Pendidikan

Penulis Melek Hak Kekayaan Intelektual

7/25/2019 02:00:00 pm Mini GK 15 Comments

“Oh ini Mbak Mini GK yang penulis itu?”
“Mbak Mini, aku suka banget sama buku mbak mini yang Pameran Patah Hati. Aku kopi buku Mbak Mini lalu aku bagikan ke temen-temenku.”
“Mbak Mini, bagi ide dong untuk calon tulisanku.”
“Mbak Mini, kemarin aku lihat buku Mbak Mini di lapak online, harganya murah Cuma sepuluh ribu. Pas aku beli ternyata isinya jelek banget. Cuma kopian.”

Nah lho, pernah gak berhadapan dengan yang seperti ini?
Saya pernah. Dan itu nyata.

Jadi siapa bilang jadi seniman (baca: penulis) itu mudah? Tidak sayang, jalan seorang penulis itu sunyi dan berliku. Untuk kamu yang mau jadi penulis, coba deh pikir-pikir lagi.

Gini lho, kalau jadi penulis itu susah; setidaknya saat buat KTP saja, diform enggak ada itu profesi penulis. Paling pol ya merujuknya ke seniman.

Setelah kemarin heboh dengan kasus ‘buku bajakan’ lanjut dengan kasus ‘plagiat’, lagi-lagi kasus baru muncul: pencurian ide.

Sebagai penulis, saya kadang merasa takut dan galau untuk mempublis (bahkan meski itu hanya berupa kutipan). Lalu bagaimana seharusnya seorang penulis melindungi ‘anak’ (baca: buku) dari buah pikirnya?

Saya sudah sering membaca atau diskusi tentang hak cipta. Tidak jarang juga ikut-ikutan membahas isu tentang plagiat atau buku-buku bajakan. Tapi sampai saat ini saya tidak tahu sejauh mana sih seseorang bisa diperkarakan karena ‘mencuri’ karya orang lain?

Beruntung hari ini saya berkesempatan untuk ikut hadir di acara #forumHKIkominfo_yogya dengan fokus bahasan #cerdashukum di ballroom Sheraton Hotel.

Acara ini terselenggar atas kerjasama Direktorat Jenderal Informasi Dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi, Dinas Koperasi UMKM, transmigrasi dan tenaga kerja, Kemenkuham.

Tujuan acaranya sendiri cocok dengan kepentingan saya yaitu:
1.   mencari tahu tentang Hak kekayaan intelektual
2.   meningkatkan partisipasi publik untuk mendapatkan pengetahuan tentang kekayaan intelektual
ya biar enggak buta-buta banget deh kalau sudah berhadapan dengan kasus intelektual.

Ngomongin regulasi hukum berkaitan dengan kekayaan intelektual tidak akan selesai hanya seekali duduk. Sering saya menjumpai mereka yang sering membicarakan perkara hak cipta, merk, dan segala hukum yang memayunginya. Namun jujur sampai detik ini enggak paham sama sekali.


Pertanyaan muncul: kenapa kekayaan intelektual perlu untuk dilindungi? Jawabannya karena tentang nilai ekonomi yang menyertainya.

Saya baru tahu ternyata kalau tidak semua karya manusia dapat dilindungi oleh rezim kekayaan intelektual. Hanya karya-karya yang memenuhi syarat undang-undang dan peraturan.

Saya pikir semua isi dari novel saya bisa dilindungi. Minimal kalau ada yang mencuplik kutipan dari buku saya, saya kira bisa meminta royalti kepadanya. TERNYATA TIDAK.

Dari penjelasan Pak Handi Nugraha, SH, MH selaku kasi kerjasama lembaga non pemerintah dan monitoring kemenkuham, saya ada gambaran sedikit tentang kekayaan intelektual juga tentang hak cipta (yang berhubungan dengan buku/ karya terbit).

Lalu bagaimana sih caranya agar kita bisa melindungi kekayaan intelektual yang kita punyai?

Pertama ya kita harus tahu apa itu Hak kekayaan Intelektual: kekayaan intelektual atau intellectual property dalam pengertian yang luas dapat diartikan sebagai sekumpulan hak-hak hukum yang dihasilkan dari aktivitas intelektual di bidang industri, karya ilmiah, sastra dan seni.

Jadi gaes, kalau kamu penulis atau pelukis atau penyanyi lalu dibilang TIDAK INTELEK, plis deh bukan kamu yang kurang piknik tapi rangorang yang mengatai dirimu demikian. percayalah dengan menghasilkan karya (ya meski Cuma satu, hiks) kamu sudah bisa dikatakan seorang pernah melakukan aktivitas intelektual.

Cara Melindungi Kekayaan Intelektual
  1.    Dengan cara melakukan pengumuman, bisa melalui internet atau media massa
  2.    Harus didaftarkan ke pihak yang berwenang
  3.    Bisa dengan cara diam-diam karena termasuk rahasia dagang

Jenis-jenis kekayaaan intelektual:
1.   Hak cipta dan hak terkait
2.   Hak kekayaan industri
-      Paten
-      Merek dan indikasi Geografis
-      Desain Industri
-      Desain tata Letak Sirkuit Terpadu
-      Rahasia Dagang
-      Perlindungan varietas Tanaman (yang terakhir ini sering dikesampingkan)

Asas-asas umum Kekayaan Intelektual
  • 1.   Berlaku Nasional/ teritorial
  • 2.   First to file system (kecuali Hak Cipta first to publish)
  • 3.   Mensyaratkan kebaruan/ Novelty dan Orisinalitas (kecuali merek)
  • 4.   Ada janga waktu perlindungan dan tidak bisa diperpanjang kecuali merek
  • 5.   Jenis deliknya delik aduan
  • Artinya hanya pemegangnya yang bisa melaporkan jika ada pelanggaran terkait KI yang dimilikinya, orang lain tidak bisa
  •  

Hak yang terkait dengan hak cipta:
  • 1.   Hak artis (performer)
  • 2.   Hak produser rekaman (producer of phonogram)
  • 3.   Hak lembaga siaran


Di acara ini juga saya berkesempatan ketemu kawan-kawan UMKM dan juga dari Dinas UMKM tenagakerja dan transmigrasi.
Permasalahan utama UMKM
1.                 Aspek teknoligi - kurangnya pengetahuan teknologi produksi, promosi dan pemasaran - kurang mengikuti perkembangan teknologi
2.                 Aspek pemasaran - kurang memahami permintaan pasar - pengetahuan pemasaran - keterbatasan kemampuan menyediakan barang/ jasa sesuai keinginan pasar
3.                 Aspek Permodalan - kurang pemahaman akses pembiayaan formal - modal kecil
4.                  Aspek Manajemen manajemen tradisional baik keuangan, produksi dan pemasaran
5.                 Aspek legalitas umumnya tidak memiliki izin usaha seperti IUM atau persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP dan KI


 Masalahnya ada banyak juga orang yang enggak gampang untuk mengurus HKI. Cara gampang pertama lakukan penelusuran dulu di google agar tidak terjadi persamaan pada pokok merek yang sudah terdaftar.

You Might Also Like

15 comments:

  1. Wah jadi tau lebih bnayak seputar HKI terima kasih banyak sharingnya... sukses selalu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau punya bisnis, HKI ini penting sekali kakak. Semoga bisa membantu

      Delete
  2. Mungkin untuk pemula seperti saya hal ini (HKI) harus lebih diperhatikan juga. Selain untuk mengasah kemampuan kita agar kita juga tidak memplagiat atau mencuri ide penulis lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagian plagiat dan curi-curi ide ini juga masalah pelik, sangat sulit untuk dikuliknya

      Delete
  3. Yea, semua yang berkarya lebih baik memahaminya, jadi langsung tahu harus gimana bila terjadi pelanggaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga semakin banyak yang sadar pentingnya HKI dan banyak pula yang paham untuk tidak mengambil yang bukan miliknya

      Delete
  4. masalah HKI ini penting banget untuk dipahami apalai yang punya karya atau brand
    jangan sampai menyesal kalau ada yang menjiplak dan tidak menggunakan semestinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meski ribet dan mutar, tapi emang penting sih untuk melindungi apa yang sudah kita ciptakan. Akan sangat sedih saat diambil yang lain dengan seenaknya

      Delete
  5. Belun pernah punya pengalaman mengurus HKI nih.. HKI emang penting banget...termasuk untuk kepentingan jangka panjang ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah ngurus nanti juga akan ada masa berlakunya, kak. Ingin sih ngurus juga nanti kalau sudah punya bisnis.

      Delete
  6. Pernah masku menguji salah satu calon mahasiswa untuk mendapat gelar doktoral.
    Dan ternyata ketahuan bahwa tulisannya mencuplik alias jiplak karya orang lain.
    Langsung gak boleh ikut ujian lagi.

    Harusnya ada sangsi yang bener-bener tegas ya...untuk para pencuri hasil karya orang lain ini.

    ReplyDelete
  7. Tidak semudah itu juga sih, kak. Batasan plagiat atau mencuri itu sejauh mana juga masih belum jelas sampai saat ini

    ReplyDelete
  8. Ngga sederhana alias rumit ya ?
    Jangankan buku yang perlu effort gede banget
    Wong foto aja dicuri
    Bikin nyesek 😕😕

    ReplyDelete
  9. Penting banget tahu tentang hak kekayaan intelektual seperti ini yah sis. Apalagi jaman sekarang mudah banget orang asal comot aja apa yang dibuat orang lain dengan effort nya.

    ReplyDelete
  10. Yup, pencurian ide tu ternyata banyak juga. Diajak ngobrol panjang lebar tentang apa ide kita untuk karya selanjutnya, ternyata yang ngajak diskusi bikin karya yg idenya sama. Jadi nyesek yaa...

    ReplyDelete