curhatMini,

Resolusi 2020 Membangun Kerajaan

1/17/2020 12:32:00 pm Mini GK 21 Comments

Sudah jadi kodrat manusia selalu ingin hidup lebih dan lebih. Satu keinginan tercapai, muncul keinginan lain. Bahkan keinginan lain sering kali muncul bebarengan keinginan yang sebelumnya. Persis seperti anak kembar yang tidak pernah putus, datang lagi dan lagi. Terus terus tanpa ada ujung.

Hari ini makan tempe, berharap besok makan ayam. Hari ini punya cincin, besok berharap gelang, kalung, logam mulia dan lainnya kalau perlu tambak emas jadi milik pribadi.

Apakah orang dengan sifat demikian bisa dinamakan rakus?
Atau wajar saja?

Saya pernah mengalami isi dompet kosong, tanpa ada ATM. Bahkan itu di luar kota. Pernah juga suatu hari karena ingin sangat hemat, terpaksa naik bus paling murah meski tampak tidak nyaman. Sering sekali batal 'nongkrong' hanya demi biar besok bisa makan lagi.

saya tidak tahu kenapa bisa sangat hemat. Sampai kadang mikir jangan-jangan ada yang salah dengan pola pikir dan mental saya.
Tapi rasanya selama saya punya cita-cita maka selama itu pula saya masih waras. Saya akan bilang mental ini bermasalah jika tidak punya gairah untuk bermimpi, untuk menginginkan sesuatu.
Bukankah seorang yang pasrah, selesai dengan dunia pun pada akhirnya tetap mengharapkan keridhoan Ilahi Semesta?

Di penghujung tahun 2019 kemarin cita-cita saya nambah.
Kalau kemarin dulu saya bercita-cita semoga selalu diberi kecukupan (finansial dan lain sebagainya) biar bisa terus berada dalam barisan orang-orang tenang menyenangkan, maka mulai akhir 2019 kemarin saya  berdoa semoga menjadi orang kaya (harta ilmu sabar iman dan sebagainya) dan selalu bermanfaat.

'Jadi manusia jangan mau miskin, bangun, bangun, bangun kerajaanmu.'  Begitulah kira-kira jeritan dari sisi diri saya yang lain.

Membangun kerajaan, bukan lantas ujug-ujug memproklamirkan diri sebagai Ratu dan Raja macem Kerajaan Abadi Sejagat Raya, bukan itu. Kalau yang itu mah namanya halu.

Membangun kerajaan itu ya mulai membangun diri dari kerikil menjadi berlian. Tidak mudah, memang. Tapi setidaknya pelan namun pasti. Apalagi saya ini tipikal orang yang lebih senang 'santai' tapi ada 'hasil' meski tidak terlalu muluk. Intinya keluarga keringat sedikit, hasilnya bisa puas. Haha. Saya yakin banyak deh yang semacam ini.
Tapi kalau gini terus lantas kapan kayanya?

'Ngapain sih bermimpi jadi orang kaya?'
'Orang banyak harta justru nanti repot lho. Lama dihisabnya. Banyak ditanya di akhirat nanti.'
'Kalau kaya harus siap-siap jadi bank yang bisa dihutang lho. Harus juga rajin-rajin traktir. Kalau enggak nanti bakal dijulidin sedunia raya.'

Yes, enggak salah omongan itu. Orang kaya selalu identik dengan bahan ghibahan rang-orang. Orang kaya kalau gak dermawan bakal jadi omongan tidak jarang jadi mangsa penjahat. Nauzubillah, semoga Allah senantiasa menjaga niat dan jiwa kita, aamiin.

Sejujurnya saya emang takut sih jadi kaya. Tapi kalau ketakutan ini enggak segera dimusnahkan pasti yang ada si kaya enggak jadi datang, males duluan.

Padahal ada banyak alasan kenapa saya mendadak ingin jadi orang kaya.

Tidak lain karena fenomena yang sering saya temui. Lewat di jalan, banyak pengemis atau peminta-minta. Sering lihat orang kelaparan atau tidak punya rumah. I know gimana rasanya seperti ini. Saya pernah kelaparan dan saya pernah merasa hidup dalam sebuah gubuk. Tidak jarang saya harus berhadapan dengan adik-adik yang saya kenal secara personal atau pun hanya sekali jumpa yang curhat betapa sejujurnya mereka ingin sekolah namun tidak punya biaya.

Saya pernah menjalani hidup seperti itu. Ingin ini ingin itu. Ingin sekolah tapi kandas karena dicekik oleh biaya. Mata saya meleleh menerima banyak curhatan dari adik-adik yang ingin melanjutkan sekolah tapi terkendala biaya juga restu. I know seperti apa perasaan mereka.

'Miss, aku ingin sekolah tapi orangtua tidak mengizinkan karena biayanya mahal.'
'Miss, aku dapat beasiswa tapi Paklik gak kasih izin aku sekolah soalnya gak bisa mencukupi biasa makan sehari-hari.'

Ada juga yang curhat itu adalah mereka anak-anak dari korban broken home namun masih punya semangat juang sebab berada di lingkungan yang baik.
Sungguh saat mereka mendekat, berbicara dan meneteskan air mata, saya hanya mampu merengkuhnya dalam pelukan tanpa bisa membantu lebih. Misalnya saya kaya, saya berharap sekali tidak hanya memeluk tapi menjadi kakak asuh untuk mereka. Kenyataannya saat ini bahkan status saya adalah Anak Asuhan Negara. Lain kali saya ceritakan tentang Anak Asuhan Negara ini.
Sekolah yang saya jalani saat ini murni dari dana negara.

Jadi jika hari ini saya seolah tampak sibuk atau begitu ambisius, percayalah itu bukan karena saya berubah jadi orang tidak asyik, melainkan karena saya sedang mencoba mengatur pola yang tepat untuk segala cita-cita saya.
Banyak yang saya pikirkan. Sedikit yang terwujud. Maka itu saya mencoba untuk menemukan jalan-jalan baru. Saya percaya pada nasihat dalam kitab suci bahwa 'Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum tanpa usaha kaum itu sendiri'.

Semakin banyak cita-cita saya semakin banyak pula yang saya percaya. Padahal dulu, sangat enggak bagi saya untuk mempercayai sesuatu. Akan banyak pertimbangan sebelum memutuskan iya atau tidak.

You Might Also Like

21 comments:

  1. Wiwin | pratiwanggini.net17 January 2020 at 12:55

    Cita-citamu akan terkabul, Gadis Anggun. Aamiin.. Selagi kita ikhlas menjalani dan terus berusaha, Tuhan pasti akan kasih lebih tepat pada waktunya :) . Itu yang aku alami dan rasakan. Kurasa orang lain pun demikian.

    ReplyDelete
  2. Semangat mba Mini, aku juga sama sepertimu yang tengah membangun bagian2 dari kerajaanku sendiri. Butuh sebuah pemikiran dan kesungguhan, semoga kedepan, step by step bisa membangun kerjaan itu dengan luar biasa :)

    ReplyDelete
  3. Membangun *kerajaan* kita sendiri, memang lebih luar biasa mbaaa rasanya, kita jadi lebih menghargai proses. Pernah jaman kuliah dulu, ada yang nanya, "Memang kamu mau siaran terus? Dapet apa emangnya? Gajinya gede?. Maklum orang ini kerja kantoran di Jakarta, dan baginya kerja di radio itu cuma dapet *saweran* doang. Tapi Alhamdulillah, ternyata saya bisa membangun *kerajaan* saya sendiri dengan cara saya, ala saya, dan sampai detik ini tetap berjuang di jalur yang sama.

    Suksessss y mbak, terus berproses.

    ReplyDelete
  4. Sukses mb, untuk semua cita-citanya. Menjadi orang kaya yang bermanfaat. Tidak cuma bagi keluarga, tapi juga untuk orang-orang di sekitar kita..

    ReplyDelete
  5. Judulnya menarik, resolusi 2020 membangun kerajaan. Sempat terpukau juga, kira-kira Mbak Mini mau bikin kerajaan boneka wkwkw..ilustrasinya bikin salfok nih.. owh ternyata..tentang cita-cita membantu orang lain..wah..sukses Mbak pasti Tuhan buka jalan biar Mbak Mini bisa membantu orang lain.

    ReplyDelete
  6. Mari kita bersama-sama membangun kerajaan masing-masing. BTW kok nemu mesin ketik di mana? Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau masalah mesin tik itu bukan hal yang ih wow banget, soalnya aku sering ketemu sama mesin tik, meski gak jago jago amat memakainya. Sekarang malah bingung cari karbonnya di mana. Mungkin sudah tidak ada lagi yang jual.

      Delete
  7. heheh judulnya bijin monohok kirain mba mau bangun kerajaan kayak zaman sekarang yang lagi apda viral hehehe tahunya, kerajaan diri sndiri yang makin berkualitas ya Mba, setuju banget terus upgrade diri untuk lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. I know. Memang ditujukan ke situ, eh. Maksudnya emang disesuaikan dengan yang sedang vital meski gak suka juga ngejar yang viral. Seenak aja sih. Ehe

      Delete
  8. Wuahahahhahahha kerajaan tanpa raja di dalamnya apalah daya, kamu musti cati pangeran berkuda putih dulu misss

    ReplyDelete
  9. Aku baca ini saat hangat2nya kerajaan dan empire yg lagi ngehits, kirain kerajaan apa ni.. Terus semangat dan bersinar ya Mini..

    ReplyDelete
  10. Jadi orang kaya itu enak. Asal diperoleh dg cara yg halal. Tapi pertanggungjawaban juga berat, karena bakal ditanya uang nya dari mana untuk apa? Makin kaya, hisab nya makin panjang. Semangat

    ReplyDelete
  11. Karena itu doa saya selalu berisi : Ya Allah, beri saya keleluasaan untuk bersedekah dengan lembaran merah setiap Hari

    Karena jika bisa bersedekah sedemikian besar. Pasti yang lainnya sudah tercukupi

    ReplyDelete
  12. Mau juga kalau punya cita-cita ingin jadi kaya raya, biar bisa lebih banyak sedekah dan liburan ke luar negeri :)

    ReplyDelete
  13. Kata orang Jawa hidup itu sawang sinawang. Seringkali kita anggap hidup orang lebih beruntung, tapi belum tentu benar. Dan begitu juga sebaliknya

    ReplyDelete
  14. Konsepnya bagus ya kak, membangun "kerajaan"

    Etapi judulnya bikin salfok, aku pikir kerajaan kayak sunda empire sama keraton sejagat :))))))

    ReplyDelete
  15. Aku kira mau bikin kerajaan tandingan hehee terpenting terus usaha dan berdoa atas impiang yang ingin kita bangun. Hingga nanti terbangun lah kerajaannya itu

    ReplyDelete
  16. Semangat ya, Mba. Saya juga saat inj sedang merintis kerajaan sendiri bersama suami. Butuh semangat dan optimisme yang besar karena mimpinya juga besar.

    ReplyDelete
  17. Menurutku hal yang wajar ya banyak yang mau jadi kaya,namanya manusia pasti ingin hidup nyaman kan. Memang terkadang kesannya rakus tapi itu cara untuk bersemangat menjalani hidup juga.

    ReplyDelete
  18. Barakallahu fiik~
    In syaa Allah "Man jadda wa jada" ini benar adanya.
    Semoga apa yang diimpikan untuk dunia (paling tidak lingkungan sekitar) untuk menjadi lebih baik, akan terwujud.
    Aamiin~

    ReplyDelete
  19. Bisa memberikan lebih dengan apa yg kita punya justru lebih baik daripada ingin memberi tapi memaksakan akhirnya kita sendiri yang menjadi kesusahan

    ReplyDelete