curhatMini,

Cinlok Yuk!

7/19/2019 08:52:00 pm Mini GK 16 Comments


:
Ada dua insan manusia. Laki-laki dan perempuan. Keduanya tidak saling kenal dan keduanya sama sama suka buku. Lalu mereka masuk klub perbukuan. Saling ketemu saling tukar cerita dan akhirnya memutuskan untuk saling menjaga dengan melalui acara ijab qobul.

Dua insan yang lain. Sama sama ngeblog. Awalnya hanya dunia Maya, lalu sama-sama masuk komunitas blog. Saling akrab dan selanjutnya berakhir dengan saling menyatakan dan menerima cinta. Ijab qobul digelar.

Laki-laki dan perempuan, dua manusia yang sama sama lari ke jalur fiksi karena ingin merasakan banyak sensasi jadi pencipta. Mereka saling koment didalam forum, lalu memutuskan untuk intens saling memberi kritik dan masukan. Karya-karya lahir berbarengan dengan rasa sayang diantara keduanya. Pada akhirnya, ijab qobul adalah awal baru dalam perjalanan mereka.

Tidak ada yang sia-sia dalam sebuah perjumpaan. Bisa jadi di situlah kamu bertemu dengan dia yang selalu dalam doamu.
Perjumpaan kerap kali juga menjadi solusi dari segala kerepotan yang sedang kita hadapi. Dengan jumpa seseorang sering kali kita tersenyum atau terpaksa tersenyum padahal sebelumnya bunek dengan segala urusan.

Perjumpaan bagi sebagian orang adalah catatan bahagia yang selalu dirindu dan dinanti.

Lalu bagaimana dengan perjumpaan yang berakhir ricuh?
Ya ada. Selalu ada yang begini.
Ricuh karena salah paham. Ricuh karena kurang komunikasi. Ricuh kerap tidak bisa dihindari tapi yakinlah ricuh sejatinya menguatkan kita, apakah kita move-on ke jalur dewasa atau mau tetap dalam posisi anak kemarin sore.

Ada jumpa ada pisah.
Ada suka ada duka.
Sebuah hubungan bisa bergoyang dengan mudah jika tanpa dibarengi dengan ikatan kepercayaan yang kuat.

Pada suatu masa, dua insan manusia saling jatuh cinta, merasa dan berusaha untuk saling menjaga. Lalu yang satu harus terbang jauh, yang satunya terdiam untuk menunggu.
Waktu dan jarak memisahkan. Tidak ada gunting ajaib yang mampu memotong jarak itu.
Rindu terus tumbuh dan masing-masing saling menyadari tidak bisa untuk tidak memimpikan.
Satu-satunya yang bisa mereka lakukan untuk menyembuhkan satu dan lain hanyalah doa.

Apalagi yang bisa dipersembahkan oleh dua orang saling cinta yang dipisahkan jarak dan waktu?

You Might Also Like

16 comments:

  1. Rindu
    #jawaban kalimat terakhir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa bisa, boleh rindu tapi gak boleh mengadu

      Delete
  2. Aku mendadak merasa biru usai membaca ini dududu ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku yang mengalaminya aja sudah biasa. Atau karena sudah sering jadinya biasa saja. Hehe. Entahlah, sering lebih memilih yang menantang. Yang jauhan yang beda keyakinan yang beda kewarganegaraan, waks

      Delete
  3. "Perjumpaan bagi sebagian orang adalah catatan bahagia yang selalu dirindu dan dinanti", ini aku banget sih, Min. Habis baca ini jadi inget yang lalu lalu, dududu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasa aja. Ngapain yang dulu-dulu digalaukan. Toh semua akan bahagia jika saling menerima

      Delete
  4. Duhhh LDR itu berat. Yang berat lagi kalau beda tempat ibadah itu sumber dari segala sumber LDR. Btw kapan ya aku dapat jodoh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku masih biasa saja wong belum ada ikatan apa apa. Haha. Mau apa kek yang penting ingat punya Tuhan

      Delete
  5. Kepercayaan dan kesetiaan, cieeeee... Btw aku dibesarkan oleh orang tua yang puluhan tahun terpisah jarak dan waktu. Mana jaman itu belum ada handphone dan internet. Komunikasi hanya lewat surat atau telegram, bertemu hanya 1 tahun sekali. Endingnya? Happy! Semua sudah berkumpul :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak cerita bahagia meski jauhan. Banyak juga yang sedih padahal saling berhadapan.

      Delete
  6. Judulnya bikin baper deh mb min... Apalagi aku yang sekarang lagi LDR, terpisah jarak. Tsah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho yang satu sudah pulang kampung, yang satu masih aja di rantau. Yang penting saling setia

      Delete
  7. LDR itu gak gampanggg, memperjuangkan untuk kumpul itu juga gak gampang, ketika udah kumpul jugaa samaa tetep ada hal-hal yang perlu dihadapin. Kuncinya bener-bener di komitmen dan saling menghargaiiii ituu yaaa. Duh, baperrr baca iniii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap titik ada cerita dan masalahnya sendiri Sendiri. Asal sadar ini mungkin semuanya akan bisa dikondisikan

      Delete
  8. Segera dihalalkan yang berjauhan, supaya ketika dekat ada yang bisa dilakukan untuk pengobat rindu dan meninggalkan booster amunisi untuk menahan rindu ketika berjauhan lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau itu mah tidak semua punya doa sama. Ada target dan capaian sendiri Sendiri.

      Delete