Lemonilo Mi Sehat Keluarga Sultan

Lemonilo
Lemonilo 


Lemonilo Mi Sehat

Seperti yang kita tahu kini telah hadir produk mi instan yang punya klaim sehat dan bisa dinikmati setiap hari. Namanya adalah mi lemonilo.


Kamu sudah pernah belum nyobain mi ini? Kalau saya jujur saja sudah. Beberapa varian rasa baik yang mi goreng atau mi rebus. Seperti halnya saya, ternyata banyak kalangan artis yang juga sudah konsumsi mi ini. Mendadak saya jadi berasa artis juga.

Keluarga sultan macem Raffi Ahmad merupakan salah satu contoh yang sudah konsumsi mi lemonilo. Dalam akun unggahan youtube RANS terlihat kalau Raffi, Gigi dan Rafatar sedang 'berebut' mi lemonilo.

Rafatar
Keluarga RANS di Chanel YouTube mereka


Hidup Sehat Dimulai dari Isi Piring

Pola hidup sehat antara satu orang dengan yang lain pasti beda. Tidak sedikit orang yang menerapkan diet ketat. Yang lain olahraga giat. Tidak sedikit yang memulainya dengan memperhatikan asupan makanannya.

Mie instan kekinian

Saya bukan pemilih makanan. Tapi saya punya cara sendiri dalam membuat makanan. Isi piring makan selalu diusahakan jauh-jauh dari bahan pengawet atau micin buatan pabrik. Cita rasa untuk memanjakan lidah saya dapat dari bawang merah bawang putih berpadu garam.

Saya pecinta mi. Tapi bukan mi instan. Mamak tidak pernah mengajarkan saya konsumsi mi instan. Beda dengan sepupu yang sejak kecil semacam kecanduan mi instan.

Lemonilo Ramah Anak-anak

Saat tahu ada mi lemonilo saya mencobanya. Bumbunya cocok dengan lidah. Tidak terlalu pekat dan eneg. Mungkin karena bahan bumbunya alami. Tekstur mi beda dengan mi instan kebanyakan. Tidak terlalu benyek dan tidak mudah patah. 


Dari yang saya ketahui, mi Lemonilo boleh dikasihkan ke anak-anak. Pantaslah Rafatar dikasih ini, doyan dan minta lebih. Infonya juga tidak masalah dikonsumsi tiap hari. Tapi tetep kalau saya mah jangan berlebihan. Takutnya bosan.

Seperti halnya mi yang lainnya. Mi lemonilo nikmat disantap dengan tambahan sayuran dan telor. 

Beda Lemonilo dengan mi instan lain

Kalau ngomongin beda atau keunggulannya, sudah jelas mi lemonilo dibuat dari bawan alami. Tanpa bahan pengawet buatan. Warna dari pewarna alami. No MSG jadi aman untuk tubuh. Kandungan gluten yang rendah. Lemak trans nol persen. Serta pembuatan mi tidak melalui proses penggorengan melainkan dipanggang dengan oven. Sehat yekan.

Mie sehat


Kalau penasaran seperti apa perkara gaya hidup sehat yang seru dan asik, kamu bisa main-main ke channel Youtube Lemonilo.

 
Tapi kalau penasaran sama produk-produk Lemonilo dan ingin membelinya yuk gas langsung saja lewat website lemonilo.com atau download aplikasinya di  bit.ly/aplikasilemonilo
Ada banyak promo menarik lho!

Cara Mudah Membedakan Obat Herbal Pien Tze Huang Asli dan Palsu

Pien Tze Huang adalah obet herbal dari China yang kaya akan manfaat. Bahkan karena khasiatnya yang begitu banyak, tak heran jika produk obat yang satu ini juga best seller dan diimpor ke berbagai negara, termasuk diantaranya adalah Indonesia.

Obat herbal ini mampu mengatasi berbagai macam gangguan kesehatan. Diantaranya mempercepat penyembuhan luka selepas operasi, mengatasi penyakit liver sampai dengan tipes dan beberapa gangguan kesehatan yang lainnya.

Jika dilihat di pasaran sendiri memang Anda bisa dengan mudah menjumpai obat herbal Tiongkok yang satu ini. Namun adakah jaminan bahwa semua obat yang dijual di pasaran tersebut asli? Tentunya tidak. 

Karena justru faktanya lebih banyak diantara produk yang dijual tersebut sebenarnya adalah obat tiruan, bukan produk yang asli. Untuk itu maka pastikan bahwa Anda berhati-hati di dalam membelinya. 

Berikut ini ada beberapa cara dalam membedakan khasiat Pien Tze Huang yang asli dan juga palsu, yaitu:

1. Keberadaan hologram dari PT Saras Subur Abadi, satu-satunya perusahaan importir yang mendapatkan hak untuk mengedarkan atau menjual obat ini di Indonesia tak lain adalah dari PT Saras Subur Abadi, sehingga untuk produk yang asli memang sudah ada hologram ini, sedangkan yang tidak asli tidak memilikinya.

Obat liver

2. Sudah terdapat nomor izin edar atas produk tersebut yang berasal dari BPOM yaitu POM TI 164 250 351, sedangkan yang tidak menggunakan nomor edar ini bisa jadi adalah produk tiruan.

Pien Tze Huang

3. Pada kemasan produk yang asli juga selalu disertai dengan stiker hologram yang ada di sisi kanan atas kemasan, pada saat mengelupas stikernya ada 16 nomor seri. Nantinya nomor tersebut juga dapat langsung di input ke situs atau website resminya untuk membuktikan keasliannya. Pada setiap nomor ini juga hanya dapat dipakai sekali input saja.

Obat herbal


4. Harga, hati-hati dengan tawaran harga murah, kebanyakan diantara produk palsunya memang dijual dengan harga murah.


Untuk hasil yang benar-benar efektif, maka pastikan hanya menggunakan obat Pien Tze Huang yang asli.

Lemonilo Bukan Hanya Mi Instan

Lemonilo Bukan Hanya Mi Instan 


Sudah pada tahu belum merek Lemonilo? Sepertinya sih sudah. Secara iklan di televisi sudah sering nongol. Lantas, apa sih yang kamu tangkap saat dengar kata Lemonilo? Lemon? Atau mi instan?
Agaknya yang kedua lebih mendekati.

Lemonilo Mi Instan

Jika kamu berpikir Lemonilo itu sama dengan mi instan sehat dengan harga yang sedikit lebih mahal dibanding mi instan pada umumnya, tenang, kamu enggak sendirian. Dulu, dulu banget aku juga beranggapan hal yang sama. Sejak pertama lihat iklannya di televisi langsung terkonsep jika lemonilo itu merek mi instan baru.
Tapi apakah beneran demikian adanya?

Ternyata tidak. Semakin aku kenal, semakin paham jika lemonilo itu semacam nama brand. Mi instan adalah salah satu produk yang dihasilkan/ ditawarkan ke konsumen. Sama seperti kamu, dulu aku mikirnya ya 'oalah mi instan', eh ternyata bukan. Kalau mau cek websitenya ternyata banyak banget produk keluaran dari brand ini. Aku yang sedikit kepo malahan sudah kesampaian konsumsi beberapa produk lainnya.

Macam-macam Produk Lemonilo

Awalnya memang tahunya cuma mi instan. Itu pun mi goreng saja. Ternyata enggak, mi rebusnya juga ada. Udah gitu varian rasanya juga beragam enggak cuma satu doang. Aku udah pernah rasain beberapa mi rebus dan goreng. Ada juga olahan keripik ubi, rasa balado dan jagung. Dua-duanya enak menurutku. Karena konsep yang diusung adalah makanan instan tanpa micin, maka keripik yang diberi nama Chimi ubi ini rasanya jauh dari micin. Enggak bikin serak atau ada yang nyangkut di leher.
Keripik Ubi Lemonilo

Cemilan yang lain yang sudah aku cobain adalah brownies crispy. Aku bukan influencer ala-ala jadi enggak mungkin review dengan bilang rasanya bikin mampus. Aku cuma cukup bilang kalau rasa brownies crispy ini cocok di lidah aku. Ada sensasi kriuk waktu beradu dengan gigi. Jadi semacam brownies yang dipanggang jadi kue kering. Aku makan ini saat perjalanan dalam kereta. Enggak penting tapi cukup teringat rasanya.
Brownies crispy


Produk lain yang sempat aku coba adalah kopi. What? Lemonilo produksi kopi? Iya. Iya banget. 
Kaget, ya?
Sama. Waktu aku dikirimi kopi dari brand ini juga sempat kaget. Ya karena taunya mi dan keripik itu tadi. Ternyata ada kopinya. Buat yang doyan banget es kopi susu, ini kopi lumayan bisa buat eksperimen. Aku nyobain juga meski bukan penikmat kopi nomer wahid.
Kopi Lemonilo

Yang suka masak ala-ala di dapur, silakan cobain tepung bumbu ayamnya lemonilo. Aku nyobain dan suka banget. Satu kotak isinya dua bungkus. Bisa buat bumbu apa aja. Lidahku yang suka gorengan ini rajin bikin tahu goreng pakai tepung bumbu ini. Kalau pas mau goreng ayam juga bisa pakai karena ini memang terlahir untuk bumbuin ayam. Aku aja yang gemes ingin selimutin tempe pakai bumbu ajaib ini.

Ada juga bubuk kaldu pelezat alami rasa sapi dan bumbu penyedap segala. Yang ini kadang aku pakai buat bumbu sayur sop. Enak aromanya. Rasa kuahnya juga nendang. Ada kerasa rempahnya. Kalau untuk sambalnya ada Chilita yaitu semacam bubuk cabe yang bisa ditaburkan di makanan. Pecinta pedes pasti suka. Aku yang enggak doyan pedes sering juga pakai bubuk cabe ini buat dimakan dengan nasi anget. Haha, pasti bisa dibayangkan deh sepiring nasi anget ditaburi bubuk cabe. Seperti itu kira-kira rasanya.
Bubuk cabai

Produk yang belum aku coba nih dan masih penasaran adalah minyak goreng yang tampilannya persis seperti air mineral. Kecap juga belum nyobain. Soalnya di sini masih susah kalau nyari di minimarket. Dan memang belanja produk ini masih dilayani secara online di website saja.

Pas ramai covid-19 kemarin, hand sanitizer langka, eh lemonilo bikin gebrakan dong. Produksi hand sanitizer dan dijual dengan harga normal wajar demi membantu banyak orang yang kehabisan stok hand sanitizer gara-gara ada oknum yang panic buying.
Hand sanitizer


Nyawa dari Lemonilo

Seperti yang sudah diduga dan diketahui oleh kamu-kamu, lemonilo adalah brand yang mengusung tema makanan sehat. Anti micin. No MSG. Bahkan mengklaim tanpa pewarna dan pengawet buatan. Jadi warna-warna yang dihasilkan dalam produknya merupakan warna dari alam, dari bahan utama penyusun produknya. Misal mi instan warna hijau, itu dari bayem. Warna kuning, itu dari kunyit.

Kemarin tanggal 28 Juli 2020 kebetulan banget aku kepilih untuk ikut acara press compres yang dilakukan secara daring lewat aplikasi zoom.

Seneng banget dong. Acaranya memang cuma sejam tapi cukuplah buat mengulik banyak hal dibalik dapur lemonilo. Menariknya lagi dalam acara itu jumpa dengan Brand Ambassador dari Lemonilo yaitu The Baldys yang merupakan keluarga dari pasangan Baldy Mulia Putra dan Nola B3. Keluarga artis yang memang sudah konsumsi lemonilo sebagai konsumsi harian.

Tentu saja pas acara ini juga sempat dengerin langsung seperti apa proses brand lemonilo tercipta. Lemonilo bisa dibilang startup dimana proses kelahirannya dibidani oleh tiga orang anak muda Indonesia: Johannes Ardiant
(Chief Product & Technology), Ronald Wijaya (Co-CEO) dan Shinta Nurfauzia (Co-CEO).
Lemonilo

Menurut Pak Ronald, misi utama hadirnya Lemonilo adalah ingin menyehatkan bangsa. Semua orang berhak sehat, salah satunya ya dengan konsumsi makanan-makanan sehat bergizi. Maka produk yang mereka hasilnya selalu menjunjung tinggi nilai sehat. Sehat, praktis dan ramah di kantong seperti yang diutarakan Mbak Shinta menjadi kunci atau nyawa dari produk-produk yang mereka hasilkan.


Dari sini semakin paham dong jika lemonilo bukan hanya mi instan semata. Tapi juga produk-produk lain yang dirancang sebagai alternatif produk sehat. 
gadis anggun



Nasi Tumpeng Bunga Telang

Nasi tumpeng siapa sih yang enggak kenal?  Semua orang pasti kenal dengan nasi tumpeng, meski tidak semua orang bisa membuat atau pernah memakannya. Nasi tumpeng biasanya hadir saat ada perayaan. Sebut saja contohnya perayaan ulangtahun.
Nasi Tumpeng Bunga Telang

Nasi tumpeng yang kita kenal biasanya berwarna kuning dan bentuknya menyerupai kerucut. Kering tempe, abon, suwiran ayam dan telur adalah sedikit dari teman pelengkap nasi tumpeng. Kalau mau ditelusuri lebih jauh tentu hal-hal ini mempunyai makna filosofi tersendiri. Bahkan zaman dulu enggak sembarangan orang bisa membuat nasi tumpeng.

Saya, makan nasi tumpeng sering. Membuatnya baru-baru saja. Baru dalam tahap belajar. Nasi tumpeng warna kuning jadi favorit, setidaknya sampai akhir tahun lalu. Saya yang sejak kecil belum pernah merayakan ulangtahun dengan nasi tumpeng, tiba-tiba ingin. Rasanya ada kepuasan tersendiri bisa membuat nasi tumpeng yang layak makan.
Meski belum bagus banget tapi cukup puas saat masak nasi tumpeng bisa dinikmati oleh seluruh keluarga.
Berharap kapan-kapan bisa deh bagi-bagi ke banyak orang.
Nasi kuning

Buat nasi tumpeng tidak ribet kok. Setidaknya bagi saya yang hobi 'terpaksa' mengurangi takaran dan juga banyak bahan. Kalau mengikuti resep yang ada di Cookpad atau di situs-situs resep masak bakal kewalahan. Maka diakali aja dengan bahan yang mudah terjangkau dan cocok di lidah.
Ya karena enggak semua bahan masakan bisa berdamai dengan lidah saya.

Lengkuas, serai, salam, santan, kunyit, garam adalah bahan yang tidak bisa dipisahkan dari nasi tumpeng kuning. Berkali-kali saya buat dengan bahan-bahan sederhana ini dan hasilnya tidak mengecewakan.
Belakangan setelah ketemu bunga Telang saya mulai mencoba mengganti warna kuning ke biru. Ceritanya pas lagi main ke rumah teman dan dapat bunga ini cuma-cuma. Jadilah ide masak nasi tumpeng biru.
Bunga Telang

Bunga Telang bukan hal baru dalam khazanah kuliner ala Mini GK. Sudah terlalu sering saya berhadapan dengan bunga penghasil warna ungu ke biru ini. Omong-omong, warna bunga ini sempat jadi perdebatan beberapa teman: antara ungu dan biru.

Mengolah bunga Telang menjadi pewarna untuk nasi tumpeng tidaklah sulit. Masalahnya kemarin saya perdana masak sendiri dan sok-sokan tidak baca resep. Semua bahan termasuk bunga Telang asal cemplung cemplung saja ke wadah. Iya gak apa-apa sih, nasinya tetap jadi biru. Cuma birunya memang kurang nampol. Jadi curiga antara saya yang salah masukin bunga atau kurang banyak bunganya.

Setelah saya cek di resep, ternyata saya kebanyakan gaya. Harusnya bunganya diekstrak dulu dengan direndam dalam air panas untuk mendapat warna biru. Baru setelahnya itu air dipakai buat masak nasi. Walah, tiwas sudah terlanjur mateng.

Meski warnanya enggak terlalu nampol namun rasanya cukup untuk lidah saya.
Bapak yang seumur umur belum pernah ngerti apa itu nasi biru atau nasi bunga Telang, bertanya-tanya apakah itu nasi beli atau buat sendiri.
Saya ketawa. Saat masak tadi kebetulan bapak lagi pergi jadi enggak paham dan tahu-tahu sudah ada nasi tumpeng warna biru di meja.

Nasi biru bunga telang agaknya bisa jadi alternatif untuk yang kebetulan bosen dengan nasi kuning. Bisa juga untuk kreasi agar anak yang enggak doyan nasi bisa punya gambaran lain tentang nasi biru.

Buat yang ingin praktik mencoba masak nasi tumpeng, lekas eksekusi. Jangan takut salah. Yang penting Mateng enak dimakan. Percobaan pertama mungkin kurang memuaskan, namun dengan demikian jadi semangat untuk terus nyoba dan keterusan.

Apa Kabar Covid-19?

Covid-19 Karantina Mandiri

Apa kabar Covid-19 di daerahmu?

Agaknya semakin mengkhawatirkan tapi orang-orang sudah mulai cuek. Benarkah demikian?
Banyak ternyata yang masih belum paham tentang virus ini. Sebagian paham namun berusaha 'santai' saja. Tidak sedikit yang cuek dan menganggapnya bukan persoalan serius.

Padahal di media massa, sebut koran dan televisi, saban hari tidak hentinya mengabarkan tentang Corona Virus. Memang kadang cuek itu perlu, tapi ya jangan bodoh. Harus bisa memilih mana yang harusnya memang dikonsumsi dan mana yang harusnya dijauhi.

Berita positif corona dari klaster Indogrosir menurut saya perlu disimak, terutama mereka yang selama ini sering belanja di tempat ini. Sama juga dengan klaster pabrik Sampoerna. Bukan untuk menakuti tapi waspada itu penting. Mengingat covid-19 ini penyebarannya sangat cepat pula banyak yang tidak terdeteksi alias orang tanpa gejala.

Apa kabar Covid-19 di daerahmu? 

Apakah orang-orang masih sering kumpul-kumpul? Masih sering nongkrong atau gosip gak jelas sambil ngemil di warung kopi? Atau justru ramai-ramai menghadiri penutupan sebuah tempat makan?

Ini sungguh-sungguh kebodohan yang kelewat manja. Ketika banyak orang bahkan berminggu-minggu tidak keluar rumah demi menjaga diri dan orang lain, sementara banyak kaum entah yang mendadak milih berhamburan keluar rumah demi mengenang masa lalu, katanya. Berjumpelan, berdesakan, saling senggol demi bisa say goodbye dengan tempat nongkrong yang katanya legendaris.

Ingin komen panjang, tapi saya kehabisan kata-kata. Agaknya percuma saja berkomentar. Lebih baik berdoa sajalah semoga semuanya terkendali dan aman. Walau diyakini banyak orang pasti ada satu dua bibit covid-19 di antara kerumunan tersebut.

Apa kabar Covid-19 di tempatmu?

Pagi tadi, setelah sekian tahun juta cahaya purnama akhirnya saya memberanikan tepatnya memaksa diri untuk keluar rumah. Biasanya saya hanya pergi ke sawah untuk antar jemput mamak. Tapi kegiatan ini sudah tidak rutin lagi sejak puasa. Agenda ke pasar nyaris sudah terhenti sejak dua bulan lalu karena isu covid-19. Padahal saya sangat senang lama-lama belanja di pasar.

Pagi ini ekspektasi saya sekonyong-konyong lumer. Jauh dari bayangan. Sejak keluar dari jalan kampung, saya langsung dihadang dengan jalan raya yang padat, hampir mirip awal tahun lalu. Bahkan untuk belok saja saya harus nunggu sedikit lama agar sepi.
Di jalan aktivitas juga lumayan padat, lebih-lebih ada acara perbaikan aspal jalan. Seperti jelang lebaran tahun sebelumnya. Jalanan macet bahkan ada sistem buka tutup.

Saya yang tadinya mau muter jalan sebentar, akhirnya hanya seperlunya saja. Tidak jadi keliling daripada kena asap dan lain-lain. Begitu juga saat lewat depan ATM. Niatnya ingin cek saldo (iya cek saldo aja bukan tarik tunai) ternyata antrean panjang. Saya urung menepi dan melanjutkan jalan.

Apa kabar Covid-19 di sekitar rumahmu?

Karena mamak juga mulai takut dengan covid-19 maka beliau juga jarang pergi jauh. Bahkan sudah rajin pakai masker padahal ngakunya gak enak kalau mulut hidung dibekap. Emang iya, jawab saya.
Karena mamak jarang pergi pergi jauh maka urusan belanja kebutuhan rumah saya yang pegang. Dan karena hari ini keluar rumah maka diputuskan sekalian belanja.

Lantas kagetlah saya. Ternyata pusat belanja grosiran yang dekat rumah mulai ramai. Mungkin efek jelang lebaran, orang-orang banyak belanja biskuit dan sirup juga minyak. Saya kira acara belanja lebaran juga memudar garagara covid-19, ternyata tidak.
Saya yang tadinya mau beli bahan-bahan kue belok cuma beli sirup dan kue kering. Dua itu yang bisa saya jangkau dengan cepat. Saya masih worry kalau harus berdesakan dengan pembeli lain. Memang tidak saling bersentuhan tapi tetap saja saya masih galauan.

Apa kabar Covid-19?

Sampai rumah saya kepikiran, kalau semua orang masih egois dan keluar rumah, kira-kira sampai kapan covid-19 akan bertahan di muka bumi ini? Rasanya seperti tidak adil. Kita yang berusaha terus menjaga diri sampai jenuh di rumah seolah dipecundangi oleh mereka yang santai keluar rumah setiap saat.

Mau mengadu pun bingung mengadu kepada siapa. PSBB saja banyak dilanggar. Aturan-aturan yang ditetapkan juga seolah tidak jelas sanksinya. Jadi banyak yang mengabaikan. Belum lagi kebijakan tidak boleh pulang kampung atau mudik tapi mendadak bus AKAP dipersilakan lewat lagi bahkan bandara mulai dibuka kembali. Hmmm sungguh ini membingungkan kalau tidak mau dibilang kurang tegas.

Kenapa masih banyak orang tidak peduli? 

Wregas Bhanuteja Sutradara Muda Indonesia

Wregas Bhanuteja

 Wregas tidak menyangka ‘hanya’ bermodal tiga puluh lima ribu rupiah mampu menghantarkan film garapannya masuk Berlin International Film Festival.

Nama Wregas Bhanuteja sudah lama dikenal oleh sineas tanah air. Semakin bersinar dan dikenal oleh kalangan luas setelah film garapannya berjudul Prenjak menang di Cannes Film Festival sebagai film terpendek terbaik 2016.
Wregas Prenjak

Sebelum Prenjak, pria kelahiran Jakarta 20 Oktober 1992 ini telah menggarap beberapa film lainnya antar lain Senyawa, Lemantun, Lembusura, The Floating Chopian. Selain sebagai sutradara, Wregas juga seringkali bertindak sebagai penulis naskah.

Fakta Tentang Wregas yang perlu diketahui
Sebelum hijrah ke Jakarta untuk menuntut ilmu di IKJ, pria gondrong ini sekolah di SMA Debrito. Kecintaannya pada dunia film sudah tercium sejak dirinya masih duduk di bangku SMP. Tidak banyak orang yang tahu bahwa di SMP dulu ia pernah membuat film bersama teman-temannya dan ia menjadi aktor. Filmnya kala itu bercerita tentang bendahara kelas yang korupsi. Namun ternyata menjadi aktor tidak semenarik saat dia mencoba jadi sutradara.

Sejak itu dia menasbihkan diri harus bisa mengejar cita-citanya menjadi sutradara.
Wregas mengaku bahwa ia adalah angkatan terakhir IKJ yang sempat mencicipi
Film Lembusuru yang menghantarkan dirinya ke Berlin International Film Festival total hanya menghabiskan modal Rp 35.000,00.

“Film ini termasuk salah satu film esperimental. Alias coba-coba. Saat itu Jogja sempat mandi hujan abu dari Gunung Kelud. Tidak ada aktivitas luar yang bisa dijalankan. Dari dalam rumah saya mencoba mengambil video hujan abu dari balik jendala. Lalu saya berpikir bagaimana kalau video yang saya dapat diolah menjadi film. Maka saya punya ide untuk menjadikan teman saya sebagai Lembusuro tokoh penjaga gunung sedang menari. Maka jadilah film Lembusuru. Saya hanya mengeluarkan modal tiga puluh lima ripu rupiah untuk membeli topeng yang digunakan Lembusuro untuk menari. Hasilnya? Saya tidak menyangka bakal sampai ke Berlin. Ya meski saat itu belum menjadi pemenang.” 

Fakta-fakta itu diungkap Wregas dalam sebuah workshop kecil baru-baru ini di sebuah mal di Yogyakarta.

Memulai karir dari Asisten Sutradara

“Jika dulu AADC 1 saya dilarang melihat filmnya karena ada adegan ciumannya, maka kini saat AADC 2 digarap, saya justru terlibat di dalamnya bersama Mbak Cinta. Saya dipercaya untuk menggarap behind scene film tersebut.”

Fakta ini disampaikan Wregas dengan diselingi tawa khasnya.

Sejak masa kuliah pria penyuka warna hitam ini memang sudah sering terlibat dalam pembuatan film-film besar sebagai asisten sutradara. Ia pernah magang dengan Miles milik Riri Reza dan Mira Lesmana. Tercatat ada Athirah, Sakola Rimba, Nyanyian Musim Hujan, dll.

“Saya pernah jadi asisten sutradara 3. Itu berarti saya bukan terlibat dengan tokoh utama. Misal di Sakola Rimba saya tidak terlibat dengan Prisa Nasution melainkan sayalah orang yang mengarahkan tokoh-tokoh dari suku anak dalam itu. Bayangkan saja, mereka itu tidak kenal akting sebelumnnya. Membaca menulis saja susah. Tapi itulah menyenangkannya dunia saya.”

Ada sebuah pesan pendek dari Wregas untuk para filmmaker muda tanah air yaitu carilah aktor sesuai dengan karakter tokoh yang ingin kalian ceritakan, tidak perlu membuat orang lain jadi tokoh yang kamu inginkan.

Penghargaan Yang Pernah diterima

Lemantun
Film pendek terbaik, XXI Short Film Festival 2015
Film Pendek Terbaik, Apresiasi Film Indonesia 2015
Film Pendek Terbaik Piala Maya 2015
Prenjak
Leice Cine Discovery Prize, Best Short Film, 55th Semaine de la Critique, Cannes Film Festival 2016
Cinema Nova Awards, Best Short Film, Melbourne International Film Festival 2016
Piala Citra, FFI 2016
Silver screen awards, Singapore International Film Festival 2016
Best Short Film, Prague Short Film Festival 2016

The Floating Chopin masuk kompetisi dalam 40th Hong Kong International Film Festival 2016

“Dari sekian banyak penghargaan, yang paling membuat saya terharu lebih dari segalanya adalah saat Prenjak mendapat Piala Citra. Itu artinya saya sudah diterima di rumah sendiri,” aku Wregas sambil menahan haru.


Cita-cita Wregas yang tidak banyak orang tahu
Saat ini Wregas sedang mempersiapkan film panjang pertamanya. Film yang akan diproduseri oleh Miles. Sampai saat ini masih dalam proses persiapan. Diperkirakan tahun depan baru masuk proses shooting.

Seorang film maker tetap harus punya idealisme. Namun bagi Wregas tidak selamanya seorang film maker seperti itu. Ia membagi-bagi dalam beberapa porsi; ada film yang memang untuk pekerjaan artinya menghasilkan dan ada pula film yang untuk memuaskan diri alias benar-benar untuk bekarya.

“Mungkin nanti saya akan membuka warung kopi saja untuk mencari uang. Dan jadi dosen, itu cita-cita saya.”

Ada yang ngefans berat dengan Wregas Bhanuteja? Mungkin kamu bisa mendaftar jadi mahasiswanya atau jika tidak memungkinkan bisa juga ngopi di warung kopinya. (Min)


*sebenarnya ini catatan saya beberapa tahun kemarin waktu diberi kesempatan mengikuti acara keren bareng Sutradara Muda Indonesia ini setelah tayang AADC2

Cerpen: Dua Tiga Dan Keadailan


Cerpen ini pernah tayang di tabloid ROSE HONG KONG dan sampai hari ini honornya enggak cair. Ehe
Cerita Poligami

Dua Tiga Dan Keadilan 

Oleh : Mieny Angel

Aku diam di depan pintu ruang perawatan. Aku masih ragu untuk masuk. Di dalam terbaring istriku yang tengah istirahat sejak seminggu yang lalu melahirkan. Bukan aku tak sayang istriku, aku takut untuk melangkah karena aku masih terngiang ucapannya beberapa hari yang lalu.

Tepatnya tiga hari yang lalu setelah dia dipindahkan ke ruang perawatan ini. Aku masih ingat dengan jelas.

“Uda, nikahilah Yuyun. Dia sangat sayang pada anak-anak kita. Dia juga yang rela memberikan ASInya untuk anak kita yang baru lahir. Kasihan dia. Karena musibah itu dia harus  
kehilangan suami dan anaknya. Ayolah Uda, menikahlah dengannya. Demi anak kita juga.”

“Sudahlah Diak, jangan kau paksa aku.” 
Aku tak pernah menyangka, istriku yang baru keluar dari ICU meminta hal yang seperti ini padaku. Semuanya terlalu cepat, bahkan semuanya tidak pernah ada dalam otak atau  
imajinasiku. 

“Diak gak memaksa. Mungkin karena Uda belum sayang sama Yuyun jadi semua terasa berat.” Ucapnya yakin.

“Percayalah Uda, suatu hari nanti sayang itu akan tumbuh dengan sendirinya.”

Galau. Aku kacau dengan permintaan Haisah, istriku. Dengan tiba-tiba dia memintaku untuk menikahi pengasuh anak kami. Aku tidak bisa, aku bingung. Tak pernah Haisah meminta sesuatu, sekali meminta ternyata permintaannya jauh dari bayanganku. Dia memintaku menikah lagi.

Alasan yang dia lontarkan lantaran dia sakit. Menurut dokter kanker. Tapi menurutku itu tidak seharusnya menjadi alasan untuk memintaku menikah lagi. 

Semuanya seakan dalam sebuah sinetron di televise. Istri untuk suamiku.

Percakapan tiga hari yang lalu benar-benar menguras tenagaku. Dan kini, apa yang harus aku katakana jika aku berada di ruangan bersama istri, anak juga Yuyun.

“Masuklah Uda, jangan di balik pintu saja.” 
Ternyata dia melihatku sedari tadi termenung di depan pintu.

Dengan langkah berat, aku masuk ke ruangan. Di ranjang istriku berbaring. Sementara di pojok ruangan, Yuyun tengah menggendong anak kedua kami yang masih berumur seminggu. Masih bayi merah.

“Uda…” suaranya menggantung. 
“Tuhan, ku mohon semoga dia tidak membahas masalah kesedianku untuk menikahi Yuyun.” Batinku. 
“Uda sudah pikirkan semuanya? Permintaan Adiak tidak beratkan Uda?” ucapnya lirih. 
Benar. Ternyata dia masih memikirkan permintaannya. Aku harus menjawab apa untuk semua ini. Aku tak mau menyakiti hati siapa pun.

“Diak…” aku bingung. 
“Tidak Uda. Menikahlah dengan Yuyun.” Ucapnya lagi sembari menatapku dan Yuyun bergantian. Dan yang lebih mengagetkan lagi, dia melepas cincin di jarinya menyerahkannya padaku dengan anggukan kepalanya. 
Aku terpukul.

“Diak tetap cinta pada Uda. Tapi mungkin waktu Diak tak lama lagi. Anak kita butuh seorang ibu. Yuyun juga tak akan keberatan menjadi ibu untuk anak kita, dia telah menjadi ibu yang baik. Air susu Yuyun telah menggantikan air susuku yang haram. Aku sakit Uda. Ayolah, kabulkan permintaan Diak."

Air mata mulai mengalir dari mata indahnya. Aku bingung dengan semua ini. Apa aku harus menikahi Yuyun? Aku belum sanggup. Dua istri saja aku tak sanggup adil, apa lagi tiga istri? Aku tak akan mampu adil.

Dulu istri pertamaku menyuruhku menikahi Haisah lantaran dia tak mampu mempunyai anak. Kini Haisah menyuruhku menikahi Yuyun karena sakit yang dideritanya.

Ya Allah, kenapa semua ini terlalu rumit? Aku belum bisa adil pada istriku Ya Allah. Apa aku harus mengabulkan permintaan istriku? Haisah terus memohon sedang Yuyun hanya menunduk. Tubuhku lemas, jujur aku ingin pingsan tapi kenapa tidak pingsan saja?

Dua dan kini hendak tiga istri. Sesuatu yang tak lagi-lagi tak pernah kuharapkan dalam hidupku ini. Entah mengapa sejak aku menikah hidupku penuh dengan likuan cobaan. Kalau boleh aku ingin hanya memiliki satu orang istri. Namun ternyata Tuhan berkata lain, aku harus  
berbagi perhatian dengan istri keduaku. Aku tak pernah tahu apa rencana Tuhan dengan skenario hidupku ini.

Kata seorang ustad, Poligami itu diperbolehkan asal kita mampu untuk berbuat adil. Dan poligami itu ada tuntunannya tersendiri. Aku masih terlalu kerdil untuk memaknai semuanya. 

Tidakkah ini sebuah cara Tuhan untuk menegurku?  
Dalam kegalauan yang teramat tiba-tiba pintu terbuka. Seorang wanita yang sudah kukenal terlihat senyum manis menghampiri ranjang.

“Assalamualaikum.” Ucapnya semangat. 
“Waalaikumsalam.” Jawab semua penghuni ruangan. 
“Uni Khatimah.” Sambut Haisah tak kalah semangatnya. 


Kini lengkap sudah. Dua orang istri di depan mataku dan satu calon istri yang belum aku kasih kepastian.

Wanita di hadapanku adalah wanita yang sama-sama aku sayangin juga wanita yang tangguh. Keduanya banyak mengajariku tentang hidup. Keduanya juga yang menyuruhku secara tak langsung untuk berbuat adil.

Keduanya tidak pernah bertengkar, sekalipun keduanya adalah istri pertama dan keduaku.

“Uda, Khatimah tahu. Sekarang semua terserah Uda. Haisah juga aku sudah memikirkan semuanya. Kalau pun Yuyun satu atap dengan kita, tidak masalah Uda.” Ucap Khatimah tegas.

Tubuhku benar-benar lemas. Mampukah aku berbuat adil untuk semua ini? Iman ini masih terlalu kecil Ya Allah. 


Dua dan kini tiga. Aku pandang wajah mereka satu persatu. Berat rasanya untuk mengatakan sanggup.

**** 
Wonosari, April 19.2011 
Keadilan itu diperlukan dalam sebuah rumah tangga 
Jadilah seorang imam yang benar-benar menjadi nahkoda dalam kapal yang kau bawa



*Catatan: cerita ini di-posting tanpa editan. Jika ada typo dan salah tanda baca, memang seperti itu awal saya menulis dulu.