Mengenal Spirit Dompet Dhuafa


Dompet Dhuafa Yogya

Jika cerita adalah salah satu cara untuk mengingat sebuah moment, maka kali ini izinkan saya bercerita. (Mini GK)

Ini kali pertama saya mendapat undangan dari Dompet Dhuafa. Telah lama saya mendengar nama Dompet Dhuafa, bahkan salah satu kenalan saya bekerja di sini.

Acara 22 Januari kemarin membekas dalam benak saya. Lokal Resto menjadi saksi untuk pertama kalinya saya jumpa dengan orang-orang di balik Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Okey, sebelum hari itu yang saya tahu tentang Dompet Dhuafa adalah tempat (organisasi) yang punya tugas menerima dan mengelola infak dan zakat dari masyarakat. Mohon maaf untuk pengetahuan saya yang hanya sebatas itu. Bahkan tak ada seujung kuku.

Barulah setelah mendengarkan pemaparan dari pihak Dompet Dhuafa, pemahaman saya sedikit, sekali lagi sedikit, lebih maju dibanding sebelumnya.

Dompet Dhuafa berdiri tidak hanya di Yogyakarta tapi juga tersebar hampir di berbagai wilayah Indonesia.

Khusus di Yogyakarta, Dompet Dhuafa terlahir atas dasar rasa ingin membantu korban bencana. Dompet dhuafa DIY lahir tahun 2006. Kita ingat tahun itu DIY dilanda duka gempa bumi. Karena tergerak untuk membantu para korban bencana, maka dibentuklah Dompet Dhuafa Yogyakarta.


Spirit Dompet Dhuafa


Selanjutnya, dompet dhuafa tidak hanya berhenti sebagai teman para korban bencana. Lebih luas ia menggandeng menggandeng masyarakat untuk mengembangkan usaha. 
Dalam menjalankan kegiatannya, Dompet Dhuafa melibatkan banyak lapisan masyarakat dengan prinsip kesetaraan. Lembaga atau komunitas mulai dari yang kecil hingga raksasa diperbolehkan ikut aktif dalam segala kegiatan.

Secara periodik Dompet Dhuafa juga membuka peluang saling tukar pengetahuan dengan prinsip sharing demi meningkatkan kapasitas bersama.

Dompet dhuafa tidak berhenti sebagai organisasi 'pengumpul' zakat, melainkan juga membuka diri sebagai mitra pendamping bagi usaha masyarakat.
Mereka yang punya usaha mandiri atau sedang merintis usaha rumahan dan terkendala berbagai hal bisa mengontak dan bekerjasama dengan dompet dhuafa.

Sampai hari ini telah banyak usaha mandiri yang terlahir dari binaan Dompet Dhuafa.
Semoga ke depan usaha-usaha kecil menengah ini bisa menjadi bisnis raksasa yang menguntungkan banyak masyakarat.

Saya lantas berfikir, usaha apa yang sekiranya bisa saya jalankan? Siapa tahu dompet dhuafa berkenan menjadi mitra dan teman di segala suasana.



Berkunjung ke sentral Batik

Terima kasih saya ucapkan kepada Dompet Dhuafa yang telah mengajak #piknikpintar (istilah yang saya gunakan) ke sentral pengerajin batik.

Jujur sudah beberapa kali saya mengikuti tour atau piknik ke pengerajin batik. Namun untuk datang ke Berkah Lestari, ini baru pertama kalinya. 


Berkah Lestari yang beralamatkan di Giriloyo, Wukirsari Imogiri ini adalah sentral pengerajin batik yang merupakan dampingan dari Dompet Dhuafa Yogyakarta. 

Batik dan segala proses yang membersamainya selalu menarik rasa keingintahuan saya. Bagi saya, batik bukan hanya sekedar warisan budaya yang begitu mahal dan Adi luhung, lebih dari itu Batik adalah sebuah bentuk nyata sebuah perasaan. Di sana ada rasa, perjuangan, seni dan sejarah.

Calon Pengantin Harus Tahu 1000HPK


Perempuan dan Kesehatan


Sebagai gadis jelang tiga puluh, saya selalu berusaha menjaga apa apa yang hendak masuk mulut. Bukan gaya-gayaan namun sudah saatnya perhatian pada diri sendiri. Konon katanya sebelum memperhatikan orang lain maka wajib untuk memperhatikan diri sendiri. Sebelum menjaga orang lain, apa salahnya mencoba menjaga diri sendiri lebih dulu.

Ada kisah kurang menyenangkan tentang kesehatan, itu terjadi di keluarga saya. Kakak perempuan saya, dua tahu lalu harus menjalani operasi besar karena dokter berkata ada kista dalam rahimnya.
Bagaimana kami enggak panik. Selain karena sakitnya luar biasa, biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Sejak itu saya selalu menjaga diri sendiri agar tidak jatuh sakit, sekali pun itu hanya sakit kepala. Saya yang masih gadis dan bercita-cita  memiliki anak tujuh atau lima selalu cerewet dalam urusan kesehatan.
Saya selalu semangat mendatangi acara yang membahas kesehatan terutama kesehatan reproduksi.

Kemarin berkat acara Nutrisi Untuk Bangsa (sari Husada) alhamdulilah saya bisa ketemu dan mendapat pemaparan langsung tentang kesehatan dari seorang dokter anak dan bidan. Sungguh ini anugerah yang sangat besar bagi saya.


Nutrisi Untuk Bangsa dan talkshow 1000 Hari Pertama Kehidupan

Apa itu #1000HPK?
Jujur ini pertama kalinya saya mengikuti talkhsit tentang seribu hari pertama kehidupan. 1000HPK ternyata di hitung sejak pertama kali janin ada dalam rahim hingga nanti berusia 2 tahun.

Fase #1000HPK adalah fase emas penentu kebahagiaan/ kesehatan seseorang di masa mendatang. Pemenuhan gizi hendaknya sudah terjadi sejak masa ini.
Untuk mencetak generasi emas dibutuhkan perjuangan bahkan sejak dalam kandungan.

Pada masa ini diharapkan seorang ibu bisa mempersiapkan segalanya dengan baik.

Maka sesungguhnya #1000HPK itu hendaknya dipersiapkan bahkan sebelum seseorang merencanakan kehamilan. Cocok bagi seorang calon pengantin atau gadis dewasa seperti saya.

Itu kenapa ibu hamil dilarang stress. Pula diwajibkan memakan banyak aneka makanan bergizi dan tidak mengandung zat bahaya. Sebab janin yang ada dalam kandungan juga ikut merasakan apa yang dirasakan ibunya, ikut juga mengkonsumsi apa yang dikonsumsi si ibu.

Asam folat adalah salah satu yang wajib dikonsumsi oleh seorang ibu hamil. Hal ini demi mempersiapkan pembentukan tulang bagi si calon bayi.

Pengetahuan tentang #1000HPK wajib diketahui oleh banyak orang, tidak hanya perempuan atau calon ibu tapi juga laki-laki dan calon ayah.
Seorang ayah juga punya peran penting dalam proses kehamilan istri.


Bidan adalah kawan bagi ibu hamil
Zaman ini bidan memiliki peran besar dalam sebuah proses kehamilan hingga melahirkan. Bidan di Indonesia tersebar bahkan sampai pelosok dusun.

Orang Indonesia sudah sadar bahwa kesehatan ibu hamil dan proses persalinan itu sesuatu yang psikolog dan harus ditangani dengan serius. Maka sudah banyak yang sadar untuk mengkontrol kesehatan selama kehamilan pula memilih lahiran di bidan (yang mana sebelumnya banyak yang memilih dukun beranak). Hal ini sebuah kemajuan, bisa menekan angka kematian ibu dan anak.

Bidan adalah sahabat bagi ibu hamil. Tempat untuk bertukar pikiran dan keluh kesah tentang kehamilan.

Memilih Makanan 

Makanan yang kita makan adalah investasi masa depan.

Sebagai Gadis Anggun, saya sependapat dengan cuitan tersebut.

Apakah makanan menyehatkan selalu mahal? Mungkin iya.
Mahal di sini bukan berarti nominal rupiahnya besar, melainkan perjuangan untuk mendapatkan dan mempertahankannya.
Sebab banyak orang yang rela mengeluarkan uang banyak demi makan malam mewah yang mana belum tentu gizi yang ada dalam makanan tersebut memenuhi, pula ketidaktahuan akan zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya.

Berkat Sari Husada, Nutrisi Untuk Bangsa akhirnya saya bisa bertemu dengan seorang yang ngerti banget tentang makanan dan cara pengolahannya.

Chef Rissa adalah bintang tamu yang hadir kemarin. Saya secara khusus menemui beliau di akhir acara untuk bertanya lebih lanjut tentang bahan makanan, utamanya kelor.
Kenapa saya begitu berharap bisa dapat jawaban?
Karena saya adalah penggila kelor. Saya sedang berusaha untuk setia untuk ngemil kelor. Biasanya saya rebus. Berkat Kak Rissa pengetahuan saya bertambah, bahwa kelor bisa dijadikan teh dan jika mau bisa juga untuk masker.

Sudah cantik, sehat lagi. 💋

 Rumah saya sudah semacam kebun gak jelas. Tanaman tanaman yang kiranya enak dimakan dan bersifat obat ditanam di halaman. Kelor dan katu adalah salah satu tanaman yang cukup cepat hidup dan mengenyangkan sekaligus sebagai bahan obat.



Indonesia Tuan Rumah ASIAN Para Games 2018

Asian Para Games 2018


Telah sejak puluhan tahun Indonesia terkenal dengan jagoan atletnya. Telah tercatat dalam sejarah bahwa Indonesia tak terkalahkan.

Kabar baik selanjutnya dari Indonesia, bahwa tahun depan sebuah perhelatan; pesta olahraga akan digelar di Indonesia tepatnya di Jakarta. Ini satu bukti bahwa Indonesia layak, siap dan aman.

Tidak banyak yang tahu jika di tahun 2017 Indonesia menjadi #juaraUmum ASEAN Para Games yang diadakan di Kuala Lumpur.
atlit Indonesia telah menunjukkan kehebatannya. 💪💪💪


Tahun depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah ASIAN Para Games 2018.
ini adalah Asian Para Games yang ketiga. Yang pertama tahun 2010 di Guangzhou, kedua di Incheon tahun 2014 dan ketiga Jakarta tahun 2018.

sebanyak 17 cabang olahraga akan dipertandingkan pada event kali ini.
Asian Para Games 2018 akan diikuti oleh 43 negara se-Asia. Memperebutkan 581 medali. dengan  lebih kurang 3.000 atlit.


Atlit yang main di Asian Para Games adalah teman teman dengan penyandang disabilitas. Paralimpian adalah sebutan untuk mereka.

Ini bukti bahwa berbeda bukan berarti tak berprestasi. Bukti bahwa beda juga bisa juara. Bukti bahwa kesempatan datang kepada siapa saja yang mau berusaha. 💪💪💪


Asian Para Games akan diadakan 6-13 Oktober 2018, berpusat di Jakarta.
Acara ini bisa dilihat untuk umum dengan syarat dan ketentuan.

Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah mau pun swasta.


Sebagai tuan rumah, mari kita ikut #DukungParaJuara di #asianparagames2018.
Mari menjadi tuan rumah yang ramah dan menyenangkan.
kita tunjukkan bahwa #IndonesiaSantun 😍😍😍

ASIAN PARA GAMES, the inspiring spirit and energy of Asia.
Info lanjut cek terus @ina2018apg

Gema Cermat Bersama Kemenkes RI


Gema Cermat Bersama Kemenkes RI

Lebih dari satu dekade saya tak pernah bersinggungan dengan obat. Saya telah membiasakan lidah dan lambung agar menjauh dari sentuhan racikan obat, apa pun bentuknya. Obat adalah sesuatu yang mengerikan bagi saya. Dari sebagian orang saya juga tahu bahwa obat terkadang berubah menjadi racun mematikan. Faktanya begitu.

Belum lama ini saya demam, hampir dua mingguan. Orang di sekeliling panik karena saya menolak untuk sekedar berkunjung ke dokter. Lebih saya menolak segala obat yang hendak ditawarkan, bahkan obat penurun panas pun saya hindari.

Ada teman yang justru ngomel disaat saya sedang dalam puncak kesakitan. Ia ngomel karena saya ngotot tidak mau berobat. Saya benar benar menjaga prinsip; pantang menyentuh obat.
Selain malas menyentuh obat, bibir saya juga malas menyentuh makan dan minum. Saya benar benar drop. Baru mulai membaik ketika air kelapa dan rebusan daun kelor mampir ke lambung. Tidak ada obat lain selain dua hal tersebut. Kebetulan halaman rumah saya telah sejak lama sengaja ditumbuhi tumbuhan obat; itu semua semata mata untuk saya yang anti dengan obat medis.

Cerita demam saya telah tutup buku, ganti dengan cerita baru bersama Kemenkes (kementrian kesehatan). Demi apa ini kali pertamanya saya ikutan acara kementerian kesehatan RI. Sebelumnya saya pernah ikutan acara Badan POM, dan itu membahas obat.
Kemenkes pada kesempatan kali ini juga mengambil tema tentang Cermat Menggunakan Obat. Obat lagi obat lagi. Sejak awal saya tertarik dengan acara ini lantaran bicara tentang obat. Sesuatu yang sangat saya hindari namun harus saya kenali sebab dia selalu hadir dalam hidup saya.

Malam sebelum acara Kemenkes, saya sedikit galau karena hujan-hujanan dan menghabiskan banyak telur puyuh. Konon besok pagi pas acara akan ada pemeriksaan kesehatan. Kalau malam harinya gaya hidup saya gak sehat, saya khawatir paginya akan mendapat hasil pemeriksaan yang juga mengkhawatirkan. Ditambah begadang membuat saya degdegan.

Untungnya selama ini saya menjalankan gaya hidup yang lumayan sehat. Pemeriksaan tekanan darah, kandungan gula dan kolesterol dinyatakan dalam batas sangat aman. Semua baik baik saja. Satu satunya yang menyedihkan adalah berat badan dan lingkar perut. Dokter cantik teman konsultasi menyarankan agar saya mengurangi minimal dua setengah kilogram berat badan dan empat senti lingkar perut. Bagaimana saya bisa melakukan ini semua?

Acara inti pun tiba. Pemaparan tentang Cermat Menggunakan Obat dari berbagai narasumber yang ahli di bidangnya. Saya beruntung karena hari itu bisa mengerti lebih jauh lagi tentang obat.
Setidaknya ini penting untuk saya agar tidak lagi terlalu antipati dengan obat. Karena sejujurnya niat awal obat dilahirkan adalah sebagai perantara penyembuhan

Obat-obatan  tidak salah, kadang kala perlakuan manusia saja yang membuat obat berubah menjadi racun.

Ada banyak faktor yang merubah obat menjadi sesuatu yang berbahaya; salah satunya adalah ketidak pahaman kita dalam memilih obat yang dibutuhkan. Padahal faktanya beda penyakit beda juga obat yang digunakan.

Berikut adalah cara untuk memilih obat;
1. Perhatikan kandungan zat obat, jangan asal pilih merk dagang dan abai pada kandungan zat di dalamnya.
2. Jangan pernah mengabaikan alergi yang terjadi saat konsumsi obat. Artinya jika terjadi alergi usai konsumsi obat, maka hendaknya lain kali tidak lagi konsumsi obat yang bersangkutan.
3. Perhatikan kondisi saat konsumsi obat, apakah sedang hamil atau berencana hamil. Karena jelas obat sangat pengaruh pada kehamilan.
4. Sama halnya kehamilan, menyusui pun perlu diperhatikan.
5. Harga obat di pasaran. Pastikan harganya normal. Jangan tertipu dengan harga murah namun khualitas dipertanyakan
6. Perhatikan bentuk sediaan obat. Sesuaikan dengan penggunaannya.
7. Pastikan kondisi saat sedang menggunakan obat. Apakah juga sedang konsumsi obat lain atau tidak. Sebab kadang kala satu obat dengan obat lain tidak bisa berinteraksi baik. Pastikan sudah konsultasi dokter dan apoteker.

Selain itu juga harus diperhatikan macam obat yang ada. Apakah obat itu kategori obat bebas, obat bebas terbatas atau obat keras. Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Sedang obat bebas terbatas adalah obat keras yang dapat dibeli tanpa resep dokter namun penggunaannya harus memperhatikan aturan pakai dan peringatan pada kemasan. Sementara obat keras adalah obat yang hanya bisa diperoleh jika ada izin dan resep dari dokter.

Untuk kategori obat obatan ini saya baru pertama kali mengerti yang demikian. Saya menghindari obat dan saya juga tidak berusaha untuk mengenalnya. Jadi jika Kemenkes akhirnya mengenalkan saya pada siapa itu obat, saya berterima kasih. Setidaknya itu bisa menjadi bekal saya ke depan sebagai #calonibukesayangan.

Usai dengan materi cara mendapat obat lanjut ke materi cara menggunakan obat. 
Perlu diketahui bahwa dalam tubuh setiap orang terkandung banyak bakteri. Bakteri jahat dan bakteri baik. Jika salah menggunakan obat bisa jadi bakteri baik yang membantu sistem tubuh akan mati dan justru bakteri jahat berkembang subur. Saya ngeri membayangkan hal ini. Sepanjang narasumber presentasi, saya bergidik ngeri dan hanya sesekali melihat ke layar, bukan tidak hormat saya pemateri namun karena menghindari refleks tubuh merinding jika mendengar kata bakteri.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat;
1. Baca aturan pakai sebelum menggunakan obat.
2. Gunakan obat sesuai dengan aturan pakai.
- dosis. Misal gunakan sendok takar yang tersedia, jangan mengganti dengan sendok makan.
- rentang waktu. Misal: antibiotik 3 x 1 maka ini berarti diminum setiap 8 jam sekali.
- lama penggunaan obat. Misal antibiotik digunakan 3-5 hari, harus sesuai dengan petunjuk penggunaan.
3. Obat bebas dan obat bebas terbatas tidak boleh digunakan secara terus menerus. Jika sakit tak kunjung mereda sebaiknya konsultasi ke dokter.
4. Hentikan penggunaan obat apabila timbul efek yang tidak diinginkan. Segeralah pergi ke pelayanan kesehatan.
5. Tidak menggunakan obat orang lain meski gejala sakitnya sama. Jangan pernah juga menerima obat sisa dari orang lain meski jenis obat yang dikonsumsi sama.
6. Tanyakan ke apoteker untuk mendapatkan informasi penggunaan obat yang lebih lengkap dan tepat.

Menikmati Keromantisan Kopi Tirana Kitchen





Segenggam cerita

"Apa sih yang kamu dapat dengan ikut kumpul kumpul bahkan dari jauh?"

Sudah terlalu sering saya menerima pertanyaan dengan redaksi serupa.

Kopi dan Saya

Jika ditanya tentang ritual ngopi, maka saya bisa bercerita panjang panjang.

Kopi adalah sebuah cerita. Saya memang bukan penggila kopi tapi hanya seorang gadis yang sesekali mencicip kopi dengan berisik. Yoha, saat mencicip kopi maka mulut saya akan terus-terusan bertanya ini itu pada barista yang sedang melayani.

Jika ingat hal itu, kadang kala saya merasa bersalah; udah banyak tanya, minum kopinya yang paling murah. #ehe

Untungnya barista di Tirana Kitchen sabar dan ramah-ramah, sambil senyum mereka meracik pesanan sekaligus bercerita banyak hal tentang yang saya tanyakan.

Nongkrong Cantik

Jadi ceritanya saya sedang ingin refreshing karena habis sakit. Kebetulan banget, teman teman ngajakin nongkrong cantik di sebuah kedai kopi yang baru saja buka di Jalan Suryodiningratan. Saya kenal banget dengan kedai kopi ini. Tepatnya saya sudah sering main ke kedai kopi ini sejak zaman masih menjadi butik. Sekarang memang masih ada butiknya, dan ditambahin kedai kopi. 

Enak banget deh, sambil belanja baju bisa sekalian ngopi cantik.

Saya tiba di Tirana Kitchen satu jam dari jadwal janjian. 

Begitu pintu dibuka, tercium aroma kopi yang serta Merta membawa saya pada suasana melankolis. Entah apa sebab yang jelas aroma kopi selalu menerbitkan keromantisan.
Sembari menunggu teman teman, saya ngobrol sama Mbak Nunuk dan Abel; owner Tirana Kitchen. Kami ngobrol berbagai hal karena memang sudah saling kenal.

Percayalah, seharian di Tirana Kitchen pasti betah. Entah sendiri atau bersama teman, suasana mendukung. Jika bosen ngobrol, kita bisa baca baca buku yang ada di rak khusus buku. Atau mungkin nonton pameran yang sedang berlangsung. Iya, selain rumah fashion dan kedai kopi, Tirana juga merupakan tempat seni. Berbagai acara seni sering digelar di sini.
Saya tidak pernah keberatan dengan sajian kopi, malah saya berharap bisa meroasting dan menggiling kopi sendiri suatu hari nanti.
Teman teman datang sedikit terlambat dari waktu janjian. Tapi tidak apa apa, saya jadi punya kesempatan untuk menjelajah Tirana Kitchen semakin dalam.

Dari penjelajahan itu saya menemukan beberapa fakta menarik. Salah satunya adalah bahwa Tirana Kitchen menggunakan 'barang bekas' untuk beberapa hiasan dan gelas minumnya. Mbak Nunuk membenarkan jika Tirana Kitchen memang sengaja memanfaatkan 'barang bekas' menyulapnya menjadi barang baru dan berdaya guna.

"Iya gelas ini recycle botol bekas. Kami sengaja pesan botol khusus dari hotel hotel di Bali. Jadi meski 'barang bekas' sejatinya botolnya tidak sembarangan. Yang jelas higienis."

Selain gelas yang menarik, saya juga tahu ternyata menu menu yang ada di Tirana Kitchen bukan hanya kopi, tapi ada berbagai cemilan ringan dan teh.

Menu di Tirana Kitchen

Bagi saya, racikan kopi di Tirana Kitchen cukup untuk menyenangkan lidah. Kebetulan saya mencicipi beberapa kopi; saya memang enggak bisa diam kalau sudah ketemu kopi.


Ada Rumah Belanja Harga Keluarga

Ada Buti

Perempuan selalu identik dengan dunia makeup dan fashion. Tidak semua memang, tapi sebagian besar begitu. Kalau masih tidak percaya baik saya ralat, maksudnya saya. Saya hidup dengan tidak mengesampingkan perkembangan dunia fashion dan make up. Ya meski tidak selalu harus terlibat di dalamnya, cukup tahu saja.

Maka ketika teman mengajak saya untuk datang ke launcing store baru di JCM, saya begitu semangat dan langsung mengiyakan.

Ada, begitu nama store itu. Merupakan rumah fashion bagi mereka yang hobi berbelanja baju. 
Ada, saya sering mendengar nama ini namun belum pernah belanja di sana. Konon Ada ini satu atap dengan Buti. Well, untuk Buti saya cukup familiar, setidaknya pernah ke sana nganter temen dan akhirnya malah kecantol.

Ada JCM yang diresmikan tanggal 21 Oktober 2017 lalu merupakan store ke-3 di Yogyakarta. Setelah sebelumnya ada di Hartono mal dan Lippo Plaza Jogja.

Tentang Ada

Ada store Jogja City Mal nerupakan store ke-75 dari seluruh store yang ada di Indonesia. Sangat membanggakan bagi dunia fashion, terlebih selama ini Ada dan Buti selalu memberdayakan produk lokal Indonesia.

Dunia fashion Indonesia juga cukup berkembang pesat. Ada menangkap peluang itu untuk terus bersama-sama menjaga geliat sekaligus mempertahankan produk lokal.
Meski lokal, namun kualitas tetap terjamin dan juara.

Ada lahir dari atusiasme masyarakat yang selalu ingin tampil trandi namun tidak perlu keluarga biaya banyak.
Dalam pertumbuhannya Ada dan Buti store selalu berusaha untuk lebih dekat dengan kepuasan pelanggan. Ada store menyediakan pakaian baik untuk perempuan mau pun laki-laki. Antara lain jumpsuit, knitwear, shirt, t'shirt, bluse, short, trouser, tank top, cardigan, jeans, sepatu, tas dan lain lain.

Saya pernah mengajak kawan (laki-laki) ke Ada store dan dia kalap karena banyak baju yang ia inginkan ada di sini. Dengan kisaran harga yang lumayan pula. Sebab hampir semua harganya terjangkau, kisaran 60ribuan sampai 300ribuan. Belum lagi kalau ada promo diskon bisa sampai 70%.

Besok-besok saya akan sering ke JCM untuk mengecek diskon. Lumayanlah.


Ada Fashion

Kemarin saat datang ke ADA JCM, saya terhibur dengan penampilan fashion show dan flashmob dancer.

Saya datang lebih terakhir dibanding teman-teman yang sejak siang sudah memenuhi area Ada. saya kira, saya akan sendirian di Ada, nyatanya sampai larut malam juga masih pada gentayangan mencari baju-baju berkulitas hargaa keluarga.

Saya bahkan ketemu kawan lawas banget di Ada. Sesuatu yang membuat saya serasa pulang ke rumah.


Berburu Matahari di Sleman


#ayokeSleman

Menyenangkan itu kalau ada yang nawarin piknik bareng-bareng. Saya sudah membayangkan suasana yang menyenangkan, seru dan tentunya kenalan-kenalan baru.

Kamis (19/10) kemarin saya diajak keliling obyek wisata baru di Sleman. Ada sekitar 20 orang yang diajak, terdiri dari blogger dan potografer. Kami memakai Rich Hotel sebagai titik kumpul, namun karena saya terlalu jauh jika harus ke sana, saya memilih untuk menunggu di Tebing Breksi. Sekalian aja saya nenda di Breksi secara sudah berhari-hari berkegiatan di Breksi. Sudah macem pahatan batu saja.

Janjian ketemuan di Breksi sekitar pukul 13.00, ternyata saya datang lebih awal dibanding teman-teman yang lain. Ketika saya tiba, belum ada orang yang saya kenal kecuali Kakak Arif dari Shiva Valley pengelola Jeep. Saya mah kalau perkara piknik pantang buat telat.
Saya menunggu di Breksi sembari menikmati pemandangan Breksi yang kokoh.

BREKSI

Banyak yang mengira jika Breksi hanyalah batu raksasa yang dipahat sedemikian hingga dan akhirnya menjadi sebuah tempat wisata.
Salah. Breksi yang terlihat itu sesungguhnya adalah saksi sejarah. Memang benar jika saat ini kita melihat Breksi sebagai batu raksasa icon wisata. Namun lebih dari itu semua, Breksi adalah sejarah dan bukti jika zaman dulu daratan Jawa adalah lautan.

Jika mau meneliti lebih jauh, tengok guratan-guratan yang ada di batu Breksi. Berhenti untuk mendatangi Breksi hanya demi foto selfie. Sesekali datanglah untuk meneliti, mengenal sejarah dan melindungi warisan leluhur.
Sebelum ke Breksi ada baiknya jika baca-baca dulu tentang literatur bebatuan. Agar bisa lebih memahami dan merasa memiliki sesuatu yang sangat berharga.

Sebelum jadi tempat wisata, dulunya Breksi dipakai warga untuk mencari penghasilan dengan cara menjadi penambang batu. Seiring banyaknya penelitian ternyata batuannya mengandung bahan vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran, maka resmilah daerah ini menjadi cagar budaya yang wajib dilindungi. Sadar akan hal itu, penduduk pun berhenti menambang dan atas inisiatif banyak pihak jadilah Breksi menjadi tempat wisata dengan tebingnya yang kokoh dan pemandangan yang memukau dari tebing.
Jika sedang di Breksi kita bisa melihat panorama kota Yogyakarta yang memukau dari ketinggian.

Perlu pula diketahui jikalau sudah sampai Breksi ada baiknya mengambil jalur tour selanjutnya. Biar pikniknya lebih berfaedah.

Kemarin Kamis saya enggak nyangka banget jika akan diajak piknik ketiga tempat sekaligus. Plus bonus pikniknya ditemani Bapak Bupati Sleman. Nah kan, asyik bin pengalaman yang mungkin akan sulit terulang.

Saya dan teman-teman naik Jeep dari Breksi ke Watu Payung lalu ke Bukit Teletubbies lalu mengejar sunset di Bukit Klumprit.

Watu Payung

Sebagai #DutaDamai saya enggak asing lagi dengan tempat wisata satu ini. Letaknya ada di atas Candi Ijo. Kalau dari Tebing Breksi kira-kira sepuluh menit naik jeep.
Tempatnya syik, hijau dan damai. Dari atas bisa menyaksikan pemandangan di kejauhan yang tampak hijau.
Tempat yang wajib dikunjungi oleh mereka mereka yang selama hidup sudah capek melihat gerumbulan gedung dan kemacetan jalan.
Kalau saya ke sini, bawaannya pingin nyunggi tenda dan bermalam sampai beberapa hari. Adem banget jadi wajib bawa jaket.

Disebut Watu Payung karena ternyata ada sau batu besar banget yang posisinya semacam payung gitu, penyangganya kecil namun batunya kokoh.

Kalau lagi main ke sini hati-hati ya jangan sampai merusaknya.
                                                                      

Bukit Teletubbies                                                                 

Bukit ini lucu dengan taman kecil yang hijau. Dari sini kita bisa melihat rumah Teletubies, rumah Dome yang bewarna-warni. Dome itu dibangun menyerupai rumah di kartun teletubies. Usianya sudah sepuluh tahun lebih. Saat ini ada sekitar 30 unit rumah. 20 dihuni penduduk, sisanya merupakan kantor, home stay dan tempat pertemuan.

Dulunya rumah ini dibangun untuk menampung warga yang kena gempa dahsyat 2006 silam. Bangunannya dibangun oleh bantuan luar negeri. Hari ini selain sebagai tempat tinggal, daerah ini juga sebagai tempat wisata.

Bukit Klumprit

Saya harus berjalan dari tempat parkir jeep menuju Bukit Klumprit.
Saya tidak masalah karena sudah menyiapkan kostum sesuai dengan keadaan alam, saya sudah mikir bakal piknik di gunung maka harus siap-siap. Saya aman, teman-teman saya aman, Pak Bupati tidak terlalu. Pasalnya beliau memakai seragam Kamis Pahingan, yaitu surjan jarik berikut selop. Ya bayangin aja gimana susahnya naik gunung dengan alas kaki berupa selop.

Namun nyatanya beliau bergembira seperti yang lain.
Kalau saya mah setiap saat juga bergembira.

Tiduran di atas batu raksasa menghadap langit dengan ditemani angin sore sungguh menyenangkan. Rasa-rasanya saya malas kalau disuruh bangkit lagi.
Saya datang habis ashar, masih agak sore dan harus menunggu sampai matahari terbenam. Tujuan utama tentu saja sunset.
Apa pun pokoknya demi sunset.

Awalnya saya bahagia saja karena cuaca cukup hangat, nyatanya semakin petang udara semakin lembab. Tangan saya berubah keriput jika tidak beraktivitas. Tempat ini menyenangkan dan jauh dari polusi, kecuali beberapa plastik yang merusak pemandangan. Pohon-pohon berjajar cukup apik.

Ada beberapa penduduk yang mencari rumput di sekitaran bukit. Saya bertanya-tanya di mana kira-kira mereka tinggal secara begitu tingginya tempat ini. Saya jadi mikir dong seberapa besar perjuangan ibu-ibu pencari rumput tersebut.

Yang jelas kalau sudah sampai Breksi jangan lupa untuk keliling tempat wisata yang lain. 
Berburu sunset dengan suasana tenang memang cocok di Bukit Klumprit. Jika mau berinstastory jangan khawatir karena tempat ini terjangkau sinyal 4G.

Jika ingin mnyewa Jeep, ada baiknya saya kasih tahu tarifnya:
- jarak pendek 200 ribu dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam.
- jarak medium butuh biaya 300 ribu dengan waktu tempuh dua setengah jam.
- jarak jauh sekitar 400 ribu dengan waktu tiga jam.