Cinlok Yuk!


:
Ada dua insan manusia. Laki-laki dan perempuan. Keduanya tidak saling kenal dan keduanya sama sama suka buku. Lalu mereka masuk klub perbukuan. Saling ketemu saling tukar cerita dan akhirnya memutuskan untuk saling menjaga dengan melalui acara ijab qobul.

Dua insan yang lain. Sama sama ngeblog. Awalnya hanya dunia Maya, lalu sama-sama masuk komunitas blog. Saling akrab dan selanjutnya berakhir dengan saling menyatakan dan menerima cinta. Ijab qobul digelar.

Laki-laki dan perempuan, dua manusia yang sama sama lari ke jalur fiksi karena ingin merasakan banyak sensasi jadi pencipta. Mereka saling koment didalam forum, lalu memutuskan untuk intens saling memberi kritik dan masukan. Karya-karya lahir berbarengan dengan rasa sayang diantara keduanya. Pada akhirnya, ijab qobul adalah awal baru dalam perjalanan mereka.

Tidak ada yang sia-sia dalam sebuah perjumpaan. Bisa jadi di situlah kamu bertemu dengan dia yang selalu dalam doamu.
Perjumpaan kerap kali juga menjadi solusi dari segala kerepotan yang sedang kita hadapi. Dengan jumpa seseorang sering kali kita tersenyum atau terpaksa tersenyum padahal sebelumnya bunek dengan segala urusan.

Perjumpaan bagi sebagian orang adalah catatan bahagia yang selalu dirindu dan dinanti.

Lalu bagaimana dengan perjumpaan yang berakhir ricuh?
Ya ada. Selalu ada yang begini.
Ricuh karena salah paham. Ricuh karena kurang komunikasi. Ricuh kerap tidak bisa dihindari tapi yakinlah ricuh sejatinya menguatkan kita, apakah kita move-on ke jalur dewasa atau mau tetap dalam posisi anak kemarin sore.

Ada jumpa ada pisah.
Ada suka ada duka.
Sebuah hubungan bisa bergoyang dengan mudah jika tanpa dibarengi dengan ikatan kepercayaan yang kuat.

Pada suatu masa, dua insan manusia saling jatuh cinta, merasa dan berusaha untuk saling menjaga. Lalu yang satu harus terbang jauh, yang satunya terdiam untuk menunggu.
Waktu dan jarak memisahkan. Tidak ada gunting ajaib yang mampu memotong jarak itu.
Rindu terus tumbuh dan masing-masing saling menyadari tidak bisa untuk tidak memimpikan.
Satu-satunya yang bisa mereka lakukan untuk menyembuhkan satu dan lain hanyalah doa.

Apalagi yang bisa dipersembahkan oleh dua orang saling cinta yang dipisahkan jarak dan waktu?

Sobatku Ya Simpananku

Apa sih yang biasa kalian lakukan saat weekend?
Tidur seharian? Nongkrong bareng geng hore?
Jalan kaki dari Sabang sampai Merauke? eh, ya kalik
Menggosongkan kulit di pantai?
Atau cukup jajan berkilo-kilo keripik lalu duduk depan tv?

Sebagian itu sudah pernah saya lakukan. Bukan karena weekend hari bebas tapi karena patah hati di hari Minggu, #halah

Tapi itu dulu, dulu banget, kalau sekarang mah weekend ya waktunya ngemall cantek. 
Ini mah belagu aja orang aslinya jarang-jarang ngemall, 
Masalahnya ngemall kali ini tuh beda. Selain karena udah janjian sama temen jauh-jauh hari, juga sekalian dong ngintip siapa yang menang undian 100JT & umroh.

UNDIAN 100JT & UMROH

Hadiah umroh naon?
Itu lho, tempo hari ada yang bilangin biar pakai aplikasi #sobatku (apa itu? Ntar sa kasih tahu lebih lanjut, makanya baca postingan ini sampai kelar),

1000 Tahun Bagimu

Jadi ceritanya itu saya lagi senang yang namanya nyobain aplikasi aplikasi tabungan online.
Bukan karena ingin ikutan trend zaman, tapi ya karena memang kebutuhan seperti itu. Konon indsutri 4.0 itu hampir semua sudah pakai digitalisasi, termasuk tabungan. Ini kalau hari ini, entah kalau 1000 tahun lagi,

Karena saya ini orangnya banyak kepinginnya tapi juga sering was-was, jadi pilih tabungan online pun harus banyak pertimbangan hingga akhirnya jatuh ke #Sobatku.

Apakah begitu saja langsung suka dan install?
Tidak semudah itu, sayang.
Saya cari tahu dulu dong. Bahkan sampai rela pantengin Instagram sana sini cuma demi lihat review aplikasi ini.

Lalu nyasarlah saya kesebuah tautan atau apalah namanya. Di situ ada iklan kalau Kakak Pongki bakal ngisi acara di acaranya Sobatku.
Ya sejak itulah sayanya install. Niat demi Pongki?? Tidak. Udah dibilangin karena penasaran dan perlu kok.

Nah taunya acaranya itu digelar juga di Jogja, tepatnya di Plaza Ambarukmo. Saya bilang ini lokasinya dekatlah. Maka datanglah saya ke acara itu.
Saldo rekening sobatku enggak begitu banyak sih, tapi ya gak apa-apalah datang siapa tahu kan dapat hadiah, karena hari itu tuh Sobatku lagi bagi-bagi hadiah untuk para JUTAWAN SOBATKU.

Lewat kesempatan ini sejujurnya saya ingin sekali dapat undian umroh, sebuah harapan yang enggak jauh beda dengan ibu-ibu yang duduk dekat saya. Meski begitu saya juga sudah mempersiapkan diri seandainya belum dapat kesempatan menang grand prize, ya merasa sadar diri gitu belum lama join jadi nasabah.

Eh taunya beneran lho gak dapat. Hiks. Tapi gak apa apa, Sekali lagi gak apa apa. Gak dapat hadiah yang penting dapat ilmu dan pemahaman baru dari orang-orang yang berada dibalik lahirnya Sobatku.

Kalau udah ketemu sama "emaknya" gini kan saya jadi gak terlalu kuwatir alias bisa dipercaya gitu ini aplikasi.


Saya sempat tanya-tanya ke mbak-mbak yang jaga di booth Sobatku:

She: siang kak, udah pakai sobatku?
Me: sudah, kak. udah instal sudah aktif juga.
She: mungkin mau top up buat dapat kupon undian?
Me: oh iya itu gimana caranya? Maksudnya gimana caranya biar bisa kesempatan dapat hadiah umroh?
She: gampang, Kak. Kakaknya tinggal top up aja satu juta rupiah nanti bisa berkesempatan untuk dapat undian. Cobain aja, kak, kemarin ada lho di kota lain yang cuma punya satu undian eh menang.
Me: harus satu juta, kak? Aduh nanti saldo emaneman, kak.
She: nanti saldonya bisa ditarik tunai atau ditransfer lagi ke rekening kok. gampang itu.

Wah menggiurkan.
Lalu saya baru tahu, untuk dapat hadiah lainnya cukup aktifkan sobatku dengan saldo minimal LIMA PULUH RIBU RUPIAH.
Lumayan ini mah modal ma puluh ribu bisa dapat berjuta-juta untung. Ehe, anaknya emang gak mau rugi...

Sobatku di segala suasana


Dari tadi ngomongin SOBATKU tapi belum jelasin apa itu sobatku?

Jadi gini temen-temen, SOBATKU itu semacam TABUNGAN ONLINE.

Do you know about tabungan online??

Itu lho tabungan yang memanfaatkan aplikasi di smartphone, enggak butuh buku rekening, gak butuh kantor untuk setor tunai atau pun ATM untuk tari tunai.

Dengan SOBATKU, banyak kemudahan yang bisa diselesaikan dalam genggaman tangan.
Jika saldo sobatku berlimpah semacam rasa sayangmu kepadanya, kamu bisa memanfaatkannya untuk kurang lebih sebagai berikut: JAJAN ke stand stand yang berafiliasi dengan sobatku, BAYAR LISTRI, BAYAR AIR, BELI PULSA, TRANSFER DAN NABUNG dan lain lain dan lain lain.

asyiknya biaya adminnya murah bahkan ada yang gratis biaya admin. Gak bakal galau deh kepotong enam ribu maratus demi beda rekening bank.

Oh iya bisa transfernya ke sesama pengguna sobatku, atau bisa juga ke rekening bank.
 grand prize "UNDIAN 100JT & umroh SOBATKU"

Jajan pakai saldo Sobatku aja


Rasanya gak enak banget kalau kumpul-kumpul nonton Kakak Pongki tapi gak pakai jajan.
Nah kebetulan kan ini saya udah pakai aplikasi Sobatku, dan di tempat acara udah ada stand stand jajanan gitu, jadi hayuk manfaatkan saldo yang enggak habis habis ini.

Buat yang sudah biasa pakai uang elektronik, atau jajan pakai aplikasi,  maka pakai Sobatku juga enggak jauh beda kok.
Malah bagi saya ini aplikasi lebih enak dipakainya asal saldonya mencukupi.

Tinggal scan barcode yang ada di mamang penjual lalu tinggal masukin berapa jumlah belanjaan kita. Udah deh langsung kepotong saldonya dan tinggal nikmati jajannya.

Menarik. Gak ribet. Plus ada cashback 30%. Kemarin sih dapatnya ini, ya siapa tahu bulan-bulan berikutnya bakal ada cashback up to 90%, kan saya berharap bahagia.

Lalu gimana nih kalau saldonya gak cukup untuk jajan?
Ya top up dulu dong di stand Sobatku, atau kalau gak ya diagen yang berkerjasama dengan sobatku. Di Alfamart atau Alfamidi juga bisa kok.

Kalau saya sih sudah niat bakal pakai aplikasi ini untuk waktu lama. Selama asyik, ya asyik asyik aja pakainya.
Penting tuh banyak manfaatnya, sedikit biaya yang dikeluarkan.


CARA AKTIFKAN SOBATKU

kalian cuma tinggal download aplikasinya bisa lewat play store atau IOS, jangan lupa siapkan KTP dan NOMER HANDPHONE AKTIF.
INGAT, NOMER REKENINGNYA MEMAKAI NOMER HANDPHONE itu tadi  

Kalau udah install langsung klik DAFTAR, nanti akan muncul form yang WAJIB DIISI,
*Harus diisi sesuai data KTP ya

Ada juga harus upload foto KTP plus FOTO DIRI BAWA KTP,
usahakan foto dengan pencahayaan yang pas dan jangan sampai menutupi wajah, plus NIK KTP harus tampak nyata.

Tunggu sampai permintaan disetujui, ada yang nunggu biasanya sampai 24 jam. Tapi ada juga yang cepet. Kalau udah ada SMS pemberitahuan bahwa registrasi berhasil maka kamu sudah siap memakai aplikasinya untuk hal-hal yang menyenangkan.
TAPI KALAU GAGAL, ya coba lagi dong



OSN 2019 Mencintai Sains Mengukir Masa Depan

GENERASI MUDA INDONESIA

Sore itu hati ini  dibuat haru sekaligus takjub dengan jawaban dari adik-adik yang saya temui. Mungkin itu adalah pertemuan pertama saya dengan mereka, setidaknya itulah yang dapat saya tangkap dalam jangkauan ingatan saya.

"Soalnya tidak serumit yang saya bayangkan."
"Soal-soalnya lebih mudah dibanding tahun lalu."
"Soalnya jauh lebih mudah dari ekspektasiku."
"Aku yakin bisa pulang bawa mendali."
"Optimis."
"Ya apa pun hasilnya yang penting sudah usaha."

Itulah sebagian kalimat-kalimat yang membuat dada saya membuncah dan hampir-hampir air mata mengucur deras. Ya, saya memang mudah terkoyak-koyak dengan suasana.
Kalimat kalimat itu muncul dari mereka adik-adik yang bahkan usianya belum genap separuh total usia saya hari ini.
Mereka adik-adik pilihan terhimpun dari 34 provinsi di Indonesia. Bukan sembarang 'manusia' namun hanya mereka yang memiliki kelebihan dan memenuhi kriteria.

Ah, memang tidak akan habis mengungkapkan apa yang saya saksikan dan rasakan sore itu.
Ballroom Alana Hotel jadi saksi gegap-gempita yang tercipta dari para pemilik bahagia, para peserta juga keluarga OSN 2019.

Postingan kali ini saya ingin mengulas sedikit mengenai Olimpiade Sains Nasional. Sebuah ajang tahunan yang selalu menyita perhatian banyak kalangan.

Olimpiade Sains Nasional 2019


Tidak jauh beda dengan  tahun sebelum-sebelumnya, OSN 2019 ini terbagi menjadi: OSN SD, OSN SMP, OSN SMA.

Waktu pelaksanaannya dimulai dari tanggal 30 Juni 2019 dan berakhir 6 Juli 2019. Diikuti oleh perwakilan dari 34 provinsi.

Untuk OSN 2019 dilaksanakan di dua kota: Manado untuk OSN SMA 2019 sementara OSN SD 2019 dan OSN SMP 2019 dilaksanakan di kota Yogyakarta.

Bidang sains yang dilombakan di OSN SMA adalah:
- Matematika diikuti oleh 77 peserta
- Fisika diikuti oleh 79 peserta
- Kimia diikuti oleh 74 peserta
- Biologi diikuti oleh 77 peserta
- Komputer dan informatika diikuti oleh 75 peserta
- Astronomi diikuti oleh 72 peserta
- Kebumian diikuti oleh 77 peserta
- Geografi diikuti oleh 77 peserta
- Ekonomi diikuti oleh 77 peserta

Empat belas tahun lalu saya juga mengikuti acara seperti ini. Namun namanya belum OSN. saya sempat masuk bidang biologi dan tahun berikutnya ganti ke Fisika. Padahal fisika saya kurang bagus untuk teori, kalau praktik baru lumayan bagus. Untuk kimia lumayan cukup menguasai baik teori mau pun praktik.
Cuma kalau suruh berhadapan dengan adik-adik peserta OSN, saya sudah yakin ketinggalan jauh.

Sementara  itu untuk lokask OSN SMP  bidang Matematika dilaksanakan di SMP 8 Yogyakarta dan bidang IPA IPS berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta.

Maksud dan Tujuan OSN 2019

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi dalam sambutannya mengatakan bahwa ONS 2019  ini bukan hanya sebatas tempat lomba atau mencari medali tapi juga sebagai sarana untuk silaturahmi antar generasi muda khususnya yang ikut dalam perlombaan ini.

OSN juga diharapkan mampu mengoptimalkan daya juang, kerja keras, kemandirian dan membangun komunikasi yang baik antar peserta. Hal ini penting untuk mencetak karakter dan kepribadian calon pemimpin Indonesia di masa depan.

Mencintai Sains Mengukir Masa Depan

Mencintai sains mengukir masa depan, kiranya tema ini cukup mempengaruhi geliat kerja keras para peserta OSN.

Apa pun yang telah mereka perjuangkan sejatinya adalah bentuk dari rasa mencintai pendidikan demi masa depan Indonesia lebih cerah.
Saya yakin meski tidak semua peserta berhasil membawa pulang medali atau uang pembinaan, mereka tetaplah anak-anak pilihan. OSN 2019 ini bukan satu-satunya ajang yang bisa mereka masuki, namun masih banyak pintu lain yang menunggu.
Salah satunya adalah ajang olimpiade internasional di India dan Qatar.

Semoga kedepannya acara-acara dengan menjaring minat pada generasi muda terus dikembangkan dan didukung penuh tidak hanya oleh Kemendikbud  tapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Untuk info seputar Olimpiade Sains Nasional 2019 dan yang berkaitan dengan pendidikan, teman teman bisa follow atau pantengin situs resmi Kemendikbud di:

Twitter : https://Twitter.com/DikdasmenDikbud
Instagram: https://instagram.com/dikdasmen_kemdikbud






Trans Studio Mini Maguwo

Seberapa penting sih rutinitas piknik buat kamu?
Jika pertanyaan ini ditujukan ke saya maka dengan cepat saya akan menjawab: PENTING BANGET.

Saya termasuk makhluk penghamba piknik atau liburan atau vakansi atau apalah sebutan lainnya, pokoknya intinya bersenang-senang. Yah, piknik bagi saya adalah satu dari sekian triliun cara untuk membahagiakan diri sendiri. 


Bukankah mencintai dan membahagiakan diri sendiri itu penting sebelum lanjut mencintai dan membahagiakan orang lain?
Balik lagi ke bahasan piknik.
Piknik seperti apa? Piknik ke mana? Piknik bersama siapa?
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan selanjutnya yang sering menghujani saya namun sering saya abaikan.

Terus terang meski suka piknik, saya bukan orang yang repot mengkhususkan piknik begini dan begitu, harus bersama ini dan itu.
Lagi-lagi balik ke tujuan awal: piknik adalah untuk bersenang-senang.
Otomatis jika ada yang ngeganjel atau malah bikin senewen gak habis-habis, fix aura dari piknik itu gagal total.

Untuk masalah partner, ya kadang saya orangnya pemilih sih. Sering lebih asyik kalau jalan sendirian. Ramai-ramai asyik juga tapi asalkan orangnya sepemikiran dan visi misi. Enggak atau belum kenal enggak masalah, toh lagi-lagi satu dari sekian juta TUJUAN PIKNIK adalah MENCARI KENALAN BARU.
Masalah akan timbul jika partner piknik kebanyakan gaya dan rese. Udah cerewet mana enggak bisa menghargai waktu (misal datang telat atau sudah sampai lokasi eh dianya mengembuskan napas sambil bilang: yah gini doang tau gitu ke tempat lain saja).

Jadi urusan piknik itu bisa sangat emosional, menurut saya.

Trans Studio Mini

Pada suatu hari:
"Piknik yuk."
"Boleh. Aku juga lagi butuh piknik. Stres berat kerjaan di kantor banyak."
"Pikniknya tipis-tipis aja ya, yang deket dan gak mahal."
"Atur saja."

Pada hari yang disetujui:
"Kok ke sini sih? Piknik ke di mall. Kalau gini mah bukan piknik tapi shoping."
"Emang kamu kira aku ngajak piknik ke mana?"
"Ya ke gunung atau ke pantai. Ke alam bebas gitu. Kalau ke mall mah sama aja. Gak ada bedanya dengan pemandangan di kantor."
"Yakin?"
"Iyalah. Mending aku pulang."

Nah kesel gak tuh kalau macem itu? Emang susah kalau orang beranggapan bahwa piknik itu sama dengan PANTAI atau GUNUNG.
Padahal enggak semua orang suka pantai dan gunung, kan?

Kalau saya sih termasuk orang yang enggak terlalu bingung tentang lokasi piknik. Ke pantai ayo, ke gunung oke, ke pasar asyik, ke mall juga laksanakan.

Apalagi nih kalau ke Transmart dan naik ke lantai tiga, sampailah ke salah satu surganya tempat piknik: trans studio mini.

Trans Studio Mini Maguwo


Jadi gini, sebenarnya postingan kali ini tuh kurang cocok buat kamu yang suka merendahkan piknik ke mall dan lebih menjunjung tinggi kebebasan alam liar. Karena saya bakal cerita-cerita all about Trans Studio Mini yang mana semua juga tahu kalau lokasi tempat piknik atau hiburan ini ada di mall.

Meski saya bilang postingan ini kurang cocok bukan berarti enggak boleh dibaca, masih boleh kok. Ya siapa tahu habis baca cerita yang gak seberapa ini kamu-nya jadi makin terbuka wawasan tentang ke-pik-nik-an, tapi kalau jiwa ragamu tetep menghamba piknik itu sama dengan alam liar, no problem buat gadis seanggun saya.

Okey lanjut, pertama-tama saya akan bahas apa itu Trans Studio Mini dan dimana  lokasinya. Seperti yang udah saya singgung sedikit di atas, Trans Studio Mini ini merupakan salah satu tempat rekreasi/ piknik atau semacam taman hiburan ala-ala yang terletak di dalam mall. Trans studio mini biasanya satu atap dengan Transmart. So, bisa sekalian piknik sambil shopping.

Lokasinya di mana? Di Indonesia sendiri banyak tuh terutama di kota-kota besar pasti sudah ada. Nah kali ini saya lebih spesifik mau cerita tentang Trans Studio Mini Maguwo, because di sinilah kemarin saya mencurahkan semua beban lewat wahana yang bolehlah mengobrak Abrik keberanian saya.

Jadi yang saya datangi adalah Trans Studio Mini Maguwo, alamatnya ada di Jalan Solo KM.8 Maguwoharjo Sleman Yogyakarta. Dari flat over Janti tinggal lurus ke timur (arah bandara). 


Gedungnya besar ada di Utara jalan. Enggak bakal tersesat meski baru pertama ke sini, kalau emang ndilalah tersesat ya udah buka aja gmap dijamin sudah ada titik koordinat lokasi.


Lalu seperti apa wahana yang ditawarkan. Saya jujur cuma nyobain 3 wahana (dan ini alhamdulilah sesuatu sudah membuat saya bahagia). Setidaknya tiga wahana ini berhasil membangkitkan adrenalin dan nyali yang tadinya ngendon serupa bunga es dalam kulkas: udah dingin gak mau berkutik pulak.

Tiga wahana yang saya coba adalah: Paris swing, bumper Car dan crazy taxi coaster.
Apakah ini? Mari kita bahas satu satu.

Paris Swing

Paris Swing itu mengingat saya pada masa kecil. Tentang pasar malam dengan sederet permainannya (yang dulu begitu menggoda namun sekarang terlihat ngeri karena entah bagaimana keamanannya).
Nah Paris Swing ini kalau boleh saya bilang semacam ontang anting. Duduklah dengan nyaman, tinggalkan semua benda, cukup bawa diri dan perasaaan. Rileks dan nikmati ayunan yang semakin lama semakin berputar kencang ditambah dengan sensasi seolah dijatuhkan. Naik ini serasa terbang. Harus wajib teriak mengeluarkan segala emosi.
Saya sih cocok banget naik ini. Yang tadinya ingin masuh atau maki-maki enggak jadi karena udah ketolong dengan teriak-teriak kencang. Enggak perlu takut ditumbuk atau dikata-katain wong semua juga bakalan teriak (entah takut, entah hore atau merapal doa).
Pokoknya 4 menit bersama Paris Swing berhasil membangkitkan semangat saya yang tadinya berantakan. Enggak perlu nyali gede buat naik wahana ini, yang dibutuhkan adalah keinginan dan sedikit keberanian saya
.
Tapi tetep buat yang merasa enggak cocok dengan ketinggian atau enggak suka kaget-kaget, saya sarankan jangan naik. Ya menjaga diri kesehatan diri sendiri itu penting dibanding mencari sensasi.

Bumper Car

Pernah naik atau melihat bom-bom car di tempat hiburan?
Nah, bumper Car ini versi lain dari bom-bom car. Saudara dekatlah mereka berdua ini.
Main tabrak-tabrakan tentu saja menjadi hal wajib dalam permainan mobil-mobilan ini. Enggak seru kalau naik bumper Car cuma muter dilintasan doang. Harus ada tabrakannya.
Mainan ini cocok buat anak-anak mau pun dewasa. Hanya saja saya menyarankan dengan sangat hormat jika Anda usia dewasa dan ingin naik bumper Car alangkah baiknya mengajak anak.
Ya enggak masalah sih kalau mau naik sendirian, tapi kalau saya pribadi agak wagu wagu gimana gitu lihat orang dewasa naik mainan ini sendirian.

Tapi sekali lagi, ya enggak apa apa kalau emang maunya sendiri atau emang enggak punya yang diajak naik, #eh
Wahana ini santai dan saya rasa bisa dinikmati oleh siapa saja bahkan mereka yang alergi kagetan. Enggak ada permainan emosi adrenalin, cuma santai horehore tertawa ngakak saja.
Lagian arenanya menurut saya kurang luas, ya mungkin karena saya biasa melintasi jalan Jogja Wonosari jadinya arena ini hanya yah serupa telapak tangan. Tapi bagi anak-anak mah saya yakin ini area cukup untuk membuat mereka kepayahan memutar setir mobil.

Crazy taxi coaster

Nah ini dia yang sangat saya tunggu-tunggu. Mau apa pun sebutannya, rollercoaster atau crazy taxi coaster atau apalah, pokoknya ini yang paling menantang, paling ngangenin juga paling ngegemesin? Kok bisa gitu.

Saya tuh sempat tutup mata, sempat pula pegangan erat banget saat naik ini. Ya bayangin aja duduk manjah tahu tahu suruh meluncur dari ketinggian dengan kecepatan yang sungguh sangat kilat, bum lagi tiba-tiba ada belokan yang embuh gimana bisa seperti itu pokoknya saya sempat kepikiran gimana ini kalau kebablasan sedetik atau sesanti aja, bablas sudah.

Asli seru banget. Ya udah deh kalian boleh bilang saya norak atau udik gak masalah. Toh emang sensasinya cukup menggelitik buat saya.
Kalau naik ini tuh emang harus teriak-teriak, agak rugi kalau kamu jaim dan membekap mulut. Kalau boleh saya samain sih, wahana ini tuh cukup sebanding dengan atraksi nyebur sungai dari atas tebing. Sensasinya sama. Bikin deg-degan namun nagih buat dicoba lagi.

Jadi kalau saya bilang, misal enggak ada waktu buat ke sungai/pantai yang ada tebingnya, ya udah main aja ke trans studio mini dan cobain crazy taxi coaster beberapa menit. Itu kalau mau merasakan sensasi dan menguji adrenalin. Tapi kalau suasana ya memang beda, mall dan alam liar.

Namun meski begitu, saat naik wahana ini sebenarnya bisa mengintip pemandangan di luar mall juga lho. Asli jika buka mata saat di atas bisa lihat pohon-pohon berjajar rapi dan ada kereta api lewat. Saya bilang ini cukup romantis.
Kalau merem ya wasalam pemandangan itu tadi gak bakal terekam.

Setelah baik wahana ini dua kali mendadak saya jadi gemes dong, secara ya ngerasa kalau sebenarnya kurang panjang dan kurang lama. Ih gini ya kalau orang udah ketagihan. Awalnya aja mohon-mohon agar udahan, giliran udah nyaman ingin lagi lagi dan lebih Lamaan. Serupa orang jatuh cinta oe.

Tukar Hadiah

Di Trans Studio Mini Maguwo ini kita bisa main sampai puas. Bisa kumpulkan tiket yang kita peroleh dari main dengan banyak barang yang display.

Enggak hanya bisa ditukar dengan tempat minum atau boneka ala-ala tapi juga bisa ditukar dengan magic com atau kulkas juga. Pokoknya semua barang yang didisplay disitu bisa jadi hadiah buat usaha keras para pemain.

Ya kalau yang sudah keranji gan main emang enggak bisa lepas sih.
Saya aja yang enggak doyan main begitu sampai sini ingin tuh nyicipin mainan satu-satu, kalau pulang bawa hadiah maka itu sama dengan bahagia dobel.


Kartu Member

Ada yang tanya gimana cara bayar saat naik wahana atau ingin main ini itu.

Jawabannya adalah dengan membuat kartu member yang mana nantinya bisa diisi ulang. Bonusnya, kartu member ini enggak hanya bisa dipakai di trans studio mini maguwo saja tapi juga di semua trans studio yang ada di Indonesia.
Tiket membernya lucu lho, ada gambar dinosaurus. Samaan dengan Dinosaurus yang ada di dalam trans studio.

Setelah saya muter-muter, barulah saya tahu ternyata Dinosaurus ini bukan hanya sekedar Dinosaurus.
Kenapa kartunya gambar Dinosaurus itu karena pihak Trans Studio ingin memperkenalkan binatang langka (bahkan sudah punah) yang enggak ada di Indonesia kepada para hadirin (khususnya anak-anak).

Banyak juga lho promo-promo yang berlaku. Ya kalau saya sih suka banget dikasih diskon, promo dan sebagainya itu.


Gaya Hidup Tanpa Menyakiti Bumi

Gaya Hidup Masa Kini

Mereka berbaris rapi serupa padi yang baru ditanam oleh para petani. Saya melangkah ikut dalam barisan, antre membayar belanjaan. Tidak seperti yang lain yang repot dengan banyaknya belanjaan, saya cukup membawa belanjaan dengan kedua tangan. Dua orang (yang saya perkirakan pasangan) di depan saya belanja cukup banyak: sayur-sayuran, buah-buahan, kue kering dan beberapa kebutuhan rumah tangga lainnya.
Bukan masalah banyaknya belanjaan yang membuat saya tertarik melainkan obrolan antara keduanya.
He : Bawa totebag?
She : Bawa, cuma masih di mobil. Biar nanti aku ambil.
He : Ya. Kita harus mengurangi penggunaan plastik.
She : Kamu juga, berhenti minum dengan sedotan. Kan sudah punya bamboo straw.
He : Ya. Kita juga perlu ganti beras dengan beras organik, deh. Sayuran juga harus organik.
She : Mahal.
He : Yang penting sehat.
Obrolan berlanjut dengan tema 'bahan makanan organik'. Obrolan baru berhenti saat sudah sampai meja kasir.
Suasana Pameran UKM
Usai pisah dari kedua orang tersebut dan usai membayar, saya duduk bersandar pada pohon beringin sambil bercakap tanpa suara: sejak kapan kiranya orang-orang ini mulai peduli pada lingkungan khususnya alam? Mungkinkah kepedulian itu muncul usai postingan viral di sosial media tentang nasib paus yang mati karena banyak menelan sampah, atau  berkat rasa prihatin usai menyaksikan tayangan penyu yang harus mati lantaran sebatang sedotan, atau bisa jadi karena selembar majalah yang memperlihatkan foto ikan-ikan terjebak dalam wadah plastik. 
Banyak sekalik kemungkinan-kemungkinanyang bercakap dalam batok kepala saya.

Hingga dari sekian banyak kemungkinan dapat saya simpulkan bahwa dalam diri manusia masih banyak menyisakan kebaikan-kebaikan untuk alam, terkadang hanya butuh satu keteladanan untuk membangunkan sisa-sisa kebaikan tersebut.
Belakangan ini  trend hidup hijau sedang marak melanda Indonesia. Ramai-ramai orang mulai beralih menggunakan produk-produk ramah lingkungan. Mulai banyak yang sadar pentingnya menjaga alam. Tapi tidak sedikit juga yang ternyata hanya mengikuti 'perkembangan zaman', biar dibilang kekinian.

Meski begitu apa pun alasannya, keinginan orang-orang untuk hidup lebih hijau, hidup lebih sehat, hidup berdampingan dengan alam ditangkap oleh produsen dan jadilah produk-produk baru dengan label "ramah lingkungan". Lantas berbondong-bondong orang memilih produk dengan iming-iming "organik" tanpa lebih dulu memastikan benarkah organik atau sebatas organik dalam kemasan.
Belanjanya pun tetap di dalam minimarket, mal, swalayan bukan ke produsen langsung atau ke pusatnya.
Buah-buahan lokal
Padahal kalau mau sedikit lebih jeli, produk dengan embel-embel organik dan ramah lingkungan sejatinya sudah lama dilakoni oleh para pegiat UKM (Usaha kecil menengah). Kalau memang benar-benar ingin menjalani gaya hidup ramah lingkungan, kenapa enggak kita jajan/ belanja di UKM saja?

Buat yang belum paham, saya kasih tahu, biasanya produk-produk olahan UKM itu menggunakan bahan-bahan alami dan yang ada di sekitar. Lebih tepatnya dewasa ini para pelaku UKM tidak hanya mengolah bahan melainkan menciptakan sesuatu yang baru, bernilai jual tinggi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang berserakan di sekitar tempat tinggal. 

UKM lahir bukan untuk mengimpor melainkan mengekspor. Jadi kalau kamu gengsi jajan/ belanja di UKM, maka perlu dipertanyakan mentalnya, sebab dalam jangka panjang sasaran pembeli UKM itu orang-orang manca atau mereka yang paham kualitas.

Mengenai produk-produk UKM sendiri, saya akan sedikit cerita tentang perjalanan saya seharian kemarin dalam acara pameran UKM di Alun-alun Sewandanan Pakualaman. Buat yang tertarik, ya mungkin saja kalian tertarik habis baca postingan ini, pameran masih berlangsung sampai Minggu, 26 Mei 2019.

UKM Istimewa

Menggunakan plastik seminimal mungkin adalah salah satu upaya untuk menjaga alam. Selain itu ada banyak hal lain yang juga sangat mudah untuk dilakukan demi menjaga alam. Hal-hal itu bisa dilakukan sambil bergaya.
Apa maksudnya? Memang bisa gaya disandingkan dengan alam?
Sangat bisa. Bukankah karena keindahan alamlah yang selama ini merangsang kita untuk berimajinasi dan melahirkan karya-karya spektakuler?
Saya ini termasuk orang yang suka tergoda setiap melihat kain. Setiap pergi ke pasar selalu kios kain menjadi satu lokasi yang wajib dikunjungi. Begitu pun saat datang ke sebuah pamerah kerajinan, fashion atau craft. Awalnya saya tertarik dengan warna dan motif, baru selanjutnya bahan kainnya (itu juga setelah diperbolehkan menyentuh).

Masalahnya sering kali saya jumpa kain yang saya ingin  ternyata hasil dari print namun penjualnya bilang itu kain batik. Banyak juga yang berasal bukaan dari pewarna alami yang sudah barang tentu membuat saya kecewa. Jujur saya mulai peduli kepada hal-hal demikian. Saya akan cerewet jika mendapati kain mahal tapi ternyata bukan dari alam atau bukan dari proses kreatif.

Ecoprint by InaLu

Kemarin begitu sampai alun-alun, saya langsung tergoda dengan stand Ina Lumora. Mereka satu-satunya produsen yang hari itu memamerkan (sekaligus menjual) baju ecoprint. Ecoprint
Nah kebetulan sekali saya ini lagi belajar teknik ecoprint, maka saya sempatkan diri untuk ngobrol sekaligus bertukar pengalaman di stand InaLu. Seru sekali.
ecoprint
Ecoprint itu udah pasti dari alam. Wong ecoprint itu artinya teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami.

Warna-warna yang dihasilkan nantinya adalah warna dari daun yang kita gunakan untuk motif.

Menariknya, diecoprint itu tidak akan ada motif lain yang sama persis. Ya secara daun-daun yang digunakan tentu saja beda tidak ada yang sama persis. Lagi, tidak semua daun akan menghasilkan warna atau motif yang sama. Bisa jadi daun jati di kain pertama bewarna ungu, namun di kain berikutnya warna kuning tua atau coklat. Tidak akan sama persis.  Ini menjadi satu tantangan, keunggulan serta keasyikan dalam mendalami ecoprint.
pasmina ecoprint
"Mbak di sini buka kelas, gak? Aku mau belajar ecoprint nih. Soalnya selama ini autodidak." Iseng saya bertanya, berharap jawabannya bisa biar saya bisa ikut daftar kelas.

"Kami belum buka, Mbak. Ecoprint itu tekniknya susah-susah gampang," jawaban dari mbaknya membuat mimpi saya berguguran laksana kapok ditiup angin.

"Yah, padahal ingin banget ni, Mbak. Omong-omong ini ada karya Mbak gak?" Saya memegang beberapa pasmina yang telah mencuri perhatian sejak pertama jumpa.

"Ada, Mbak. Tapi saya masih belajar. Sering gagal saya kalau buat."

"Lho emang ada gagalnya dalam dunia ecoprint?" 

Serius saya bertanya demikian karena menurut saya, apa pun warna dan hasilnya, ya itulah ecoprint. Tapi ternyata menurut mbak yang jaga stand (bukan pemiliknya) ada yang namanya gagal dalam membuat ecoprint. Biasanya yang disebut gagal itu kalau motif dan warnanya tidak begitu tampak jelas dan biasanya yang seperti ini tidak layak jual. padahal kalau saya mah sampai tahap ini sudah sujud syukur bahkan dipamer-pamerkan. yeah saya ini makhluk pamer
motif daun dalam ecoprint

NARENDRA BATIK

kain dari batik narendra, kombinasi tulis dan cap
Kelar ngubek-ubek stand ecoprint, pindahlah saya ke stand Narendra Batik. Di sini saya mulai kalap lagi dong. Soalnya enggak hanya kain-kain batiknya yang cakep tapi baju jadinya juga membuat jatuh hati. Kualitas kain saat dipegang juga kelihatan banget. Kebetulan saya pernah di butik jadi paham beberapa karakteristik kain.

Batiknya itu bakal adem kalau dibuat baju dan jatuhnya di badan pas/ cakepan. Lagi-lagi sebelum beli saya melakukan wawancara singkat kepada mbak yang jaga. Selain biar berasa akrab dengan cara ini saya bisa belajar berkomunikasi nanti jika ingin terjun di UMKM juga.
Dari mbak yang jaga, saya tahu kalau batik yang saya suka itu (yang tampak dalam gambar) ternyata batik kombinasi antara batik tulis dan cap.

Beda lho antara batik dan kain motif batik. Tolong dicatat ini.
Pernah, kan, ke toko mau beli batik, gayanya udah pilih ini itu udah PD, begitu besoknya dipakai eh dibilangin sama yang lain kalau itu bukan batik melainkan kain motif batik. Ya, jangan sampai dong ya gak tahu.

Sebagai anak zaman now, bolehlah cari tahu bedanya batik dan bukan batik. Secara singkat yang namanya batik itu harus melalui proses dimalam (kena sentuhan lilin malam). Kain yang lain yang enggak kena sentuhan malam maka enggak bisa disebut batik.
Batik Narendra beralamat di Jalan DI Panjaitan Yogyakarta
Begitu pun batik ada yang namanya batik tulis dan batik cap, satu lagi di Narendra ini ternyata ada batik kombinasi. Tetep cantik buat saya.

Kalau ditanya bagaimana cara membedakan batik tulis, batik cap sama kain motif batik? 
Gampangnya dilihat dari harganya. Itu paling gampang. Yang paling mahal itu pasti batik tulis.
Tapi kan kadang ada yang 'iseng', batik cap dibilang batik tulis? Cara selanjutnya untuk tahu bedanya ya dilihat dari motifnya, biasanya kalau batik tulis itu tidak rata juga kurang simetris, beda dengan batik cap.
Kalau udah biasa dan sudah cinta nanti juga akan tahu bedanya. Eyaaa

Peran Plut Jogja

Sebagai seorang penikmat yang sering kecanduan dengan hal-hal yang menarik, tentu saja saya berterimakasih kepada Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta dan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta yang sudah mengadakan pameran inspiratif seperti ini. Saya dengar dari Mbak Narendra konon acara seperti ini akan terus berlangsung namun lokasinya pindah-pindah. Saya dong sudah rekues agar di setiap stand menampilkan produk baru. Yang baru dan ramah lingkungan tentu saja.
Sudah lama saya kenal PLUT KUMKM, setiap menghadiri acara mereka selalu menerbitkan semangat untuk ikutan jadi entrepreneur. Masalahnya saya ini kebanyakan mimpi dan terlalu syarat namun realisasinya kapan-kapan. Enggak cocok banget dengan jiwa para pegiat UKM.

Para pegiat UKM lihat daun kelor bisa jadi bakso, bakpia, coklat dll. Lha saya lihat kelor ingatnya jimat (konon gitu, kelor ada unsur mistiknya).
Heran juga saya tuh sama pegiat UKM yang bisa menyulap tulang ikan jadi keripik. Tulang ikan mah bagi saya sesuatu yang udah enggak berguna, salah ternyata bisa lho dibuat keripik enak banget.

Bakso Kelor

Omong-omong karena udah menyinggung makanan, saya juga mau cerita kalau kemarin itu sempat lihat pengolahan daun kelor menjadi berbagai macam makanan, salah satunya jadi bakso.

Sungguh ini sesuatu yang baru, berfaedah, alami dan berkhasiat. Daun ini punya berbagai macam keajaiban. Di rumah saya punya pohon kelor banyak banget. Enggak bisa mengolah selain dibuat sayur bening atau sup. Hampir tiap hari saya konsumsi ini. Dan baru sore kemarin tahu kalau kelor bisa jadi racikan bakso. Sungguh beruntung sudah mampir ke pameran ini.

Ya emang kelor kalau dimakan langsung atau dibuat urap kurang begitu menggiurkan, tapi kalau udah jadi bakso atau olahan lainnya (bahkan jadi coklat kelor) udah pastilah menggoda untuk dicicipi.
Kira-kira kebayang gak? Kalau penasaran, tenang masih ada sampai hari Minggu lho.

Oleh-oleh dari Pawon Sentono

Seperti yang saya bilang di awal, UKM itu menyasar konsumen tidak hanya lokal namun interlokal, wajar kalau banyak produk yang dibuat cocok untuk oleh-oleh.

Kemarin sempat lihat ada stand oleh-oleh khas Jogja bernama Pawon Sentono. Percayalah ini pertama kalinya saya berjumpa dengan Pawon Sentono.
Packaging wedang uwuh
Sekilas saya lihat Pawon Sentono lebih konsen ke produk-produk bahan minuman dari bahan alami. Contohnya bubuk jamu temulawak, bahan wedang uwuh, bubuk wedang jahe dan beberapa calon minuman lainnya. Kalau buat saya, ini cocok untuk diicip. Sekali beli bisa dinikmati beberapa kali. Tinggal diseduh, simpel namun tetap alami.

Ada juga sambel yang bisa tahan beberapa bulan. Sambelnya macam-macam, ada petai, tongkol, terasi dan beberapa lainnya yang sayangnya sudah habis. Untuk saya masih jumpa dengan sambel petai dan terasi. Nyobain beli yang petai soalnya di rumah pada suka petai. Dibanding beli saos, saya lebih memilih sambel. Perut saya tidak terbiasa dengan saos.
Sambel Pawon Sentono 
Masih di stand Pawon Sentono, saya jumpa kebab dan cireng. Cireng dan sambel adalah perpaduan yang cukup memikat.

Setelah melakukan transaksi singkat (karena pukul 5 sore mereka tutup) saya tahu kalau Pawon Sentono ini menyediakan bubuk minuman dari bahan alami dan juga makanan frozen tanpa bahan pengawet. Karena tanpa pengawet inilah jadinya bahan makanan itu perlu difrozen.
Selain yang sudah saya tulis tadi, masih banyak stand lain yang juga seru. Sayangnya karena kemarin saya datang kesorean jadinya belum bisa eksplor semuanya. Batik Narendra, Ecoprint dan terasi Pawon Sentono adalah sebagian yang sudah saya kunjungi (dan jajan).

Masih ada satu yang sangat menarik namun belum saya kulik-kulik, yaitu tentang shibori. Kenapa? Karena bulan lalu saya baru saja punya shibori baru. Takut nanti kalau jatuh hati lagi dan gak bisa kontrol diri. Sudah dibilangin kalau saya ini susah untuk enggak jatuh hati sama kain-kain.

Besok jika sempat saya ingin main lagi dan tanya tentang teknik pewarnaan shibori dengan pewarna alami. Sampai kapan pun saya akan selalu tertarik dengan hal-hal yang berasal dari alam. Gaya dapat, bumi juga selamat.

Bangga dong pakai baju dari kain buatan UKM dengan pewarna alami. Mumpung pada berbaik hati pula kasih diskon.

~gadisAnggun

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Grebeg Lebaran yang diadakan oleh Dinas koperasi UKM DIY dan PLUT Jogja.