agenda

Bertemu Sejarah UBER di Digitalk

2/17/2017 07:02:00 pm Miss Mini 0 Comments


Sesekali engkau butuh merasakan ketidakberdayaan dalam kesepian karena bisa jadi penderitaanmu hari ini kelak akan menjadi penawar mujarab untuk anak cucumu (Mini GK)

Meski orang Yogyakarta asli, maksudnya lahir besar dan menetap di Gunungkidul yang merupakan bagian dari DIY ternyata saya masih sering tersesat keliling kota.

Bukan sekali dua kali adegan tersesat itu berlangsung. Sudah sangat sering dan itu antara menjengkelkan dan menggelikan.

Baiklah saya kasih ilustrasi sedikit. Kemarin siang, Kamis (16/02) setelah malamnya bertanya pada teman tentang arah jalan lurus menuju FISIPOL UGM, saya dengan PD keliling kompleks UGM. Gedung fakultas yang saya cari ketemu setelah bertanya dengan mbak-mbak manis yang lewat.

Kebetulan hari itu UGM sedang padat merayap macem jalan menuju rumah mertua. Saya mencoba mencari tanda-tanda dimana kiranya acara Digitalk CFDS_UGM berlangsung. Keliling gedung fisipol, hasilnya nihil.

Saya coba ingat-ingat dimana harusnya berada. Ternyata di gedung BC. Well, saya sudah berada tepat di sana, namun ternyata selasar yang saya cari tidak ketemu. Saya harus minta bantuan lagi dan kali ini dibantu ibu chatering bersama mas-mas berkacamata yang sayangnya cukup menyita perhatian. *ini nggak penting diceritain jadi skip saja*

Singkatnya saya sampai di selasar yang dimaksud, yaitu tempat berlangsungnya Digitalk bersama UBER Indonesia.

Di depan lift, Kak Riskacang sudah menunggu saya dengan senyum manisnya (yang bisa jadi membuat diabetes bagi cowok-cowok yang melihatnya). Kak Riska selaku panitia lalu menunjukkan meja registrasi.

Sempat terjadi dialog;
“Sudah mulai, Kak?” tanya saya sambil membenarkan topi. Yoha saya pakai topi kesayangan.
“Belum. Sembilan empat lima baru mulai. Itu masih akustikan. Yuk.”
Sambil ngecek nama duo kakak (yang sangat micin sibuk luluran) saya menjawab, “okey. Aku cek nama temen dulu.”

Setelah registrasi selesai plus dapat nasi kotak, saya duduk di tikar. Yoman acaranya lesehan asyik gitu. Boleh makan sambil denger akustikan.
Tak lama kemudian acara intinya dimulai.
Jeder. Duh Gusti, pemateri, atau bintang utama dari UBER berdiri selemparan koin di hadapan saya. Postur tubuhnya beneran menggoda. *tapi demi keamanan pembaca blog ini maka akan saya skip bagian ini*

Sebaiknya saya perkenalkan dulu siapa bintang tamu dari UBER, beliau yaitu kakak tamvan #priaberkacama sebut saja namanya SATYA DJOJOSUGITO, biar asyik nanti saya akan menyebutnya Abang Satya. Beliau menjabat sebagai operasional manager di UBER regional Yogyakarta.
Abang Satya ini dulunya tinggal lama di San Fansisco, sekitar 4,5 atau 5,5 tahun gitu sayanya agak lupa. Kuliah sembari kerja. Idaman banget deh pokoknya. Beliau lalu bercerita tentang sejarah UBER.

ini tangannya sungguh terlalu

Yang jelas, Abang Satya ini  lama di San Fansisco, begitu balik ke Jakarta langsung disuruh pegang perusahaan. Bagian ini keren. Begitu di pindah ke Yogyakarta, baru juga beberapa bulan bahkan bahasa Jawa saja ngakunya belum cas-cus, eh ujungnya tetep jauh-jauh ke Yogya pada akhirnya hanya pepotoan dengan Mini GK. *mendadak saya merasa berdosa, merasa bersalah sudah membuat Abang berbahu kokoh ini sedikit terkontaminasi, namun begitu saya tidak keberatan disuruh mengulang lagi, eh*



SEJARAH UBER
Seperti quote yang saya suguhkan di awal, UBER dulunya lahir karena sebuah keadaan yang kurang mengasyikkan dari penderinya. Diceritakan pendirinya (maaf saya lupa nama) dulu tinggal di Amerika, lalu mengikuti acara di Prancis. Pada saat itu malam dan salju begitu lebat. Ia ingin menyetop taxi untuk mengantar ke penginapan. Malangnya tak ada satu pun taxi yang mau distop.
Saat itu juga ia (si pendiri UBER) dijatuhi ide dari Tuhan, “alangkah nyamannya jika sekali pencet ponsel langsung datang mobil jemputan”, atas ide jenius itulah maka muncul UBER sebuah alat transportasi yang bisa dipesan dengan sekali pencet tombol ponsel.

UBER sudah lama berdiri di luar negeri. Ia sudah hadir di semua benua melintasi sekitar 71 negara. Hampir 500sekian kota sedunia. Di Indonesia mulai berdiri pada akhir 2014. Dan hadir di Yogyakarta Desember 2016.
Di Indonesia, UBER sudah ada di beberapa kota yaitu; Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Malang. Kedepan akan merambah Kalimantan dan Sumatera.


UBER motor hanya ada di Indonesia. Itu karena menyesuaikan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Macam-macam pelayanan UBER:
1.      Uber X
2.      UberPool
3.      UberXL
4.      UberMotor
5.      UberBlack; semacam mobil esklusif
6.      UberTrip




You Might Also Like

0 comments: