agenda

Indonesia Tuan Rumah ASIAN Para Games 2018

12/17/2017 03:39:00 pm Mini GK 0 Comments

Asian Para Games 2018


Telah sejak puluhan tahun Indonesia terkenal dengan jagoan atletnya. Telah tercatat dalam sejarah bahwa Indonesia tak terkalahkan.

Kabar baik selanjutnya dari Indonesia, bahwa tahun depan sebuah perhelatan; pesta olahraga akan digelar di Indonesia tepatnya di Jakarta. Ini satu bukti bahwa Indonesia layak, siap dan aman.

Tidak banyak yang tahu jika di tahun 2017 Indonesia menjadi #juaraUmum ASEAN Para Games yang diadakan di Kuala Lumpur.
atlit Indonesia telah menunjukkan kehebatannya. ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช


Tahun depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah ASIAN Para Games 2018.
ini adalah Asian Para Games yang ketiga. Yang pertama tahun 2010 di Guangzhou, kedua di Incheon tahun 2014 dan ketiga Jakarta tahun 2018.

sebanyak 17 cabang olahraga akan dipertandingkan pada event kali ini.
Asian Para Games 2018 akan diikuti oleh 43 negara se-Asia. Memperebutkan 581 medali. dengan  lebih kurang 3.000 atlit.


Atlit yang main di Asian Para Games adalah teman teman dengan penyandang disabilitas. Paralimpian adalah sebutan untuk mereka.

Ini bukti bahwa berbeda bukan berarti tak berprestasi. Bukti bahwa beda juga bisa juara. Bukti bahwa kesempatan datang kepada siapa saja yang mau berusaha. ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช


Asian Para Games akan diadakan 6-13 Oktober 2018, berpusat di Jakarta.
Acara ini bisa dilihat untuk umum dengan syarat dan ketentuan.

Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah mau pun swasta.


Sebagai tuan rumah, mari kita ikut #DukungParaJuara di #asianparagames2018.
Mari menjadi tuan rumah yang ramah dan menyenangkan.
kita tunjukkan bahwa #IndonesiaSantun ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

ASIAN PARA GAMES, the inspiring spirit and energy of Asia.
Info lanjut cek terus @ina2018apg

0 comments:

Sehat,

Gema Cermat Bersama Kemenkes RI

11/28/2017 10:33:00 pm Mini GK 1 Comments


Gema Cermat Bersama Kemenkes RI

Lebih dari satu dekade saya tak pernah bersinggungan dengan obat. Saya telah membiasakan lidah dan lambung agar menjauh dari sentuhan racikan obat, apa pun bentuknya. Obat adalah sesuatu yang mengerikan bagi saya. Dari sebagian orang saya juga tahu bahwa obat terkadang berubah menjadi racun mematikan. Faktanya begitu.

Belum lama ini saya demam, hampir dua mingguan. Orang di sekeliling panik karena saya menolak untuk sekedar berkunjung ke dokter. Lebih saya menolak segala obat yang hendak ditawarkan, bahkan obat penurun panas pun saya hindari.

Ada teman yang justru ngomel disaat saya sedang dalam puncak kesakitan. Ia ngomel karena saya ngotot tidak mau berobat. Saya benar benar menjaga prinsip; pantang menyentuh obat.
Selain malas menyentuh obat, bibir saya juga malas menyentuh makan dan minum. Saya benar benar drop. Baru mulai membaik ketika air kelapa dan rebusan daun kelor mampir ke lambung. Tidak ada obat lain selain dua hal tersebut. Kebetulan halaman rumah saya telah sejak lama sengaja ditumbuhi tumbuhan obat; itu semua semata mata untuk saya yang anti dengan obat medis.

Cerita demam saya telah tutup buku, ganti dengan cerita baru bersama Kemenkes (kementrian kesehatan). Demi apa ini kali pertamanya saya ikutan acara kementerian kesehatan RI. Sebelumnya saya pernah ikutan acara Badan POM, dan itu membahas obat.
Kemenkes pada kesempatan kali ini juga mengambil tema tentang Cermat Menggunakan Obat. Obat lagi obat lagi. Sejak awal saya tertarik dengan acara ini lantaran bicara tentang obat. Sesuatu yang sangat saya hindari namun harus saya kenali sebab dia selalu hadir dalam hidup saya.

Malam sebelum acara Kemenkes, saya sedikit galau karena hujan-hujanan dan menghabiskan banyak telur puyuh. Konon besok pagi pas acara akan ada pemeriksaan kesehatan. Kalau malam harinya gaya hidup saya gak sehat, saya khawatir paginya akan mendapat hasil pemeriksaan yang juga mengkhawatirkan. Ditambah begadang membuat saya degdegan.

Untungnya selama ini saya menjalankan gaya hidup yang lumayan sehat. Pemeriksaan tekanan darah, kandungan gula dan kolesterol dinyatakan dalam batas sangat aman. Semua baik baik saja. Satu satunya yang menyedihkan adalah berat badan dan lingkar perut. Dokter cantik teman konsultasi menyarankan agar saya mengurangi minimal dua setengah kilogram berat badan dan empat senti lingkar perut. Bagaimana saya bisa melakukan ini semua?

Acara inti pun tiba. Pemaparan tentang Cermat Menggunakan Obat dari berbagai narasumber yang ahli di bidangnya. Saya beruntung karena hari itu bisa mengerti lebih jauh lagi tentang obat.
Setidaknya ini penting untuk saya agar tidak lagi terlalu antipati dengan obat. Karena sejujurnya niat awal obat dilahirkan adalah sebagai perantara penyembuhan

Obat-obatan  tidak salah, kadang kala perlakuan manusia saja yang membuat obat berubah menjadi racun.

Ada banyak faktor yang merubah obat menjadi sesuatu yang berbahaya; salah satunya adalah ketidak pahaman kita dalam memilih obat yang dibutuhkan. Padahal faktanya beda penyakit beda juga obat yang digunakan.

Berikut adalah cara untuk memilih obat;
1. Perhatikan kandungan zat obat, jangan asal pilih merk dagang dan abai pada kandungan zat di dalamnya.
2. Jangan pernah mengabaikan alergi yang terjadi saat konsumsi obat. Artinya jika terjadi alergi usai konsumsi obat, maka hendaknya lain kali tidak lagi konsumsi obat yang bersangkutan.
3. Perhatikan kondisi saat konsumsi obat, apakah sedang hamil atau berencana hamil. Karena jelas obat sangat pengaruh pada kehamilan.
4. Sama halnya kehamilan, menyusui pun perlu diperhatikan.
5. Harga obat di pasaran. Pastikan harganya normal. Jangan tertipu dengan harga murah namun khualitas dipertanyakan
6. Perhatikan bentuk sediaan obat. Sesuaikan dengan penggunaannya.
7. Pastikan kondisi saat sedang menggunakan obat. Apakah juga sedang konsumsi obat lain atau tidak. Sebab kadang kala satu obat dengan obat lain tidak bisa berinteraksi baik. Pastikan sudah konsultasi dokter dan apoteker.

Selain itu juga harus diperhatikan macam obat yang ada. Apakah obat itu kategori obat bebas, obat bebas terbatas atau obat keras. Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Sedang obat bebas terbatas adalah obat keras yang dapat dibeli tanpa resep dokter namun penggunaannya harus memperhatikan aturan pakai dan peringatan pada kemasan. Sementara obat keras adalah obat yang hanya bisa diperoleh jika ada izin dan resep dari dokter.

Untuk kategori obat obatan ini saya baru pertama kali mengerti yang demikian. Saya menghindari obat dan saya juga tidak berusaha untuk mengenalnya. Jadi jika Kemenkes akhirnya mengenalkan saya pada siapa itu obat, saya berterima kasih. Setidaknya itu bisa menjadi bekal saya ke depan sebagai #calonibukesayangan.

Usai dengan materi cara mendapat obat lanjut ke materi cara menggunakan obat. 
Perlu diketahui bahwa dalam tubuh setiap orang terkandung banyak bakteri. Bakteri jahat dan bakteri baik. Jika salah menggunakan obat bisa jadi bakteri baik yang membantu sistem tubuh akan mati dan justru bakteri jahat berkembang subur. Saya ngeri membayangkan hal ini. Sepanjang narasumber presentasi, saya bergidik ngeri dan hanya sesekali melihat ke layar, bukan tidak hormat saya pemateri namun karena menghindari refleks tubuh merinding jika mendengar kata bakteri.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat;
1. Baca aturan pakai sebelum menggunakan obat.
2. Gunakan obat sesuai dengan aturan pakai.
- dosis. Misal gunakan sendok takar yang tersedia, jangan mengganti dengan sendok makan.
- rentang waktu. Misal: antibiotik 3 x 1 maka ini berarti diminum setiap 8 jam sekali.
- lama penggunaan obat. Misal antibiotik digunakan 3-5 hari, harus sesuai dengan petunjuk penggunaan.
3. Obat bebas dan obat bebas terbatas tidak boleh digunakan secara terus menerus. Jika sakit tak kunjung mereda sebaiknya konsultasi ke dokter.
4. Hentikan penggunaan obat apabila timbul efek yang tidak diinginkan. Segeralah pergi ke pelayanan kesehatan.
5. Tidak menggunakan obat orang lain meski gejala sakitnya sama. Jangan pernah juga menerima obat sisa dari orang lain meski jenis obat yang dikonsumsi sama.
6. Tanyakan ke apoteker untuk mendapatkan informasi penggunaan obat yang lebih lengkap dan tepat.

1 comments:

kedai kopi,

Menikmati Keromantisan Kopi Tirana Kitchen

11/18/2017 12:29:00 pm Mini GK 0 Comments





Segenggam cerita

"Apa sih yang kamu dapat dengan ikut kumpul kumpul bahkan dari jauh?"

Sudah terlalu sering saya menerima pertanyaan dengan redaksi serupa.

Kopi dan Saya

Jika ditanya tentang ritual ngopi, maka saya bisa bercerita panjang panjang.

Kopi adalah sebuah cerita. Saya memang bukan penggila kopi tapi hanya seorang gadis yang sesekali mencicip kopi dengan berisik. Yoha, saat mencicip kopi maka mulut saya akan terus-terusan bertanya ini itu pada barista yang sedang melayani.

Jika ingat hal itu, kadang kala saya merasa bersalah; udah banyak tanya, minum kopinya yang paling murah. #ehe

Untungnya barista di Tirana Kitchen sabar dan ramah-ramah, sambil senyum mereka meracik pesanan sekaligus bercerita banyak hal tentang yang saya tanyakan.

Nongkrong Cantik

Jadi ceritanya saya sedang ingin refreshing karena habis sakit. Kebetulan banget, teman teman ngajakin nongkrong cantik di sebuah kedai kopi yang baru saja buka di Jalan Suryodiningratan. Saya kenal banget dengan kedai kopi ini. Tepatnya saya sudah sering main ke kedai kopi ini sejak zaman masih menjadi butik. Sekarang memang masih ada butiknya, dan ditambahin kedai kopi. 

Enak banget deh, sambil belanja baju bisa sekalian ngopi cantik.

Saya tiba di Tirana Kitchen satu jam dari jadwal janjian. 

Begitu pintu dibuka, tercium aroma kopi yang serta Merta membawa saya pada suasana melankolis. Entah apa sebab yang jelas aroma kopi selalu menerbitkan keromantisan.
Sembari menunggu teman teman, saya ngobrol sama Mbak Nunuk dan Abel; owner Tirana Kitchen. Kami ngobrol berbagai hal karena memang sudah saling kenal.

Percayalah, seharian di Tirana Kitchen pasti betah. Entah sendiri atau bersama teman, suasana mendukung. Jika bosen ngobrol, kita bisa baca baca buku yang ada di rak khusus buku. Atau mungkin nonton pameran yang sedang berlangsung. Iya, selain rumah fashion dan kedai kopi, Tirana juga merupakan tempat seni. Berbagai acara seni sering digelar di sini.
Saya tidak pernah keberatan dengan sajian kopi, malah saya berharap bisa meroasting dan menggiling kopi sendiri suatu hari nanti.
Teman teman datang sedikit terlambat dari waktu janjian. Tapi tidak apa apa, saya jadi punya kesempatan untuk menjelajah Tirana Kitchen semakin dalam.

Dari penjelajahan itu saya menemukan beberapa fakta menarik. Salah satunya adalah bahwa Tirana Kitchen menggunakan 'barang bekas' untuk beberapa hiasan dan gelas minumnya. Mbak Nunuk membenarkan jika Tirana Kitchen memang sengaja memanfaatkan 'barang bekas' menyulapnya menjadi barang baru dan berdaya guna.

"Iya gelas ini recycle botol bekas. Kami sengaja pesan botol khusus dari hotel hotel di Bali. Jadi meski 'barang bekas' sejatinya botolnya tidak sembarangan. Yang jelas higienis."

Selain gelas yang menarik, saya juga tahu ternyata menu menu yang ada di Tirana Kitchen bukan hanya kopi, tapi ada berbagai cemilan ringan dan teh.

Menu di Tirana Kitchen

Bagi saya, racikan kopi di Tirana Kitchen cukup untuk menyenangkan lidah. Kebetulan saya mencicipi beberapa kopi; saya memang enggak bisa diam kalau sudah ketemu kopi.


0 comments:

Gaya

Ada Rumah Belanja Harga Keluarga

10/28/2017 12:55:00 pm Mini GK 0 Comments

Ada Buti

Perempuan selalu identik dengan dunia makeup dan fashion. Tidak semua memang, tapi sebagian besar begitu. Kalau masih tidak percaya baik saya ralat, maksudnya saya. Saya hidup dengan tidak mengesampingkan perkembangan dunia fashion dan make up. Ya meski tidak selalu harus terlibat di dalamnya, cukup tahu saja.

Maka ketika teman mengajak saya untuk datang ke launcing store baru di JCM, saya begitu semangat dan langsung mengiyakan.

Ada, begitu nama store itu. Merupakan rumah fashion bagi mereka yang hobi berbelanja baju. 
Ada, saya sering mendengar nama ini namun belum pernah belanja di sana. Konon Ada ini satu atap dengan Buti. Well, untuk Buti saya cukup familiar, setidaknya pernah ke sana nganter temen dan akhirnya malah kecantol.

Ada JCM yang diresmikan tanggal 21 Oktober 2017 lalu merupakan store ke-3 di Yogyakarta. Setelah sebelumnya ada di Hartono mal dan Lippo Plaza Jogja.

Tentang Ada

Ada store Jogja City Mal nerupakan store ke-75 dari seluruh store yang ada di Indonesia. Sangat membanggakan bagi dunia fashion, terlebih selama ini Ada dan Buti selalu memberdayakan produk lokal Indonesia.

Dunia fashion Indonesia juga cukup berkembang pesat. Ada menangkap peluang itu untuk terus bersama-sama menjaga geliat sekaligus mempertahankan produk lokal.
Meski lokal, namun kualitas tetap terjamin dan juara.

Ada lahir dari atusiasme masyarakat yang selalu ingin tampil trandi namun tidak perlu keluarga biaya banyak.
Dalam pertumbuhannya Ada dan Buti store selalu berusaha untuk lebih dekat dengan kepuasan pelanggan. Ada store menyediakan pakaian baik untuk perempuan mau pun laki-laki. Antara lain jumpsuit, knitwear, shirt, t'shirt, bluse, short, trouser, tank top, cardigan, jeans, sepatu, tas dan lain lain.

Saya pernah mengajak kawan (laki-laki) ke Ada store dan dia kalap karena banyak baju yang ia inginkan ada di sini. Dengan kisaran harga yang lumayan pula. Sebab hampir semua harganya terjangkau, kisaran 60ribuan sampai 300ribuan. Belum lagi kalau ada promo diskon bisa sampai 70%.

Besok-besok saya akan sering ke JCM untuk mengecek diskon. Lumayanlah.


Ada Fashion

Kemarin saat datang ke ADA JCM, saya terhibur dengan penampilan fashion show dan flashmob dancer.

Saya datang lebih terakhir dibanding teman-teman yang sejak siang sudah memenuhi area Ada. saya kira, saya akan sendirian di Ada, nyatanya sampai larut malam juga masih pada gentayangan mencari baju-baju berkulitas hargaa keluarga.

Saya bahkan ketemu kawan lawas banget di Ada. Sesuatu yang membuat saya serasa pulang ke rumah.


0 comments:

perjalanan,

Berburu Matahari di Sleman

10/21/2017 11:40:00 am Mini GK 1 Comments


#ayokeSleman

Menyenangkan itu kalau ada yang nawarin piknik bareng-bareng. Saya sudah membayangkan suasana yang menyenangkan, seru dan tentunya kenalan-kenalan baru.

Kamis (19/10) kemarin saya diajak keliling obyek wisata baru di Sleman. Ada sekitar 20 orang yang diajak, terdiri dari blogger dan potografer. Kami memakai Rich Hotel sebagai titik kumpul, namun karena saya terlalu jauh jika harus ke sana, saya memilih untuk menunggu di Tebing Breksi. Sekalian aja saya nenda di Breksi secara sudah berhari-hari berkegiatan di Breksi. Sudah macem pahatan batu saja.

Janjian ketemuan di Breksi sekitar pukul 13.00, ternyata saya datang lebih awal dibanding teman-teman yang lain. Ketika saya tiba, belum ada orang yang saya kenal kecuali Kakak Arif dari Shiva Valley pengelola Jeep. Saya mah kalau perkara piknik pantang buat telat.
Saya menunggu di Breksi sembari menikmati pemandangan Breksi yang kokoh.

BREKSI

Banyak yang mengira jika Breksi hanyalah batu raksasa yang dipahat sedemikian hingga dan akhirnya menjadi sebuah tempat wisata.
Salah. Breksi yang terlihat itu sesungguhnya adalah saksi sejarah. Memang benar jika saat ini kita melihat Breksi sebagai batu raksasa icon wisata. Namun lebih dari itu semua, Breksi adalah sejarah dan bukti jika zaman dulu daratan Jawa adalah lautan.

Jika mau meneliti lebih jauh, tengok guratan-guratan yang ada di batu Breksi. Berhenti untuk mendatangi Breksi hanya demi foto selfie. Sesekali datanglah untuk meneliti, mengenal sejarah dan melindungi warisan leluhur.
Sebelum ke Breksi ada baiknya jika baca-baca dulu tentang literatur bebatuan. Agar bisa lebih memahami dan merasa memiliki sesuatu yang sangat berharga.

Sebelum jadi tempat wisata, dulunya Breksi dipakai warga untuk mencari penghasilan dengan cara menjadi penambang batu. Seiring banyaknya penelitian ternyata batuannya mengandung bahan vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran, maka resmilah daerah ini menjadi cagar budaya yang wajib dilindungi. Sadar akan hal itu, penduduk pun berhenti menambang dan atas inisiatif banyak pihak jadilah Breksi menjadi tempat wisata dengan tebingnya yang kokoh dan pemandangan yang memukau dari tebing.
Jika sedang di Breksi kita bisa melihat panorama kota Yogyakarta yang memukau dari ketinggian.

Perlu pula diketahui jikalau sudah sampai Breksi ada baiknya mengambil jalur tour selanjutnya. Biar pikniknya lebih berfaedah.

Kemarin Kamis saya enggak nyangka banget jika akan diajak piknik ketiga tempat sekaligus. Plus bonus pikniknya ditemani Bapak Bupati Sleman. Nah kan, asyik bin pengalaman yang mungkin akan sulit terulang.

Saya dan teman-teman naik Jeep dari Breksi ke Watu Payung lalu ke Bukit Teletubbies lalu mengejar sunset di Bukit Klumprit.

Watu Payung

Sebagai #DutaDamai saya enggak asing lagi dengan tempat wisata satu ini. Letaknya ada di atas Candi Ijo. Kalau dari Tebing Breksi kira-kira sepuluh menit naik jeep.
Tempatnya syik, hijau dan damai. Dari atas bisa menyaksikan pemandangan di kejauhan yang tampak hijau.
Tempat yang wajib dikunjungi oleh mereka mereka yang selama hidup sudah capek melihat gerumbulan gedung dan kemacetan jalan.
Kalau saya ke sini, bawaannya pingin nyunggi tenda dan bermalam sampai beberapa hari. Adem banget jadi wajib bawa jaket.

Disebut Watu Payung karena ternyata ada sau batu besar banget yang posisinya semacam payung gitu, penyangganya kecil namun batunya kokoh.

Kalau lagi main ke sini hati-hati ya jangan sampai merusaknya.
                                                                      

Bukit Teletubbies                                                                 

Bukit ini lucu dengan taman kecil yang hijau. Dari sini kita bisa melihat rumah Teletubies, rumah Dome yang bewarna-warni. Dome itu dibangun menyerupai rumah di kartun teletubies. Usianya sudah sepuluh tahun lebih. Saat ini ada sekitar 30 unit rumah. 20 dihuni penduduk, sisanya merupakan kantor, home stay dan tempat pertemuan.

Dulunya rumah ini dibangun untuk menampung warga yang kena gempa dahsyat 2006 silam. Bangunannya dibangun oleh bantuan luar negeri. Hari ini selain sebagai tempat tinggal, daerah ini juga sebagai tempat wisata.

Bukit Klumprit

Saya harus berjalan dari tempat parkir jeep menuju Bukit Klumprit.
Saya tidak masalah karena sudah menyiapkan kostum sesuai dengan keadaan alam, saya sudah mikir bakal piknik di gunung maka harus siap-siap. Saya aman, teman-teman saya aman, Pak Bupati tidak terlalu. Pasalnya beliau memakai seragam Kamis Pahingan, yaitu surjan jarik berikut selop. Ya bayangin aja gimana susahnya naik gunung dengan alas kaki berupa selop.

Namun nyatanya beliau bergembira seperti yang lain.
Kalau saya mah setiap saat juga bergembira.

Tiduran di atas batu raksasa menghadap langit dengan ditemani angin sore sungguh menyenangkan. Rasa-rasanya saya malas kalau disuruh bangkit lagi.
Saya datang habis ashar, masih agak sore dan harus menunggu sampai matahari terbenam. Tujuan utama tentu saja sunset.
Apa pun pokoknya demi sunset.

Awalnya saya bahagia saja karena cuaca cukup hangat, nyatanya semakin petang udara semakin lembab. Tangan saya berubah keriput jika tidak beraktivitas. Tempat ini menyenangkan dan jauh dari polusi, kecuali beberapa plastik yang merusak pemandangan. Pohon-pohon berjajar cukup apik.

Ada beberapa penduduk yang mencari rumput di sekitaran bukit. Saya bertanya-tanya di mana kira-kira mereka tinggal secara begitu tingginya tempat ini. Saya jadi mikir dong seberapa besar perjuangan ibu-ibu pencari rumput tersebut.

Yang jelas kalau sudah sampai Breksi jangan lupa untuk keliling tempat wisata yang lain. 
Berburu sunset dengan suasana tenang memang cocok di Bukit Klumprit. Jika mau berinstastory jangan khawatir karena tempat ini terjangkau sinyal 4G.

Jika ingin mnyewa Jeep, ada baiknya saya kasih tahu tarifnya:
- jarak pendek 200 ribu dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam.
- jarak medium butuh biaya 300 ribu dengan waktu tempuh dua setengah jam.
- jarak jauh sekitar 400 ribu dengan waktu tiga jam.
 
                                                                                
 

1 comments:

perjalanan,

Jelajah 4 Museum Dalam Waktu 4 Jam

9/27/2017 07:44:00 pm Mini GK 2 Comments


Jelajah 4 Museum

Abu-abu langit pagi itu membuat saya sedikit gelisah. Siang nanti ada janji bersama teman-teman Genpi untuk ikut acara Malam Museum. Jika abu-abu di langit berubah menjadi titik-titik yang selama ini dirindukan tanah, maka saya bisa apa?

"Kamu ke kota jam berapa?" pesan dari kawan yang hendak berangkat bersama.
Saya masih mikir-mikir. Ponsel di tangan terayun manja. Harusnya saya sudah ada di kota sesuai rencana jauh hari. Nyatanya saya masih di rumah bahkan mandi saja belum.

"Mungkin jam 12 aku baru berangkat dari rumah. Aku enggak jadi nonton."
"Okey. Semoga enggak hujan. Jogja tadi pagi hujan."

Cap cip cup, kota sudah diguyur hujan, tinggal menunggu angin sampai hujan itu merambati pekarangan rumah.
Saya lekas siap-siap, karena jika telat sedikit saja atau jika saya keluar rumah lebih lambat sepuluh menit dari rencana awal maka sudah diperkirakan jika di jalan akan ugal-ugalan. Saya benci saya yang dalam kondisi ini. #malahcurhat


Well, saya ini orang yang enggak peduli dengan omongan orang lain bahwa weekend itu identik dengan piknik. Saya mah kapan aja piknik hayuk ajah. Mau ramai-ramai atau solo juga hayuk. Tapi kalau ada yang bayarin itu lebih baik lagi. Paket komplit itu piknik sambil kerja dibayarin ramai-ramai dan ketemu pria tamvan. #halah

2 comments:

perjalanan,

Menanam Cerita di Halaman Sastra FKY 29

8/30/2017 05:29:00 pm Mini GK 0 Comments


Angin begitu ganasnya ketika saya mulai mengambil kata pertama dalam cerita kali ini. Ada gigil yang saya rasa usai bermotor dengan jarak hampir satu setengah jam perjalanan. Radio Buku halaman sastra FKY 29
Festival kesenian Yogyakarta selalu menghadirkan konsep menarik setiap tahunnya. Kali ini bertajuk 'umbar Mak byar', istirahat untuk lebih gemilang. Salah satu agenda dari FKY yaitu Sastra FKY. Radio Buku / Indonesia boekoe menjadi tuan rumah yang nyaman, ramah dan ngangenin. Halaman ditata apik untuk memberi senyum kepada pengunjung.

Saya hadir di saat pembukaan dan penutupan. Sempat salah tingkah saat sampai di halaman Radio Buku, sebab ketika tiba, sudah banyak orang yang berkumpul. Hari itu pembukaan diisi dengan dongeng dari pendongeng asli Yogyakarta yang sudah go internasional.

Karena bangku sudah penuh, saya memilih berdiri di depan panggung utama demi melihat penampilan Kak Arif Rahmanto yang baru saja bersiap dengan mikrofon. Tak disangka, beliau melambaikan tangan ke saya dan melempar senyum. Saya pun menyambutnya dengan hangat.

Lantas, cerita itu berlanjut ketika dari arah belakang sang aktor utama dalam "Istirahatlah Kata Kata" sang Wiji Thukul, mendadak mendatangi saya lantas memberikan bangku kosong yang tadi diangkatnya dari bawah pohon mangga.
"Duduk."
"Terima kasih," ucap saya karena enggak tahu harus bilang gimana lagi karena masih diliputi kaget.
Kakak Mida, teman yang memberdayakan saya hanya senyum-senyum pula merasa gimana gitu.



Kadang kala saya ini memang norak. Tapi saya bangga dengan kenorakan saya. Belum selesai keterkejutan dengan Mas Gunawan Maryanto a.k.a Wiji Thukul, lagi-lagi Kak Arif membuat saya semakin norak. Beliau di hadapan hadirin, sebelum mulai mendongeng, berucap, "selamat datang Kak Mini GK. Penulis kondang kita."

Okey, saya bener bener malu tapi bangga.  Kakak Mida lanjut berbisik, "kalau udah tahu kamu artis harusnya datang jangan telat dong. Malu tauk."
"Ya mana aku tau bakal disapa sedemikian hingga."

Lalu kami diam. Diam-diam saya masih senyum senyum sendiri dengan perilaku mereka orang-orang baik di sekeliling saya. Ah semakin yakin saya jika kenaikan akan tumbuh jika kita selalu menanamnya. Acaranya mendongeng sore itu berjalan lancar. Ramai dan pula menimbulkan tawa hebat bukan hanya anak-anak tapi semua hadirin segala usia.

Acara Sastra FKY 29 dimulai dari tanggal 30 Juli dan berakhir semalam, 3 Agustus. Banyak macam agenda, ada mendongeng, workhosp menulis, talkshow sastra anak, prosa juga teater.

 Saya sempat mengikuti talkshow sastra anak yang diampu oleh dua orang keren, Muhidin M. Dahlan dan Gunawan Maryanto. Dengan antusias sebab materi yang disampaikan benar membuat saya tercengang. Mengenai fenomena perbukuan, khususnya buku buku anak.

Tanya jawab dengan hadirin menjadi satu sesi yang menarik, dimana banyak hadirin yang kebetulan adalah guru saling mengutarakan kegundahan mereka dengan murid murid. Usai talkshow saya menunggu hingga malam untuk menyaksikan teater.

Ada dua teater yang tampil membawakan sastra lakon, yaitu teater Kamasutra dan Terjal. Dua duanya dari Universitas Gajah Mada.

Menurut Gunawan Maryanto, kenapa memilih sastra lakon bukan naskah lakon sebab dewasa ini sastra lakon seolah-olah tak dikenal atau ditinggalkan. Ia satra lakon ini berada di zona yang tidak jelas antara teater atau kepenulisan, maksudnya orang teater seolah-olah enggak berhak memegang begitu pun dengan orang penulis. Akhirnya dia jadi tenggelam.

 Kami bahagia kami suka dan kami menunggu sastra FKY selanjutnya.

0 comments:

perjalanan,

Pesona Pasar Kangen Jogja 2017

7/30/2017 12:08:00 pm Mini GK 1 Comments


#sabtuyou
Hai kamu, iya kamu yang malem Minggu senyum senyum sendiri...
Kamu dapat salam dari kami, barisan pemuda pemudi Indonesia yang penuh pesona dan berkarisma, kami #calonmantukesayanganmertua

Kamu tahu gak kalau dalam hitungan menit #PasarKangenJogja akan berkemas, menutup diri, liburan dan selimutan hingga setahun mendatang?
Nah, kamu udah tengok tengok belum? Siapa tahu ada kangen yang kau jumpai di #pesonapasarkangen.



Kalau kami sih udah melakukan serangan sejak hari pertama bahkan sejak kendi tanda pembukaan dijatuhkan dari atas panggung. Dapet  #benggol pula buat pengganti uang masa kini.

Oh iya meski kami terlihat kompak dipoto, aslinya kami datang enggak pakai janjian, kalau ngumpul gini itu semua karena kekuatan pandangan dan suara kami. Yang satu di mana yang lain di mana tinggal teriakin nama udah pasti ngumpul, menuhmenuhin jalan pula berisik (utama Kak Erwin yang sibuk promosi kejombloan dirinya, dasar #jomblo)

Jadi pas hari pertama, maaf maaf jika ada yang keberisikan atas kehadiran kami; maklumlah kami ini admin admin #lambeselo ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… Maaf; kami tidak takut #Mantan

#perjalananMini #traveler #beauty #gadisAnggun #MiniGK #author #gosip #hits #lifestyle #vakansi #piknik #tamanbudaya #kuliner

1 comments:

kuliner,

Nglathak Olahan Kambing Anti Prengus

7/12/2017 09:20:00 pm Mini GK 0 Comments


Saya dan kambing 

Dua puluh tahun lebih saya menjadi pribadi yang emohemoh jika disuruh mamam olahan daging kambing.
Mau dimasak macem apa, pokoknya emoh. Saya bukan tidak bersyukur tapi entah mengapa aroma prengus selalu jadi momok jahat yang membuat saya menjauh dari (olahan) kambing. Padahal saat kecil, saya enak enak aja mamam gulai kambing.


Kenal Nglathak

Minat saya kepada olahan kambing akhirnya muncul lagi setelah tahun lalu secara sengaja mencoba main di kedai Nglathak. Sebuah kedai mungil yang menjual aneka olahan daging kambing.

Kedainya nyaman. Berada di lingkungan kampus UNY dan UGM. Sangat dekat dengan kota, dekat sekali. Sedekat kita dengan kekasih, #eh
Nah karena lokasinya yang dekat kota dan strategis ini maka enggak jarang disebutnya Nglathak tengah kota.
Ya secara di Yogyakarta itu dulu kalau denger kata sate klatak atau Nglathak gitu pasti identiknya dengan kawasan di ujung selatan sana.



Masih agak takut-takut dengan olahan kambing, maka saya anteng gitu ketika teman-teman sibuk memilih menu. Saya masih menunggu sampai ada rekomendasi dari teman-teman, pokoknya enggak mau salah pilih.

Beruntung hari itu sang owner, sebut saja Mas To, ada di tempat dan bersedia berbagi cerita tentang kambing-kambing dan segala macam yang membersamainya.
Dengan diawali senyum manis, salam sapa, Mas To mulai bercerita....


Nglathak lahir dan sukses bersama kawan
Sedikitnya ada dua alasan kenapa saya akhirnya berani untuk kembali mencicipi olahan kambing (khususnya di kedai Nglathak, entah kalau di tempat lain, belum nyobain) yaitu; pertama sebab Mas Toko selaku owner sangat ramah dan penuh inspiratif. Alasan kedua adalah cerita Mas To yang selalu berprinsip untuk menghasilkan makanan halal Toyib dengan memperdayakan pangan lokal.

Jadi gini lho gaes, aslik ini cerita udah sedikitnya dua kali Mas To ceritakan namun tetep selalu berhasil membuat saya mengangguk dan angkat topi. Bagaimana tidak, untuk membuat kedai Nglathak agar terus beroperasi sang owner bekerjasama dengan rekan bisnis yang juga ternyata teman sendiri. Nglathak tidak berdiri sendiri. Dia mendapatkan sumber bahan pokok dari usaha teman teman yang lain. 
Mulai dari daging, beras, bunga Telang (bunga ajaib menurut saya), daun kelor dan lain lain.

"Kami mengedepankan produk produk lokal." Itu yang selalu Mas Owner bilang.

Ketika saya tanya, "gimana kalau aku enggak suka kambing tapi pingin nyicip?"

"Tenang. Bagi yang enggak doyan kambing, di Nglathak juga menyediakan menu ayam, kok. Dan harus ditanya dulu kenapa enggak suka makan olahan kambing? Mungkin karena bau prengusnya...."

"Iya itu," sambat saya cepat.

"Nah itu dia. Bau prengus itu sebenarnya ada sebabnya. Karena itulah kami selalu menjaga mutu daging yang dipilih. Tidak sembarang kambing pula tidak sembarang dalam menyembelih. Harus benar-benar halal dan bersih."

Oh.... Mendengar itu saya terpana. Jadi ternyata penyebab kenapa olahan kambing sering bau prengus itu bisa jadi karena cara menyembelihnya kurang tepat, tempatnya kurang bersih, kadang dagingnya diletakkan didekat kotoran sisa-sisa penyembelihan dan lain sebagainya.
Ini ilmu baru yang baru. Ilmu yang enggak didapat dari mana-mana hanya ada di Nglathank.

Enak bener, udah mamam enak bonus dapat ilmu pulak.

Cerita saya ke Nglathak cukup membuat teman dari luar kota tertarik.
"Besok kalau aku ke Jogja ajakin ke sana, Kak Min. Aku punya problem sama denganmu dulu. Gak doyan kambing karena prengus dan alot."

Nah masalah alot, di Nglathak olahan daging kambingnya juara. Enggak alot. Empuk dan gak nyangkut di gigi. 

Belum lagi minuman khasnya. Ada teh biru dan minuman daun kelor. Ada juga yogurt. Lama lama saya bisa menyimpulkan jika Nglathak​ selain merupakan usaha jejaring dengan memberdayakan produk lokal juga merupakan kedai sehat. Ya cek aja sendiri menu menunya lalu cari tahu khasiat khasiatnya.

Saya sih enggak keberatan pergi ke Nglathak untuk yang kesekian kalinya. Menu barunya adalah masih goreng kambing dengan bumbu rempah ala timur tengah. Gustiiiiiiii, saya suka banget nasi goreng ini.

0 comments:

kuliner,

Selamat Ulang Tahun Jogja Scrummy

6/24/2017 02:59:00 pm Mini GK 0 Comments

Jogja Scrummy

Poto by Ig Jogja Scrummy

Perkenalan saya dengan oleh oleh satu ini sudah terjalin sejak tahun lalu. Tepatnya saat Dude Herlino memutuskan untuk membuka cabang baru di daerah Brigjen Katamso Yogyakarta.
Saya tidak terlalu mengenal outlet yang di Jalan Kaliurang, namun untuk yang di Brigjen Katamso saya lumayan hafal setiap sudutnya. Saya juga masih ingat oleh oleh apa saja yang dijual di sana selain kue ala ala Jogja Scrummy.

Kalau dibilang buzzer atau media partner dari Jogja Scrummy, tidak, saya bukan bagian dari toko oleh oleh tersebut. Murni saya hanya masyarakat biasa yang kebetulan blogger dan kebetulan dapat kesempatan untuk ikut menyaksikan dan mencicipi Jogja Scrummy.

Eh, tunggu, jangan jangan pembaca blog ini masih ada yang belum tahu apa itu Jogja Scrummy?
Apa perlu saya cerita apa itu Jogja Scrummy?
Okey, sedikit ya sebagai awalan. Jadi gini, Jogja Scrummy itu adalah outlet oleh oleh yang berdiri di Yogyakarta dan milik artis Dude Herlino. Oleh-oleh yang utama di sini adalah olahan roti padat mengenyangkan yang diberi nama Scrummy.

Outlet Jogja Scrummy


23 Juni 2016 adalah awal berdiri Jogja Scrummy yang pertama kali. Hingga akhir tahun 2016 Jogja Scrummy akhirnya punya total empat outlet yang tersebar di banyak tempat di Yogyakarta. Antara lain; jalan Kaliurang, Malioboro (tepatnya Utara pasar Pathuk), Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Adisucipto.

Konon salah satu misi dari didirikannya rumah oleh-oleh kekinian ini adalah untuk ikut terlibat dalam rangka mendongkrak pariwisata Yogyakarta khususnya disektor kuliner.

Oleh-oleh kekinian


Berkaca dari niat mulia, akhirnya Jogja Scrummy tidak hanya menjajakan Scrummy saja melainkan banyak juga menerima titipan oleh-oleh kekinian dari banyak UMKM. Ini misal kalian punya produk makanan dan hendak kerjasama jangan sungkan untuk datang dan ngobrol ke Jogja Scrummy, insya Allah akan disambut dengan keramahan dan hasil yang diinginkan.
Sudah ada sekitar 200 produk olahan yang dijual di semua outlet Jogja Scrummy. 

Varian Jogja Scrummy


Total dalam setahun ini sudah ada 11 varian rasa dari Jogja Scrummy. Yaitu Jogja Scrummy Reguler dengan 6 varian yaitu cheese, chocolate, mangga, srikaya, taro dan caramel. Percaya saya sudah mencicipi semua rasa ini. Satu potong cukup mengenyangkan bagi saya.

Bulan Maret tahun ini Jogja Scrummy kembali mengeluarkan produk premium dengan bahan utamanya adalah wortel.
Kenapa wortel? Konon ini sebagai salah satu bentuk apresiasi Jogja Scrummy pada para petani wortel di sekitaran lereng gunung Merapi. Semakin menguat kan bahwa Jogja Scrummy peduli dan selalu mendukung pihak pihak yang ingin maju dan bekerjasama.

Inilah lima varian premium carrot cake; frozting cheese, caramel, peanut, cheese dan chocolate.
Jangan tanya saya bagaimana rasanya karena jujur saya baru merasakan yang peanut dan chocolate. Untuk dua rasa itu saya suka terutama yang chocolate. Harga perkotaknya 65.000 dan itu penuh banget. Gak kopongan. Cocok buat oleh oleh atau cemilan selama perjalanan panjang. Aslik kenyang. Agak gak mungkin kalau habis dimakan sendirian.

Jogja Scrummy dan Kesehatan


Jogja Scrummy diolah dari bahan-bahan sehat. Tidak menggunakan bahan pengawet. Hati-hati kalau beli Jogja Scrummy tapi kok bisa awet sampai sebulan, perlu dipertanyakan itu asli Jogja Scrummy atau hanya tipu-tipu. Pastikan beli di outlet yang asli.
Selain itu semua bahannya juga halal, Thoyib serta bernilai gizi tinggi.
Tepung yang digunakan menggunakan tepung kentang yang sudah mendapat pengakuan sebagai tepung non gluten yang baik dikonsumsi oleh orang-orang yang punya masalah dengan pencernaan.

Bagi yang pertama kali makan Jogja Scrummy mungkin akan merasa aneh. Tapi tidak dengan saya, saya enak enak aja dan enggak nolak kalau sering sering ada yang kirimin roti satu ini.

0 comments:

perjalanan

Buka Bersama Kawan Yamaha Yogyakarta

6/23/2017 08:28:00 pm Mini GK 0 Comments

Temu Kangen Kawan Yamaha Jogja

Terlalu panjang untuk diceritakan betapa banyaknya acara buka bersama sepanjang Ramadan tahun ini. Tapi kalau boleh dibocorkan sedikit, nyatanya saya buka bersama lagi lagi dengan orang yang sama. Mereka lagi mereka lagi. Ya gimana ya namanya juga satu komunitas satu rasa satu tujuan namun beda penderitaan. Eh, abaikan yang terakhir.

Jadi biarkan saya cerita sedikit tentang acara buka bersama yang sedikit beda dari biasanya.
Masih dengan teman teman yang sama, saya diajak untuk ikut acara buka bersama dengan Yamaha Komunitas Jogja beberapa waktu lalu. Sejujurnya agak-agak galau juga saat undangan datang secara acaranya ternyata bareng dengan acara di sebelah. Namun karena undangan dari Yamaha datang lebih dulu ya maka harus diutamakan, lagian juga udah kadong janji mengiyakan. Akan sangat tidak elegan sekali jika Gadis Anggun membatalkan janji demi bertemu dengan yang lain. Kesannya tidak setia banget. #halah

Menariknya acara buka bersama Yamaha itu tidak hanya ajang untuk kumpul dan makan bareng. Lebih dari itu, Yamaha menggandeng salah satu panti asuhan di daerah Giwangan untuk ikut serta dan bahkan jadi bintang dan acara buka bersama ini.
Saya lupa tepatnya tidak menghitung ada berapa anak panti yang ikut buka bersama namun yang saya ingat semuanya laki-laki.

Tidak hanya mengajak makan bersama, Yamaha juga memberikan santunan kepada panti asuhan tersebut. Saya hadir dan ikut mengaminkan doa doa yang dilangitkan sepanjang acara.

 Saya merasa beruntung bisa menjadi bagian dari komunitas ini. Semakin beruntung karena bisa ikut bergabung menyaksikan dan berkenalan langsung dengan teman teman lain.

Misal hari itu saya tidak jadi datang dan justru ke acara lain, mungkin saya akan kehilangan banyak moment berharga tentang 'tangan di atas'.
Saya memang tidak memberi apa apa tapi saya merasa ikut memiliki kebahagian yang mereka rasakan.

Oh iya acara ini berlangsung di Goeboek resto ring road Ketandan. Sejujurnya untuk datang ke acara ini tidak seratus persen gratis. Namun tidak pula berbayar mahal.

Tiket masuk yang dibutuhkan hanya satu buah buku perorang. Ya senang sekali lah saya bisa ikut acara yang beginian.
Misal nanti nanti Yamaha mau ngadain acara lagi yang syarat dan ketentuannya harus menukar satu buku untuk tiket masuk, saya akan usaha untuk daftar lagi.

Yamaha dan Tangan di Atas

Terima kasih untuk Yamaha Jogja yang membuat buka puasa saya lebih berkesan dibanding acara buka bersama sebelumnya. Terima kasih sudah mengenalkan ke banyak pihak dan mengingatkan tentang tangan di atas lebih baik.
Semoga acara yang seperti ini akan terus digiatkan oleh Yamaha dan diikuti teman teman yang lain.
Luv

0 comments:

Perempuan

Make Up Elegan di Hari Raya

6/17/2017 10:25:00 pm Mini GK 0 Comments


Sebagai #gadisAnggun aku udah biasa tampil polosan. Jadi begitu ada tantangan dari temen temen @jogjabloggirls @balibeautyblogger @bandungbeautyblogger aku langsung merapat ke #teamrendang. 

Masalahnya mendadak aku kesusahan mengeksplor muka sendiri. Bagian mana dari wajah ini yang harus dibold? Titik fokus tentu jatuh ke mata, bibir dan pipi. 

Hanya saja bagi yang terbiasa tampil nude ala #teamopor ya agak kagok saat mainin kuas. Tapi demi lebaran yang beda baru dan seru akhirnya main juga dengan pewarna wajah. Asyik kok tempel sana tempel sini, tabur warna tabrak warna.

 Dan inilah hasilnya. 


Untuk dandanan ala ala ini aku pakai produk dari #face2facecosmetics @f2f.cosmetics yang aku tahu adalah produk lokal. 

Warnanya bagus. Kebetulan banget aku pilih warna kombinasi yang cocok sama kulit aku. Dia sifatnya ringan, nyaman dipakai. 
Aku pribadi cenderung pilih pilih sih untuk makeup dan produk ini aku jatuh hati. Yang paling juwarakkkk ya lipstiknya, matte tapi lembut banget. Dioles tipis aja udah okey. Pakai lipstik berasa polos karena emang halus. Warnanya juga awet dan bikin kesemsem (semoga kamu makin kesemsem lihat senyumku, kak) ๐Ÿ˜— 

Eyelinernya aku suka karena dia gampang dibentuk dan mudah dibersihin. Enggak bikin ribet. Untuk blush-on sama eyeshadow pigmented, towel dikit udah merona. 
BB creamnya lembut dan enggak bikin kulit berasa tebel. 
Oh iya, produknya cocok kok buat makeup pengantin. Ini testimoni dari kerabat yang habis lihat karya di muka aku (dan ikutan nyoba produknya ๐Ÿ˜…) 

Buat yang mau tahu muka aku ini ditempeli apa aja, ini nih listnya (semua produk )
 1. Eye liner liquid black (biar makin tajam) 

2. Eyeshadow sweet cocoa (untuk membuat mataku makin penuh aura)

 3. Whitening BB Cream beige (sesuai warna kulit aku)

 4. Blush-on orange after glow (biar makin bewarna pipinya) 

5. Xoxo matte lipstik no.09 carrot cake (warna wortel yang mengenyangkan) 

Udah sih itu doang, tambahin paling bedak sama pensil alis aja. Simpel. Dandan gini gak lama kok. Cobain aja nanti pas lebaran.


 #F2FxBSxBBBxJBBxSBBxBdgBB #perjalananMini #makeup #beauty #beautiesquad #makeuplokal #indobeautyblogger #bloggirls #perfect #glamour #famous www.minigeka.com perempuan teman perjalanan buku dan kamu ๐Ÿ‘ 

0 comments:

Kebersamaan dan Dukungan dalam Berkomunitas

6/15/2017 05:44:00 pm Mini GK 0 Comments

Pelajaran dari sekelompok semut Sebutir nasi jatuh di lantai. Seekor semut menghampirinya. Ia berusaha menarik nasi itu sendiri namun nasi tidak juga bergerak. Ia hampir-hampir putus asa. Di hadapannya terhampar makanan yang super lezat dan besar, lebih besar dari ukuran tubuhnya. Sayang sungguh disayang, kekuatan badan tidaklah cukup untuk jangankan mengangkat makanan itu sampai ke sarang, menggesernya saja sangat susah. Saat putus asa itu sampai pada puncaknya, segerombolan semut lain datang. Mereka adalah semut-semut hitam yang juga bertempat tinggal sama dengan si semut penemu nasi. Tetua semut lantas meminta yang lain untuk membantu si semut yang hampir putus asa tadi. Kini semua semut mengambil jatah untuk membantu menggotong sebutir nasi tadi menuju sarang. Pelan-pelan dengan gotong royong akhirnya nasi itu bisa berpindah tempat. Si semut yang hampir putus asa tadi kembali semangat, terpancar aura bahagia dalam wajahnya. Kini ia tidak perlu lagi sendirian memikul berat nasi. Jika gerombolan semut tadi tidak membantu si semut putus asa mungkin yang akan terjadi adalah si nasi masih tergeletak di tempat semula dan bisa jadi diambil oleh yang lain (ayam, cicak, kecoa atau tersapu manusia). Padahal sebutir nasi tadi bisa menjadi bekal makan satu gerombolan semut di sarang. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing Setiap kita punya sisi egoisme dan juga sosial. Ada kalanya memang harus menggunakan kekuatan sendiri, berdiri sendiri, melakukan banyak hal dengan perjuangan sendiri. Namun tidak dipungkiri bahwa banyak hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri. Bahkan urusan simpel semacam potong rambut, kita butuh orang lain untuk membantu. Karena mahkluk sosial, tidak salah jika kita akhirnya mendirikan sebuah kelompok-kelompok atau tergabung dalam sebuah komunitas-komunitas dengan alasan dan tujuan yang tentu berbeda-beda. Saya punya hobi baca dan tulis, maka saya bergabung dengan komunitas yang isinya membahas dunia tulis menulis. Lain lagi dengan kawan yang hobi menggambar, ia akan gabung dengan komunitas gambar. Orang yang hobi tari sudah pasti lebih memilih gabung ke sanggar tari dibanding kelompok pecinta alam. Begitulah mulanya, karena kesamaan hobi dan cita-cita beberapa kawan di Gunungkidul tempat saya tinggal memutuskan untuk mendirikan sebuah komunitas kecil yang kami namakan Forum Penulis Negeri Batu. Di mana FPNB ini didirikan untuk menampung atau mewadahi siapa-siapa saja yang tertarik dengan dunia menulis khususnya orang Gunungkidul. Kami terdiri dari banyak latar belakang. Tidak semua pekerja pula tidak semua jago menulis namun kami punya kesamaan, sama-sama cinta buku dan berharap bisa jadi penulis. Sesingkat itu alasan yang mengikat kami. Kendala memang banyak terutama karena latarbelakang yang berbeda membuat kesibukan juga lain sehingga sulit untuk menyatukan jadwal pertemuan. Tapi itu tidak menjadikan lantas kami bubar. Peran ponsel pintar dengan jaringan internet yang kencang menjadi solusi untuk kami yang jarang bisa kumpul sesuka hati. Dengan jaringan internet cepat teman teman bisa terhubung dengan WhatsApp dan media sosial lainnya. Sesekali kami membuat kelas diskusi online. Semua bisa belajar meski berada jarak jauh. Belajar menulis tidak harus wajib jumpa darat tapi bisa saling kasih masukan via email. Menulis Bisa Sendiri Namun Menjadi Penulis Tidak Bisa Sendirian Saya menulis sudah sejak sekitar enam tahun yang lalu. Untuk menjaga agar semangat menulis tidak kendor maka salah satu cara yang saya lakukan adalah berkumpul membentuk jejaring dengan orang-orang yang punya kecintaan yang sama. Masuk ke komunitas yang orang-orangnya dengan suka rela mau berbagi saran dan kritik. Berkenalan dengan banyak orang untuk mencari tahu banyak hal tentang dunia luas. Tidak segan-segan untuk main-main ke penerbitan dan editor demi mengenal lebih jauh proses kelahiran sebuah buku. Cara-cara ini efektif untuk memberi suntikan semangat kepada saya. Jika ada kesempatan maka berbagilah Ilmu yang kita punya tidak akan pernah habis meski dibagi-bagikan. Justru akan bertambah jika memang kita mau membanginya dengan yang lain. Sejatinya ilmu, ia akan selalu seperti itu, ia akan tetap diam jika tidak kita tuangkan dan akan berubah menjadi sesuatu yang baru jika kita tuangkan dengan ilmu yang lain. Jika kita sering bertemu dengan orang lain dan membagikan apa yang kita punya, maka secara tidak langsung kita juga ikut menerima dari orang lain juga. Berbagi tidak membuat kita miskin justru sebaliknya. Ilmu yang diwariskan pada orang lain kelak akan kembali lagi dengan wujud yang semakin berkilau. Membangun komunitas dan mendedikasikan diri di dalamnya adalah sebuah kebahagiaan bagi saya. Saya tidak akan pernah jadi siapa-siapa tanpa bantuan teman-teman yang lain. [] Mini GK perempuan teman perjalanan buku dan kamu. Silakan sapa di @minigeka atau main-main ke www.minigeka.com

0 comments:

Piknik di Bulan Puasa? Oke Banget

6/04/2017 02:48:00 pm Mini GK 1 Comments



Piknik di Bulan Puasa, Kenapa Tidak?

Jalan-jalan akan membuat kita mengerti bahwa dunia ini tercipta tidak hanya berisikan masalah dan masalah. Dunia ini luas. Dunia ini punya sisi-sisi lain yang selalu mengejutkan. Hanya orang-orang yang tidak pernah jalan-jalan yang terus-terusan berpikir dan mengutuk dunia ini kejam.

Saya suka piknik. Suka banget apalagi gratisan.

Piknik bagi saya tidak melulu mewah ke tempat wisata hits atau ke luar kota. Jalan-jalan blusukan ke pasar bagi saya sudah bagian dari piknik. Di mana dan ke mana, jalan-jalan selalu membuat semangat. Belum ada ceritanya saya pusing karena sebuah perjalanan. Itu semua karena sudah terencana atau sudah jadi kebiasaan.

Selama puasa ini saya sudah jalan-jalan ke beberapa tempat (di Jogja saja sih) dan asyik-asyik saja. Jalan-jalan enggak lantas membuat saya  pusing lelah dan pingin segera buka.
Ini ada beberapa tips jika saya ingin jalan-jalan

Pilih koper atau ransel?
Ini penting banget lho. Perkirakan mau jalan-jalan kemana saja dan berapa hari. Hal ini biar memudahkan untuk packing. Kalau jalan-jalan ke tempat deket dan cuma sebentar ya enggak usahlah repot bawa koper. Nanti malah kelelahan nyeret-nyeret koper, kan bahaya kalau sampai batal puasa.
Saran dari saya kalau beli koper harus yang kuat banting, misal koper polo. Begitu pun ransel. Usahakan juga ransel banyak kantongnya. Coba buka sini untuk tahu koleksi koper dan ransel yang asyik ditenteng selama jalan-jalan.


Make-up dan Baju
Penting enggak sih bawa-bawa peralatan make-up dan baju setumpuk? Penting kalau bagi saya, ya meski enggak harus setumpuk baju di lemari dibawa semua.
Make-up dan baju itu penting buat menjaga penampilan selama jalan-jalan. Kan biasanya kalau jalan-jalan wajib itu ada sesi poto-potoan lalu di upload di sosial media. Kalau enggak bawa peralatan make-up gimana dong? Enggak mau kan kelihatan kusam atau pucat seperti kurang gizi. Nah maka dari itu make-up penting. Enggak harus banyak juga, paling enggak cukup lipstick, bedak dan parfum. Tiga ini bagi saya cukup. Lipstick purbasari, bedak venus dan parfum.

Untuk baju, juga jangan sembarangan baju. Sesuaikan dengan musim. Kebetulan Ramadan ini masih musim panas meski sesekali turun hujan, bagusnya bawa baju ganti yang tipis saja dan mudah digulung (enggak perlu setrika tetep rapi).
Untuk menambah refrensi koleksi make-up dan baju-baju kece bisa kepoin akun kece.

Cemilan dan air minum
Hei sedang puasa masak iya jalan-jalan bawa cemilan dan minum?

Kalau bagi saya ini penting. Soalnya enggak bisa memprediksi sampai jam berapa asyik jalan-jalan. 

Gimana kalau tiba-tiba udah beduk magrib sementara masih di jalan dan itu jalan jauh dari peradaban (ya siapa tahu lagi jalan-jalan ke puncak) maka cemilan dan minuman bisa jadi teman membatalkan puasa. Cukup membatalkan puasa saja jadi enggak perlu bawa banyak makanan. Ya misal beberapa biji kurma masukin ke dalam box kecil yang imut-imut, selain ringkas juga ringan. Air minum juga enggak perlu bawa galon, masukin aja ke botol minuman kecil. Coba lihat di halaman ini untuk tahu koleksi box makan dan botol minum praktis.

Payung dan kantong (bag)
Karena puasa kali ini sering tiba-tiba datang hujan, maka menyiapkan payung itu sangat penting. Bawa aja payung lipat  kecil dan ringan. Beli di shopee banyak banget contoh dan kisaran harga.

Untuk kantong lipat ini penting banget. Mau jalan ke mana pun wajib bawa barang satu ini. Cukup dilipat selipin ke dalam tas. Enggak perlu repot namun akan sangat berguna untuk pengganti kantong kresek. Ya mulailah untuk tidak ketergantungan dengan kantong kresek. Beralih ke kantong kain yang kuat. Di shopee ada kok macem-macem bahan dan bentuk.


Oleh-oleh buah tangan
Sering ya teman-teman itu nimbrung buat minta dibawain oleh-oleh saat kita sedang jalan-jalan, padahal mereka bahkan sama sekali enggak ngongkosi atau kasih uang jajan. Ya tapi karena kitanya baik, bolehlah dibawain oleh-oleh.

Oleh-oleh apa mesti harus yang berbau khas daerah tempat kita melancong? Saya kira enggak harus deh. Jadi bisa nih disiasati saja dibelikan pernak-pernik lucu atau mungkin kain-kain yang bisa dibeli di satu tempat keren ini. Yang pentingkan ikhlas ngasihnya.

Sudah sih ini dulu. Untuk penginapan dan lain-lain nanti akan saya bagikan lagi tipsnya. Sementara yang ringan ini dulu. Selamat menjalankan ibadah puasa dan jangan lupa piknik biar bahagia. (min)

1 comments:

kuliner,

Mamahke Jogja Bolehkah Saya Bercerita Tentang Kamu dan Teman-temanmu?

5/18/2017 08:31:00 pm Mini GK 0 Comments

Mamahke Jogja


Dua potong cake telah sukses berpindah dari nampan ke mulut lantas melaju ke dalam perut. Nyaris tidak ada sisa kecuali coklat yang entah sengaja atau minta perhatian lebih sampai-sampai harus nempel di bibir dan hampir ke seluruh jemari tangan. Belepotan dan sama sekali tidak terlihat anggun.
Saya sudah mencoba memakannya dengan khusyuk ala-ala Miss Univers, namun tetap gagal, remah-remah kue berhamburan ke rok. Alamak.

Itu yang terjadi dengan saya beberapa hari lalu saat diundang untuk mencicipi menu dari dapur keluarga Mas Hanung dan Mbak Zaskia.

Pagi jelang siang yang terik, saya sampai tidak bisa membedakan mana sekumpulan anak-anak berlatih karate dengan air mancur. Sungguh terlalu pengelihatan saya hari itu. Tepat di selatan Tamansari atau di jalan Tamanan, dapur Mas Hanung berdiri. Belum begitu sempurna ketika saya datang. Masih dalam tahap renovasi.

Saya dan teman-teman diundang untuk memcicipi sekaligus memberi masukan pada menu yang sedang digarap. Konon menu itu akan menjadi menu andalan yang kelak akan meramaikan dunia kuliner Yogyakarta.

Oleh Mas Hanung dan keluarga jajanan yang sedang mereka gadang-gadang menjadi salah satu alternatif oleh-oleh itu diberi nama “Mamahke Jogja”.

Tolong ya jangan salah mengeja; mamahke Jogja, bukan mamah ke Jogja. Karena mamahke di sini diambil dari bahasa Jawa berasal dari kata mamah (mengunyah), mamahke bisa berarti mengunyahkan. Beuh, repot bener pakai acara dikunyahkan segala. Kujadi ingat balita atau anak burung yang sering makannya dimamahke dulu sama orangtua mereka.


Mamahke dan selebriti Tanah Air

Saya sudah mencoba beberapa jajanan yang konon dikelola atau dimiliki oleh selebriti negeri ini. Enggak usah disebut ya jajanan siapa-siapa saja, dunia juga sudah tahu kalau saya ini doyan makan.
Karena saya ini orangnya enggak bisa diam, maka ketika ketemu langsung sama selebritinya pasti saya tanya-tanya dong kenapa dan mengapa akhirnya terjun di dunia kuliner dan memilih daerah (maksudnya bukan di Ibu Kota).

“Karena aku ingin jika pulang ke Jogja maka punya kegiatan. Aku ini perempuan yang enggak bisa diem. Di Jakarta setiap hari ngurus anak-anak, rumah dan segala macem. Kalau pas balik ke Jogja mendadak aku enggak punya kerjaan apa pun karena malah aku dilayani mertua. Kan akunya jadi enggak enak. Jadi buka usaha Mamahke ini berharap nanti bisa punya kesibukan,” tutur Mbak Zaskia sambil menawarkan produk Mamahke ke teman-teman.

Konon Mamahke ini juga memakai resep yang diturunkan dari Ibundanya Mas Hanung. Itu yang membuatnya beda dengan panganan yang lain.

Sambil mencoba mengira-ira apa saja bahan yang dicemplungkan dalam adonan cake itu (dengan cara mengunyah sambil sok-sok menelaah) saya mendengar tuturan selanjutnya dari Mas Hanung tentang mengapa mereka buka tempat oleh-oleh berisikan jajanan.

“Tujuannya ingin memberikan alternatif oleh-oleh jika ada temen main ke Jogja. Kalau membuat film itu sudah pekerjaan biasa. Bisnis kuliner ini baru bagi kami dan masih meraba-raba. Maka dari itu mohon teman-teman bisa kasih masukan agar nanti Mamahke ini benar-benar kerasa banget. Aku sendiri ingin tempatnya nanti nuansa Jogja banget. Pakai ornamen dan perabot kayu-kayu jati.”

Sejujurnya saya iri banget dengan ‘kemujuran’ yang dialami para selebriti Tanah Air tercinta ini. Selalu saja apa-apa bisnis yang mereka jalankan pasti laris manis. Sementara saya jualan buku Le Mannequin dan Pamaren Patah Hati saja sungguh gerilya dari subuh sampai subuh. *anggap saja begitu* Namun hasilnya ya gitu-gitu ajah. Jangankan pada antri pakai nomer antrian, sehari laku sepuluh biji saja alhamdulilah banget.

Pertanyaannya apa iya seorang Mini GK harus jadi selebriti dulu biar karya-karyanya laris manis dan subur sepanjang masa bagai lumut di kelembapan??
“Aku enggak ngerti gimana cara marketing kuliner,” Mbak Zaskia seolah-olah baru saja membaca apa yang  saya pikirkan. Mungkin batok kepala saya transparan hingga bisa terbaca dengan mudah.
“Aku konsultasi sama Irwansyah. Dan dia yang siap membantu marketing Mamahke. Jadi usaha ini kerjasama dengan Bella, Irwansyah, Zaskia Sungkar dan Teuku Wisnu.”

Tuhan, mungkin lain kali saya juga perlu join kerjasama dengan Mas Wisnu Nugroho, Kang Pepih, Mas Iskandar Zulkarnaen, lalu minta bantuan Abang Rizky Saragih dan Kak Kevinalegion biar karya yang saya ciptakan meledak-ledak di Bumi Pertiwi.


Antara Mamahke, Sate Klathak dan Bakpia


“Kenapa milihnya roti bukan soto, sate atau makanan berat lain karena....” Mas Hanung menjelaskan dengan semangat juang seorang owner, “karena aku kesulitan untuk mencari pencuci mulut jika selesai makan berat. Juga aku inginnya biarlah orang-orang seperti sediaka kala jika sate klathak ya ingatnya sama Pak (sebut nama), jika makan soto ingatnya sama (sebut nama).”

Dari sini dapat saya simpulkan bahwa Mamahke berdiri tidak untuk menyaingi macem kuliner yang sudah ada melainkan ikut mewarnai dan memberi alternatif aneka kuliner.

Harapan Mamahke

Seperti halnya sebuah hubungan, seseorang memutuskan untuk menjalin kasih dengan yang lain dengan harapan menemukan kebahagian hakiki. #tsah
Maka begitu pun dengan Mamahke, dari Mbak Zaskia saya mendengar bahwa Mamahke semoga bisa menjadi harapan baru bagi penduduk sekitar untuk mengais rejeki. “Bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain bagiku alhamdulilah banget,” tutur Mbak Zaskia berbinar-binar. “Belum kepikiran bagaimana nanti untung atau pendapatan Mamahke, berharap bisa bantu banyak orang.”
Beuh Mbak Zaskia nanti kalau butuh media patner atau bloger atau hanya sekedar model cakep boleh lho kontak saya di @minigeka atau www.minigeka.com  pasti dengan senang hati akan saya tindaklanjuti.


Kata mereka tentang oleh-oleh khas....

Karena saya ini orangnya sangat-sangat selo bertolak belakang sekali dengan hati saya yang super riuh penuh keributan ngalah-ngalahin suporter bola, anggap yang ini serius, maka sebelum bobok pada suatu malam yang syahdu saya bertanya pada beberapa temen-teman melalui chat WA. Begini pertanyaan saya;

Teman-teman, apa sih yang ada di benak kalian ketika seorang selebriti tiba-tiba buka usaha kuliner di daerah (bukan ibu kota) lalu memberi embel-embel ‘kuliner khas daerah....’

Sebelum benar-benar terbawa mimpi, saya menerima beberapa jawaban:

“Seleb mah bebasss, mau bikin kripik krupuk, salep, sampo gambarnya mereka mah sekarang bebas. Kalau pakai gambar kita malah nista.” *padahal saya udah siap lho jadi model sabun colek*
“Menurutut  selebriti bisnis kuliner sah-sah saja. Tapi ya kalau beneran khas daerah situ ya gak apa-apa, Beb. Yang jadi masalah kalau sebenarnya makanan bukan khas daerah situ tapi mereka memposisikan diri sebagai oleh-oleh wajib daerah situ.” *saya semakin nggak sabar mendadak jadi artis top biar apa apa sah*
“Berarti artisnya ‘mletik’ itu. Artisnya mampu mencari peluang dibalik ‘khas’ itu tadi. Kenapa kita enggak mencontoh mereka? Misal truk kita ditempeli stiker produk lokal Gunungkidul. Di satu sisi menghasilkan pendapatan buat kita disisi lain Gunungkidul makin mendapat nama di mana-mana.”
“Kalau aku sih biasa saja, Min. Karena aku enggak mengidolakan selebriti dan enggak nonton sinetron apalagi infotaiment.” *mungkin sesekali kamu perlu deh kenalan sama aku yang artis lokal ini, beuh*  
“Mereka itu bikin usaha kuliner kompakan lho.” *sebenarnya jawaban di sini nyebut nama nama dan merk tapi sengaja tidak ditampilkan demi kenyamanan perut saya yang akan mendadak lapar*
“Kalau kulinernya memang khasnya situ sih enggak apa-apa namun jangan diada-adain. Nanti jadi aneh.”
“Kalau buat aku enggak apa-apa. Wong usaha-usaha dia kok. Ngapain kita yang ribut ngrecoki.”
“Bagus dong. berarti selebritinya punya pandangan lebih. Mau usaha dan mau memberi pekerjaan ke orang lain.”

Ada beberapa lagi jawaban namun belum sempat saya tuliskan alasan utamanya karena obrolan itu melebar bukan menjawab pertanyaan yang saya lempar melainkan justru membahas aneka makanan yang sudah barang tentu membuat lidah saya kehilangan kendali dan gigi gemeretuk ingin mengunyah sesuatu. Semoga tidak khilaf.

Titip pesan buat Mas Hanung dan Mbak Zaskia, itu jawaban teman-teman saya monggo dipelototi, kalau butuh kontak mereka lewat saya saja dijamin lancar.


Selamat untuk pembukaan Mamahke esok 20 Mei 2017, jangan lupa saya Mini GK #gadisAnggun teman perjalanan yang bisa dikontak sewaktu-waktu untuk sekedar diajak mencicipi kue dan menikmati secangkir teh madu. #sedap

0 comments: