Jelajah 4 Museum Dalam Waktu 4 Jam


Jelajah 4 Museum

Abu-abu langit pagi itu membuat saya sedikit gelisah. Siang nanti ada janji bersama teman-teman Genpi untuk ikut acara Malam Museum. Jika abu-abu di langit berubah menjadi titik-titik yang selama ini dirindukan tanah, maka saya bisa apa?

"Kamu ke kota jam berapa?" pesan dari kawan yang hendak berangkat bersama.
Saya masih mikir-mikir. Ponsel di tangan terayun manja. Harusnya saya sudah ada di kota sesuai rencana jauh hari. Nyatanya saya masih di rumah bahkan mandi saja belum.

"Mungkin jam 12 aku baru berangkat dari rumah. Aku enggak jadi nonton."
"Okey. Semoga enggak hujan. Jogja tadi pagi hujan."

Cap cip cup, kota sudah diguyur hujan, tinggal menunggu angin sampai hujan itu merambati pekarangan rumah.
Saya lekas siap-siap, karena jika telat sedikit saja atau jika saya keluar rumah lebih lambat sepuluh menit dari rencana awal maka sudah diperkirakan jika di jalan akan ugal-ugalan. Saya benci saya yang dalam kondisi ini. #malahcurhat


Well, saya ini orang yang enggak peduli dengan omongan orang lain bahwa weekend itu identik dengan piknik. Saya mah kapan aja piknik hayuk ajah. Mau ramai-ramai atau solo juga hayuk. Tapi kalau ada yang bayarin itu lebih baik lagi. Paket komplit itu piknik sambil kerja dibayarin ramai-ramai dan ketemu pria tamvan. #halah

Menanam Cerita di Halaman Sastra FKY 29


Angin begitu ganasnya ketika saya mulai mengambil kata pertama dalam cerita kali ini. Ada gigil yang saya rasa usai bermotor dengan jarak hampir satu setengah jam perjalanan. Radio Buku halaman sastra FKY 29
Festival kesenian Yogyakarta selalu menghadirkan konsep menarik setiap tahunnya. Kali ini bertajuk 'umbar Mak byar', istirahat untuk lebih gemilang. Salah satu agenda dari FKY yaitu Sastra FKY. Radio Buku / Indonesia boekoe menjadi tuan rumah yang nyaman, ramah dan ngangenin. Halaman ditata apik untuk memberi senyum kepada pengunjung.

Saya hadir di saat pembukaan dan penutupan. Sempat salah tingkah saat sampai di halaman Radio Buku, sebab ketika tiba, sudah banyak orang yang berkumpul. Hari itu pembukaan diisi dengan dongeng dari pendongeng asli Yogyakarta yang sudah go internasional.

Karena bangku sudah penuh, saya memilih berdiri di depan panggung utama demi melihat penampilan Kak Arif Rahmanto yang baru saja bersiap dengan mikrofon. Tak disangka, beliau melambaikan tangan ke saya dan melempar senyum. Saya pun menyambutnya dengan hangat.

Lantas, cerita itu berlanjut ketika dari arah belakang sang aktor utama dalam "Istirahatlah Kata Kata" sang Wiji Thukul, mendadak mendatangi saya lantas memberikan bangku kosong yang tadi diangkatnya dari bawah pohon mangga.
"Duduk."
"Terima kasih," ucap saya karena enggak tahu harus bilang gimana lagi karena masih diliputi kaget.
Kakak Mida, teman yang memberdayakan saya hanya senyum-senyum pula merasa gimana gitu.



Kadang kala saya ini memang norak. Tapi saya bangga dengan kenorakan saya. Belum selesai keterkejutan dengan Mas Gunawan Maryanto a.k.a Wiji Thukul, lagi-lagi Kak Arif membuat saya semakin norak. Beliau di hadapan hadirin, sebelum mulai mendongeng, berucap, "selamat datang Kak Mini GK. Penulis kondang kita."

Okey, saya bener bener malu tapi bangga.  Kakak Mida lanjut berbisik, "kalau udah tahu kamu artis harusnya datang jangan telat dong. Malu tauk."
"Ya mana aku tau bakal disapa sedemikian hingga."

Lalu kami diam. Diam-diam saya masih senyum senyum sendiri dengan perilaku mereka orang-orang baik di sekeliling saya. Ah semakin yakin saya jika kenaikan akan tumbuh jika kita selalu menanamnya. Acaranya mendongeng sore itu berjalan lancar. Ramai dan pula menimbulkan tawa hebat bukan hanya anak-anak tapi semua hadirin segala usia.

Acara Sastra FKY 29 dimulai dari tanggal 30 Juli dan berakhir semalam, 3 Agustus. Banyak macam agenda, ada mendongeng, workhosp menulis, talkshow sastra anak, prosa juga teater.

 Saya sempat mengikuti talkshow sastra anak yang diampu oleh dua orang keren, Muhidin M. Dahlan dan Gunawan Maryanto. Dengan antusias sebab materi yang disampaikan benar membuat saya tercengang. Mengenai fenomena perbukuan, khususnya buku buku anak.

Tanya jawab dengan hadirin menjadi satu sesi yang menarik, dimana banyak hadirin yang kebetulan adalah guru saling mengutarakan kegundahan mereka dengan murid murid. Usai talkshow saya menunggu hingga malam untuk menyaksikan teater.

Ada dua teater yang tampil membawakan sastra lakon, yaitu teater Kamasutra dan Terjal. Dua duanya dari Universitas Gajah Mada.

Menurut Gunawan Maryanto, kenapa memilih sastra lakon bukan naskah lakon sebab dewasa ini sastra lakon seolah-olah tak dikenal atau ditinggalkan. Ia satra lakon ini berada di zona yang tidak jelas antara teater atau kepenulisan, maksudnya orang teater seolah-olah enggak berhak memegang begitu pun dengan orang penulis. Akhirnya dia jadi tenggelam.

 Kami bahagia kami suka dan kami menunggu sastra FKY selanjutnya.

Batoer Hill Resort Pesona Yang Menaklukan

poto Ardian @bookpacker

"Komunikasi dan cinta hanya dapat dibagi tatkala seseorang yang bersama Anda, tak peduli siapa pun mereka; adalah orang yang paling penting sedunia bagi Anda, pada saat itu. Mereka merasakannya. Mereka mengetahuinya. Mereka menanggapinya." (dari Cacing dan Kotoran Kesayangannya)

Tak peduli sendiri atau ramai-ramai, piknik bagi saya adalah sebuah kewajiban. Wajib diisi dengan kebahagiaan. Wajib dibagi dengan keindahan. Wajib pula dinikmati dengan keintiman yang paling mendalam.
Seseorang yang mendambakan piknik berarti ia adalah seseorang yang peduli pada kehidupan yang serba penuh warna.

Bagi sebagian orang Yogyakarta selalu identik dengan Keraton, Tugu, Parangtritis, Merapi dan Prambanan/ Borobudur. Salah? Tidak. Tidak ada yang salah untuk semua itu. Mereka benar. Kamu benar. Saya benar. Meski kadang kala saya dan kamu sering mengartikan Yogyakarta sebagai satu kata; kenangan.

Namun alangkah baiknya jika mulai hari ini kita geser sedikit mengenai persepsi kita akan Yogyakarta. Setuju? Ya setuju sajalah daripada postingan kali ini enggak kelar-kelar. Kenapa? Karena saya akan menuliskan hasil jalan-jalan beberapa hari lalu di salah satu daratan Yogyakarta tepatnya di sebuah dataran tinggi penuh kehangatan di Gunungkidul, salah satu daerah di Yogyakarta.

Seperti yang orang ketahui, Gunungkidul adalah salah satu kabupaten di Yogyakarta yang saat ini sedang dalam masa bersolek. Sekian juta manusia setiap tahunnya berusaha mendatanginya untuk sekedar menatap, menyentuh bahkan mengencaninya. Luar biasa pesona Gunungkidul dalam tahun tahun terakhir ini.

Saya beruntung lahir di Gunungkidul. Sudah sangat kenal dengan sifatnya yang kadang memanas bahkan meranggaskan dedaunan atau juga kadang menjelma gigil yang membuat kulit kering. Saya sudah terbiasa dan kamu, saya yakin akan tergoda sebentar lagi ketika saya bercerita tentang Batoer Hill Resort and Resto.

Batoer Hill Resort

 Jika ditanya spot terbaik menikmati sunsite dan bintang malam di Yogyakarta, maka daratan Patuk Gunungkidul adalah salah satu jawabannya. Dan Batoer Hill Resort and Resto adalah salah satu tempat yang wajib masuk dalam list. Kau akan merasakan tidak hanya pesona dan kehindahan alamnya namun lebih dari itu, temukan aura-aura yang tak akan pernah ditemui ditempat lain.

Pesona alam dan hasil kerajinan di Batoer (nama tempat di daerah Patuk) memang sudah tak terbantahkan. Sepanjang jalan saya disuguhi pemandangan yang subhanallah luar biasa hijau dan menenangkan. Jika musim penghujan akan ada air terjun-air terjun di mana-mana. Sejujurnya saya ketakutan harus menaiki jalanan yang hampir-hampir membuat saya gigil karena menanjak cukup mengerikan. Namun mengingat ujung dari tanjakan itu adalah sebuah pesona yang tak bisa ditinggalkaan maka saya pun pasrah dan terus melajukan motor. Luar biasa indah ketika saya akhirnya menemukan gapura pintu masuk Batoer Hill Resort and Resto.
poto by TripAdvisor

"Hai, aku datang," terikan itu terdengar dan membuat kawan-kawan yang hadir langsung menoleh ke saya yang baru selesai menyemprotkan parfum. Yes, meski di gunung sebagai #gadisAnggun maka wajib; wangi, cantik dan hangat.

Batoer Hill Resort and Resto berada Batur, Gunungkidul, Yogyakarta. Jika dari arah Yogyakarta maka lurus saja ke arah Wonosari kota (Jalan Wonosari). Sampai di pempatan Sambi Pitu belok ke kiri ke arah Desa Wisata Bubung, lurus terus jangan belok-belok. Nanti akan ketemu dengan gapura yang di bawahnya ada petunjuk arah ke resort, ikuti saja. Kau tidak akan tersesat. Kenapa? Karena saya yang rajin tersesat ini ajaib ke sana tidak pakai tersesat lagi. Jadi saya sangat yakin jika kau pun tidak akan tersesat.

Sebaiknya datang usai ashar, atau kalau perlu asharan di Batoer Hill Resort saja. Karena kalau udah sampai sini jangan sampai ketinggalan matahari terbenam alias sunsite. Akan sangat rugi jika meninggalkan satu pesona alam tersebut.

Sunsite Penuh Pesona dan Kolam Renang Menggoda

Saya tiba di lokasi sudah menjelang pukul setengah lima. Kawan-kawan dari Yogyakarta sudah lebih dulu hadir dan menikmati kolam renang yang memang dibuat dengan sangat apik di tepian dengan langsung menghadap ke alam. Jika berenang kita seolah-olah sedang berada di tengah laut, minus dengan air asinnya.

Tidak peduli dengan yang lain, saya langsung menenggelamkan diri dalam kolam bersama Renja sebelum nanti mengejar sunsite yang akan tiba sebentar lagi.

Selama saya di kolam renang, bagian atas sedang sibuk menyiapkan kopi teh dan panganan. Panganan yang disajikan begitu khasnya; telo dan pisang goreng. Tuhan, begitu nikmat makanan saya senja itu.

Hampir petang, saya tidak tahu tepat pukul berapa; saya bergabung dengan teman-teman yang menyiapkan kamera demi mengabadikan sunsite yang begitu ranum. Langit yang tadi biru cerah berangsur-angsur berubah bagai pipi seorang gadis yang baru saja bertemu dengan pangeran impiannya; merona kemerahan begitu penuh pesona dan sangat menggairahkan.

Saya seolah-olah tersihir dengan pesona yang ditawarkan senja itu.

Saat itu pula saya langsung mengucap syukur karena sudah meluangkan waktu untuk menikmati keindahan Batoer Hill Resort and Resto.

Kamera saya bekerja dengan baik. Namun mata saya sudah lebih dulu terhipnotis. Saya hanya menjepret beberapa adegan dan selanjutnya diam menikmati alam yang sedang bermimikri, ditemani segelas teh pahit (karena sengaja tidak menambahkan bubuk gula).

Di kanan kiri Batoer Hill Resort and Resto memang alam terbuka. Tempatnya berada di atas. Seolah-olah bukit itu sengaja lahir untuk didirikan Batoer Hill. Saya duduk di bangku yang diletakkan cukup aman di atas ketinggian yang jika orang tidak paham arsitektur maka akan bilang itu dipinggir jurang. Comeon, ini tempat memang mengerikan tapi asyik. 

Kebetulan saya datang saat Batoer Hill Resort and Resto sedang dalam tahap mempercantik diri alias belum selesai pembangunan. Belum selesai saja sudah keren apa lagi nanti jika sudah total rapi. Saya masih punya kesempatan untuk datang ke sana. Setidaknya saya sudah mengantongi dua voucher.

Voucher dan tiket masuk

Kenapa saya bilang voucher dan bukan tiket masuk? Jadi begini; beberapanya saya dapat dari pemilik resort, Batoer Hill tidak menarik tiket masuk untuk wisatawan yang hendak berlibur atau sekedar masuk dan menikmati keindahan di dalamnya, namun di sini mempergunakan sistem voucher. Satu voucher dihargai 25.000. Bisa beli voucher makan atau voucher berenang. 

Lalu dijelaskan pula kenapa milih sistem voucher bukan tiket masuk itu karena demi menjaga kebersihan tempat sekitarnya. Kalau diberlakukan tiket masuk, biasanya pengunjung hanya akan keluar masuk dan merasa hanya singgah saja tanpa ada rasa sayang dan ujungnya datang demi poto-poto dan lain sebagainya yang bisa berujung mengerusak tatanan.

Makanan nDeso yang Ngangenin

Adalah model kembulan, begitu rencana sistem makan yang hendak dikembangkan di resort satu ini. Ada satu menu yang akan digadang akan menjadi andalan yaitu; ingkung.

Hari itu Tuhan sangat baik seperti hari biasanya, saya oleh kebaikan semesta akhirnya bisa mencicipi menu makan malam yang begitu lezat. Ayam kampung suwir dengan nasi gurih lengkap dengan sambal dan lalapan. Nikmat. Penganan berupa telo goreng dan pisang juga begitu menggoda sejak dari aroma hingga rasa dagingnya.

Jika kalian memang seseorang pemburu kuliner yang rajin berburu makanan olahan apa saja, singgahlah barang beberapa jam untuk sekedar menikmati citarasa makanan khas Batoer Hill Resort and Resto. Kalau misal tak ada kawan, hubungi saja saya, dengan senang hati saya temenin sampai puas.

Penginapan Kayu Ala-Ala 

Dibangun dengan kerjasa banyak pihak; Batoer Hill Resort and Resto bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Kelak ditempat ini akan banyak dijumpai tradisi adat masyarakat sekitar pula hampir semua karyawan yang direkrut adalah pemuda pemudi asli daerah sekitar.  

Sejumlah penginapan dibangun dengan berbagai detail yang unik dan menenangkan. Sesekali izinkan dirimu untuk tinggal di salah satu pondoknya dan menikmati segala suguhan alam yang mungkin sudah jarang kau dengarkan.
poto dari www.kompasiana.com/khun

Ketika malam tiba, buka pondokmu dan lihatlah butiran bintang-bintang seolah digelontorkan sedemikian rupa di langit. Seolah-olah sengaja dilem di sana untuk menemani malammu yang seolah sepi padahal begitu semarak.
Jika pagi menjelang, hiruplah udara yang begitu segar tanpa ada sedikit pun pencemaran. Usir saja pasanganmu yang sedang merokok (hehehehe).
Udara di tempat ini memang begitu bersih dan segar. Berlama-lama di tempat ini memang begitu menyenangkan dan membuat sehat.

Rumah-rumah kayu yang dibentuk begitu cantiknya. Nanti juga akan dibuat rumah-rumah pohon yang juga bisa ditempati untuk bermalam.
Tentang harga, jangan khawatir; untuk satu keluarga cukup mengeluarkan dana sekitar 500-800 ribu sudah lengkap semua peralatan berikut makan.

Saya ada rencana menginap di sini, nanti bareng kamu: kekasih halal.
Kalau tidak berencana menginap, tidak apa-apa masih bisa kok  menikmati keindahan rumah-rumah kayu dan berpoto di sana dengan cara membeli voucher.

poto oleh Khun

Taman Lidah Buaya

Dari sekian luas kawasan Batoer Hill yang saya susuri sore itu, ada satu spot yang menarik perhatian saya namun luput dari perhatian teman-teman yaitu taman lidah buaya. Taman lidah buaya ini di tanam di area bawah. Masih ke bawah lagi dari area kolam renang.

Saya sedikit tahu kegunaan lidah buaya yaitu sebagai bahan makanan/ minuman.
Karena penasaran, maka usai ramah tamah dan makan malam, saya sengaja mendekati pengelola dan bertanya tentang sebab musabab kenapa ada taman lidah buaya di tempat itu.

"Itu lidah buaya, bapak?"
"Iya. Itu lidah buaya sengaja kami tanam karena banyak manfaatnya."
"Oh. Kira-kira dibuat apa, Pak?"
"Sekalin mengedukasi masyarakat. Lidah buaya itu tanaman yang akan selalu panen. Ia tidak perlu dimusnakan atau diganti. Ia akan tetap tumbuh selama hidup dan selalu bisa dipanen tiap bulannya. Kelak akan kami gunakan untuk bahan minuman khas daerah sini."
"Saat ini umur berapa lidah buaya itu, Pak?" karena saya melihat masih kecil-kecil.
"Baru sekitar tiga bulan. Kemungkinan sebulan lagi kami akan panen."

Jadi September nanti bisa jadi akan ditemui minuman lidah buaya. Kau sudah siap datang ke Batoer Hill?

Lampion dan Kemesraan di Batoer Hill

Dari pukul empat sore sampai jelang sembilan malam, saya masih setia di pelataran Batoer Hill. Saya sangat menikmati suasananya yang seolah-olah milik pribadi.
Di gardu pandang, lampu-lampu dinyalakan membuat suasana semakin romantis. Tidak apa datang tidak dengan pasangan yang penting bahagia dengan kehangatan yang ada.
Namun jika datang bersama pasangan, itu jauh lebih menyenangkan.

Saya karena tidak punya pasangan berusaha mengajak teman yang juga tidak punya pasangan untuk bersama-sama menerbangkan lampion.
Ini salah satu impian saya dari sekian banyak impian yaitu menerbangkan lampion di dataran tinggi bersama teman. Menyenangkan sekali karena impian ini dikabulka melalui Batoer Hill. Saya bahagia bisa menerbangkan lampion setelah dua kali gagal karena angin yang bertiup segitu ganas membuat api menyambar kertas lampion.

Nah lampion lampion ini adalah salah satu paket wisata yang juga dikembangkan di Batoer Hill resort and resto.
Sedikit saran jika kamu mau mengadakan pesta pernikahan atau ulangtahun ke sini saja ke Batoer Hill, dijamin menyenangkan dan tak terlupakan.

 Sara untuk kamu yang hendak ke Batoer Hill

Karena saya datang seorang diri dan mengendarai motor sendirian maka ini ada sedikit saran dari saya;
1. Udara di sekitaran Batoer Hill sangat gigil, usahakan bawa jaket tebal kalau datang sore menuju malam.
2. Datanglah dijam usai ashar sampai jelang malam, kau akan temui minimal tiga gambar langit yang beda.
3. Ajak teman agar tidak krik krik kalau mau menerbangkan lampion.
4. Usahakan kendaraan kamu benar-benar prima karena jalanan menanjak (saat datang) dan curam (saat pulang).
5. Jika ingin berenang ada baiknya sore saat matahari masih terlihat agar tidak terlalu kedinginan.
6. Jaga kebersihan dan keamanan.

Jadi sudah siap belum untuk piknik ke Batoer Hill Resort and Resto? Semoga sudah. Dan semoga sayalah teman yang kamu ajak untuk berpiknik ria.

Kontak Batoer Hill Resort and Resto

Website: www.batoerhillresort.com
Telepon: 0812-2544-3716
Email: batoerhillresort@gmail.com
Twitter: @BatoerResort
Fanpage: Batoer Hill Resort and Resto
Instagram: @batoerhillresort
Rate: promo: 500 K
normal: 800K

Kunjungi Batoer Hill Resort and Resto



Pesona Pasar Kangen Jogja 2017


#sabtuyou
Hai kamu, iya kamu yang malem Minggu senyum senyum sendiri...
Kamu dapat salam dari kami, barisan pemuda pemudi Indonesia yang penuh pesona dan berkarisma, kami #calonmantukesayanganmertua

Kamu tahu gak kalau dalam hitungan menit #PasarKangenJogja akan berkemas, menutup diri, liburan dan selimutan hingga setahun mendatang?
Nah, kamu udah tengok tengok belum? Siapa tahu ada kangen yang kau jumpai di #pesonapasarkangen.



Kalau kami sih udah melakukan serangan sejak hari pertama bahkan sejak kendi tanda pembukaan dijatuhkan dari atas panggung. Dapet  #benggol pula buat pengganti uang masa kini.

Oh iya meski kami terlihat kompak dipoto, aslinya kami datang enggak pakai janjian, kalau ngumpul gini itu semua karena kekuatan pandangan dan suara kami. Yang satu di mana yang lain di mana tinggal teriakin nama udah pasti ngumpul, menuhmenuhin jalan pula berisik (utama Kak Erwin yang sibuk promosi kejombloan dirinya, dasar #jomblo)

Jadi pas hari pertama, maaf maaf jika ada yang keberisikan atas kehadiran kami; maklumlah kami ini admin admin #lambeselo 😅😅 Maaf; kami tidak takut #Mantan

#perjalananMini #traveler #beauty #gadisAnggun #MiniGK #author #gosip #hits #lifestyle #vakansi #piknik #tamanbudaya #kuliner

Nglathak Olahan Kambing Anti Prengus


Saya dan kambing 

Dua puluh tahun lebih saya menjadi pribadi yang emohemoh jika disuruh mamam olahan daging kambing.
Mau dimasak macem apa, pokoknya emoh. Saya bukan tidak bersyukur tapi entah mengapa aroma prengus selalu jadi momok jahat yang membuat saya menjauh dari (olahan) kambing. Padahal saat kecil, saya enak enak aja mamam gulai kambing.


Kenal Nglathak

Minat saya kepada olahan kambing akhirnya muncul lagi setelah tahun lalu secara sengaja mencoba main di kedai Nglathak. Sebuah kedai mungil yang menjual aneka olahan daging kambing.

Kedainya nyaman. Berada di lingkungan kampus UNY dan UGM. Sangat dekat dengan kota, dekat sekali. Sedekat kita dengan kekasih, #eh
Nah karena lokasinya yang dekat kota dan strategis ini maka enggak jarang disebutnya Nglathak tengah kota.
Ya secara di Yogyakarta itu dulu kalau denger kata sate klatak atau Nglathak gitu pasti identiknya dengan kawasan di ujung selatan sana.



Masih agak takut-takut dengan olahan kambing, maka saya anteng gitu ketika teman-teman sibuk memilih menu. Saya masih menunggu sampai ada rekomendasi dari teman-teman, pokoknya enggak mau salah pilih.

Beruntung hari itu sang owner, sebut saja Mas To, ada di tempat dan bersedia berbagi cerita tentang kambing-kambing dan segala macam yang membersamainya.
Dengan diawali senyum manis, salam sapa, Mas To mulai bercerita....


Nglathak lahir dan sukses bersama kawan
Sedikitnya ada dua alasan kenapa saya akhirnya berani untuk kembali mencicipi olahan kambing (khususnya di kedai Nglathak, entah kalau di tempat lain, belum nyobain) yaitu; pertama sebab Mas Toko selaku owner sangat ramah dan penuh inspiratif. Alasan kedua adalah cerita Mas To yang selalu berprinsip untuk menghasilkan makanan halal Toyib dengan memperdayakan pangan lokal.

Jadi gini lho gaes, aslik ini cerita udah sedikitnya dua kali Mas To ceritakan namun tetep selalu berhasil membuat saya mengangguk dan angkat topi. Bagaimana tidak, untuk membuat kedai Nglathak agar terus beroperasi sang owner bekerjasama dengan rekan bisnis yang juga ternyata teman sendiri. Nglathak tidak berdiri sendiri. Dia mendapatkan sumber bahan pokok dari usaha teman teman yang lain. 
Mulai dari daging, beras, bunga Telang (bunga ajaib menurut saya), daun kelor dan lain lain.

"Kami mengedepankan produk produk lokal." Itu yang selalu Mas Owner bilang.

Ketika saya tanya, "gimana kalau aku enggak suka kambing tapi pingin nyicip?"

"Tenang. Bagi yang enggak doyan kambing, di Nglathak juga menyediakan menu ayam, kok. Dan harus ditanya dulu kenapa enggak suka makan olahan kambing? Mungkin karena bau prengusnya...."

"Iya itu," sambat saya cepat.

"Nah itu dia. Bau prengus itu sebenarnya ada sebabnya. Karena itulah kami selalu menjaga mutu daging yang dipilih. Tidak sembarang kambing pula tidak sembarang dalam menyembelih. Harus benar-benar halal dan bersih."

Oh.... Mendengar itu saya terpana. Jadi ternyata penyebab kenapa olahan kambing sering bau prengus itu bisa jadi karena cara menyembelihnya kurang tepat, tempatnya kurang bersih, kadang dagingnya diletakkan didekat kotoran sisa-sisa penyembelihan dan lain sebagainya.
Ini ilmu baru yang baru. Ilmu yang enggak didapat dari mana-mana hanya ada di Nglathank.

Enak bener, udah mamam enak bonus dapat ilmu pulak.

Cerita saya ke Nglathak cukup membuat teman dari luar kota tertarik.
"Besok kalau aku ke Jogja ajakin ke sana, Kak Min. Aku punya problem sama denganmu dulu. Gak doyan kambing karena prengus dan alot."

Nah masalah alot, di Nglathak olahan daging kambingnya juara. Enggak alot. Empuk dan gak nyangkut di gigi. 

Belum lagi minuman khasnya. Ada teh biru dan minuman daun kelor. Ada juga yogurt. Lama lama saya bisa menyimpulkan jika Nglathak​ selain merupakan usaha jejaring dengan memberdayakan produk lokal juga merupakan kedai sehat. Ya cek aja sendiri menu menunya lalu cari tahu khasiat khasiatnya.

Saya sih enggak keberatan pergi ke Nglathak untuk yang kesekian kalinya. Menu barunya adalah masih goreng kambing dengan bumbu rempah ala timur tengah. Gustiiiiiiii, saya suka banget nasi goreng ini.

Selamat Ulang Tahun Jogja Scrummy

Jogja Scrummy

Poto by Ig Jogja Scrummy

Perkenalan saya dengan oleh oleh satu ini sudah terjalin sejak tahun lalu. Tepatnya saat Dude Herlino memutuskan untuk membuka cabang baru di daerah Brigjen Katamso Yogyakarta.
Saya tidak terlalu mengenal outlet yang di Jalan Kaliurang, namun untuk yang di Brigjen Katamso saya lumayan hafal setiap sudutnya. Saya juga masih ingat oleh oleh apa saja yang dijual di sana selain kue ala ala Jogja Scrummy.

Kalau dibilang buzzer atau media partner dari Jogja Scrummy, tidak, saya bukan bagian dari toko oleh oleh tersebut. Murni saya hanya masyarakat biasa yang kebetulan blogger dan kebetulan dapat kesempatan untuk ikut menyaksikan dan mencicipi Jogja Scrummy.

Eh, tunggu, jangan jangan pembaca blog ini masih ada yang belum tahu apa itu Jogja Scrummy?
Apa perlu saya cerita apa itu Jogja Scrummy?
Okey, sedikit ya sebagai awalan. Jadi gini, Jogja Scrummy itu adalah outlet oleh oleh yang berdiri di Yogyakarta dan milik artis Dude Herlino. Oleh-oleh yang utama di sini adalah olahan roti padat mengenyangkan yang diberi nama Scrummy.

Outlet Jogja Scrummy


23 Juni 2016 adalah awal berdiri Jogja Scrummy yang pertama kali. Hingga akhir tahun 2016 Jogja Scrummy akhirnya punya total empat outlet yang tersebar di banyak tempat di Yogyakarta. Antara lain; jalan Kaliurang, Malioboro (tepatnya Utara pasar Pathuk), Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Adisucipto.

Konon salah satu misi dari didirikannya rumah oleh-oleh kekinian ini adalah untuk ikut terlibat dalam rangka mendongkrak pariwisata Yogyakarta khususnya disektor kuliner.

Oleh-oleh kekinian


Berkaca dari niat mulia, akhirnya Jogja Scrummy tidak hanya menjajakan Scrummy saja melainkan banyak juga menerima titipan oleh-oleh kekinian dari banyak UMKM. Ini misal kalian punya produk makanan dan hendak kerjasama jangan sungkan untuk datang dan ngobrol ke Jogja Scrummy, insya Allah akan disambut dengan keramahan dan hasil yang diinginkan.
Sudah ada sekitar 200 produk olahan yang dijual di semua outlet Jogja Scrummy. 

Varian Jogja Scrummy


Total dalam setahun ini sudah ada 11 varian rasa dari Jogja Scrummy. Yaitu Jogja Scrummy Reguler dengan 6 varian yaitu cheese, chocolate, mangga, srikaya, taro dan caramel. Percaya saya sudah mencicipi semua rasa ini. Satu potong cukup mengenyangkan bagi saya.

Bulan Maret tahun ini Jogja Scrummy kembali mengeluarkan produk premium dengan bahan utamanya adalah wortel.
Kenapa wortel? Konon ini sebagai salah satu bentuk apresiasi Jogja Scrummy pada para petani wortel di sekitaran lereng gunung Merapi. Semakin menguat kan bahwa Jogja Scrummy peduli dan selalu mendukung pihak pihak yang ingin maju dan bekerjasama.

Inilah lima varian premium carrot cake; frozting cheese, caramel, peanut, cheese dan chocolate.
Jangan tanya saya bagaimana rasanya karena jujur saya baru merasakan yang peanut dan chocolate. Untuk dua rasa itu saya suka terutama yang chocolate. Harga perkotaknya 65.000 dan itu penuh banget. Gak kopongan. Cocok buat oleh oleh atau cemilan selama perjalanan panjang. Aslik kenyang. Agak gak mungkin kalau habis dimakan sendirian.

Jogja Scrummy dan Kesehatan


Jogja Scrummy diolah dari bahan-bahan sehat. Tidak menggunakan bahan pengawet. Hati-hati kalau beli Jogja Scrummy tapi kok bisa awet sampai sebulan, perlu dipertanyakan itu asli Jogja Scrummy atau hanya tipu-tipu. Pastikan beli di outlet yang asli.
Selain itu semua bahannya juga halal, Thoyib serta bernilai gizi tinggi.
Tepung yang digunakan menggunakan tepung kentang yang sudah mendapat pengakuan sebagai tepung non gluten yang baik dikonsumsi oleh orang-orang yang punya masalah dengan pencernaan.

Bagi yang pertama kali makan Jogja Scrummy mungkin akan merasa aneh. Tapi tidak dengan saya, saya enak enak aja dan enggak nolak kalau sering sering ada yang kirimin roti satu ini.

Buka Bersama Kawan Yamaha Yogyakarta

Temu Kangen Kawan Yamaha Jogja

Terlalu panjang untuk diceritakan betapa banyaknya acara buka bersama sepanjang Ramadan tahun ini. Tapi kalau boleh dibocorkan sedikit, nyatanya saya buka bersama lagi lagi dengan orang yang sama. Mereka lagi mereka lagi. Ya gimana ya namanya juga satu komunitas satu rasa satu tujuan namun beda penderitaan. Eh, abaikan yang terakhir.

Jadi biarkan saya cerita sedikit tentang acara buka bersama yang sedikit beda dari biasanya.
Masih dengan teman teman yang sama, saya diajak untuk ikut acara buka bersama dengan Yamaha Komunitas Jogja beberapa waktu lalu. Sejujurnya agak-agak galau juga saat undangan datang secara acaranya ternyata bareng dengan acara di sebelah. Namun karena undangan dari Yamaha datang lebih dulu ya maka harus diutamakan, lagian juga udah kadong janji mengiyakan. Akan sangat tidak elegan sekali jika Gadis Anggun membatalkan janji demi bertemu dengan yang lain. Kesannya tidak setia banget. #halah

Menariknya acara buka bersama Yamaha itu tidak hanya ajang untuk kumpul dan makan bareng. Lebih dari itu, Yamaha menggandeng salah satu panti asuhan di daerah Giwangan untuk ikut serta dan bahkan jadi bintang dan acara buka bersama ini.
Saya lupa tepatnya tidak menghitung ada berapa anak panti yang ikut buka bersama namun yang saya ingat semuanya laki-laki.

Tidak hanya mengajak makan bersama, Yamaha juga memberikan santunan kepada panti asuhan tersebut. Saya hadir dan ikut mengaminkan doa doa yang dilangitkan sepanjang acara.

 Saya merasa beruntung bisa menjadi bagian dari komunitas ini. Semakin beruntung karena bisa ikut bergabung menyaksikan dan berkenalan langsung dengan teman teman lain.

Misal hari itu saya tidak jadi datang dan justru ke acara lain, mungkin saya akan kehilangan banyak moment berharga tentang 'tangan di atas'.
Saya memang tidak memberi apa apa tapi saya merasa ikut memiliki kebahagian yang mereka rasakan.

Oh iya acara ini berlangsung di Goeboek resto ring road Ketandan. Sejujurnya untuk datang ke acara ini tidak seratus persen gratis. Namun tidak pula berbayar mahal.

Tiket masuk yang dibutuhkan hanya satu buah buku perorang. Ya senang sekali lah saya bisa ikut acara yang beginian.
Misal nanti nanti Yamaha mau ngadain acara lagi yang syarat dan ketentuannya harus menukar satu buku untuk tiket masuk, saya akan usaha untuk daftar lagi.

Yamaha dan Tangan di Atas

Terima kasih untuk Yamaha Jogja yang membuat buka puasa saya lebih berkesan dibanding acara buka bersama sebelumnya. Terima kasih sudah mengenalkan ke banyak pihak dan mengingatkan tentang tangan di atas lebih baik.
Semoga acara yang seperti ini akan terus digiatkan oleh Yamaha dan diikuti teman teman yang lain.
Luv