja kebiasaan yang enggak saya banget, langsung lambaikan tangan: bhay.
Semudah itu bilang 'enggak'.

Perkara Jodoh


Katanya, jodoh kita adalah cerminan dari diri kita.
Ya sudah maka saya harus mencintai diri sendiri agar pasangan saya nanti juga seorang yang juga mau mencintai dirinya sendiri.
Simpel! Atau ribet?

Orang-orang yang mencintai diri sendiri biasanya enggak akan mudah merusak diri sendiri pun menyakiti orang lain. (Mini GK 2020)

Penting tahu siapa calon kita sebelum beneran mengikat hubungan yang akan dijalani sepanjang sisa hidup ini.
Ditahap ini asli saya masih gelap abu-abu. Nyali pun masih kembang kempis. Hari ini hayuk, besoknya nanti-nanti. Emang iya ini anaknya susah keluar dari zona nyaman. Tolong jangan dicontoh!

Pernah saya ketemu orang, baik banget, tapi suatu hari saya putuskan kalau orang ini enggak cocok dengan saya usai jamuan makan malam. Why? Kenapa bisa? Saat makan malam itu saya baru tahu kalau dia suka menyisakan makanan. Ini enggak benar. Ini enggak cocok buat saya.

Saya sangat mencintai makanan, maksudnya jika ada makanan di piring maka saya akan berusaha menghabiskannya.
Saya bukan orang yang berlebihan dalam makan pun dalam belanja. Selain karena hemat juga karena ingat gimana rasanya zaman pernah kelaparan. Susahnya ampun. Maka kalau sekarang bisa makan, yuk makan dengan bijak.
Gaya hedon, big no.

Saya juga tidak cocok dengan orang yang makannya berantakan. YaLord, beneran lihat orang dewasa makan dengan berantakan itu bikin stress. Okelah kalau makan sendiri di rumah sendiri tanpa orang lain. Kalau di tempat umum? Ah, tidak. Saya tidak cocok.

Daripada saya mengerutkan kening setiap hari, mending sudahi saja yang belum terlampau jauh.
Lebih damai dan nyaman.

Bagaimana dengan perokok?
Saya tidak pernah cocok dengan asap rokok. Gak ada zamannya bisa temenan sama satu ini. So, meski setampan apa pun laki-laki di depan saya, jika dia ketahuan hobi merokok, auto mundur alon-alon.

Saya baru akan sedikit merespon jika ada orang yang gaya komunikasinya asyik. Jika ngobrol bisa meluas sampai mana-mana pula tidak suka menghakimi. Saya tidak butuh orang yang sok jenius sok pinter sok maha tahu. Tapi butuh orang yang bisa mempertanggungjawabkan apa yang sudah diucapkannya.

Katanya dari mata turun ke hati. Okelah, jujur penampilan fisik kadang masih jadi hal pertama yang saya lihat. Ya iyalah, mana bisa menilai kadar keimanan seseorang padahal baru sekali jumpa. Udah pastilah fisik yang mudah diindera.
Bukan perkara dia glowing atau tinggi menjulang bak oppa-oppa Korea atau macem Orlando Bloom. Bukan, bukan yang gituan. Meski kalaupun ada yang gituan, bolehlah.

Fisik di sini lebih ke dia yang mencerahkan mata. Yang nyenengin dipandang. Enggak butek.
Punya tampilan yang rapi. 
Saking saya sukanya sama laki-laki rapi, sampai saya juga ikut-ikutan merapikan diri sendiri dulu. Malu oe kalau ketemu laki-laki rapi tapi sebagai Gadis Anggun malah saya terlihat semrawut.
Tolong dicatat, rapi yes, bukan glamor atau penuh dengan branded.

Penting juga laki-laki itu harum. Saya akan auto males kalau ketemu sama orang yang apek (baukkk). Hidung pesek ini terlalu sensitif untuk aroma-aroma.
Wangi bukan berarti harus guyur parfum sebotol juga, yes. *Saya pernah ketemu laki yang beginian, sungguh diluar ekspektasi

Yang standar kualitas super saja. Gak bau ketek. Rajin sampoan. Pakai parfum.
Nah demi mendapat someone yang demikian, maka saya mendukung diri dengan macak demikian adanya.
Saya juga haruslah wangi.
Kadar cinta saya  pada diri sendiri akan naik saat tubuh dalam keadaan wangi harum semerbak.

Saya sampoan minimal dua hari sekali. Mandi harus, meski kadang males parah.
Iya oe, demi dapat jodoh yang wangi saya harus rela pula mandi sering-sering.

Tapi kata teman, kalau sudah masuk kamar mandi maka saya akan lama keluarnya.
Ya gimana ya, mandi itu memulainya memang susah tapi kalau sudah nyentuh air maka akan susah buat udahan.
Demi menunjang keharuman paripurna saya stok body wash yang cocok.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash adalah satu merek body wash yang harumnya cocok untuk saya. Aromanya menenangkan dan enggak norak. Bagai mandi parfum jika sudah menyentuh lembut sabunnya.
Saya koleksi tiga jenis Vitalia body wash;
1. White Glow (Skin brightening) dengan kandungan Licorice dan Susu membantu mencerahkan kulit.
2. Fresh Dazzle (Skin refreshing) dengan kandungan Jeruk Yuzu dan Teh Hijau memberikan kesegaran saat mandi dan membuat mood lebih baik.
3. Soft Beauty (Skin nourishing) dengan kandungan Alpukat dan Vitamin E membantu menutrisi kulit dan menjadikannya lembap.

Sebenarnya saya sudah lama berhenti memakai sabun pabrikan. Itu karena salah satu teman mencoba produksi sabun sendiri. Saya lihat mulai dari cari bahan dan alat (termasuk beli susu) sampai pembuatannya. Jadi saya aman pakai sabun darinya.
Kasusnya beda lagi dengan Vitalis ini. Packaging cute. Botolnya tidak yang gede banget jadi bisa dipakai kalau mau jalan-jalan. Pula bukan botol kecil banget yang mulai saya hindari.

Pilihan mencoba mandi parfum dengan Vitalis tentu saja karena aroma. Saya suka wanginya. Hidung saya mudah luluh kalau ketemu aroma yang asyik. Dan auto ngomel kalau ketemu bau tak sedap.
Saat menyentuh kulit, sabunnya begitu lembut. Ada sensasinya saat dibalurkan ke kulit lalu dipijat sebelum diusap dan dibilas.
Ya semenarik ini ritual mandi saya, wajar kalau sering lama sampai membuat teman senewen.
Gak ada ceritanya mandi kok cuma lima menit. Ya mending gak usah mandi.
Lima menit itu cuma cukup buat cuci muka sama tuang sabun doang.

Selain wangi Saya juga akan merasa cocok dengan laki-laki penyuka buku.  Saya bisa berlama-lama dekat dengan orang yang punya hobi baca dan suka dongeng. Meski suara saya tidak terlalu seksi, tapi saya suka mendongeng. Jadi akan satu rasa jika ketemu orang yang bisa mencintai dongeng.

Jadi  teman-teman yang baca postingan ini, jikalau kalian menemukan ada laki-laki lajang cerdas dengan riwayat pekerja keras, good looking dengan keharuman paripurna sedang mencari jodoh, boleh berkabar ke Gadis Anggun.
Yah, namanya usahakan suka-suka, boleh-boleh saja.

Aneka Perawatan Naavagreen Natural Facial



Naavagreen Natural Facial

“Minum air putih cukup?”
“Cukup.”
“Asupan sayuran?”
“Lumayan cukup, Dok.”
“Pasti sering tidur malam?”
“Ya begitulah, Dok.” (Dokter kok tahu?)

Dokter kulit yang saya temui di salah satu ruang konsultasi di klinik Naavagreen sedang mencatat hasil penerawangan kesehatan kulit saya. Percakapan ringan itu terus berlanjut hingga beberapa menit kemudian. Dokter yang baik, ramah dan lumayan sering memberi senyum itu lalu kembali berucap, “Kalau penulis mesti begadang sampai malam-malam, ya?”

Dengan malu-malu saya menjawab, “Ya lumayan, Dok. Tapi saya baru-baru ini aja tidur malam. Dulu-dulu sore aja sudah tidur.”

Setelah obrolan bersahabat itu, dokter memberi saya pilihan mau sekedar facial atau perawatan dengan krim Naavagreen atau sekalian dua-duanya. Karena disuruh memilih diantara tiga pilihan, maka dengan berat hati saya memilih facial saja untuk sementara. #halah


Tentang treatment Naavagreen

Kalau dibilang perdana, iya, ini memang kunjungan pertama saya ke Naavagreen. Namun begitu, sejujurnya saya sudah kenal klinik ini jauh sebelum hari ini. Tepatnya karena seorang kakak tamvan ada di klinik ini. ;)

Sabtu kemarin saya berkunjung ke Naavagreen daerah Kota Baru. Saya datang sedikit lebih pagi dibanding pengunjung yang lain. Baru ada beberapa orang yang antri nunggu beli krim. Saya ikut antri nunggu giliran dipanggil. Karena datang lebih awal maka saya tidak perlu antri panjang. Pelayanan yang diberikan cepat dan ramah. Ini yang selalu saya suka.

Enaknya datang lebih awal adalah tidak perlu antri panjang, karena siangan sedikit sudah pasti banyak saingan. Dulu saya hanya melihat parkiran penuh, sekarang saya tahu bahwa di dalam pun tidak kalah sesak. Untuk banyak bangku-bangku empuk yang bisa dipakai senderan. Ada bapak-bapak yang sampai terlelap nunggu istrinya facial.

Sebagian teman saya masih merasa takut untuk melakukan perawatan wajah, entah itu facial atau penggunaan krim. Konon alasan mereka facial bisa menipiskan kulit. Yang ini saya tidak tahu pasti kebenarannya, yang jelas emang sesudah facial biasanya kulit akan terasa lebih tipis, ya itu kan karena efek komedo dan kotoran yang nempel di kulit wajah dicerabut paksa.

Saya tidak pernah keberatan dengan facial. Apalagi facial di Naavagreen. Mbak-mbaknya asyik diajak ngobrol. Bahkan memberi saran agar/ tidak begini begitu.
Intinya saya puas dengan treatment yang Naavagreen berikan.

Saya juga baru tahu jika di Naavagreen itu ada beberapa perawatan facial. Ini baru saya tahu ketika membaca katalog yang tersedia di dekat pendaftaran/ kasir.
Berikut perawatan kulit berupa facial yang bisa diambil di Naavagreen (sebagian saya cuplik dari katalog) :
1.      Naavagreen Natural Skin Facial
2.      Naavagreen Natural Skin Facial for Acne
Ini yang kemarin saya pilih. Facial yang berfungsi mengangkat komedo, jerawat, sel kulit mati dan mengurangi kadar minyak di wajah.
Wajah saya sih enggak berminyak, hanya saja banyak komedo. Jadi ketika ditawarin facial jenis ini ya saya langsung okey.
3.      Naavagreen Natural Skin Facial for Anti Aging
Konon ini fungsinya untuk mengencangkan kulit dan menunda penuaan dini.
4.      Naavagreen Natural Skin Facial for Brightening
Facial yang fungsinya untuk mencerahkan kulit. Tapi ya perlu diingat, enggak sekali facial ujug-ujug kulitnya berkilau bagai mutiara.
5.      Naavagreen Natural Skin Facial for Sensitive Skin
Yang ini untuk menjaga kelembaban kulit dan mengurangi reaksi sensitif.

Besok-besok saya akan coba facial lagi di Naavagreen. Katanya jeda waktu yang bagus untuk facial itu antara dua mingguan. Bolehlah dicoba lagi.

Jam Operasional 

Selain facial wajah juga ada peeling. Hampir sama, namun untuk peeling lebih keperemanjaan kulit. Mengelupas sel kulit mati biar wajah tidak kusam. Untuk peeling sendiri harganya di atas facial. Lebih mahal dan hasilnya juga lebih kelihatan.
Fungsi dari peeling itu sendiri (saya ambil dari brosur dan hasil ngobrol sama pihak Naavagreen, iya gaes, enak lho bisa konsultasi langsung) antara lain:
1.      Mengangkat sel kulit mati. Wajah jadi nggak kusem.
2.      Mengurangi keriput. (Mungkin cocok buat emak saya di rumah)
3.      Membuat tampilan kulit lebih halus
4.      Mengurangi pigmentasi
5.      Merangsang pembentukan collagen (untuk yang ini saya belum tanya lebih lanjut soalnya waktu terbatas. Lain kali deh boleh diagendakan nodong konsultasi lagi)

Tentang Red and Bio Light Therapy

Waktu itu saya datang ke Naavagreen bareng temen-temen. Salah satu temen disarankan untuk ikut terapi laser ini. Saya nggak paham itu semacam gimana, yang pasti dijelaskan bahwa sinar laser ini berfungsi untuk membasmi jerawat dan bakteri penyebab jerawat.
“Baiknya terapi ini dilakukan jarak berapa lama?” penasaran saya bertanya di sesi konsul.
“Kalau untuk laser ini justru boleh disarankan sering-sering. Kalau facial jaraknya mungkin dua minggu kalau sinar laser ini bisa dua hari sekali.”
“Untuk harganya sendiri?”
Uwang, gaes, pertanyaan wajib.
“Jika facial biasa mulai 40 ribu, maka bio light therapy dibandrol mulai 85.”

Sewaktu di ruang facial, saya banyak ngobrol sama Mbak Ica (semoga saya tidak salah sebut nama mbak yang sudah merawat wajah saya), beliau bilang jika di Naavagreen ada juga semacam laser CO2. Itu laser yang digunakan khusus untuk membakar daging kecil yang tumbuh di kulit. Konon yang mau menghilangkan tahi lalat juga bisa menggunakan laser ini.
“Nggak sakit?” Iya saya bertanya dengan rasa nyeri yang sangat.
“Enggak.” Mbaknya ketawa. “Kan daging yang mau dimusnahkan itu daging enggak berguna dan cara memusnahkannya dengan bantuan krim jadi nggak akan kerasa.”
“Ooo...” Asli norak saya keluar.

suasana halaman depan klinik Naavagreen

Facial, aman nggak sih?

Habis facial muka saya merah-merah, wajar sih soalnya pembersihan komedo. Tapi enggak lama kok, besoknya juga sudah balik lagi. Mungkin tergantung kulit juga. Kebetulan kulit wajahku enggak bandel amet.
Hari berikutnya usai facial saya mendatangi nikahan temen. Di sana ketemu temen-temen yang lain. Lalu terjadilah pembahasan mengenai saya yang baru pertama ke Naavagreen. Beberapa temen masih seperti kemarin, bilang kalau enggak mau facial karena takut.
Maka saya jelaskan saya bahwa facial itu hanyalah semacam perawatan wajah. Semacam cuci sekaligus pemijatan di wajah. Menurut saya sendiri facial di Naavagreen cukup aman; selain karena ruangan yang bersih nyaman juga didukung oleh pekerja yang berkompeten dan teliti.
Jika mau ini saya kasih tips sedikit untuk memilih tempat facial:
1.      Pilih tempat yang sudah biasa ramai pengunjung/ kondang, naavagreen contohnya. Hal ini sebagai indikator bahwa banyak pengunjung berarti terpercaya.
2.      Tidak perlu tergiur diskonan atau harga sangat miring. Naavagreen pernah ada harga yang sangat miring, tentu dengan syarat dan hari tertentu, misal pas pembukaan cabang baru.
3.      Konsultasi dulu ke pihak ahli dalam hal ini tentu saja dokter kulit. Mintalah rekomendasi perawatan apa yang cocok.
4.      Jika masih kurang yakin, bertanyalah pada kawan yang sudah pengalaman facial.
5.      Jika saat treatment mengalami kesakitan, jangan segan untuk minta berhenti.
6.      Tujuan facial adalah untuk membuat wajah nyaman bukan sebaliknya.

Kapan kapan saya terusin lagi, ini sudah malam, pesan Pak dokter nggak boleh tidur larut agar kulit tetap segar sehat. Oh iya, nanti saya juga akan menulis pengalaman menggunakan CC cream produk Naavagreen. Tungguin ya.

naavagreen Kota Baru