perjalanan

Apa Kabar Covid-19?

5/12/2020 11:40:00 pm Mini GK 8 Comments

Covid-19 Karantina Mandiri

Apa kabar Covid-19 di daerahmu?

Agaknya semakin mengkhawatirkan tapi orang-orang sudah mulai cuek. Benarkah demikian?
Banyak ternyata yang masih belum paham tentang virus ini. Sebagian paham namun berusaha 'santai' saja. Tidak sedikit yang cuek dan menganggapnya bukan persoalan serius.

Padahal di media massa, sebut koran dan televisi, saban hari tidak hentinya mengabarkan tentang Corona Virus. Memang kadang cuek itu perlu, tapi ya jangan bodoh. Harus bisa memilih mana yang harusnya memang dikonsumsi dan mana yang harusnya dijauhi.

Berita positif corona dari klaster Indogrosir menurut saya perlu disimak, terutama mereka yang selama ini sering belanja di tempat ini. Sama juga dengan klaster pabrik Sampoerna. Bukan untuk menakuti tapi waspada itu penting. Mengingat covid-19 ini penyebarannya sangat cepat pula banyak yang tidak terdeteksi alias orang tanpa gejala.

Apa kabar Covid-19 di daerahmu? 

Apakah orang-orang masih sering kumpul-kumpul? Masih sering nongkrong atau gosip gak jelas sambil ngemil di warung kopi? Atau justru ramai-ramai menghadiri penutupan sebuah tempat makan?

Ini sungguh-sungguh kebodohan yang kelewat manja. Ketika banyak orang bahkan berminggu-minggu tidak keluar rumah demi menjaga diri dan orang lain, sementara banyak kaum entah yang mendadak milih berhamburan keluar rumah demi mengenang masa lalu, katanya. Berjumpelan, berdesakan, saling senggol demi bisa say goodbye dengan tempat nongkrong yang katanya legendaris.

Ingin komen panjang, tapi saya kehabisan kata-kata. Agaknya percuma saja berkomentar. Lebih baik berdoa sajalah semoga semuanya terkendali dan aman. Walau diyakini banyak orang pasti ada satu dua bibit covid-19 di antara kerumunan tersebut.

Apa kabar Covid-19 di tempatmu?

Pagi tadi, setelah sekian tahun juta cahaya purnama akhirnya saya memberanikan tepatnya memaksa diri untuk keluar rumah. Biasanya saya hanya pergi ke sawah untuk antar jemput mamak. Tapi kegiatan ini sudah tidak rutin lagi sejak puasa. Agenda ke pasar nyaris sudah terhenti sejak dua bulan lalu karena isu covid-19. Padahal saya sangat senang lama-lama belanja di pasar.

Pagi ini ekspektasi saya sekonyong-konyong lumer. Jauh dari bayangan. Sejak keluar dari jalan kampung, saya langsung dihadang dengan jalan raya yang padat, hampir mirip awal tahun lalu. Bahkan untuk belok saja saya harus nunggu sedikit lama agar sepi.
Di jalan aktivitas juga lumayan padat, lebih-lebih ada acara perbaikan aspal jalan. Seperti jelang lebaran tahun sebelumnya. Jalanan macet bahkan ada sistem buka tutup.

Saya yang tadinya mau muter jalan sebentar, akhirnya hanya seperlunya saja. Tidak jadi keliling daripada kena asap dan lain-lain. Begitu juga saat lewat depan ATM. Niatnya ingin cek saldo (iya cek saldo aja bukan tarik tunai) ternyata antrean panjang. Saya urung menepi dan melanjutkan jalan.

Apa kabar Covid-19 di sekitar rumahmu?

Karena mamak juga mulai takut dengan covid-19 maka beliau juga jarang pergi jauh. Bahkan sudah rajin pakai masker padahal ngakunya gak enak kalau mulut hidung dibekap. Emang iya, jawab saya.
Karena mamak jarang pergi pergi jauh maka urusan belanja kebutuhan rumah saya yang pegang. Dan karena hari ini keluar rumah maka diputuskan sekalian belanja.

Lantas kagetlah saya. Ternyata pusat belanja grosiran yang dekat rumah mulai ramai. Mungkin efek jelang lebaran, orang-orang banyak belanja biskuit dan sirup juga minyak. Saya kira acara belanja lebaran juga memudar garagara covid-19, ternyata tidak.
Saya yang tadinya mau beli bahan-bahan kue belok cuma beli sirup dan kue kering. Dua itu yang bisa saya jangkau dengan cepat. Saya masih worry kalau harus berdesakan dengan pembeli lain. Memang tidak saling bersentuhan tapi tetap saja saya masih galauan.

Apa kabar Covid-19?

Sampai rumah saya kepikiran, kalau semua orang masih egois dan keluar rumah, kira-kira sampai kapan covid-19 akan bertahan di muka bumi ini? Rasanya seperti tidak adil. Kita yang berusaha terus menjaga diri sampai jenuh di rumah seolah dipecundangi oleh mereka yang santai keluar rumah setiap saat.

Mau mengadu pun bingung mengadu kepada siapa. PSBB saja banyak dilanggar. Aturan-aturan yang ditetapkan juga seolah tidak jelas sanksinya. Jadi banyak yang mengabaikan. Belum lagi kebijakan tidak boleh pulang kampung atau mudik tapi mendadak bus AKAP dipersilakan lewat lagi bahkan bandara mulai dibuka kembali. Hmmm sungguh ini membingungkan kalau tidak mau dibilang kurang tegas.

Kenapa masih banyak orang tidak peduli? 

You Might Also Like

8 comments:

  1. gak sesederhana itu mbak, org butuh penghidupan. klo dg di rumah dapur mrk aman, siapa sih yg sudi berdesak2an? terlalu byk faktor, kita optimalkan wilayah yg kt kuasai saja

    ReplyDelete
  2. Memang masih banyak yang acuh, namun tidak berarti semua yang ada di luar rumah memang acuh. Beberapa orang mungkin terpaksa harus berada di luar rumah untuk mencari rezeki.
    Kita hanya bisa berdoa semoga pandemi ini cepat berlalu dan vaksinnya bisa segera diketemukan sehingga kita bisa keluar rumah lagi tanpa ras was-was.

    Semoga semuanya seha-sehat selalu ya..

    ReplyDelete
  3. Sebenarnya Covid ini belum sepenuhnya usai, makanya kita harus tetep hati-hati dan waspada 🤗💃

    ReplyDelete
  4. Huhu...kalau ngeliat yang lain emang kadang jadi putus asa...Jadi ya sudah kita fokus sama diri kita dan kelaurga yang memang peduli untuk melindungi diri ya...Semangat...

    ReplyDelete
  5. Ya pandemi ini setidaknya membuka mata kita akan segala hal. Meski new normal bukan berarti kembali seperti biasanya

    ReplyDelete
  6. Di daerah rumahku sudah ada korban, kak..
    Jadi kami lebih waspada dan saling menjaga juga mengingatkan kalau ada yang kurang tepat.
    Misal : gak pakai masker saat sedang keluar rumah, biasanya auto-ditegur sama tetangga.

    Alhamdulillah.
    Smeoga New Normal mengajarkan kita banyak hal, termasuk peduli terhadap diri sendiri dan oranglain.

    ReplyDelete
  7. Suka sedih kalau di daerah saat ini masih banyak orang yang belum sadar dengan protokol kesehatan seperti menjaga jarak aman, bermasker dan sebagainya. Semoga covid di setiap daerah cepat berlalu.

    ReplyDelete
  8. sebenarnya tidak ada yang salah dengan org yg keluar rumah. apalagi jika tujuannya baik seperti mencari rezeki
    tapi harus dengan protokol kesehatan.

    ReplyDelete