Lemonilo Pilihan Paula Keluarga Bosque

 Lemonilo Pilihan Paula Keluarga Bosque

Lemonilo menjadi satu brand yang tak asing di telinga saya. Bukan hanya karena sering nongol iklannya di televisi tapi juga karena saya konsumsi juga produk dari brand satu ini.

Lemonilo
Lemonilo Pilihan Paula Kiano

Bukan karena tergiur iklan, saya makan mi lemonilo ya memang karena doyan. Mungkin begitu juga dengan Paula Verhoeven dari Keluarga Bosque yang juga pilih lemonilo sebagai santapan makan malamnya.

Siapa sih yang gak kenal Paula Verhoeven? Ya mungkin banyak sih pembaca #minigekacom yang belum kenal. Tapi saya yakin kalau Baim Wong pasti semua kenal. Nah Paula Verhoeven ini istri dari Baim Wong sekaligus ibu dari si gemes Kiano Tiger Wong.

Tadi saya main-main ke YouTube Keluarga Baim Wong dan kepincut sama postingan Paula lagi nyuapin si Kiano. Duh lucu bin gemesin banget deh. Kiano lahap banget makan malamnya. Paula juga terlihat sangat telaten ngurusin buah hatinya. Saya yang lihat jadi ikutan mangap juga berharap ada yang suapin.

Lemonilo Mi Sehat

Mengasuh anak pasti butuh tenaga banyak. Apalagi di video itu tampak Paula sendirian saja jaga Kiano. Gemes banget. Habis kasih makan Kiano, gantian Paula yang lapar. Enggak dilihatin seperti apa estetika dapur mereka tahu-tahu sudah ada sepiring mi lemonilo terhidang di depan Paula.

Baim Wong

"Aku suka makan mi lemonilo karena praktis, enak dan nyaman," begitu kata Paula dalam unggahan YouTube yang saya tonton. Paula tampak sangat menikmati suapan mi lemonilo. Mungkin karena sudah malam jadinya tampak syahdu.

Suka aja lihat artis yang enggak rewel perkara makanan. Ya tau sendiri banyak artis yang menghindari inilah itulah. Gak bisa makan inilah itulah.

Paula bilang juga suka mi lemonilo karena dia tahu mi ini dibuat dengan cara dipanggang bukan digoreng jadi enggak berminyak pula air rebusannya tetap jernih enggak butek atau keruh macam mi instan kebanyakan.

Karena pengolahan mi lewat dipanggang jadi disyaratkan waktu memasaknya lima menit. Sedikit lebih lama dibanding yang lain. Gak masalah sih ya, toh enggak makan waktu lama. Kita tahulah, masak itu enggak selama waktu makannya. 

Masih dari Paula, dia gak masalah beli mi instan yang lebih mahal dikit asal kualitasnya menjamin dan lebih sehat. Ini mah saya banget. Setelah ngerti gimana pentingnya kesehatan dan ngerti gimana cari duit, maka bayar lebih gak apa-apa untuk hasil yang lebih oke dan maksimal. Belinya bisa di minimarket atau ke aplikasi lemonilo ya.

Saya pribadi belakangan sering worry dengan asupan tubuh. Makan apa saja harus dilihat dulu kandungannya. Kesannya ribet tapi emang iya. Enggak masalah sih kalau aku lihat ingredient dulu dan cari tahu sebelum mengkonsumsinya. Rasanya enggak rela kalau sampai melukai diri sendiri. Saya yakin begitu juga dengan Paula, Ricis atau Nagita yang juga akhirnya beralih haluan ke produk lemonilo.

Keluarga Baim Wong
Paula dan Kiano

Sama seperti Paula yang mengidamkan makanan sehat tanpa pengawet dan pewarna buatan, saya pun juga demikian. Mi lemonilo yang pernah saya jumpai yaitu warna kuning dan hijau. Konon warna kuning mi lemonilo berasal dari kunyit. Serta warna hijau dari sari bayam.  Saya enggak doyan bayam, tapi suka kalau sudah jadi mi. Kebetulan dulu juga makannya mi yang dari bahan alami seperti ini.

Berharap nanti lemonilo bakal mengeluarkan produk olahan mi lagi dengan bahan yang lain. Siapa tahu bakal ada varian bit merah atau wortel oranye. Atau malah ungu sari bunga Telang. Kok ngebayangin saja lucu yekan.

Lemonilo Sehat

Balik ke keluarga Bosque rasanya nyaman tinggal dengan keluarga utuh kompak enggak kekurangan makan. Adanya Kiano yang sebentar lagi berusia satu tahun semakin membuat keluarga itu begitu bahagia. Ya ga apa-apa makannya mi lemonilo, yang penting sehat dan bahagia selalu.

Duh jadi ngiler pingin makan mi lemonilo juga gara-gara lihat Mbak Paula makan dengan lahap. Bisa gak sih makannya enggak usah pakai gaya menggoda, kan mupeng jadinya. Untung stok lemonilo masih ada satu kardus.

Yuk kita seduh lemonilo mumpung cuaca mendukung, hujan dan sepiring lemonilo.

Ria Ricis Bocorkan Giveaway Lemonilo

Ria Ricis Bocorkan Giveaway Lemonilo

LEMONILO
www.lemonilo.com

Siapa sangka jika youtubers Indonesia sebut saja Ria Ricis blak-blakan membocorkan giveaway dari lemonilo? Saya tengok dari saluran youtube Ria Ricis dikabarkan kalau Lemonilo bakalan kasih giveaway dengan total jutaan rupiah. Mulai dari 400 voucher belanja, 40 smartphone, 4 Iphone, sepeda Brompton yang lagi hits dan hadiah-hadiah lainnya.

Giveaway ini berlaku pada periode 1–31 Oktober 2020. Untuk informasi lebih detail mengenai cara-cara mudah ikut giveaway Lemonilo, langsung saja kunjungi akun Instagram Lemonilo.

Pikir saya, widih banyak banget hadiahnya. Kalau saya dapat misal dapat voucher belanjanya saja udah pasti happy banget dong. Apalagi kalau dapat sepeda mahal, auto seperti Anda berubah jadi sailormoon. Karena kepo maka saya cari info lebih lanjutnya di website resmi lemonilo. Ya biar semakin yakin gitu bakal dapat hadiah, kan lumayan bahagia di masa pandemi ini.

Ria Ricis Lemonilo

#RiaRicisXLemonilo

Saya juga sempat browsing dan nemu postingan teman-teman yang mendukung info adanya giveaway dari lemonilo. Jadi gak sabar dan berharap menang. Ternyata giveaway ini dilakukan dalam rangka anniversary Lemonilo yang keempat. Sudah empat tahun berarti lumayan juga usianya. Secara saya baru kenal Lemonilo mungkin setahun yang lalu. Iya agak telat dikit deh. Sekalinya kenal langsung jatuh cinta susah moveon.

Perkenalan saya dengan Lemonilo kurang lebih mulai terjalin sejak setahun lalu. Awalnya karena ketidaksengajaan gitu. Jadi saya ini sering kelayapan ke rumah teman. Aslinya teman yang maksa untuk ditemani. Bilangnya suntuk sendirian butuh teman. Ya sudahlah saya mampir.

Anak teman senang kalau saya datang. Bocah lima tahun itu akan merengek kalau saya harus balik, jadilah sering menginap. Pas makan gitu, sering bahas mi lemonilo.

"Mah mau makan lemonilo."

"Mah ayo beli lemonilo."

"Mau mi lemonilo."

Dan seabrek rengekan lainnya.

Nah kepolah saya apa itu lemonilo hingga akhirnya ada iklannya di televisi. Klaimnya mi instan sehat. Pantas teman saya tampak enggak masalah anaknya minta mi ini. Secara setahu saya bocah TK itu sejak kecil punya diagnosa yang berakibat tidak boleh konsumsi tepung beras berlebih. Kalau bisa makanannya harus bebas gluten. Eh ternyata lemonilo punya standar yang diharapkan oleh temen saya itu. Tidak heran dia selalu stok lemonilo sebagai ganti mi instan biasa.

Pasti ada yang bergidik masak anak kecil dikasih makan mi instan. Kalau mendengar penuturan dari ownernya, lemonilo punya jaminan kalau produk mi yang dia keluarkan aman dikonsumsi anak-anak bahkan sejak usia satu tahun. Hal ini dijelaskan karena dalam kandungan lemonilo tidak ada bahan pengawet buatan juga bahan-bahan kimia berbahaya lainnya. Klaimnya ini mi sehat yang dibuat dari bahan-bahan alami dengan nutrisi yang sudah standar gizi. Aman dikonsumsi tiap hari. 

Setahu saya artis yang sudah pakai produk lemonilo selain Ria Ricis ada juga Rafi Ahmad dan keluarga The Baldis. 

Sementara itu balik lagi ke youtube Ria Ricis, dia mengaku lemonilo ini cocok banget untuk dia yang lagi diet. Katanya menu lemonilo enggak bikin nyiksa. Dia ngasih tahu beberapa tips diet antara lain jaga pola makan sehat, memilih bahan makanan yang alami, usahakan makanan yang dikonsumsi bebas dari bahan berbahaya. Ya samalah dengan pola makanan sehat yang selama ini saya gandrungi.


Selain mi, yang saya suka dari produk lemonilo adalah jajan dan anek sambalnya. Saya sudah pernah menulis juga kok  tentang betapa sukanya saya sama produk-produk lemonilo. Ya meski harganya memang agak mahalan dikit tapi kualitasnya enggak diragukan.

Kalau dulu saya tahunya lemonilo hanya bisa didapatkan lewat aplikasi atau toko-toko online, ternyata kemarin ada lho chimi ubinya di superindo. Enggak nyangka kalau sudah masuk minimarket ginian. Jadi kalau lagi jalan bisa sekalian jajan.

Lemonilo Mi Sehat Keluarga Sultan

Lemonilo
Lemonilo 


Lemonilo Mi Sehat

Seperti yang kita tahu kini telah hadir produk mi instan yang punya klaim sehat dan bisa dinikmati setiap hari. Namanya adalah mi lemonilo.


Kamu sudah pernah belum nyobain mi ini? Kalau saya jujur saja sudah. Beberapa varian rasa baik yang mi goreng atau mi rebus. Seperti halnya saya, ternyata banyak kalangan artis yang juga sudah konsumsi mi ini. Mendadak saya jadi berasa artis juga.

Keluarga sultan macem Raffi Ahmad merupakan salah satu contoh yang sudah konsumsi mi lemonilo. Dalam akun unggahan youtube RANS terlihat kalau Raffi, Gigi dan Rafatar sedang 'berebut' mi lemonilo.

Rafatar
Keluarga RANS di Chanel YouTube mereka


Hidup Sehat Dimulai dari Isi Piring

Pola hidup sehat antara satu orang dengan yang lain pasti beda. Tidak sedikit orang yang menerapkan diet ketat. Yang lain olahraga giat. Tidak sedikit yang memulainya dengan memperhatikan asupan makanannya.

Mie instan kekinian

Saya bukan pemilih makanan. Tapi saya punya cara sendiri dalam membuat makanan. Isi piring makan selalu diusahakan jauh-jauh dari bahan pengawet atau micin buatan pabrik. Cita rasa untuk memanjakan lidah saya dapat dari bawang merah bawang putih berpadu garam.

Saya pecinta mi. Tapi bukan mi instan. Mamak tidak pernah mengajarkan saya konsumsi mi instan. Beda dengan sepupu yang sejak kecil semacam kecanduan mi instan.

Lemonilo Ramah Anak-anak

Saat tahu ada mi lemonilo saya mencobanya. Bumbunya cocok dengan lidah. Tidak terlalu pekat dan eneg. Mungkin karena bahan bumbunya alami. Tekstur mi beda dengan mi instan kebanyakan. Tidak terlalu benyek dan tidak mudah patah. 


Dari yang saya ketahui, mi Lemonilo boleh dikasihkan ke anak-anak. Pantaslah Rafatar dikasih ini, doyan dan minta lebih. Infonya juga tidak masalah dikonsumsi tiap hari. Tapi tetep kalau saya mah jangan berlebihan. Takutnya bosan.

Seperti halnya mi yang lainnya. Mi lemonilo nikmat disantap dengan tambahan sayuran dan telor. 

Beda Lemonilo dengan mi instan lain

Kalau ngomongin beda atau keunggulannya, sudah jelas mi lemonilo dibuat dari bawan alami. Tanpa bahan pengawet buatan. Warna dari pewarna alami. No MSG jadi aman untuk tubuh. Kandungan gluten yang rendah. Lemak trans nol persen. Serta pembuatan mi tidak melalui proses penggorengan melainkan dipanggang dengan oven. Sehat yekan.

Mie sehat


Kalau penasaran seperti apa perkara gaya hidup sehat yang seru dan asik, kamu bisa main-main ke channel Youtube Lemonilo.

 
Tapi kalau penasaran sama produk-produk Lemonilo dan ingin membelinya yuk gas langsung saja lewat website lemonilo.com atau download aplikasinya di  bit.ly/aplikasilemonilo
Ada banyak promo menarik lho!

Cara Mudah Membedakan Obat Herbal Pien Tze Huang Asli dan Palsu

Pien Tze Huang adalah obet herbal dari China yang kaya akan manfaat. Bahkan karena khasiatnya yang begitu banyak, tak heran jika produk obat yang satu ini juga best seller dan diimpor ke berbagai negara, termasuk diantaranya adalah Indonesia.

Obat herbal ini mampu mengatasi berbagai macam gangguan kesehatan. Diantaranya mempercepat penyembuhan luka selepas operasi, mengatasi penyakit liver sampai dengan tipes dan beberapa gangguan kesehatan yang lainnya.

Jika dilihat di pasaran sendiri memang Anda bisa dengan mudah menjumpai obat herbal Tiongkok yang satu ini. Namun adakah jaminan bahwa semua obat yang dijual di pasaran tersebut asli? Tentunya tidak. 

Karena justru faktanya lebih banyak diantara produk yang dijual tersebut sebenarnya adalah obat tiruan, bukan produk yang asli. Untuk itu maka pastikan bahwa Anda berhati-hati di dalam membelinya. 

Berikut ini ada beberapa cara dalam membedakan khasiat Pien Tze Huang yang asli dan juga palsu, yaitu:

1. Keberadaan hologram dari PT Saras Subur Abadi, satu-satunya perusahaan importir yang mendapatkan hak untuk mengedarkan atau menjual obat ini di Indonesia tak lain adalah dari PT Saras Subur Abadi, sehingga untuk produk yang asli memang sudah ada hologram ini, sedangkan yang tidak asli tidak memilikinya.

Obat liver

2. Sudah terdapat nomor izin edar atas produk tersebut yang berasal dari BPOM yaitu POM TI 164 250 351, sedangkan yang tidak menggunakan nomor edar ini bisa jadi adalah produk tiruan.

Pien Tze Huang

3. Pada kemasan produk yang asli juga selalu disertai dengan stiker hologram yang ada di sisi kanan atas kemasan, pada saat mengelupas stikernya ada 16 nomor seri. Nantinya nomor tersebut juga dapat langsung di input ke situs atau website resminya untuk membuktikan keasliannya. Pada setiap nomor ini juga hanya dapat dipakai sekali input saja.

Obat herbal


4. Harga, hati-hati dengan tawaran harga murah, kebanyakan diantara produk palsunya memang dijual dengan harga murah.


Untuk hasil yang benar-benar efektif, maka pastikan hanya menggunakan obat Pien Tze Huang yang asli.

Lemonilo Bukan Hanya Mi Instan

Lemonilo Bukan Hanya Mi Instan 


Sudah pada tahu belum merek Lemonilo? Sepertinya sih sudah. Secara iklan di televisi sudah sering nongol. Lantas, apa sih yang kamu tangkap saat dengar kata Lemonilo? Lemon? Atau mi instan?
Agaknya yang kedua lebih mendekati.

Lemonilo Mi Instan

Jika kamu berpikir Lemonilo itu sama dengan mi instan sehat dengan harga yang sedikit lebih mahal dibanding mi instan pada umumnya, tenang, kamu enggak sendirian. Dulu, dulu banget aku juga beranggapan hal yang sama. Sejak pertama lihat iklannya di televisi langsung terkonsep jika lemonilo itu merek mi instan baru.
Tapi apakah beneran demikian adanya?

Ternyata tidak. Semakin aku kenal, semakin paham jika lemonilo itu semacam nama brand. Mi instan adalah salah satu produk yang dihasilkan/ ditawarkan ke konsumen. Sama seperti kamu, dulu aku mikirnya ya 'oalah mi instan', eh ternyata bukan. Kalau mau cek websitenya ternyata banyak banget produk keluaran dari brand ini. Aku yang sedikit kepo malahan sudah kesampaian konsumsi beberapa produk lainnya.

Macam-macam Produk Lemonilo

Awalnya memang tahunya cuma mi instan. Itu pun mi goreng saja. Ternyata enggak, mi rebusnya juga ada. Udah gitu varian rasanya juga beragam enggak cuma satu doang. Aku udah pernah rasain beberapa mi rebus dan goreng. Ada juga olahan keripik ubi, rasa balado dan jagung. Dua-duanya enak menurutku. Karena konsep yang diusung adalah makanan instan tanpa micin, maka keripik yang diberi nama Chimi ubi ini rasanya jauh dari micin. Enggak bikin serak atau ada yang nyangkut di leher.
Keripik Ubi Lemonilo

Cemilan yang lain yang sudah aku cobain adalah brownies crispy. Aku bukan influencer ala-ala jadi enggak mungkin review dengan bilang rasanya bikin mampus. Aku cuma cukup bilang kalau rasa brownies crispy ini cocok di lidah aku. Ada sensasi kriuk waktu beradu dengan gigi. Jadi semacam brownies yang dipanggang jadi kue kering. Aku makan ini saat perjalanan dalam kereta. Enggak penting tapi cukup teringat rasanya.
Brownies crispy


Produk lain yang sempat aku coba adalah kopi. What? Lemonilo produksi kopi? Iya. Iya banget. 
Kaget, ya?
Sama. Waktu aku dikirimi kopi dari brand ini juga sempat kaget. Ya karena taunya mi dan keripik itu tadi. Ternyata ada kopinya. Buat yang doyan banget es kopi susu, ini kopi lumayan bisa buat eksperimen. Aku nyobain juga meski bukan penikmat kopi nomer wahid.
Kopi Lemonilo

Yang suka masak ala-ala di dapur, silakan cobain tepung bumbu ayamnya lemonilo. Aku nyobain dan suka banget. Satu kotak isinya dua bungkus. Bisa buat bumbu apa aja. Lidahku yang suka gorengan ini rajin bikin tahu goreng pakai tepung bumbu ini. Kalau pas mau goreng ayam juga bisa pakai karena ini memang terlahir untuk bumbuin ayam. Aku aja yang gemes ingin selimutin tempe pakai bumbu ajaib ini.

Ada juga bubuk kaldu pelezat alami rasa sapi dan bumbu penyedap segala. Yang ini kadang aku pakai buat bumbu sayur sop. Enak aromanya. Rasa kuahnya juga nendang. Ada kerasa rempahnya. Kalau untuk sambalnya ada Chilita yaitu semacam bubuk cabe yang bisa ditaburkan di makanan. Pecinta pedes pasti suka. Aku yang enggak doyan pedes sering juga pakai bubuk cabe ini buat dimakan dengan nasi anget. Haha, pasti bisa dibayangkan deh sepiring nasi anget ditaburi bubuk cabe. Seperti itu kira-kira rasanya.
Bubuk cabai

Produk yang belum aku coba nih dan masih penasaran adalah minyak goreng yang tampilannya persis seperti air mineral. Kecap juga belum nyobain. Soalnya di sini masih susah kalau nyari di minimarket. Dan memang belanja produk ini masih dilayani secara online di website saja.

Pas ramai covid-19 kemarin, hand sanitizer langka, eh lemonilo bikin gebrakan dong. Produksi hand sanitizer dan dijual dengan harga normal wajar demi membantu banyak orang yang kehabisan stok hand sanitizer gara-gara ada oknum yang panic buying.
Hand sanitizer


Nyawa dari Lemonilo

Seperti yang sudah diduga dan diketahui oleh kamu-kamu, lemonilo adalah brand yang mengusung tema makanan sehat. Anti micin. No MSG. Bahkan mengklaim tanpa pewarna dan pengawet buatan. Jadi warna-warna yang dihasilkan dalam produknya merupakan warna dari alam, dari bahan utama penyusun produknya. Misal mi instan warna hijau, itu dari bayem. Warna kuning, itu dari kunyit.

Kemarin tanggal 28 Juli 2020 kebetulan banget aku kepilih untuk ikut acara press compres yang dilakukan secara daring lewat aplikasi zoom.

Seneng banget dong. Acaranya memang cuma sejam tapi cukuplah buat mengulik banyak hal dibalik dapur lemonilo. Menariknya lagi dalam acara itu jumpa dengan Brand Ambassador dari Lemonilo yaitu The Baldys yang merupakan keluarga dari pasangan Baldy Mulia Putra dan Nola B3. Keluarga artis yang memang sudah konsumsi lemonilo sebagai konsumsi harian.

Tentu saja pas acara ini juga sempat dengerin langsung seperti apa proses brand lemonilo tercipta. Lemonilo bisa dibilang startup dimana proses kelahirannya dibidani oleh tiga orang anak muda Indonesia: Johannes Ardiant
(Chief Product & Technology), Ronald Wijaya (Co-CEO) dan Shinta Nurfauzia (Co-CEO).
Lemonilo

Menurut Pak Ronald, misi utama hadirnya Lemonilo adalah ingin menyehatkan bangsa. Semua orang berhak sehat, salah satunya ya dengan konsumsi makanan-makanan sehat bergizi. Maka produk yang mereka hasilnya selalu menjunjung tinggi nilai sehat. Sehat, praktis dan ramah di kantong seperti yang diutarakan Mbak Shinta menjadi kunci atau nyawa dari produk-produk yang mereka hasilkan.


Dari sini semakin paham dong jika lemonilo bukan hanya mi instan semata. Tapi juga produk-produk lain yang dirancang sebagai alternatif produk sehat. 
gadis anggun



Nasi Tumpeng Bunga Telang

Nasi tumpeng siapa sih yang enggak kenal?  Semua orang pasti kenal dengan nasi tumpeng, meski tidak semua orang bisa membuat atau pernah memakannya. Nasi tumpeng biasanya hadir saat ada perayaan. Sebut saja contohnya perayaan ulangtahun.
Nasi Tumpeng Bunga Telang

Nasi tumpeng yang kita kenal biasanya berwarna kuning dan bentuknya menyerupai kerucut. Kering tempe, abon, suwiran ayam dan telur adalah sedikit dari teman pelengkap nasi tumpeng. Kalau mau ditelusuri lebih jauh tentu hal-hal ini mempunyai makna filosofi tersendiri. Bahkan zaman dulu enggak sembarangan orang bisa membuat nasi tumpeng.

Saya, makan nasi tumpeng sering. Membuatnya baru-baru saja. Baru dalam tahap belajar. Nasi tumpeng warna kuning jadi favorit, setidaknya sampai akhir tahun lalu. Saya yang sejak kecil belum pernah merayakan ulangtahun dengan nasi tumpeng, tiba-tiba ingin. Rasanya ada kepuasan tersendiri bisa membuat nasi tumpeng yang layak makan.
Meski belum bagus banget tapi cukup puas saat masak nasi tumpeng bisa dinikmati oleh seluruh keluarga.
Berharap kapan-kapan bisa deh bagi-bagi ke banyak orang.
Nasi kuning

Buat nasi tumpeng tidak ribet kok. Setidaknya bagi saya yang hobi 'terpaksa' mengurangi takaran dan juga banyak bahan. Kalau mengikuti resep yang ada di Cookpad atau di situs-situs resep masak bakal kewalahan. Maka diakali aja dengan bahan yang mudah terjangkau dan cocok di lidah.
Ya karena enggak semua bahan masakan bisa berdamai dengan lidah saya.

Lengkuas, serai, salam, santan, kunyit, garam adalah bahan yang tidak bisa dipisahkan dari nasi tumpeng kuning. Berkali-kali saya buat dengan bahan-bahan sederhana ini dan hasilnya tidak mengecewakan.
Belakangan setelah ketemu bunga Telang saya mulai mencoba mengganti warna kuning ke biru. Ceritanya pas lagi main ke rumah teman dan dapat bunga ini cuma-cuma. Jadilah ide masak nasi tumpeng biru.
Bunga Telang

Bunga Telang bukan hal baru dalam khazanah kuliner ala Mini GK. Sudah terlalu sering saya berhadapan dengan bunga penghasil warna ungu ke biru ini. Omong-omong, warna bunga ini sempat jadi perdebatan beberapa teman: antara ungu dan biru.

Mengolah bunga Telang menjadi pewarna untuk nasi tumpeng tidaklah sulit. Masalahnya kemarin saya perdana masak sendiri dan sok-sokan tidak baca resep. Semua bahan termasuk bunga Telang asal cemplung cemplung saja ke wadah. Iya gak apa-apa sih, nasinya tetap jadi biru. Cuma birunya memang kurang nampol. Jadi curiga antara saya yang salah masukin bunga atau kurang banyak bunganya.

Setelah saya cek di resep, ternyata saya kebanyakan gaya. Harusnya bunganya diekstrak dulu dengan direndam dalam air panas untuk mendapat warna biru. Baru setelahnya itu air dipakai buat masak nasi. Walah, tiwas sudah terlanjur mateng.

Meski warnanya enggak terlalu nampol namun rasanya cukup untuk lidah saya.
Bapak yang seumur umur belum pernah ngerti apa itu nasi biru atau nasi bunga Telang, bertanya-tanya apakah itu nasi beli atau buat sendiri.
Saya ketawa. Saat masak tadi kebetulan bapak lagi pergi jadi enggak paham dan tahu-tahu sudah ada nasi tumpeng warna biru di meja.

Nasi biru bunga telang agaknya bisa jadi alternatif untuk yang kebetulan bosen dengan nasi kuning. Bisa juga untuk kreasi agar anak yang enggak doyan nasi bisa punya gambaran lain tentang nasi biru.

Buat yang ingin praktik mencoba masak nasi tumpeng, lekas eksekusi. Jangan takut salah. Yang penting Mateng enak dimakan. Percobaan pertama mungkin kurang memuaskan, namun dengan demikian jadi semangat untuk terus nyoba dan keterusan.

Apa Kabar Covid-19?

Covid-19 Karantina Mandiri

Apa kabar Covid-19 di daerahmu?

Agaknya semakin mengkhawatirkan tapi orang-orang sudah mulai cuek. Benarkah demikian?
Banyak ternyata yang masih belum paham tentang virus ini. Sebagian paham namun berusaha 'santai' saja. Tidak sedikit yang cuek dan menganggapnya bukan persoalan serius.

Padahal di media massa, sebut koran dan televisi, saban hari tidak hentinya mengabarkan tentang Corona Virus. Memang kadang cuek itu perlu, tapi ya jangan bodoh. Harus bisa memilih mana yang harusnya memang dikonsumsi dan mana yang harusnya dijauhi.

Berita positif corona dari klaster Indogrosir menurut saya perlu disimak, terutama mereka yang selama ini sering belanja di tempat ini. Sama juga dengan klaster pabrik Sampoerna. Bukan untuk menakuti tapi waspada itu penting. Mengingat covid-19 ini penyebarannya sangat cepat pula banyak yang tidak terdeteksi alias orang tanpa gejala.

Apa kabar Covid-19 di daerahmu? 

Apakah orang-orang masih sering kumpul-kumpul? Masih sering nongkrong atau gosip gak jelas sambil ngemil di warung kopi? Atau justru ramai-ramai menghadiri penutupan sebuah tempat makan?

Ini sungguh-sungguh kebodohan yang kelewat manja. Ketika banyak orang bahkan berminggu-minggu tidak keluar rumah demi menjaga diri dan orang lain, sementara banyak kaum entah yang mendadak milih berhamburan keluar rumah demi mengenang masa lalu, katanya. Berjumpelan, berdesakan, saling senggol demi bisa say goodbye dengan tempat nongkrong yang katanya legendaris.

Ingin komen panjang, tapi saya kehabisan kata-kata. Agaknya percuma saja berkomentar. Lebih baik berdoa sajalah semoga semuanya terkendali dan aman. Walau diyakini banyak orang pasti ada satu dua bibit covid-19 di antara kerumunan tersebut.

Apa kabar Covid-19 di tempatmu?

Pagi tadi, setelah sekian tahun juta cahaya purnama akhirnya saya memberanikan tepatnya memaksa diri untuk keluar rumah. Biasanya saya hanya pergi ke sawah untuk antar jemput mamak. Tapi kegiatan ini sudah tidak rutin lagi sejak puasa. Agenda ke pasar nyaris sudah terhenti sejak dua bulan lalu karena isu covid-19. Padahal saya sangat senang lama-lama belanja di pasar.

Pagi ini ekspektasi saya sekonyong-konyong lumer. Jauh dari bayangan. Sejak keluar dari jalan kampung, saya langsung dihadang dengan jalan raya yang padat, hampir mirip awal tahun lalu. Bahkan untuk belok saja saya harus nunggu sedikit lama agar sepi.
Di jalan aktivitas juga lumayan padat, lebih-lebih ada acara perbaikan aspal jalan. Seperti jelang lebaran tahun sebelumnya. Jalanan macet bahkan ada sistem buka tutup.

Saya yang tadinya mau muter jalan sebentar, akhirnya hanya seperlunya saja. Tidak jadi keliling daripada kena asap dan lain-lain. Begitu juga saat lewat depan ATM. Niatnya ingin cek saldo (iya cek saldo aja bukan tarik tunai) ternyata antrean panjang. Saya urung menepi dan melanjutkan jalan.

Apa kabar Covid-19 di sekitar rumahmu?

Karena mamak juga mulai takut dengan covid-19 maka beliau juga jarang pergi jauh. Bahkan sudah rajin pakai masker padahal ngakunya gak enak kalau mulut hidung dibekap. Emang iya, jawab saya.
Karena mamak jarang pergi pergi jauh maka urusan belanja kebutuhan rumah saya yang pegang. Dan karena hari ini keluar rumah maka diputuskan sekalian belanja.

Lantas kagetlah saya. Ternyata pusat belanja grosiran yang dekat rumah mulai ramai. Mungkin efek jelang lebaran, orang-orang banyak belanja biskuit dan sirup juga minyak. Saya kira acara belanja lebaran juga memudar garagara covid-19, ternyata tidak.
Saya yang tadinya mau beli bahan-bahan kue belok cuma beli sirup dan kue kering. Dua itu yang bisa saya jangkau dengan cepat. Saya masih worry kalau harus berdesakan dengan pembeli lain. Memang tidak saling bersentuhan tapi tetap saja saya masih galauan.

Apa kabar Covid-19?

Sampai rumah saya kepikiran, kalau semua orang masih egois dan keluar rumah, kira-kira sampai kapan covid-19 akan bertahan di muka bumi ini? Rasanya seperti tidak adil. Kita yang berusaha terus menjaga diri sampai jenuh di rumah seolah dipecundangi oleh mereka yang santai keluar rumah setiap saat.

Mau mengadu pun bingung mengadu kepada siapa. PSBB saja banyak dilanggar. Aturan-aturan yang ditetapkan juga seolah tidak jelas sanksinya. Jadi banyak yang mengabaikan. Belum lagi kebijakan tidak boleh pulang kampung atau mudik tapi mendadak bus AKAP dipersilakan lewat lagi bahkan bandara mulai dibuka kembali. Hmmm sungguh ini membingungkan kalau tidak mau dibilang kurang tegas.

Kenapa masih banyak orang tidak peduli?