ZenPower Slim 6000 Teman Perjalanan Anti Berisik

ZenPower Slim 6000 teman yang gak berisik


ASUS ZenPower Slim 6000

Saya termasuk orang yang tidak begitu memerhatikan perkembangan dunia teknologi. Semua karena banyak faktor; salah satunya adalah sedikit tidak nau repot untuk selalu ingin tahu. Kemajuan teknoligi emang sangat penting tapi tidak lantasmembuat saya memuja dan harus memiliki sesuatu yang sedang trend di pasaran.

Sebagai contoh, kawan-kawan saya ribet membandingkan ponsel mana yang sebaiknya dibeli demi sebuah strata gengsi. Konon semakin baru gadget di tangan maka akan semakin tinggi drajat orang yang memegangnya.

Emberan kalau bagi saya. Toh bagi saya yang utama dan sangat penting adalah fungsi dan kebutuhan.
Seperti kemarin ketika teman-teman ribet memberi usulan powerbank apa yang sebaiknya saya beli. Saya memang sedang mencari powerbank, dan sedikit malas untuk cari tahu di google tentang reviewnya, jadilan saya minta temen untuk memberi rekomendasi. Dan pilihan jatuh kepada Asus Zen Power Slim 6000.


Ini bukan pertama kali saya memakai produk Asus. Sebelumnya pernah pengalaman.
Karena sudah mantep dengan Asus Zen Power Slim 6000 maka barulah saya googling tentang dia. Istilahnya kenalan sebelum meminang.

Berdasar dari kepoan nebeng wifi perpustakaan, saya bisa kasih sedikit bocoran bahwa Asus Zen Power Slim 6000 powerbank keluaran Asus yang mempunyai desain ringan dan sangat ramping dengan daya baterai 6000 mAh. Bentuknya yang munggil dan kapasitas penyimpanan daya yang mumpuni membuat saya jatuh cinta dan ingin buru-buru melamarnya. Konon beratnya hanya sekitar 170g (belum membuktikannya dengan timbangan tapi emang saat ditenteng ringan banget kok, setara sama ponsel pintar saya).

Perempuan Now dan Gadget

Sebuah pertanyaan mucul sebelum saya membeli powerbank, yaitu: buat apa powerbank segala Min?
Agaknya saya harus cerita panjang tapi untuk sementara saya singkat saja deh, capek nulisnya.
Jadi gini: sebagai Gadis Anggun penikmat waktu sepanjang hari, saya lebih sering meninggalkan ponsel dan tidak jarang kelabakan jika harus pergi mendadak padahal posisi batre ponsel benar-benar telah kosong. Maka tidak ada daya dan upaya lain selain mengisinya dengan daya. Tapi akan sangat lucu dan menyita waktu banyak jika saya harus menunggu batre ponsel sampai penuh, maka cara aman adalah menancapkannya dengan powerbank, sambil jalan sambil ngecharger,

Beruntungnya ZenPower Slim 6000 ini sangat cepat dalam memberi kekuatan pada ponsel saya. Dicolokkan sedikit waktu saja, daya di ponsel sudah membaik dan berfungsi sebagai mana mestinya.

Mungkin sebagai perempuan masa kini saya termasuk makhluk ceroboh yang sampai hati membiarkan ponsel sekarat. Iya boleh dibilang seperti itu. Tapi kadang kala memang kekuatan batrai ponsel tidak bisa diprediksi; khasus ini sering saya alami jika sedang bepergian. Maka kehadiran ZenPower Slim 6000 sangatlah membantu agar saya selalu tetap terhubung dengan kapasitas batrai memenuhi.

Penting Gak Penting ZenPower Slim 6000

Saya berpikir lama mengenai penting gak pentingnya melengkapi diri dengan powerbank, hingga akhirnya berkesimpulan perlu banget. Terutama dengan powerbank yang ringan, tahan banting dan enggak rewel.

Meski tidak banyak followers saya, namun sebagian dari mereka sering ingin bercakap cukup panjang di segala waktu. Sementara kendala saya adalah lebih sering menghabiskan waktu di jalan (ye di jalan, benar-benar di jalan). Jadi saya berpikir gimana caranya agar saya selalu bisa terhubung meski jauh dari colokan.
Iya kalau ponsel lowbet di rumah enak aja tinggal nyolok dan masalah kelar. Jika dalam bus atau motor, mau nyolok kemana kalau bukan ke powerbank?


foto pandebaik.com

Gaya dan Kebutuhan

Agaknya sudah tepat pilihan saya jatuh kepada Asus ZenPower Slim 6000. Iya memang ada varian zen power; misal zen power pro dan zen power ultra. Sementara Zen Power Slim sendiri ada yang 3000 dan 6000 mAh (dan pilihan jatuh kepada Zen Power Slim 6000 warna pink). Kata temen itu bukan pink tapi saya ngotot pink, terserah ajalah yang penting tampilannya cantik, enggak norak. Efisien karena bentuknya slim dan gak berat jadi bisa nyempil di mana-mana bahkan saku (untuk satu ini saya tidak pernah melakukannya, alias saku selalu terbebasdari aneka tekno).

berikut alasan lain kenapa jatuh cinta dan meminang ZenPower Slim 6000

1. Karena desainnya cantik dan efisien (sudah tidak perlu dibahas lagi)

2. Kapasitas daya yang besar sehingga enggak bikin worry untuk diajak jalan-jalan lama

3. Harga yang lumayan ramah kantong untuk ukuran daya yang sebegitu berharganya. Yaitu kisaran 230 ribu rupiah. cukup terjangkaulah.

4. Dilengkapi fitur smart safe charging.
Itu lho powerbank ini bakalan nyala (berfungsi) kalau udah ditekan powernya dan bakalan berhenti ngecharger secara otomatis jika ponsel atau gadget kita sudah terisi daya full. Ini penting banget untuk menjaga kewarasan batrai.

5. Semacam dilengkapi fitur pendingin.
Apa lagi ini? Enggak paham istilahnya apa because saya enggak pernah ribet ngurusin istilah---pokoknya intinya itu si powerbank ini punya lapisan metalik yang enggak akan membuat tubuhnya panas dan justru lapisan tubuhnya bisa mendinginkan ponsel yang diletakkan di tubuhnya. Fulti fungsi banget deh.

6. Cepat banget ngisi dayanya dan dia juga cepat untuk diisi daya. Jadi bisa menyingkat waktu.

7. Aman dibawa dalam kabin pesawat. Enggak perlu worry deh dengan kabar yang bilang powerbank meledak di pesawat.

Penting sih itu semua bagi saya mengingat sering dengar kejadian kalau banyak powerbank hadir justru merusak kualitas ponsel. Kan kesel.

foto mirwans.com

Omong-omong saya baru sekitar seminggun pakai powerbank ini, nanti jika ada kesempatan saya cerita lagi deh. Jangan harap kamu mendapatkan review yang ndakik-ndakik, because saya bukan reviewer sejati melainkan si penikmat waktu yang sesekali bercerita panjang tentang hal-hal yang dialaminya. Semoga kamu enggak bosan.
Misal kamu mau beli powerbank, boleh kok coba ZenPower Slim 6000 biar ngerasain apa yang saya rasain juga. Jadi enggak kena tipu-tipu atau katanya katanya doang.


Temanku Netizen Tapi Temenku Bukan Blogger

Tentang Jodoh yang Kau Tunggu di Halte

“Menunggu jodoh itu serupa nunggu bus di halte.”
“Iya tahu, maksudnya telat sedikit maka bablas sudah kesempatan buat menaikinya.”
“Bukan hanya itu. Kita juga harus tahu tujuan kita ke mana? Nomer berapa bus yang mau kita naiki?”
“Harus segitunya, ya?”
“Kalau enggak detail kita bisa tersesat. Tidak sampai tujuan. Bisa juga berakhir tanpa akhir.”
 
kenali orang di dekatmu, siapa tahu dia jodoh masa depanmu
Bukan iklan tapi percakapan itu saya kembangkan dari obrolan Mas Ditto dan Ayu dalam film Teman Tapi Menikah yang semalam baru saya tonton. Sekali lagi saya tidak sedang iklan pula bukan mau ngadain review film. Wong saya juga enggak dibayar. Kalau pada akhirnya saya pinjam satu dua dialog, ya karena memang itu juga dialog sehari-hari saya.
Pula dialog itu relefan dengan tingkah netizen zaman now.

Keajaiban Kata Kata

Terlepas dari itu dialog film atau dialog sehari-hari, kira-kira seperti itulah kekuatan sebuah kata-kata. Entah itu kata-kata yang lahir dari bibir (manismu) mau pun dari goresan tinta (emasmu)

Kata-kata adalah senjata. Kau akan dengan mudah mempengaruhi orang lain hanya dengan sebaris kata yang berdiri kokoh laksana serdadu, kau pun bisa dengan mudah menghancurkan seseorang hanya dari barisan kata-kata yang bagai paku kau tancapkan pada selembar papan. Paku bisa kau cabut namun bekas (lubang) di papan akan terus tampak abadi.

memanfaatkan media sosial, Literasi Digital

Sebagai blogger hits juga penulis novel fenomenal agaknya saya punya keinginan membuat seminar dengan tajuk “Keajaiban Kata-kata” atau mengingat netizen Indonesia adalah makhluk komentator paling selo, saya jadi kepikiran membuat seminar ‘Cara Mudah Membuat Komentar Agar Terlihat Intelek’. Ide terakhir baru kepikiran tadi saat saya hendak solat duhur.

Kalau ditanya kenapa ingin membuat seminar 'cara mudah membuat komentar agar terlihat intelek' sebab belakangan ini saya sering mual alias mblenger (silakan cari sendiri padanan katanya) dengan komentar-komentar di sosial media yang seringnya tidak nyambung antara pokok bahasan dengan cuitan komentator.

Sebagai blogger (cerdas) sering saya menilai kepribadian seseorang dari komentar yang ia tulis. Masalahnya saya kadang ingin pingsan (di bahu paspampres) ketika sedang selo dan menelusuri akun sang komentator; bagaimana tidak mau pingsan, itu komentator tercatat sebagai mahasiswa di sebuah kampus elite di luar negeri namun komentar dia sungguh jauh dari bayangan. *ujungnya saya malah ngegibah*

Kalau boleh meminjam judul sinetron maka bolehlah ditulis "temanku netizen tapi temenku bukan blogger, dia tidak menulis blog tapi hanya nulis komentar (tanpa memberi solusi dan hanya berakhir sebagai caci maki).

Media Sosial Terlalu Riuh

“Sampai kapan pun kita tidak akan pernah bisa menghindari kemajuan zaman. Namun bukan berarti kita tidak bisa membetengi diri. Kalau sosial media begitu panas, kenapa enggak kita memilih jalur menjadi es? Bukankah berbeda itu unik.” Kalimat ini saya lahirkan dan saya gunakan sebagai mantra untuk membetengi diri sendiri.
Tim Komunikasi Presiden dari #SudutIstana

Hampir satu dekade saya akrab dengan internet. Meski begitu saya masih sangat ‘gaptek’ dalam mengambil manfaat. Hal ini bisa terjadi karena; saya kadang malas belajar, alasan yang lain karena saya sering masa bodoh dengan urusan orang lain.

Tidak peduli bukan berarti tidak tahu. Cuek berarti tidak memantau.
Apa sih kasus heboh di negeri tercinta ini yang netizen enggak tahu?
Lantas, apa sih kasus yang tidak dikomentari oleh netizen?

Dari Plagiat Sampai Hoax

Sebagai pengguna sosial media aktif (iya saya memakai sosial media sebab saya artisan—plis bedakan artisan dan selebriti, jika ngaku netizen cerdas harus cari tahu bedanya sebelum komentar—dan artisan butuh ngebranding diri.

Lantas pertanyaannya, emang seberapa penting sebuah pengakuan dari orang lain?
Percaya boleh tidak juga saya tidak akan marah, pengakuan dari orang lain adalah sesuatu yang didambakan semua orang. 
Bayangkan jika engkau seorang murid namun kepala sekolahmu tidak mengakui kamu sebagai muridnya? Bayangkan jika engkau seorang kekasih namun orang yang kamu anggap kekasih tidak pernah mengenalkanmu sebagai kekasihnya di depan teman-temannya? Bayangkan engkau seorang ibu namun anakmu akan menghindarimu jika berpapasan di depan teman-temannya? Bayangkan.... *banyak banget bayangannya*

Saya rasa pengandaian itu cukup untuk memberikan penekanan bahwa kita butuh sebuah pengakuan. Ya meski pembandingan yang saya pakai enggak relefan setidaknya bisa jadi gambaran.

Tempo hari kita dengar desas-desus tentang penyebaran berita kontroversi, isu-isu politik yang tidak jelas sumbernya namun condong menghakimi dan mengunggulkan yang lain, artikel yang muncul bagai jamur (kulit) di segala musim, tipu-tipu, tak sesuai antara judul dan isi. Berita macam ini lahir dan terus tumbuh bahkan semakin raksasa.

Masalahnya tidak sedikit orang yang (tidak sengaja) menjerumuskan diri menjadi aktor Plagiat atau peyebar hoax demi bisa dikenal orang lain.

Teman dekat saya bahkan baru saja dibully netizen sejagad raya lantaran ketahuan memplagiat lebih dari satu cerpen. 

Banyak juga orang yang ingin mendapat pengakuan maka dia komentar sana sini meski komentarnya kadang kala lebih menjerumus sebagai caci maki dibanding komentar bersolusi.

Menuju Indonesia Maju

Sebagai netizen cerdas, sekali lagi kita bisa memilih; mau jadi aktor penyebar kepalsuan atau orang yang berdiri di atas kreativitas sendiri.
Saya pribadi bukan orang yang sangat keren tapi saya selalu mengakui diri saya keren. Kenapa? Sebab jika bukan dari saya sendiri dari mana orang lain akan mengenal saya? Jika saya setiap hari berlaku murung, maka orang lain aku melabeli diri saya dengan si pemurung.

Sama dengan negeri ini, kalau bukan kita yang mengibarkan kehebatannya, maka siapa lagi? Kenapa tidak mulai hari ini (detik ini) kita mulai mengirimkan sinyal positif meski hanya sebaris kabar gembira?
ayo Menuju Indonesia Maju

Kabar gembira untukmu

Sebelum saya akhiri postingan (tidak) penting ini, saya mau kasih kabar bahagia bahwa hari ini saya akhirnya bertemu dengan #TimKomunikasiPresiden yang biasanya ngantor di #sudutIstana. Banyak info baru yang saya dapatkan dan semoga tidak lama lagi saya bisa bagi-bagi untukmu (pembaca).

Penting acara yang saya ikuti hari ini Gratis dan semua terlaksana berkat kerjasama Dinas Kominfo DIY dan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik.


"Menunggu jodoh itu serupa nunggu bus di halte," kata Mas Ditto.
"Tapi Mas, sudah bertahun-tahun aku berhenti nongkrong di halte. Sekarang aku nongkrongnya di bandara. Gimana dong? Masihkan aku akan ketemu jodoh dalam waktu singkat?" protes Miss Mini.
"Kamu adalah apa yang kamu pikirkan."
Kamu adalah apa yang kamu pikirkan (dan postingkan)

jangan lupakan BAIK; bertanggung jawab, aman, inspiratif, kreatif



Hidangan Ala Brazil di SkyDeck Rooftop Pool and Bar Innside Yogyakarta

BBQ Ala Brazil

Malam Mingguan itu asyik jika ada yang nemenin. Tapi bagi #GadisAnggun, malam mingguan sendirian tidak pernah jadi masalah. Tetap bahagia dan syahdu.
Nah masalahnya, Sabtu malam kemarin secara ajaib si #GadisAnggun ini pilih gabung dengan teman-teman untuk sekedar nyari angin dan nyicip jajanan ala-ala.
pool, berenang gratis
Dia memutuskan untuk pergi ke Innside by Melia Hotel Yogyakarta. Ini adalah kunjungan keduanya di hotel tersebut. Kalau kunjungan pertama dulu untuk ikut seminar dan makan siang, kali ini dia datang untuk menghabiskan Sabtu malam dengan teman-teman di rooftop.

Tampak kebahagiaan menguar dari segala penjuru. Rooftop selalu jadi andalan untuk tempat nongkrong asyik dan romantis. Di atas ketinggian seolah sangat dekat dengan langit. 
Dan ternyata di rooftop Innside hotel setiap Sabtu malam selalu digelar acara seru.
Bulan Maret ini hotel berbintang ini kembali membawakan menu makanan baru. Kalau sebelumnya ala-ala Jepang, Korea, kali ini dari Negeri Samba, Brazil. Menu favorit yang dihidangkan adalah Churascarria Brazillian BBQ.

SkyDeck Pool and Bar

Menu Churascarria Brazillian BBQ ini bisa dinikmati setiap Sabtu malam di skydeck pool and bar Innside Hotel dengan harga hanya 138.000 net/ orang. Bisa makan sepuasnya sambil melihat entertainment DJ juga sudah sekaligus bisa berenang gratis.

Karena weekend biasanya macet, ada baiknya kalau datang agak sorean, karena memang tempat makan ini buka sore sampai pukul 09.00 malam. 


BBQ ala Brazil di rooftop ini baru pertama kalinya ada di Yogyakarta. Sangat menarik untuk dicoba. Macam-macam menu bisa dicoba antara lain: vinagrete, Pao de queijo, Acaraje sebagai menu pembuka. Menu utamanya ada Frango a passarinho, Moqueica baiana, Farofa de ovo e cebolinha, Feijoada, Feijao tropeiro, Roasted potato, Seafood paella. Lantas di menu penutup disajikan Beijinho, Mousse de maracuja, Brazilian chocolate pave, Bolo de coco, Creme de papaya, Cooconut flans with coffe caramel.



Nama menunya memang bikin lidah kelu namun jangan khawatir, rasanya pas untuk lidah Indonesia sebab bumbunya tidak terlalu menusuk pula karena diolah disesuaikan dengan kebutuhan tamu.

Bagi yang bersantap di sini juga akan mendapatkan Virgin Caipirina yang merupakan minuman ringan ala Brazil yang jelas halal.

Enggak perlu jauh-jauh ke Brazil kalau cuma ingin mencicipi menu khas sana. Innside Hotel sudah menghadirkannya untuk pengunjung.
Virgin Caipirina

 Rooftop Innside by Melia Hotel Yogyakarta

Rooftop selalu jadi tempat menyenangkan untuk bersosial. Tapi jangan sampai kelewatan untuk bisa santap malam nan romantis di tempat ini. Kalian bisa reservasi satu minggu sebelumnya untuk menikmati olahan makanan enak dan fasilitas yang diberikan.


Pilih saja tempat duduk yang ada di pinggir kolam renang. Datang agak siang menuju sore biar sekalian bisa berenang. Kalau teman enggak mau ya sudah datang sendirian juga gak masalah. Toh nanti bakal nemu kenalan baru seperti yang dialami #GadisAnggun malam minggu kemarin.

Pemandangan di rooftop Innside cukup menjanjikan. Apalagi kalau cuaca lagi bagus-bagusnya. Lagi hotel ini dekat dengan bandara jadi sesekali akan menyaksikan pesawat lewat di atas kita. Kalau bosen lihat lalu-lalang pesawat bisa juga melihat kehijauan hamparan persawahan di bawah sana. 
menu Ala Brazil
Datang ke tempat ini wajib bawa kamera. Karena tempatnya asyik buat foto-foto ala-ala.

Untuk reservasi tempat bisa langsung datang ke Innside by Melia Yogyakarta di Jalan Ring Road Utara, Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta. Telpon; (0274) 600 8888


Detail Informasi
Alamat : Innside by Melia Yogyakarta di Jalan Ring Road Utara, Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta
Telpon : (0274) 600 8888
Waktu Buka : 16.00 - 21.00 WIB
Harga : Rp 138.000,00 net/ orang

Mengenal Spirit Dompet Dhuafa


Dompet Dhuafa Yogya

Jika cerita adalah salah satu cara untuk mengingat sebuah moment, maka kali ini izinkan saya bercerita. (Mini GK)

Ini kali pertama saya mendapat undangan dari Dompet Dhuafa. Telah lama saya mendengar nama Dompet Dhuafa, bahkan salah satu kenalan saya bekerja di sini.

Acara 22 Januari kemarin membekas dalam benak saya. Lokal Resto menjadi saksi untuk pertama kalinya saya jumpa dengan orang-orang di balik Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Okey, sebelum hari itu yang saya tahu tentang Dompet Dhuafa adalah tempat (organisasi) yang punya tugas menerima dan mengelola infak dan zakat dari masyarakat. Mohon maaf untuk pengetahuan saya yang hanya sebatas itu. Bahkan tak ada seujung kuku.

Barulah setelah mendengarkan pemaparan dari pihak Dompet Dhuafa, pemahaman saya sedikit, sekali lagi sedikit, lebih maju dibanding sebelumnya.

Dompet Dhuafa berdiri tidak hanya di Yogyakarta tapi juga tersebar hampir di berbagai wilayah Indonesia.

Khusus di Yogyakarta, Dompet Dhuafa terlahir atas dasar rasa ingin membantu korban bencana. Dompet dhuafa DIY lahir tahun 2006. Kita ingat tahun itu DIY dilanda duka gempa bumi. Karena tergerak untuk membantu para korban bencana, maka dibentuklah Dompet Dhuafa Yogyakarta.


Spirit Dompet Dhuafa


Selanjutnya, dompet dhuafa tidak hanya berhenti sebagai teman para korban bencana. Lebih luas ia menggandeng menggandeng masyarakat untuk mengembangkan usaha. 
Dalam menjalankan kegiatannya, Dompet Dhuafa melibatkan banyak lapisan masyarakat dengan prinsip kesetaraan. Lembaga atau komunitas mulai dari yang kecil hingga raksasa diperbolehkan ikut aktif dalam segala kegiatan.

Secara periodik Dompet Dhuafa juga membuka peluang saling tukar pengetahuan dengan prinsip sharing demi meningkatkan kapasitas bersama.

Dompet dhuafa tidak berhenti sebagai organisasi 'pengumpul' zakat, melainkan juga membuka diri sebagai mitra pendamping bagi usaha masyarakat.
Mereka yang punya usaha mandiri atau sedang merintis usaha rumahan dan terkendala berbagai hal bisa mengontak dan bekerjasama dengan dompet dhuafa.

Sampai hari ini telah banyak usaha mandiri yang terlahir dari binaan Dompet Dhuafa.
Semoga ke depan usaha-usaha kecil menengah ini bisa menjadi bisnis raksasa yang menguntungkan banyak masyakarat.

Saya lantas berfikir, usaha apa yang sekiranya bisa saya jalankan? Siapa tahu dompet dhuafa berkenan menjadi mitra dan teman di segala suasana.



Berkunjung ke sentral Batik

Terima kasih saya ucapkan kepada Dompet Dhuafa yang telah mengajak #piknikpintar (istilah yang saya gunakan) ke sentral pengerajin batik.

Jujur sudah beberapa kali saya mengikuti tour atau piknik ke pengerajin batik. Namun untuk datang ke Berkah Lestari, ini baru pertama kalinya. 


Berkah Lestari yang beralamatkan di Giriloyo, Wukirsari Imogiri ini adalah sentral pengerajin batik yang merupakan dampingan dari Dompet Dhuafa Yogyakarta. 

Batik dan segala proses yang membersamainya selalu menarik rasa keingintahuan saya. Bagi saya, batik bukan hanya sekedar warisan budaya yang begitu mahal dan Adi luhung, lebih dari itu Batik adalah sebuah bentuk nyata sebuah perasaan. Di sana ada rasa, perjuangan, seni dan sejarah.

Calon Pengantin Harus Tahu 1000HPK


Perempuan dan Kesehatan


Sebagai gadis jelang tiga puluh, saya selalu berusaha menjaga apa apa yang hendak masuk mulut. Bukan gaya-gayaan namun sudah saatnya perhatian pada diri sendiri. Konon katanya sebelum memperhatikan orang lain maka wajib untuk memperhatikan diri sendiri. Sebelum menjaga orang lain, apa salahnya mencoba menjaga diri sendiri lebih dulu.

Ada kisah kurang menyenangkan tentang kesehatan, itu terjadi di keluarga saya. Kakak perempuan saya, dua tahu lalu harus menjalani operasi besar karena dokter berkata ada kista dalam rahimnya.
Bagaimana kami enggak panik. Selain karena sakitnya luar biasa, biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Sejak itu saya selalu menjaga diri sendiri agar tidak jatuh sakit, sekali pun itu hanya sakit kepala. Saya yang masih gadis dan bercita-cita  memiliki anak tujuh atau lima selalu cerewet dalam urusan kesehatan.
Saya selalu semangat mendatangi acara yang membahas kesehatan terutama kesehatan reproduksi.

Kemarin berkat acara Nutrisi Untuk Bangsa (sari Husada) alhamdulilah saya bisa ketemu dan mendapat pemaparan langsung tentang kesehatan dari seorang dokter anak dan bidan. Sungguh ini anugerah yang sangat besar bagi saya.


Nutrisi Untuk Bangsa dan talkshow 1000 Hari Pertama Kehidupan

Apa itu #1000HPK?
Jujur ini pertama kalinya saya mengikuti talkhsit tentang seribu hari pertama kehidupan. 1000HPK ternyata di hitung sejak pertama kali janin ada dalam rahim hingga nanti berusia 2 tahun.

Fase #1000HPK adalah fase emas penentu kebahagiaan/ kesehatan seseorang di masa mendatang. Pemenuhan gizi hendaknya sudah terjadi sejak masa ini.
Untuk mencetak generasi emas dibutuhkan perjuangan bahkan sejak dalam kandungan.

Pada masa ini diharapkan seorang ibu bisa mempersiapkan segalanya dengan baik.

Maka sesungguhnya #1000HPK itu hendaknya dipersiapkan bahkan sebelum seseorang merencanakan kehamilan. Cocok bagi seorang calon pengantin atau gadis dewasa seperti saya.

Itu kenapa ibu hamil dilarang stress. Pula diwajibkan memakan banyak aneka makanan bergizi dan tidak mengandung zat bahaya. Sebab janin yang ada dalam kandungan juga ikut merasakan apa yang dirasakan ibunya, ikut juga mengkonsumsi apa yang dikonsumsi si ibu.

Asam folat adalah salah satu yang wajib dikonsumsi oleh seorang ibu hamil. Hal ini demi mempersiapkan pembentukan tulang bagi si calon bayi.

Pengetahuan tentang #1000HPK wajib diketahui oleh banyak orang, tidak hanya perempuan atau calon ibu tapi juga laki-laki dan calon ayah.
Seorang ayah juga punya peran penting dalam proses kehamilan istri.


Bidan adalah kawan bagi ibu hamil
Zaman ini bidan memiliki peran besar dalam sebuah proses kehamilan hingga melahirkan. Bidan di Indonesia tersebar bahkan sampai pelosok dusun.

Orang Indonesia sudah sadar bahwa kesehatan ibu hamil dan proses persalinan itu sesuatu yang psikolog dan harus ditangani dengan serius. Maka sudah banyak yang sadar untuk mengkontrol kesehatan selama kehamilan pula memilih lahiran di bidan (yang mana sebelumnya banyak yang memilih dukun beranak). Hal ini sebuah kemajuan, bisa menekan angka kematian ibu dan anak.

Bidan adalah sahabat bagi ibu hamil. Tempat untuk bertukar pikiran dan keluh kesah tentang kehamilan.

Memilih Makanan 

Makanan yang kita makan adalah investasi masa depan.

Sebagai Gadis Anggun, saya sependapat dengan cuitan tersebut.

Apakah makanan menyehatkan selalu mahal? Mungkin iya.
Mahal di sini bukan berarti nominal rupiahnya besar, melainkan perjuangan untuk mendapatkan dan mempertahankannya.
Sebab banyak orang yang rela mengeluarkan uang banyak demi makan malam mewah yang mana belum tentu gizi yang ada dalam makanan tersebut memenuhi, pula ketidaktahuan akan zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya.

Berkat Sari Husada, Nutrisi Untuk Bangsa akhirnya saya bisa bertemu dengan seorang yang ngerti banget tentang makanan dan cara pengolahannya.

Chef Rissa adalah bintang tamu yang hadir kemarin. Saya secara khusus menemui beliau di akhir acara untuk bertanya lebih lanjut tentang bahan makanan, utamanya kelor.
Kenapa saya begitu berharap bisa dapat jawaban?
Karena saya adalah penggila kelor. Saya sedang berusaha untuk setia untuk ngemil kelor. Biasanya saya rebus. Berkat Kak Rissa pengetahuan saya bertambah, bahwa kelor bisa dijadikan teh dan jika mau bisa juga untuk masker.

Sudah cantik, sehat lagi. 💋

 Rumah saya sudah semacam kebun gak jelas. Tanaman tanaman yang kiranya enak dimakan dan bersifat obat ditanam di halaman. Kelor dan katu adalah salah satu tanaman yang cukup cepat hidup dan mengenyangkan sekaligus sebagai bahan obat.



Indonesia Tuan Rumah ASIAN Para Games 2018

Asian Para Games 2018


Telah sejak puluhan tahun Indonesia terkenal dengan jagoan atletnya. Telah tercatat dalam sejarah bahwa Indonesia tak terkalahkan.

Kabar baik selanjutnya dari Indonesia, bahwa tahun depan sebuah perhelatan; pesta olahraga akan digelar di Indonesia tepatnya di Jakarta. Ini satu bukti bahwa Indonesia layak, siap dan aman.

Tidak banyak yang tahu jika di tahun 2017 Indonesia menjadi #juaraUmum ASEAN Para Games yang diadakan di Kuala Lumpur.
atlit Indonesia telah menunjukkan kehebatannya. 💪💪💪


Tahun depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah ASIAN Para Games 2018.
ini adalah Asian Para Games yang ketiga. Yang pertama tahun 2010 di Guangzhou, kedua di Incheon tahun 2014 dan ketiga Jakarta tahun 2018.

sebanyak 17 cabang olahraga akan dipertandingkan pada event kali ini.
Asian Para Games 2018 akan diikuti oleh 43 negara se-Asia. Memperebutkan 581 medali. dengan  lebih kurang 3.000 atlit.


Atlit yang main di Asian Para Games adalah teman teman dengan penyandang disabilitas. Paralimpian adalah sebutan untuk mereka.

Ini bukti bahwa berbeda bukan berarti tak berprestasi. Bukti bahwa beda juga bisa juara. Bukti bahwa kesempatan datang kepada siapa saja yang mau berusaha. 💪💪💪


Asian Para Games akan diadakan 6-13 Oktober 2018, berpusat di Jakarta.
Acara ini bisa dilihat untuk umum dengan syarat dan ketentuan.

Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah mau pun swasta.


Sebagai tuan rumah, mari kita ikut #DukungParaJuara di #asianparagames2018.
Mari menjadi tuan rumah yang ramah dan menyenangkan.
kita tunjukkan bahwa #IndonesiaSantun 😍😍😍

ASIAN PARA GAMES, the inspiring spirit and energy of Asia.
Info lanjut cek terus @ina2018apg

Gema Cermat Bersama Kemenkes RI


Gema Cermat Bersama Kemenkes RI

Lebih dari satu dekade saya tak pernah bersinggungan dengan obat. Saya telah membiasakan lidah dan lambung agar menjauh dari sentuhan racikan obat, apa pun bentuknya. Obat adalah sesuatu yang mengerikan bagi saya. Dari sebagian orang saya juga tahu bahwa obat terkadang berubah menjadi racun mematikan. Faktanya begitu.

Belum lama ini saya demam, hampir dua mingguan. Orang di sekeliling panik karena saya menolak untuk sekedar berkunjung ke dokter. Lebih saya menolak segala obat yang hendak ditawarkan, bahkan obat penurun panas pun saya hindari.

Ada teman yang justru ngomel disaat saya sedang dalam puncak kesakitan. Ia ngomel karena saya ngotot tidak mau berobat. Saya benar benar menjaga prinsip; pantang menyentuh obat.
Selain malas menyentuh obat, bibir saya juga malas menyentuh makan dan minum. Saya benar benar drop. Baru mulai membaik ketika air kelapa dan rebusan daun kelor mampir ke lambung. Tidak ada obat lain selain dua hal tersebut. Kebetulan halaman rumah saya telah sejak lama sengaja ditumbuhi tumbuhan obat; itu semua semata mata untuk saya yang anti dengan obat medis.

Cerita demam saya telah tutup buku, ganti dengan cerita baru bersama Kemenkes (kementrian kesehatan). Demi apa ini kali pertamanya saya ikutan acara kementerian kesehatan RI. Sebelumnya saya pernah ikutan acara Badan POM, dan itu membahas obat.
Kemenkes pada kesempatan kali ini juga mengambil tema tentang Cermat Menggunakan Obat. Obat lagi obat lagi. Sejak awal saya tertarik dengan acara ini lantaran bicara tentang obat. Sesuatu yang sangat saya hindari namun harus saya kenali sebab dia selalu hadir dalam hidup saya.

Malam sebelum acara Kemenkes, saya sedikit galau karena hujan-hujanan dan menghabiskan banyak telur puyuh. Konon besok pagi pas acara akan ada pemeriksaan kesehatan. Kalau malam harinya gaya hidup saya gak sehat, saya khawatir paginya akan mendapat hasil pemeriksaan yang juga mengkhawatirkan. Ditambah begadang membuat saya degdegan.

Untungnya selama ini saya menjalankan gaya hidup yang lumayan sehat. Pemeriksaan tekanan darah, kandungan gula dan kolesterol dinyatakan dalam batas sangat aman. Semua baik baik saja. Satu satunya yang menyedihkan adalah berat badan dan lingkar perut. Dokter cantik teman konsultasi menyarankan agar saya mengurangi minimal dua setengah kilogram berat badan dan empat senti lingkar perut. Bagaimana saya bisa melakukan ini semua?

Acara inti pun tiba. Pemaparan tentang Cermat Menggunakan Obat dari berbagai narasumber yang ahli di bidangnya. Saya beruntung karena hari itu bisa mengerti lebih jauh lagi tentang obat.
Setidaknya ini penting untuk saya agar tidak lagi terlalu antipati dengan obat. Karena sejujurnya niat awal obat dilahirkan adalah sebagai perantara penyembuhan

Obat-obatan  tidak salah, kadang kala perlakuan manusia saja yang membuat obat berubah menjadi racun.

Ada banyak faktor yang merubah obat menjadi sesuatu yang berbahaya; salah satunya adalah ketidak pahaman kita dalam memilih obat yang dibutuhkan. Padahal faktanya beda penyakit beda juga obat yang digunakan.

Berikut adalah cara untuk memilih obat;
1. Perhatikan kandungan zat obat, jangan asal pilih merk dagang dan abai pada kandungan zat di dalamnya.
2. Jangan pernah mengabaikan alergi yang terjadi saat konsumsi obat. Artinya jika terjadi alergi usai konsumsi obat, maka hendaknya lain kali tidak lagi konsumsi obat yang bersangkutan.
3. Perhatikan kondisi saat konsumsi obat, apakah sedang hamil atau berencana hamil. Karena jelas obat sangat pengaruh pada kehamilan.
4. Sama halnya kehamilan, menyusui pun perlu diperhatikan.
5. Harga obat di pasaran. Pastikan harganya normal. Jangan tertipu dengan harga murah namun khualitas dipertanyakan
6. Perhatikan bentuk sediaan obat. Sesuaikan dengan penggunaannya.
7. Pastikan kondisi saat sedang menggunakan obat. Apakah juga sedang konsumsi obat lain atau tidak. Sebab kadang kala satu obat dengan obat lain tidak bisa berinteraksi baik. Pastikan sudah konsultasi dokter dan apoteker.

Selain itu juga harus diperhatikan macam obat yang ada. Apakah obat itu kategori obat bebas, obat bebas terbatas atau obat keras. Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Sedang obat bebas terbatas adalah obat keras yang dapat dibeli tanpa resep dokter namun penggunaannya harus memperhatikan aturan pakai dan peringatan pada kemasan. Sementara obat keras adalah obat yang hanya bisa diperoleh jika ada izin dan resep dari dokter.

Untuk kategori obat obatan ini saya baru pertama kali mengerti yang demikian. Saya menghindari obat dan saya juga tidak berusaha untuk mengenalnya. Jadi jika Kemenkes akhirnya mengenalkan saya pada siapa itu obat, saya berterima kasih. Setidaknya itu bisa menjadi bekal saya ke depan sebagai #calonibukesayangan.

Usai dengan materi cara mendapat obat lanjut ke materi cara menggunakan obat. 
Perlu diketahui bahwa dalam tubuh setiap orang terkandung banyak bakteri. Bakteri jahat dan bakteri baik. Jika salah menggunakan obat bisa jadi bakteri baik yang membantu sistem tubuh akan mati dan justru bakteri jahat berkembang subur. Saya ngeri membayangkan hal ini. Sepanjang narasumber presentasi, saya bergidik ngeri dan hanya sesekali melihat ke layar, bukan tidak hormat saya pemateri namun karena menghindari refleks tubuh merinding jika mendengar kata bakteri.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat;
1. Baca aturan pakai sebelum menggunakan obat.
2. Gunakan obat sesuai dengan aturan pakai.
- dosis. Misal gunakan sendok takar yang tersedia, jangan mengganti dengan sendok makan.
- rentang waktu. Misal: antibiotik 3 x 1 maka ini berarti diminum setiap 8 jam sekali.
- lama penggunaan obat. Misal antibiotik digunakan 3-5 hari, harus sesuai dengan petunjuk penggunaan.
3. Obat bebas dan obat bebas terbatas tidak boleh digunakan secara terus menerus. Jika sakit tak kunjung mereda sebaiknya konsultasi ke dokter.
4. Hentikan penggunaan obat apabila timbul efek yang tidak diinginkan. Segeralah pergi ke pelayanan kesehatan.
5. Tidak menggunakan obat orang lain meski gejala sakitnya sama. Jangan pernah juga menerima obat sisa dari orang lain meski jenis obat yang dikonsumsi sama.
6. Tanyakan ke apoteker untuk mendapatkan informasi penggunaan obat yang lebih lengkap dan tepat.