Gaya Hidup Tanpa Menyakiti Bumi

Gaya Hidup Masa Kini

Mereka berbaris rapi serupa padi yang baru ditanam oleh para petani. Saya melangkah ikut dalam barisan, antre membayar belanjaan. Tidak seperti yang lain yang repot dengan banyaknya belanjaan, saya cukup membawa belanjaan dengan kedua tangan. Dua orang (yang saya perkirakan pasangan) di depan saya belanja cukup banyak: sayur-sayuran, buah-buahan, kue kering dan beberapa kebutuhan rumah tangga lainnya.
Bukan masalah banyaknya belanjaan yang membuat saya tertarik melainkan obrolan antara keduanya.
He : Bawa totebag?
She : Bawa, cuma masih di mobil. Biar nanti aku ambil.
He : Ya. Kita harus mengurangi penggunaan plastik.
She : Kamu juga, berhenti minum dengan sedotan. Kan sudah punya bamboo straw.
He : Ya. Kita juga perlu ganti beras dengan beras organik, deh. Sayuran juga harus organik.
She : Mahal.
He : Yang penting sehat.
Obrolan berlanjut dengan tema 'bahan makanan organik'. Obrolan baru berhenti saat sudah sampai meja kasir.
Suasana Pameran UKM
Usai pisah dari kedua orang tersebut dan usai membayar, saya duduk bersandar pada pohon beringin sambil bercakap tanpa suara: sejak kapan kiranya orang-orang ini mulai peduli pada lingkungan khususnya alam? Mungkinkah kepedulian itu muncul usai postingan viral di sosial media tentang nasib paus yang mati karena banyak menelan sampah, atau  berkat rasa prihatin usai menyaksikan tayangan penyu yang harus mati lantaran sebatang sedotan, atau bisa jadi karena selembar majalah yang memperlihatkan foto ikan-ikan terjebak dalam wadah plastik. 
Banyak sekalik kemungkinan-kemungkinanyang bercakap dalam batok kepala saya.

Hingga dari sekian banyak kemungkinan dapat saya simpulkan bahwa dalam diri manusia masih banyak menyisakan kebaikan-kebaikan untuk alam, terkadang hanya butuh satu keteladanan untuk membangunkan sisa-sisa kebaikan tersebut.
Belakangan ini  trend hidup hijau sedang marak melanda Indonesia. Ramai-ramai orang mulai beralih menggunakan produk-produk ramah lingkungan. Mulai banyak yang sadar pentingnya menjaga alam. Tapi tidak sedikit juga yang ternyata hanya mengikuti 'perkembangan zaman', biar dibilang kekinian.

Meski begitu apa pun alasannya, keinginan orang-orang untuk hidup lebih hijau, hidup lebih sehat, hidup berdampingan dengan alam ditangkap oleh produsen dan jadilah produk-produk baru dengan label "ramah lingkungan". Lantas berbondong-bondong orang memilih produk dengan iming-iming "organik" tanpa lebih dulu memastikan benarkah organik atau sebatas organik dalam kemasan.
Belanjanya pun tetap di dalam minimarket, mal, swalayan bukan ke produsen langsung atau ke pusatnya.
Buah-buahan lokal
Padahal kalau mau sedikit lebih jeli, produk dengan embel-embel organik dan ramah lingkungan sejatinya sudah lama dilakoni oleh para pegiat UKM (Usaha kecil menengah). Kalau memang benar-benar ingin menjalani gaya hidup ramah lingkungan, kenapa enggak kita jajan/ belanja di UKM saja?

Buat yang belum paham, saya kasih tahu, biasanya produk-produk olahan UKM itu menggunakan bahan-bahan alami dan yang ada di sekitar. Lebih tepatnya dewasa ini para pelaku UKM tidak hanya mengolah bahan melainkan menciptakan sesuatu yang baru, bernilai jual tinggi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang berserakan di sekitar tempat tinggal. 

UKM lahir bukan untuk mengimpor melainkan mengekspor. Jadi kalau kamu gengsi jajan/ belanja di UKM, maka perlu dipertanyakan mentalnya, sebab dalam jangka panjang sasaran pembeli UKM itu orang-orang manca atau mereka yang paham kualitas.

Mengenai produk-produk UKM sendiri, saya akan sedikit cerita tentang perjalanan saya seharian kemarin dalam acara pameran UKM di Alun-alun Sewandanan Pakualaman. Buat yang tertarik, ya mungkin saja kalian tertarik habis baca postingan ini, pameran masih berlangsung sampai Minggu, 26 Mei 2019.

UKM Istimewa

Menggunakan plastik seminimal mungkin adalah salah satu upaya untuk menjaga alam. Selain itu ada banyak hal lain yang juga sangat mudah untuk dilakukan demi menjaga alam. Hal-hal itu bisa dilakukan sambil bergaya.
Apa maksudnya? Memang bisa gaya disandingkan dengan alam?
Sangat bisa. Bukankah karena keindahan alamlah yang selama ini merangsang kita untuk berimajinasi dan melahirkan karya-karya spektakuler?
Saya ini termasuk orang yang suka tergoda setiap melihat kain. Setiap pergi ke pasar selalu kios kain menjadi satu lokasi yang wajib dikunjungi. Begitu pun saat datang ke sebuah pamerah kerajinan, fashion atau craft. Awalnya saya tertarik dengan warna dan motif, baru selanjutnya bahan kainnya (itu juga setelah diperbolehkan menyentuh).

Masalahnya sering kali saya jumpa kain yang saya ingin  ternyata hasil dari print namun penjualnya bilang itu kain batik. Banyak juga yang berasal bukaan dari pewarna alami yang sudah barang tentu membuat saya kecewa. Jujur saya mulai peduli kepada hal-hal demikian. Saya akan cerewet jika mendapati kain mahal tapi ternyata bukan dari alam atau bukan dari proses kreatif.

Ecoprint by InaLu

Kemarin begitu sampai alun-alun, saya langsung tergoda dengan stand Ina Lumora. Mereka satu-satunya produsen yang hari itu memamerkan (sekaligus menjual) baju ecoprint. Ecoprint
Nah kebetulan sekali saya ini lagi belajar teknik ecoprint, maka saya sempatkan diri untuk ngobrol sekaligus bertukar pengalaman di stand InaLu. Seru sekali.
ecoprint
Ecoprint itu udah pasti dari alam. Wong ecoprint itu artinya teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami.

Warna-warna yang dihasilkan nantinya adalah warna dari daun yang kita gunakan untuk motif.

Menariknya, diecoprint itu tidak akan ada motif lain yang sama persis. Ya secara daun-daun yang digunakan tentu saja beda tidak ada yang sama persis. Lagi, tidak semua daun akan menghasilkan warna atau motif yang sama. Bisa jadi daun jati di kain pertama bewarna ungu, namun di kain berikutnya warna kuning tua atau coklat. Tidak akan sama persis.  Ini menjadi satu tantangan, keunggulan serta keasyikan dalam mendalami ecoprint.
pasmina ecoprint
"Mbak di sini buka kelas, gak? Aku mau belajar ecoprint nih. Soalnya selama ini autodidak." Iseng saya bertanya, berharap jawabannya bisa biar saya bisa ikut daftar kelas.

"Kami belum buka, Mbak. Ecoprint itu tekniknya susah-susah gampang," jawaban dari mbaknya membuat mimpi saya berguguran laksana kapok ditiup angin.

"Yah, padahal ingin banget ni, Mbak. Omong-omong ini ada karya Mbak gak?" Saya memegang beberapa pasmina yang telah mencuri perhatian sejak pertama jumpa.

"Ada, Mbak. Tapi saya masih belajar. Sering gagal saya kalau buat."

"Lho emang ada gagalnya dalam dunia ecoprint?" 

Serius saya bertanya demikian karena menurut saya, apa pun warna dan hasilnya, ya itulah ecoprint. Tapi ternyata menurut mbak yang jaga stand (bukan pemiliknya) ada yang namanya gagal dalam membuat ecoprint. Biasanya yang disebut gagal itu kalau motif dan warnanya tidak begitu tampak jelas dan biasanya yang seperti ini tidak layak jual. padahal kalau saya mah sampai tahap ini sudah sujud syukur bahkan dipamer-pamerkan. yeah saya ini makhluk pamer
motif daun dalam ecoprint

NARENDRA BATIK

kain dari batik narendra, kombinasi tulis dan cap
Kelar ngubek-ubek stand ecoprint, pindahlah saya ke stand Narendra Batik. Di sini saya mulai kalap lagi dong. Soalnya enggak hanya kain-kain batiknya yang cakep tapi baju jadinya juga membuat jatuh hati. Kualitas kain saat dipegang juga kelihatan banget. Kebetulan saya pernah di butik jadi paham beberapa karakteristik kain.

Batiknya itu bakal adem kalau dibuat baju dan jatuhnya di badan pas/ cakepan. Lagi-lagi sebelum beli saya melakukan wawancara singkat kepada mbak yang jaga. Selain biar berasa akrab dengan cara ini saya bisa belajar berkomunikasi nanti jika ingin terjun di UMKM juga.
Dari mbak yang jaga, saya tahu kalau batik yang saya suka itu (yang tampak dalam gambar) ternyata batik kombinasi antara batik tulis dan cap.

Beda lho antara batik dan kain motif batik. Tolong dicatat ini.
Pernah, kan, ke toko mau beli batik, gayanya udah pilih ini itu udah PD, begitu besoknya dipakai eh dibilangin sama yang lain kalau itu bukan batik melainkan kain motif batik. Ya, jangan sampai dong ya gak tahu.

Sebagai anak zaman now, bolehlah cari tahu bedanya batik dan bukan batik. Secara singkat yang namanya batik itu harus melalui proses dimalam (kena sentuhan lilin malam). Kain yang lain yang enggak kena sentuhan malam maka enggak bisa disebut batik.
Batik Narendra beralamat di Jalan DI Panjaitan Yogyakarta
Begitu pun batik ada yang namanya batik tulis dan batik cap, satu lagi di Narendra ini ternyata ada batik kombinasi. Tetep cantik buat saya.

Kalau ditanya bagaimana cara membedakan batik tulis, batik cap sama kain motif batik? 
Gampangnya dilihat dari harganya. Itu paling gampang. Yang paling mahal itu pasti batik tulis.
Tapi kan kadang ada yang 'iseng', batik cap dibilang batik tulis? Cara selanjutnya untuk tahu bedanya ya dilihat dari motifnya, biasanya kalau batik tulis itu tidak rata juga kurang simetris, beda dengan batik cap.
Kalau udah biasa dan sudah cinta nanti juga akan tahu bedanya. Eyaaa

Peran Plut Jogja

Sebagai seorang penikmat yang sering kecanduan dengan hal-hal yang menarik, tentu saja saya berterimakasih kepada Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta dan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta yang sudah mengadakan pameran inspiratif seperti ini. Saya dengar dari Mbak Narendra konon acara seperti ini akan terus berlangsung namun lokasinya pindah-pindah. Saya dong sudah rekues agar di setiap stand menampilkan produk baru. Yang baru dan ramah lingkungan tentu saja.
Sudah lama saya kenal PLUT KUMKM, setiap menghadiri acara mereka selalu menerbitkan semangat untuk ikutan jadi entrepreneur. Masalahnya saya ini kebanyakan mimpi dan terlalu syarat namun realisasinya kapan-kapan. Enggak cocok banget dengan jiwa para pegiat UKM.

Para pegiat UKM lihat daun kelor bisa jadi bakso, bakpia, coklat dll. Lha saya lihat kelor ingatnya jimat (konon gitu, kelor ada unsur mistiknya).
Heran juga saya tuh sama pegiat UKM yang bisa menyulap tulang ikan jadi keripik. Tulang ikan mah bagi saya sesuatu yang udah enggak berguna, salah ternyata bisa lho dibuat keripik enak banget.

Bakso Kelor

Omong-omong karena udah menyinggung makanan, saya juga mau cerita kalau kemarin itu sempat lihat pengolahan daun kelor menjadi berbagai macam makanan, salah satunya jadi bakso.

Sungguh ini sesuatu yang baru, berfaedah, alami dan berkhasiat. Daun ini punya berbagai macam keajaiban. Di rumah saya punya pohon kelor banyak banget. Enggak bisa mengolah selain dibuat sayur bening atau sup. Hampir tiap hari saya konsumsi ini. Dan baru sore kemarin tahu kalau kelor bisa jadi racikan bakso. Sungguh beruntung sudah mampir ke pameran ini.

Ya emang kelor kalau dimakan langsung atau dibuat urap kurang begitu menggiurkan, tapi kalau udah jadi bakso atau olahan lainnya (bahkan jadi coklat kelor) udah pastilah menggoda untuk dicicipi.
Kira-kira kebayang gak? Kalau penasaran, tenang masih ada sampai hari Minggu lho.

Oleh-oleh dari Pawon Sentono

Seperti yang saya bilang di awal, UKM itu menyasar konsumen tidak hanya lokal namun interlokal, wajar kalau banyak produk yang dibuat cocok untuk oleh-oleh.

Kemarin sempat lihat ada stand oleh-oleh khas Jogja bernama Pawon Sentono. Percayalah ini pertama kalinya saya berjumpa dengan Pawon Sentono.
Packaging wedang uwuh
Sekilas saya lihat Pawon Sentono lebih konsen ke produk-produk bahan minuman dari bahan alami. Contohnya bubuk jamu temulawak, bahan wedang uwuh, bubuk wedang jahe dan beberapa calon minuman lainnya. Kalau buat saya, ini cocok untuk diicip. Sekali beli bisa dinikmati beberapa kali. Tinggal diseduh, simpel namun tetap alami.

Ada juga sambel yang bisa tahan beberapa bulan. Sambelnya macam-macam, ada petai, tongkol, terasi dan beberapa lainnya yang sayangnya sudah habis. Untuk saya masih jumpa dengan sambel petai dan terasi. Nyobain beli yang petai soalnya di rumah pada suka petai. Dibanding beli saos, saya lebih memilih sambel. Perut saya tidak terbiasa dengan saos.
Sambel Pawon Sentono 
Masih di stand Pawon Sentono, saya jumpa kebab dan cireng. Cireng dan sambel adalah perpaduan yang cukup memikat.

Setelah melakukan transaksi singkat (karena pukul 5 sore mereka tutup) saya tahu kalau Pawon Sentono ini menyediakan bubuk minuman dari bahan alami dan juga makanan frozen tanpa bahan pengawet. Karena tanpa pengawet inilah jadinya bahan makanan itu perlu difrozen.
Selain yang sudah saya tulis tadi, masih banyak stand lain yang juga seru. Sayangnya karena kemarin saya datang kesorean jadinya belum bisa eksplor semuanya. Batik Narendra, Ecoprint dan terasi Pawon Sentono adalah sebagian yang sudah saya kunjungi (dan jajan).

Masih ada satu yang sangat menarik namun belum saya kulik-kulik, yaitu tentang shibori. Kenapa? Karena bulan lalu saya baru saja punya shibori baru. Takut nanti kalau jatuh hati lagi dan gak bisa kontrol diri. Sudah dibilangin kalau saya ini susah untuk enggak jatuh hati sama kain-kain.

Besok jika sempat saya ingin main lagi dan tanya tentang teknik pewarnaan shibori dengan pewarna alami. Sampai kapan pun saya akan selalu tertarik dengan hal-hal yang berasal dari alam. Gaya dapat, bumi juga selamat.

Bangga dong pakai baju dari kain buatan UKM dengan pewarna alami. Mumpung pada berbaik hati pula kasih diskon.

~gadisAnggun

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Grebeg Lebaran yang diadakan oleh Dinas koperasi UKM DIY dan PLUT Jogja.

5 Tempat Makan Favorit Mahasiswa Malang Enak dan Murah

Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan khasanah kulinernya. Kaya rasa dengan ciri khas rempah-rempahnya inilah yang menjadi Indonesia banyak dikenal berbagai negara.

Beberapa makanan asal Indonesia bahkan masuk dalam daftar 100 makanan terlezat di dunia. Diantaranya sate, rendang, nasi goreng dan masih banyak lagi.

Membicarakan makanan yang lezat di Indonesia tentu kamu akan berfikir makanan khas dari masing-masing daerah kamu. Inilah salah satu alasan Indonesia sangat lezat makanannya karena berbagai ragam variasinya. Dari Sabang hingga Merauke masing-masing memiliki rasa yang berbeda. Makanan khas Indonesia sangat menggugah selera dengan cita rasanya masing-masing. Uniknya lagi beberapa makanan khas mengandung makna dan filosofinya masing-masing.

Berbagai ragam makanan, berbagai pula harga yang ditawarkan. Masing-masing tempat makan memiliki keunikan dan ciri khasnya sendiri. Untuk kalangan mahasiswa, tentunya kamu akan mencari tempat makan yang enak dan pas dikantong. Berhemat menjadi mahasiswa itu wajar, apalagi sudah memasuki akhir bulan.

Buat mahasiswa yang tinggal di Malang mencari makan yang murah, banyak dan tentu enak cukup mudah. Walaupun sebagai kota wisata, kamu masih bisa menemukan tempat makan yang bersahabat. Buat kamu yang penasaran dimana tempatnya, berikut referensinya :

Tahu Campur

Sudah pernah mencoba tahu campur? Jika kamu belum pernah mencoba tahu campur silahkan datang ke Malang. Tahu campur ini berasal dari Lamongan, tapi kamu banyak menjumpai disini.
Foto Instagram.com/justdoeat__

Jika ingin mencoba tahu campur, kamu bisa datang ke Tahu Campur Cak Roen. Lokasinya beradai di Jalan Kalpataru dengan harga 15 ribu per porsinya.

Bakso

Sering mendengar bakso Malang? Terkenal juga dengan baksonya, tidak heran jika banyak yang menjual bakso di setiap sudut kota ini.
Foto: instagram.com/baksopriangan

Dari pagi sampai malam kamu akan selalu bisa menemui. Bakso menjadi favorit juga bagi mahasiswa Malang. Ada yang terkenal yaitu Bakso Priangan Mang Yayat. Cukup 10 ribu aja kamu sudah bisa menikmatinya.

Ceker dan Sayap Pedas

Pecinta makanan pedas wajib coba menu makan ini, nasi ceker dan sayap ayam pedas. Kamu bisa mencarinya di Jalan Jakarta dekat kampus UNM.
Foto instagram.com/cekersetanmalang

Warungnya terletak di pinggir jalan, tapi antriannya cukup banyak karena memang terkenal enaknya. Buka dari jam 11 malam, bisa sebagai penutup makan malam.

Nasi Pecel Rawon

Biasanya pecel akan ditemui pagi atau siang hari. Namun, di Malang kamu akan menemui pecel di malam hari.

Bukan pecel pada umumnya, kamu akan menemui pecel dengan siraman kuah rawon. Soal rasa jangan diragukan, perpaduan nasi, bumbu pecel, sayur serta kuah rawon begitu lumer dilidah. Salah satu yang terkenal disini adlaah Warung Ngaglik.

Tahu Telor

Bumbu kacangnya dan petis yang kental dan legit membuat lidah seakan ingin terus merasakan.
Foto Instagram.com/arfitaheryati

Tahu telor dengan isi potongan tahu yang
dicampur telor kemudian digoreng, ditambah dengan nasi atau lontong, kecambah dan kerupuk membuat orang selalu penasaran untuk mencoba. Salah satu rekomendasi yang oke untuk di coba terletak di Jalan Bareng.

Menarik tentunya membicarakan kuliner. Jika kamu sedang berwisata ke kota Malang, sempatkanlah makan di tempat rekomendasi diatas. Jika ingin mencari penginapan atau Kost Malang dengan harga terjangkau bisa didapatkan melalui download aplikasi mamikos.

Joglo Pari Sewu Resto Nuansa Alam Jogja


Trend dan gaya hidup terus berkembang begitu pun selera dalam dunia kuliner.
Zaman 'makan murah mengenyangkan' sudah mulai meredup dan berlangsung ditinggalkan. 

Orang-orang zaman now, khususnya generasi penghamba sosmed menganggap 'acara makan' bukan lagi sebatas ritual menghilangkan lapar namun juga sebuah eksistensi.

Mencari tempat makan tidak lagi perkara enak dan murah, namun juga diprioritaskan punya spot instagramable atau minimal punya tema beda dan menarik (tidak hanya makanannya tapi juga lokasinya).

Joglo Pari Sewu


Joglo Pari Sewu merupakan satu resto yang hadir mengabulkan keinginan para penikmat piknik paket lengkap.

Joglo Pari Sewu berdiri sebagai tempat makan yang tidak hanya bertujuan mengenyangkan perut pengunjung tapi juga memberi kesejukan mata siapa saja yang bertandang.

Konsep resto nuansa alam memang sudah menjadi trend yang selalu diburu. Banyak resto nuansa alam di Jogja, satu yang paling ciamik ya Joglo Pati Sewu. Bangunannya cukup mengesankan dan khas. Sangat Jawa banget. Berkunjung ke sini seolah sedang pulang kampung.

Aliran sungai yang jernih dan suara kecipak air merdu menghantarkan pengunjung kepada nikmat Ilahi yang kadang terlupakan.

Duduklah sejenak di salah satu sudutnya. Pejamkan mata dan kau akan merasa seolah sedang berada di dunia lain yang begitu tenang.

Rumah Tumbuh

Ini adalah kunjungan pertama saya di Joglo Pari Sewu. Tempatnya memang agak jauh dari jalan raya. Tepatnya di Desa Bromonilan yang merupakan salah satu desa wisata yang berkembang.

Meski lokasinya masuk (dan berhasil membuat saya tersesat) perjalanan jauh itu akan segera dibayar lunas begitu sampai halaman resto. Bahkan sejak awal saya tidak pernah kecewa karena sesuai dengan ekspektasi.

Saya justru semakin bahagia pasca dikasih tahu pengelola bahwa Joglo Pari Sewu ini merupakan salah satu aset desa yang akan terus berinovasi dan berkembang.

Intinya Joglo Pari Sewu tidak hanya akan berhenti pada situasi yang ada. Sebaliknya, setiap hari dia akan menghadirkan kejutan kejutan baru.

Konon seminggu setelah hari ini kamu akan pangling melihat 'pesan kecantikan' yang baru dari Joglo Pari Sewu.

Menu Jadul Menggoyang Lidah

Selain nuansa dan pemandangan, hal lain yang selalu menjadi perhatian jika datang kesebuah resto adalah daftar menu dan penampakannya.

Untuk kalian yang bosen dengan makanan kekinian dan ingin bernostalgia dengan makanan-makanan Indonesia 'resep nenek moyang' maka piknik ke Joglo Pari Sewu adalah alternatif yang tepat.

Karena dasarnya saya ini penggila makanan makanan jadul, begitu tahu di sini bisa menemukan macam macam makanan tempo dulu, maka saya merasa tidak ingin pulang dan berharap bisa bobok bobok sampai siang.

Bahagia saya ketika bisa menemukan aneka jenang dengan bahan dasar umbi-umbian. Saya sampai kenyang mencicipi aneka panganan yang ditawarkan.

Saya bilang kepada diri sendiri akan rugi jika sudah sampai sini tapi enggak icip-icip puas. 
Selain menghadirkan makanan manis, makanan gurih dan pedas juga tersedia.
Untuk yang punya lidah Jawa semacam saya, maka makanan di sini adalah surga yang sulit untuk ditolak.

Dan saya semakin respek sejak salah satu pegawai di sini bilang begini: bisa makan apa saja, mau mana saja tidak apa asal dihabiskan dan tidak meninggalkan sisa.

Simpel, makanlah kenyang tapi jangan sampai yang makanan.

Nuansa Alam Nan Asri

Saya ini orang yang tidak bisa berhenti penasaran jika datang ke tempat baru. Maka saya putuskan untuk jalan-jalan di area resto.

Setelah puas dengan jajanan yang mengenyangkan dan enak pakai banget, saya pergi ke area belakang bagian atas. Sumringah saya saat lihat semacam gazebo dan meeting room yang begitu manis dengan ruang terbuka langsung menghadap pemandangan alam.

Jadi kepikiran gimana kalau nanti buat pesta nikahnya di Joglo Pari Sewu saja, pasti lebih seru dan benar-benar mengena.
Makanannya enak, suasana sejuk, sebab berada di bawah naungan pohon bambu.

Sumpah ini keren banget. Nuansa alamnya beneran enggak bisa diragukan. Saya menyarankan kepada kamu kamu yang selama ini jadi budak kerja, sekali-sekali piknik lah ke sini. Tenangkan pikiran dan balikkan energi. 


Rumah Boneka


Paket Wisata Murah Meriah



Penukaran kupon bisa dilakukan di kasir atau meja yang disediakan dengan ketentuan :
- weekday : penukaran awal minimal Rp.20rb, mendapat 4 kupon
- Weekend : penukaran awal minimal Rp25rb, mendapat 5 kupon

Kupon yang sudah didapat hanya berlaku untuk hari yang sama dan tidak bisa diuangkan kembali

1.Paket Wisata Pagi Weekday
Paket wisata alam, berfoto di spot wisata alam sepuasnya dan sudah termasuk mendapat 4 kupon, hanya Rp.20.000/orang. Paket Wisata pagi weekday, berlaku di jam 07.00 - 09.00 WIB

2.Paket Jajan Weekend
Paket wisata alam, berfoto di spot wisata alam sepuasnya dan sudah termasuk mendapat 5 kupon, hanya Rp.25.000/orang. Jika cuaca memungkinkan, menu makanan akan disajikan outdoor di Taman Bambu. . Selain untuk jajan/kuliner, voucher juga dapat digunakan untuk masuk ke rumah boneka dan naik floating boat
Paket jajan Weekday berlaku di jam 07.00 - 10.00 WIB

3.Paket Wisata Air dan Rumah Boneka
Paket wisata berenang, naik floating boat dan masuk rumah boneka, hanya Rp.20rb/orang atau 4 kupon, sangat ekonomis jika dibandingkan beli per tiket yang dikenakan harga normal yaitu :
- Naik floating boat kecil : 3 kupon/orang/10 menit
- Naik floating boat besar : 5 kupon/orang/10 menit
- Masuk rumah boneka : 2 kupon/orang

Paket Wisata Air dan Rumah Boneka berlaku di sepanjang hari dan jam operasional, 07.00 - 18.00, khusus untuk berenang dan floating boat, hanya sampai jam 16.00


Joglo Pari Sewu
Website : www.jogloparisewu.com
IG : @jogloparisewu @kenyalkental_pudding
FB dan FP : Joglo Pari Sewu
Twitter : @parisewu

Glowing Bareng Jogja Medical Center


Sampai hari ini saya masih sering sebel sama orang-orang yang nyinyirin para penghamba lipstik dan pensil alis (baca: bermake-up).

Apa coba hak mereka nyinyir sama kita-kita yang hobi mainan make-up? Wong beli kebutuhan make-up dengan uang sendiri enggak pakai pinjam apalagi minta ke pihak lain.

Paling sebel lagi, udah nyinyir ngata-ngatain bahkan sampai mengharamkan ini itu tapi dibalik itu semua sangat suka melirik curi pandang ke mbak-mbak cantik dengan make-up. 
Ingin marah tapi takut keriput. 💆
Jujur saya bukan penggila make-up. Hanya saja saya suka melihat orang-orang tampil asyik dengan hiasan make-up. Bagi saya make-up sama dengan art. Seni menghias wajah.
Saya enggak heran sih sama orang yang rela keluar uang banyak demi mendalami dunia make-up. Salut malahan.

Sebagian orang menganggap make-up sama dengan merusak kulit. Benarkah?

Jogja Medical Center

Kebetulan tempo hari saya berkesempatan menghadiri #ZWomenTalk yang diadakan di Jogja Medical Center. Acaranya cukup seru. Akan saya bahas dalam postingan kali ini.

Acara  dihadiri oleh lebih dari 15 orang beauty influencer yang sebagiannya tergabung dalam Jogja Bloggirls. Saya bangga dan semangat menjadi bagian keseruan acara ini. Bersama perempuan perempuan cantik berkostum pink pink merona, selama dua jam saya mendapat ilmu baru tidak hanya dunia make-up tapi juga skincare. 
Skincare; hal penting yang dibutuhkan setiap perempuan.
Sebenarnya laki-laki juga butuh ding 🙊

Zwomentalk ini sekaligus memeriahkan launching Jogja Medical Center satu hari sebelumnya (13/4).

Dokter Milka Anisya selaku co founder JMC adalah salah satu pengisi acara dalam bincang siang hari itu. Dokter Milka menjelaskan kepada para hadirin tentang hal penting dalam merawat diri; dimulai dari double cleanser.  Membersihkan muka/ kulit adalah  dasar dalam merawat kecantikan.

Saya yang sangat awam sedikit kagok saat dijelaskan bahwa harusnya membersihkan  muka itu meliputi dua langkah: pertama-tama  oil based baru dilanjutkan dengan water based
Ternyata selama ini langkah saya salah.

Selain dokter Milka, hadir pula Mbak Futri Zulya selaku founder Z Glow Clinik dan  founder Jogja Medical Center. Mbak Futri tidak hanya mengajak hadiri untuk lebih mengenal kulit wajah tapi juga memberi demo make-up. Sekaligus melayani tanya jawab seputar kesehatan kulit.

"Pernah dengar make-up enggak nempel? Nah itu biasanya disebabkan oleh pemakaian skincare yang kurang tepat. Basic make-up harus kuat. Kalau basicnya sudah bagus, pakai make-up tipis atau sering-sering juga enggak masalah."

Benar yang saya dengar selama ini kalau skincare itu maha penting. Gak heran kalau harganya  selangit.

Family Clinik; klinik keluarga nyaman

Selesai acara bincang-bincang kecantikan, JMC memberi kesempatan kepada saya dan teman-teman untuk keliling klinik. Senang banget deh bisa hadir di klinik kecantikan yang punya konsep family clinik. JMC tidak hanya khusus membuka klinik kecantikan tapi juga ada poli gigi, poli umum dan juga klinik tumbuh kembang anak. Satu paket untuk keluarga.

Saat tanya berapa jumlah dokter di sini, mereka jawab ada dua dokter yang siap melayani. Para pegawainya ramah-ramah dan tempatnya juga menyenangkan (bahkan cocok untuk area spot foto).

Saya kepikiran nanti-nanti mau perawatan kulit di sini. Saya punya kulit sensitif jadi harus dikasih perawatan khusus.

Kenapa saya tertarik untuk mencoba perawatan, semua karena 'kompor' dari dokter Milka. Beliau menerangkan bahwa di JMC perawatan kulit tidak perlu sakit. Tidak ada kulit yang harus mengelupas bahkan tanam benang cukup pakai krim gak harus pembedahan.

Kebetulan saya dapat contekan treatment apa saja yang tersedia di ZGlow (JMC) yang merupakan perpaduan bahan-bahan kecantikan (ala Korea) dengan teknik teknologi modern.
Macam-macam treatment yang disediakan, yaitu:

Laser Glowing


Laser Glowing menggunakan teknologi Laser NdYAG terbaik dari Korea yang berfungsi meremajakan kulit, mengatasi warna kulit yang tidak merata, mengecilkan pori-pori dan kerut halus. Pula mengaktifkan kolagen wajah.

IPL REJUVENATION 

ini semacam treatment untuk menjaga keremajaan kulit. Tujuannya untuk menghambat penuaan dengan menjaga kondisi kulit sehat optimal dalam waktu panjang.

PRP (Platelet Rich Plasma)

Inilah treatment yang memberi efek peremajaan kulit, meningkatkan tekstur dan warna kulit sekaligus mengurangi kerutan dan menambah kolagen.

HOLLYWOOD PEEL

Treatment ini cocok untuk yang mempunyai masalah dengan kulit berminyak. Sebab selain mencerahkan wajah dan mengecilkan pori-pori, perawatan ini juga berfungsi untuk mengurangi kadar minyak di wajah.

SKIN BOOSTER

Perawatan ini lebih kepada pemberian serum yang mengandung Hyaluronic Acid (HA) yang dilakukan dengan teknik suntik. Perawatan ini bertujuan mengembalikan elastisitas dan kesegaran kulit.

MICRODERMABRASSION

Perawatan ini memanfaatkan mycro crystal aluminium tri oksida atau Al (OH) 3 yang bertujuan mengikis sel kulit mati.

V LINE

Untuk yang ingin tampil dengan wajah lebih tirus terutama bagian pipi dan double chin, maka treatment satu ini boleh dicoba. Lemak jahat disekitar pipi bisa dikurangi dengan treatment ini.

INFUSE VITAMIN C WHITE GLOW

Perawatan ini dilakukan dengan cara memasukkan suplemen yang mengandung vitamin C, antioksidan, glutathione melalui infus dengan dosis tepat.

OXYGENEO

Salah satu treatment yang ingin saya coba. Sebuah perawatan kulit untuk proses brightening, anti-aging, rejuvenating dengan cara cepat dan aman.

HIFU

Memanfaatkan metode ultrasound perawatan ini berfungsi untuk meningkatkan kekenyalan dan mengencangkan kulit di sekitar mata dagu dan leher.

PEELING

Treatment ini menjadi salah satu treatment dasar untuk menjaga kulit agar terhindar dari kusam dan jerawat. Konon peeling baiknya dilakukan rutin.

RADIO FREQUENCY

Saya termasuk yang takjub dengan metode kecantikan ini. RF adalah perawatan teknologi baru memanfaatkan gelombang radio frekuensi untuk menembus lapisan kulit dalam dan membantu pembentukan kolagen.

IPL HAIR REMOVAL

Buat yang ingin menghilangkan bulu ketiak atau bulu di wajah maka perawatan ini boleh dicoba. Treatment ini bertujuan untuk menonaktifkan pertumbuhan rambut sampai akar.

THESERA L

Treatment ini berfungsi mengangkat, mengencangkan, memperbaiki tekstur kulit dan mengurangi kerutan serta garis halus.

ZGlow juga melayani botox dan filler.
Cantik itu gak bisa instan tapi bisa alami pula tanpa perlu menyakiti. Agaknya ini yang bisa saya simpulkan dari jalan-jalan saya di Jogja Medical Center.

Saya juga baru tahu kalau di sini juga jual skincare yang kalau dicobain terasa ringan, adem dan meresap di kulit.
Buat yang udah baca postingan ini dan ingin tahu di mana alamat ZGlow Jogja Medical Center baca sampai tuntas.

ZGlow sebenarnya sudah ada di beberapa kota (Bekasi, Kemang, Depok, Duren Sawit dan Yogyakarta.

🏠  ZGlow and Jogja Medical Center
Jl. Gondangraya, Condong Catur, Depok
Sleman, Yogyakarta
☎️ (0274) 2830919
📱 081282656334
🌐 www.zglow.id  || @z_glow.id  || YouTube: zglow


Makan Murah Jogja di Naoki Chicken


Naoki Chicken And Cafe

Ngomongin tentang makanan, banyak orang bilang kalau saya ini termasuk orang yang rewel. Pilih makanan bisa menghabiskan waktu lama. Makannya juga butuh lama. Jadinya banyak teman yang kadang gemes saat ngajak makan bareng.

Padahal faktanya saya ini doyan makan, apa saja dimakan asal sesuai dengan ketentuan, alias bukan rewel melainkan kalau bisa memilih kenapa enggak. Ehe.

Saya sebisa mungkin menjaga apa saja yang masuk ke dalam perut. Untuk makanan syaratnya harus dari bahan yang aman (dan halal) untuk tubuh saya, pula cara mengolahnya harus bisa dipertanggung jawabkan. Ribet? Enggak kok, cuma bersyarat.

Masalahnya enggak selalu saya bisa setiap saat mengolah makanan sendiri. Ada kalanya harus makan di luar. Jika lagi pergi dan jauh dari dapur, enggak mungkinkan enggak jajan.

Salah satu tempat makan yang pernah saya kunjungi adalah Naoki Chicken And Cafe.

Iya ini adalah tempat makan cepat saji. Seperti yang diketahui, saya bukan penggila makanan cepat saji. Namun jika emang ketemunya itu, ya sudah hayuk makan.



Lagian Naoki Chicken And Cafe meski berupa gerai makanan cepat saji, pilihan ayamnya banyak. Saya paling suka chicken wings geprek (level satu). Cupu! Yes, saya memang tidak begitu mengerti bagaimana cara menikmati cabai. Kecuali ayam Naoki Chicken diulekin satu biji cabe.

Jika enggak doyan ayam, ada pilihan lain antara lain burger dan kentang goreng. Kentang goreng di Naoki Chicken And Cafe ini cocok dengan lidah saya. Empuk, enggak keras dan tingkat minyaknya kecil. Cocok saos sedap.
Untuk burger, saya bukan pecinta burger. Jadi ketika teman pesan burger, ya sudah saya enggak repot untuk mencoba hanya demi mengetahui rasa.
Toh juaranya tetep ayam geprek (level sesukamu).

Aneka Minuman
Makan ayam udah pasti harus ditemani minuman dong. Es teh?
Tidak.
Di Naoki Chicken And Cafe ada banyak varian minuman. Ya ala ala cafelah. Inilah yang menjadikannya favorit sebagai tempat persinggahan sewaktu lapar melanda perjalanan.
Aneka jus sangat sangat rekomend untuk dicicipi. 

Free WiFi menjadi nilai plus, sebab setahu saya tidak banyak gerai ayam cepat saji yang menyediakan fasilitas ini. Mana harganya sangat ramah kantong. Apalagi ada promo. Love it.

Memang benar, tempat nyaman dan makanan enak adalah dua hal yang membuat konsumen jatuh cinta. Masalah harga biasanya nanti dulu. Beruntung di Naoki Chicken And Cafe paket komplit, tempatnya nyaman, masakannya enak mengenyangkan, dan harganya membuat damai (anak kos).
Kemarin sewaktu mampir makan malam di sini, saya juga beli untuk dibawa pulang. Oleh-oleh gitu ceritanya, ingat bapak yang beberapa hari lalu ingin makan ayam tepung.

Packaging yang diberikan cukup menarik. Pesanan saya aman enggak ada rusak meski dibawa pakai motor dengan goncangan.

🏠 Naoki Chicken And Cafe
Jalan Solo KM. 14 (seberang RS Bhayangkara), Kalasan, Sleman Yogyakarta
🍔Open : 09.00 - 21.00
💰 Mulai Rp 10.000,00


Ibis Kitchen Restauran di Sekitar Malioboro


Restauran di Sekitar Malioboro

Malioboro usai hujan merupakan satu keromantisan yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Langit semakin menggelap, senja berangsur mengundurkan diri mengikuti hujan yang lebih dulu pamitan. Lampu-lampu mulai dinyalakan, suara-suara dari segala penjuru mata angin bersahutan menggelitik telinga.
Di lantai 2 hotel Ibis Malioboro aku mengambil bangku berdekatan dengan kaca jendela. Dari sana mata ini dihujani dengan aneka pemandangan yang terus berputar-putar berganti judul.

Bukan tanpa alasan hingga akhirnya aku terdampar di restoran dengan nuansa semi outdoor perpaduan antara gaya modern dan klasik yang selalu membuatku merasa asyik. Dinding kaca pula dinding bata menjadi perpaduan yang menyenangkan untuk mata.
Sayang, aku tidak ada waktu untuk memerhatikan detail dari dinding dan hiasan di sekitaran restoran yang juga merangkap bar ini, sebab sejak menginjakkan kaki di tempat ini otakku sedikit fokus kepada mas-mas mbak-mbak pramusaji restoran yang entah kebetulan atau memang seperti itu style-nya; mereka bergaya ala ala koboi Texas. 

Ibis Kitchen Restauran

Ini kali pertama aku berkunjung ke Ibis Kitchen Restauran. Sebelumnya aku tidak pernah tahu ada restauran semacam ini di sekitaran Malioboro. Tidak banyak restoran di sekitar Malioboro,  yang ada adalah  lesehan. Setelah ngobrol dengan salah satu manager hotel, aku tahu kalau restoran ini memang baru. Dibangun dengan konsep semi outdoor yang diharapkan mampu menjadi tempat yang nyaman dan santai bagi pengunjungnya. 

Kunjungan pertamaku ini cukup berkesan sebab aku langsung disambut dengan panggung live musik. Agaknya inilah hiburan yang ditawarkan di Ibis Kitchen dan ibar. 

Kalau datang di hari Kamis, seperti yang terjadi padaku maka akan bertemu dengan menu spesial BBQ. BBQ hanya ada di hari Kamis. Catat baik-baik. Aku bersyukur sebab aku termasuk penyuka olahan BBQ.

Bebek Manalagi

Menu andalan yang sedang Ibis Kitchen tawarkan adalah Bebek Manalagi dan Favorito Sandwich. 

Favorito Sandwich

Yang suka makan sayuran atau sedang diet maka Favorito Sandwich ini cukup menggiurkan. Terbuat dari perpaduan daging ayam, mozzarella dan sayuran, dilengkapi pula dengan kentang goreng. Cukup mengenyangkan.

Milky Yuzu

Untuk minuman yang sedang coba ditawarkan adalah Milky Yuzu. Perpaduan sari buah, susu dan soda. Rasanya cukup unik saat aku mencicipinya. Mungkin yang enggak suka soda bisa rekues untuk menghilangkan sodanya.
Dua jam aku menghabiskan waktu di Ibis Kitchen bersama teman-teman KBJ. Tempatnya memang asyik untuk dipakai pertemuan, sekedar janjian atau ngobrol santai. Kalau pun terpaksa harus sendirian di sini pun rasanya tidak masalah bagiku. Suasana restorannya sudah cukup mendukung untuk mengembalikan energi yang terseok oleh perjalanan dari Gunungkidul ke Malioboro.

Mungkin di Ramadhan nanti bisa juga diagendakan buka bersama di Ibis Kitchen Restauran.


Ibis Kitchen Ibis Bar and Relationship
Lantai 2 Hotel Ibis Malioboro
☎️ +62 (274) 516974